Pelestarian Identitas Budaya Sidoarjo melalui Workshop Pembuatan Udeng Pacul Gowang Bersama Komunitas Kabut Malam

Penulis

  • M. Andi Fikri Ilmu Komunikasi, Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
  • Istian Kriya Almanfaluti Bisnis Digital, Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia
  • Muhammad Alvan Rizki Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.2249

Kata Kunci:

Kabut Malam, Komunitas, Pengabdian Masyarakat, Pelestarian Budaya, Udeng Pacul Gowang

Abstrak

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melestarikan identitas budaya Sidoarjo melalui workshop pembuatan udeng Pacul Gowang bersama Komunitas Kabut Malam. Udeng Pacul Gowang sebagai penutup kepala tradisional memiliki makna filosofis yang kian terpinggirkan di tengah arus globalisasi. Kegiatan ini bertujuan memberikan transfer pengetahuan dan keterampilan sekaligus memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya lokal. Metode yang digunakan adalah participatory action research dengan tahapan observasi awal, penyusunan modul, pelaksanaan workshop, evaluasi, serta dokumentasi. Instrumen evaluasi berupa lembar observasi, kuesioner, dan wawancara reflektif digunakan untuk mengukur pencapaian keterampilan dan kesadaran budaya peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek keterampilan, di mana 90% peserta mampu membuat udeng Pacul Gowang secara mandiri setelah pelatihan. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai nilai filosofis udeng sebagai simbol identitas kultural masyarakat Sidoarjo. Workshop juga menghasilkan dokumentasi digital yang dapat dijadikan arsip budaya serta media promosi. Implikasi kegiatan ini meliputi penguatan identitas lokal, peluang ekonomi kreatif, dan dukungan kebijakan berbasis budaya. serta penerapan pendekatan partisipatif yang menjadikan komunitas sebagai aktor utama. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memperkaya strategi pelestarian budaya, tetapi juga memberikan kontribusi praktis dalam menghubungkan tradisi dengan kreativitas kontemporer.

Referensi

Anwar, M., & Yulianti, S. (2023). Digitalisasi budaya lokal melalui media sosial: Strategi pelestarian warisan tradisi di era global. Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan, 11(2), 134–147.

Astuti, R., & Rahman, A. (2020). Pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal dalam pengembangan ekonomi kreatif. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 4(1), 55–64.

Handayani, L., & Firmansyah, R. (2021). Revitalisasi budaya lokal melalui kegiatan pemberdayaan komunitas berbasis partisipatif. Jurnal Abdimas Nusantara, 5(2), 88–97.

Hidayat, M. (2022). Revitalisasi identitas budaya lokal melalui kegiatan komunitas seni. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Budaya, 7(2), 145–158.

Hidayat, R. (2019). Budaya lokal sebagai penguat identitas di era globalisasi. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(2), 155–166.

Nugraha, A. (2020). Transformasi kearifan lokal menjadi produk kreatif: Strategi penguatan ekonomi masyarakat. Jurnal Ekonomi Kreatif dan Budaya, 3(2), 101–113.

Pramono, D. (2021). Revitalisasi seni tradisi melalui program pengabdian masyarakat berbasis budaya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 5(1), 45–56.

Prasetyo, D. (2021). Strategi pelibatan masyarakat dalam pelestarian warisan budaya di era digital. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia, 6(3), 233–242.

Rahayu, S., & Putri, A. N. (2020). Pemberdayaan komunitas melalui pelatihan kreatif sebagai strategi pelestarian budaya lokal. Jurnal Abdimas Nusantara, 2(2), 67–75.

Santoso, B., & Wulandari, D. (2022). Ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai strategi pemberdayaan masyarakat lokal. Jurnal Ekonomi dan Budaya, 4(1), 45–56.

Sari, D. P., & Nugroho, Y. (2022). Model pelestarian budaya berbasis partisipasi komunitas: Studi kasus kerajinan tradisional. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 8(3), 123–134.

Setiawan, A. (2021). Semiotika busana tradisional: Makna simbolik udeng dalam masyarakat Jawa Timur. Jurnal Komunikasi Budaya, 9(1), 89–101.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wibowo, A. (2021). Partisipasi komunitas dalam pelestarian budaya lokal di era globalisasi. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(2), 112–121.

Wijayanti, F., & Kusuma, T. (2023). Digitalisasi arsip budaya lokal melalui pengabdian masyarakat berbasis teknologi informasi. Jurnal Abdimas Kreatif, 7(2), 201–212.

Diterbitkan

31-01-2026

Cara Mengutip

Fikri, M. A., Almanfaluti, I. K., & Rizki, M. A. (2026). Pelestarian Identitas Budaya Sidoarjo melalui Workshop Pembuatan Udeng Pacul Gowang Bersama Komunitas Kabut Malam. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(1), 931–938. https://doi.org/10.54082/jamsi.2249