Peningkatan Kemandirian Wirausaha Penyandang Disabilitas Kota Balikpapan melalui Pengembangan Kemampuan Pembuatan Roti dan Isian
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2112Kata Kunci:
Disabilitas, Kemandirian Ekonomi, Pembuatan Roti, WirausahaAbstrak
Penyandang disabilitas sering menghadapi hambatan dalam memperoleh pekerjaan di sektor formal, sehingga wirausaha menjadi alternatif strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi mereka. Salah satu bidang yang potensial adalah usaha kuliner, khususnya pembuatan roti dan isian yang memiliki permintaan pasar luas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis dan kemampuan manajemen usaha penyandang disabilitas agar mampu mengembangkan usaha kuliner secara mandiri dan berkelanjutan. Program pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 20 peserta, terdiri atas 15 penyandang disabilitas anggota Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Balikpapan dan 5 kader PKK Kelurahan Telaga Sari. Metode yang digunakan adalah participatory training melalui praktik langsung, penyampaian materi manajemen usaha mikro, diskusi interaktif, serta simulasi pemasaran digital. Pendampingan pascapelatihan dilakukan empat kali dengan fokus pada peningkatan kualitas produk, pengelolaan usaha, dan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi, di mana 16 peserta mengikuti seluruh tahapan dengan baik dan mampu menghasilkan produk berkualitas. Beberapa peserta mulai memproduksi secara mandiri, sementara lainnya bergabung dalam kelompok wirausaha komunitas dengan brand Difa Bakery. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis dan kemandirian wirausaha, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri serta jejaring usaha berbasis komunitas. Keberlanjutan program memerlukan dukungan berupa akses permodalan, pendampingan lanjutan, dan perluasan jaringan pemasaran agar usaha kuliner penyandang disabilitas dapat berkembang lebih luas dan berkontribusi terhadap ekonomi inklusif yang berkelanjutan.
Referensi
Anwar, S. (2023). Peran komunitas dalam mendukung usaha penyandang disabilitas. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 9(1), 55–67.
Arifin, Z., & Dewi, F. (2021). Analisis peluang usaha berbasis kuliner untuk disabilitas. Jurnal Bisnis Daerah, 8(2), 101–115.
Badan Ekonomi Kreatif Indonesia. (2019). Opus ekonomi kreatif: Statistik ekonomi kreatif Indonesia 2019. Bekraf.
Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik penyandang disabilitas Indonesia. Jakarta: BPS.
Bappenas. (2020). Rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020–2024: Meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Balikpapan. (2023). Laporan tahunan sektor kuliner Balikpapan. Balikpapan: Disperindag.
Dinas Sosial Kota Balikpapan. (2023). Data penyandang disabilitas Kota Balikpapan. Dinas Sosial Kota Balikpapan.
Dunlap, G., & Foshee, V. K. (2013). Inclusive entrepreneurship: A study of disabled entrepreneurs in the U.S. Journal of Business and Disability, 4(2), 33–47.
Farida. (2023). Pemberdayaan penyandang disabilitas di Kota Balikpapan untuk mengembangkan kemampuan pembuatan cake dan cookies dalam rangka melatih kemandirian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kreatif, 4(2), 88–99.
Fauzi, A., & Handayani, L. (2020). Studi kasus keberhasilan usaha penyandang disabilitas di Indonesia. Jurnal Inklusif, 2(1), 22–34.
Hermawan, F. (2021). Tantangan pemasaran produk disabilitas di era digital. Jurnal Ekonomi Kreatif, 5(2), 44–58.
Hidayat, R., & Lestari, P. (2021). Strategi pengembangan usaha mikro penyandang disabilitas. Jurnal Manajemen Inklusif, 3(1), 25–38.
International Labour Organization. (2021). Disability inclusion in entrepreneurship: Global perspective. Geneva: ILO.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. (2022). Pedoman program pengembangan ekonomi desa melalui produk unggulan. Jakarta: Kemendesa.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2022). Laporan kesejahteraan sosial penyandang disabilitas. Jakarta: Kemsos.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. (2020). Riset kemandirian ekonomi disabilitas di Indonesia. Jakarta: LIPI Press.
Mulyani, R., & Yusuf, A. (2022). Efektivitas program pelatihan usaha kuliner bagi penyandang disabilitas. Jurnal Pengabdian Inovasi, 4(1), 19–30.
Nugroho, R., Sari, M., & Wijayanti, L. (2023). Pengaruh pelatihan keterampilan terhadap keberhasilan wirausaha disabilitas. Jurnal Ekonomi Inklusif, 8(2), 45–59.
Pratama, Y., & Ningsih, S. (2023). Pengaruh pendampingan usaha terhadap peningkatan pendapatan wirausaha disabilitas. Jurnal Ekonomi Terapan, 12(1), 14–27.
Pusat Studi Disabilitas Universitas Indonesia. (2022). Tantangan dan peluang wirausaha bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Jakarta: UI Press.
Rahmawati, A., & Putra, H. (2021). Pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas melalui pelatihan kewirausahaan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 12–20.
Santosa, D. (2020). Analisis pasar produk kuliner di Balikpapan. Jurnal Ekonomi Daerah, 6(3), 77–85.
Setiawan, I., & Rahmi, D. (2022). Faktor-faktor penentu keberhasilan wirausaha disabilitas. Jurnal Manajemen UMKM, 11(2), 88–99.
Sunarto, T. (2020). Peningkatan kapasitas wirausaha penyandang disabilitas melalui pelatihan. Jurnal Kewirausahaan Sosial, 7(2), 66–73.
Sukmawati, N., & Prabowo, T. (2021). Peran pemerintah dalam mendukung ekonomi inklusif. Jurnal Kebijakan Publik, 15(1), 32–45.
Suryani, N., & Adi, S. (2022). Inklusi sosial dan peningkatan kesejahteraan penyandang disabilitas. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 10(2), 90–105.
United Nations Development Programme. (2021). Inclusive economic empowerment for persons with disabilities. New York: UNDP.
Wardani, E., & Kurniawan, L. (2022). Pemberdayaan disabilitas melalui usaha berbasis komunitas. Jurnal Sosial Humaniora, 6(3), 120–135.
Wijaya, H., & Safitri, M. (2023). Pengaruh pelatihan digital marketing terhadap peningkatan penjualan produk disabilitas. Jurnal Teknologi dan Bisnis, 7(1), 39–53.
World Health Organization. (2021). Disability and health report. Geneva: WHO.
Yuliana, S. (2020). Manajemen usaha mikro penyandang disabilitas. Jurnal Kewirausahaan Terapan, 3(2), 71–84.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Farida Farida, Henri Winarko, Abdul Gafur, Syahrul Karim, Firda Rahmayanti, Muhammad Albar Gusti Syaf, Nur Vita Opu

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




