Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sidoarjo Melalui Bisnis Model Canvas

Penulis

  • Farida Anwari D3 Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Anwar Medika, Indonesia
  • Acivrida Mega Charisma D3 Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Anwar Medika, Indonesia
  • Arif Rahman Nurdianto D3 Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Anwar Medika, Indonesia
  • Martina Kurnia Rohmah D3 Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Anwar Medika, Indonesia
  • Fery Setiawan Patologi Mulut dan Maksilofasial, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-1426-2074

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.1108

Kata Kunci:

Bisnis Model Canvas, Pandemi COVID-19, UMKM

Abstrak

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang terimbas cukup besar akibat pandemi Covid-19, padahal di sisi yang lain UMKM memberikan kontribusi yang besar dalam perekonomian nasional. Dalam hal ini pemerintah perlu merumuskan langkah berdasarkan respon UMKM dalam menghadapi pandemi. Di sisi yang lain, strategi UMKM dengan menggunakan Bisnis Model Canvas (BMC) dapat membantu pemerintah dalam memberikan dukungan usaha. Pelatihan BMC merupakan bagian dari program Ibu Hebat Sidoarjo yang diselenggarakan oleh BMH. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya model bisnis yang komprehensif untuk menjamin keberlangsungan usaha. Pelatihan diikuti oleh UMKM binaan BMH di Sidoarjo, masyarakat umum, serta beberapa keluarga penyandang disabilitas mental. Pelatihan dilakukan dengan metode tatap muka serta diskusi interaktif. Secara keseluruhan kegiatan pelatihan dapat dilaksanakan dengan baik dimana peserta dapat memahami value proposition, customer relationship, channels, customer segments, key partners, key activities, key resources, cost structure, dan revenue streams dalam pengembangan UMKM di Sidoarjo sehingga dapat meningkatkan pengetahuan peserta secara kualitatif terhadap pengembangan UMKM di Indonesia, khususnya di Sidoarjo.

Referensi

BMH Gelar Pelatihan Sekolah Ibu Hebat Sidoarjo ~ Mujahid Dakwah. (n.d.).

Diderich, C. (2020). Revisiting the Business Model Canvas as a Common Language. In Management for Professionals, 573, 29–45, https://doi.org/10.1007/978-3-030-25875-7_3

Diskopukm Prov Jatim. (2022). Laporan Perhitungan Nilai Tambah Bruto Koperasi UMKM Jawa Timur. Pemprov Jatim, 3(1), 10–27. https://diskopukm.jatimprov.go.id/public/uploads/1681376658_LAPORAN PERHITUNGAN NTB KUMKM JATIM 2022.pdf

Limanseto, H. (2022). Perkembangan UMKM sebagai Critical Engine Perekonomian Nasional Terus Mendapatkan Dukungan Pemerintah - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. In Siaran Pers. https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/4593/perkembangan-umkm-sebagai-critical-engine-perekonomian-nasional-terus-mendapatkan-dukungan-pemerintah

OJK-BCG Joint Research. (2020). Bagaimana UMKM & Perbankan Dapat Sukses di Era Disrupsi Ekonomi dan Digital. … : Departemen Penelitian Dan Pengaturan Perbankan, 1–108.

Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business Model Generation: A Handbook for Visionaries, Game Changers, and Challengers. In A handbook for visionaries, game changers, and challengers, 288, https://doi.org/10.1523/JNEUROSCI.0307-10.2010

Prasetya, A. (2023). Mengenal Program Pembinaan UMKM Kemenkeu Satu Tahun 2023. In Djkn.Kemenkeu.Go.Id. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/15879/Mengenal-Program-Pembinaan-UMKM-Kemenkeu-Satu-Tahun-2023.html

Putri Melati, W. (2022). UMKM Mulai Menggeliat Pasca Pandemic Covid 19. In Https://Www.Djkn.Kemenkeu.Go.Id/. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-lhokseumawe/baca-artikel/15474/UMKM-Mulai-Menggeliat-Pasca-Pandemic-Covid-19.html

Diterbitkan

06-03-2024

Cara Mengutip

Anwari, F. ., Charisma, A. M. ., Nurdianto, A. R., Rohmah, M. K. ., & Setiawan, F. (2024). Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sidoarjo Melalui Bisnis Model Canvas. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 4(2), 389–394. https://doi.org/10.54082/jamsi.1108