Pelatihan Literasi Digital Berbasis Analisis Visual Dan Bahasa Bagi Komunitas Tapak Maca
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.3100Kata Kunci:
literasi digital, analisis visual, linguistik, pemberdayaan komunitas, pelatihanAbstrak
Tantangan nyata dari ledakan informasi digital di era pascakebenaran (post-truth) adalah maraknya misinformasi, disinformasi, malinformasi, dan manipulasi konten visual maupun verbal. Komunitas Tapak Maca sebagai komunitas pegiat literasi dan budaya di Kota Bandung mengalami kerentanan terhadap konten negatif di media digital, namun belum memiliki bekal kecakapan kritis dalam membaca dan menganalisis pesan-pesan digital secara holistik. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital anggota komunitas melalui pelatihan membaca media digital dengan cerdas berbasis analisis visual (visual culture) dan bahasa (linguistik). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui empat sesi pelatihan yang mencakup dasar literasi digital dan disinformasi, analisis visual dan etika konten, linguistik kritis dan wacana digital, serta praktik membaca media digital secara terpadu. Sebanyak 20 anggota komunitas berpartisipasi dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan skor rata-rata pre-test dan post-test serta analisis tematik terhadap wawancara dan observasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor literasi digital dari 56,2 menjadi 82,4 (+26,2 poin), dengan dimensi keamanan siber mencatat peningkatan tertinggi (+27,7 poin). Peserta mengalami peningkatan kemampuan identifikasi disinformasi, kesadaran konteks budaya dalam konten visual, kemampuan mengkritisi bahasa dan wacana, serta komitmen etis dalam berinteraksi di ruang digital. Terbentuknya kelompok diskusi mandiri pasca-pelatihan menandakan adanya transformasi sosial berbasis komunitas. Model pelatihan ini direkomendasikan untuk diterapkan pada komunitas literasi serupa sebagai upaya penguatan ketahanan informasi di tingkat akar rumput.
Referensi
Eliya, I., Lida, U. M., Nuthihar, R., & Nurpadillah, V. (2026). Bahasa sebagai ruang penyembuhan: Representasi wacana kesehatan mental bagi muslimah di media sosial Instagram. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2). https://doi.org/10.19105/ghancaran.v7i2.22430
Evita, L. M. (2026). Komodifikasi perempuan dalam wacana berita femisida di Tribunlampung.co.id (Studi analisis wacana kritis Teun A. van Dijk). In Universitas Lampung. https://repository.unila.ac.id
Fajri, A. S., Purwanto, E., Dewi, P. S., Pangestu, D. F., & Azmi, M. U. (2025). Etika produksi konten budaya lokal oleh kreator digital global. CONVERSE: Journal Communication Science, 2(1). https://doi.org/10.47134/converse.v2i1.4333
Hariyati, J. (2025). Media sosial sebagai media dakwah: Penyebaran konten kajian Al-Qur’an di media sosial dalam perspektif Al-Qur’an. Edu Society: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1). https://doi.org/10.56832/edu.v5i1.855
Kuntoro, D., & Muslikhah, F. P. (2025). Diseminasi edukasi pertanian di YouTube: Analisis netnografi resepsi audiens pada kanal penyuluh pertanian lapangan. Jurnal Kajian Islam Modern, 13(02). https://doi.org/10.56406/jurnalkajianislammodern.v13i02.879
Ma’rifah, I., Ghazali, M. F., Apriyanto, A., Widiyanto, W., Samariansyah, I., Widodo, R. M., Rovendra, E., Siahaya, N., Sudi, M., Kulsum, N. M., Ulfah, M., Yuniliza, Y., & Dharmawan, D. (2025). Ilmu komunikasi: Teori, praktek, dan aplikasinya. Pustaka Inspirasi.
Mairita, D., Nurbaiti, N., Haris, A., Sayopi, A., Nurwalidaini, N., & Sumaiyah, S. (2025). Penyuluhan dan edukasi pencegahan cyberbullying bagi Generasi Z di MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru, Provinsi Riau. Journal of Indonesian Society Empowerment, 3(2). https://doi.org/10.61105/jise.v3i2.318
Mumtaz, R., Zukhrufin, I. R., Al Jannah, I. N., & Cahyo, P. S. N. (2022). TikTok social media and colloquial discourse of grade 4–6 elementary school children in Surabaya. MOZAIK HUMANIORA, 22(2). https://doi.org/10.20473/mozaik.v22i2.33895
Munibi, A. Z., & Boeriswati, E. (2025). Strategi kolaboratif UNJ dan Badan Bahasa dalam meningkatkan literasi linguistik terapan nasional. Jurnal Cahaya Edukasi, 3(2). https://doi.org/10.63863/jce.v3i2.67
Mustahar, M. A., Ahmadin, & Ibrahim. (2026). Asesmen yang adil secara budaya (Culturally Fair Assessment): Konsep, tantangan, dan implikasinya dalam pendidikan. PESHUM: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 5(2). https://doi.org/10.56799/peshum.v5i2.13665
Pertiwi, N. N. T., Savitri, N. K. A., Jayasta, I. N. B. K., Armana, I. K. D. Y., & Adipurwa, A. A. T. A. (2025). Visual mentoring dalam tari Bali untuk memberdayakan anak tunarungu melalui pendidikan seni inklusif. Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2). https://doi.org/10.59997/awjpm.v4i2.5440
Rizky, N. (2026). Analisis ekspresi budaya kolektif dalam budaya Sekura pada era globalisasi di Pekon Way Empulau Ulu Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat. In Universitas Lampung. https://repository.unila.ac.id
Rohman, S., Muhtarom, M., Purnamasari, I., & Nurfitriah, N. (2026). Pengembangan bahan ajar berbasis etnofotografi untuk meningkatkan literasi budaya peserta didik PAUD. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1). https://doi.org/10.31004/obsesi.v10i1.7755
Salsabila, F., Daviza, T. P., Istiqomah, K., Ibadillah, Z., Ikhsan, M., Iryani, E., & Asafri, H. (2025). Membangun kecakapan literasi digital di era disinformasi: Telaah teoritis dan implikasinya pada perguruan tinggi. PESHUM: Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(5). https://doi.org/10.56799/peshum.v4i5.10074
Wahid, A. (2024). Diskursus elite politik di media alternatif. Tuturlogi, 5(3). https://doi.org/10.21776/ub.tuturlogi.2024.005.03.5
Wara, P. S. E., Sonni, A. F., & Akbar, M. (2026). Narasi keadilan gender di media sosial: Analisis wacana pada gerakan feminisme digital. JCommsci: Journal of Media and Communication Science, 9(1). https://doi.org/10.29303/jcommsci.v9i1.589
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sri Nurbani, Sri Soedewi, Ira Wirasari, Yelly Andriani Barlian, Siti Deshinta

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




