Penerapan Teknologi Co-Compost Biochar untuk Meningkatkan Produktivitas Sayuran pada Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Sungai Rengas Kalimantan Barat
Upaya Peningkatan Kualitas Tanah Aluvial dan Produktivitas Sayuran
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2212Kata Kunci:
Biochar, Co-Compost, Eceng Gondok, Lahan Pasang Surut, Pemberdayaan PetaniAbstrak
Kelompok Tani Mekar Jaya di Desa Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat menghadapi permasalahan produktivitas rendah akibat kondisi tanah pasang surut yang miskin bahan organik. Produktivitas sayuran hanya mencapai 4-6 kg per m² per musim tanam, jauh di bawah potensi optimal 10-12 kg per m². Di sisi lain, desa ini memiliki limbah organik melimpah berupa eceng gondok (500 kg/minggu) dan batok kelapa (500 kg/bulan) yang belum dimanfaatkan optimal. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan memberdayakan petani melalui pengenalan dan penerapan teknologi co-compost biochar sebagai pembenah tanah berbasis potensi lokal. Metode kegiatan meliputi sosialisasi konsep pertanian berkelanjutan, pelatihan pembuatan co-compost biochar secara partisipatif, pendampingan aplikasi pada demplot sayuran, dan evaluasi menggunakan kuisioner pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti 15 anggota Kelompok Tani Mekar Jaya selama enam bulan (Maret-Juli 2025). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dari 40% menjadi 82% dan keterampilan dari 45% menjadi 87%. Petani mampu memproduksi co-compost biochar secara mandiri dan mengaplikasikannya pada budidaya cabai, bawang daun, kembang kol, dan seledri. Terbentuk kesadaran baru tentang nilai ekonomi limbah organik dan pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia. Inisiatif pemanfaatan pekarangan sebagai lahan produktif mulai bermunculan di kalangan petani. Teknologi co-compost biochar terbukti menjadi solusi berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lahan pasang surut lainnya untuk meningkatkan kesuburan tanah, produktivitas pertanian, dan pengelolaan limbah organik berbasis pemberdayaan masyarakat.
Referensi
Agegnehu, G., Bass, A. M., Nelson, P. N., & Bird, M. I. (2015). Benefits of biochar, compost and biochar-compost for soil quality, maize yield and greenhouse gas emissions in a tropical agricultural soil. Science of the Total Environment, 543, 295-306. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2015.11.054
Antoangelo JA, Sun X, Zhang H. 2021. The roles of co-composted biochar (COMBI) in improving soil quality, crop productivity, and toxic metal amelioration. Journal of Env Management. 277(1):1-13
Bahri, S., Merismon, & Sutejo. (2020). Pemanfaatan biochar dan pupuk kandang ayam pada pertanaman jagung hibrida di tanah ultisol [Utilization of biochar and chicken fertilizer in hybrid maize in ultisol soil]. Jurnal Galung Tropika, 9(2), 115–123. https://doi.org/10.31850/jgt.v9i2.599
Ding, Y., Liu, Y., Liu, S., Li, Z., Tan, X., Huang, X., Zeng, G., Zhou, L., & Zheng, B. (2016). Biochar to improve soil fertility: A review. Agronomy for Sustainable Development, 36(2), 36. https://doi.org/10.1007/s13593-016-0372-z
Kakar, K., Xuan, T. D., Noori, Z., Aryan, S., & Gulab, G. (2020). Effects of organic and inorganic fertilizer application on growth, yield, and grain quality of rice. Agriculture, 10(11), 554. https://doi.org/10.3390/agriculture10110554
Lehmann, J., Cowie, A., Masiello, C. A., Kammann, C., Woolf, D., Amonette, J. E., Cayuela, M. L., Camps-Arbestain, M., & Whitman, T. (2021). Biochar in climate change mitigation. Nature Geoscience, 14(12), 883-892. https://doi.org/10.1038/s41561-021-00852-8
Manopo, D. N., Tumewu, P. and Rantung, M. (2024) “Respons Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Pada Pemberian Pupuk Organik Cair Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dan Pupuk Anorganik”, AGRI-SOSIOEKONOMI, 20(1), pp. 23 – 28. doi: 10.35791/agrsosek.v20i1.54435
Masulili, A., Sutikarini, Suryani, R., Suci, I. A., Astar, I., Bancin, H. D., & Paiman. (2022). Role of biochar amendments in improving the properties of acid sulphate soil. Research on Crop, 23(4), 787-794. https://doi.org/10.31830/2348-7542.2022.145
Masulili, A., Sutikarini, & Suryani, R. (2023). Dosis kombinasi bioarang sekam padi dan berbagai amandemen di tanah sulfat masam. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 28(1), 123-128. https://doi.org/10.18343/jipi.28.1.123
Sarma, B., Borkotoki, B., Narzari, R., Kataki, R., & Gogoi, N. (2017). Organic amendments: Effect on carbon mineralization and crop productivity in acidic soil. Journal of Cleaner Production, 152, 157-166. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2017.03.124
Simanjuntak, C. L., Watratana, L., & Iqbal, M. (2025). Pemberdayaan petani wanita di Jambula berbasis pertanian berkelanjutan oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate. AKSIOMA: Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi, 2(10), 2393–2404. https://doi.org/10.62335
Soekamto, M. H., Wulandari, D. K., Tabara, R., Sangadji, I. M., Atin, B. K., & Rosdiana, E. (2025). Penerapan teknologi pembenah tanah untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas lahan dalam budidaya pertanian berkelanjutan di Kabupaten Sorong. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 3(4), 354–360. https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.159
Suryani, R., Setiawan, & Astar, I. (2024). Aplikasi arang kompos bioaktif berbasis limbah kelapa dan lama inkubasi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai pada tanah Ultisol. Agrologia, 14(2), 125–136. https://doi.org/10.30598/ajibt.v14i2.21814
Wang, Y., & Akdeniz, N. (2023). Utilizing co-composted biochar as a growing medium for buttercrunch lettuce. Environmental Challenges, 13, 100751. https://doi.org/10.1016/j.envc.2023.100751
Widijanto, H., Rissanti, S.R.S., Suntoro, & Syamsiyah, J. (2024). Pengaruh Biochar Sekam Padi dan Macam Pupuk terhadap Pertumbuhan dan Serapan P Padi. Agrotechnology Research Journal, 7(2), 85-92.
Zhang, X., Wang, H., He, L., Lu, K., Sarmah, A., Li, J., Bolan, N. S., Pei, J., & Huang, H. (2013). Using biochar for remediation of soils contaminated with heavy metals and organic pollutants. Environmental Science and Pollution Research, 20(12), 8472-8483. https://doi.org/10.1007/s11356-013-1659-0
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rini Suryani, Agusalim Masulili, Edy Syafril Hayat

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




