Edukasi Tari Zapin dalam Bentuk Lokakarya Eksplorasi Gerakan sebagai Kolaborasi Pengembangan Permainan Anak di Trinity Christian School Canberra

Penulis

  • Rines Onyxi Tampubolon Program Studi Pendidikan Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Sulistiani Sulistiani Program Studi Pendidikan Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Nursilah Nursilah Program Studi Pendidikan Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Deden Haerudin Program Studi Pendidikan Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Ratu Sekar Kumala Gayatri Program Studi Pendidikan Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Alya Nabila Putri Program Studi Pendidikan Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia
  • Maritza Binky Calya Program Studi Pendidikan Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.2276

Kata Kunci:

Kerja Sama, Kolaborasi, Lokakarya Tari, Permainan, Tari Zapin

Abstrak

Pengabdian kepada masyarakat merupakan implementasi program untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui ilmu pengetahuan. Program ini dirancang sebagai pendidikan Tari Zapin melalui lokakarya eksplorasi gerak di Trinity Christian School Canberra. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, pendidikan tari Zapin diimplementasikan melalui lokakarya eksplorasi gerak yang bertujuan untuk mengembangkan kolaborasi dalam permainan anak-anak di Trinity Christian School Canberra. Program ini memperkenalkan tari Zapin sebagai warisan budaya Melayu yang kaya akan nilai-nilai filosofis dalam setiap gerakannya sebagai pedoman hidup. Pemahaman ini erat kaitannya dengan semangat Trinity Christian School untuk melibatkan gagasan-gagasan dari berbagai budaya dalam pengalaman dan perspektif hidup. Pemaparan budaya sebagai pengalaman hidup dan perspektif pengabdian memiliki beberapa tujuan penting terkait dengan program pengabdian ini, yaitu melatih generasi muda untuk melihat kebaikan dalam berbagai ciptaan Tuhan dan kekayaan dalam setiap budaya, memahami kekurangan budaya mereka sendiri, dan mengembangkan kebijaksanaan dalam menilai keunggulan relatif dari berbagai budaya. Melalui lokakarya ini, peserta tidak hanya mempelajari gerakan dasar tari Zapin yang melibatkan koordinasi kaki dan tangan, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya, seperti sikap rendah hati dan menghargai orang lain. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal bagi siswa Trinity Christian School Canberra untuk mengenal kesenian lokal Indonesia melalui jejaring internasional. Lokakarya ini juga bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan kolaborasi dalam permainan anak-anak dengan mengadaptasi unsur-unsur gerakan Tari Zapin. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan tari tradisional Melayu kepada peserta, tetapi juga mendorong interaksi dan kerja sama dalam bentuk permainan edukatif. Dengan pendekatan ini, diharapkan anak-anak dapat lebih memahami budaya melalui pengalaman langsung dan mengasah keterampilan motorik dan sosial mereka. Kegiatan ini dirancang melalui tiga tahap, yaitu 1. Pengenalan materi tari (Informasi sejarah, bentuk tari, dan makna tari), 2. Praktik Studio/Kelas Praktik, 3. Pertunjukan kolaboratif hasil pelatihan.

Referensi

Anggela, D. R. (2025). Strategi menjaga eksistensi kearifan lokal melalui Tari Zapin di era globalisasi. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(12), 101–107. https://doi.org/10.5281/zenodo.15618798

Hadi, F. (2022). Strategi pengembangan tarian tradisional Zapin Bengkalis sebagai upaya peningkatan minat khusus daya tarik wisata dan budaya. JEMPPER: Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan, 1(3). https://doi.org/10.55606/jempper.v1i3.537

Harahap, Y. M., Rahmawati, W. T., & Lubis, S. I. (2023). Pelatihan pembuatan video pembelajaran menggunakan Renderforest berbasis pengajaran blended learning. Wahana: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 18–22.*

Hidajat, R., Suyono, S., Sayono, J., Hasyimy, M. ’A., Syahputri, D. R., Iskandar, S. A., Ismail, I. E. B., & Mohd Isa, N. B. (2021). Tafsir Tari Zapin Arab dan Melayu dalam masyarakat Melayu. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 4(2). https://doi.org/10.34007/jehss.v4i2.935

Hidajat, R. (2024). Expression of culture diversity through creation of Zapin Nusantara Berlenggang dance. MUDRA: Jurnal Seni Budaya, 39(4). https://doi.org/10.31091/mudra.v39i4.2247

Marianto, M. D. (2017). Art and life force in a quantum perspective. Yogyakarta: Scritto Books Publisher.

Murgiyanto, S. (1986). Dasar-dasar koreografi tari. Dalam Fx. Sutopo Cokrohamijoyo dkk. (Eds.), Pengetahuan elementer tari dan beberapa masalah tari. Jakarta: Direktorat Kesenian, Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Murgiyanto, S. (2017). Kritik pertunjukan dan pengalaman keindahan. Yogyakarta: PSPSR Pascasarjana UGM & Komunitas Senrepita.

Nor, M. A. M. (1995). Lenggang dan liuk dalam tari pergaulan Melayu. Tirai Panggung, 1(1).

Panggabean, A. (2021). Interview of “Zapin Penyengat.”

Roza, E. (2023). The contribution of Zapin as one of Malay traditional arts in Curriculum 2013. AL-TA’LIM Journal, 24(2). http://dx.doi.org/10.15548/jt.v24i2.270

Syauqii, F. (2025). Aesthetic and religious values in the Zapin Melayu Deli dance in Medan. AL-MUJTAMA’: Journal of Social Sciences, 1(1). http://dx.doi.org/10.30829/al-mujtama.v1i1.21506

Tampubolon, R. O. (2023). Film tari Sumbang Seimbang: Refleksi Zapin Penyengat dalam konsep keseimbangan. Gesture: Jurnal Seni Tari, 12(1). https://doi.org/10.24114/gjst.v12i1.44735

Wijaya, A. (2021). Efektivitas penerapan metode demonstrasi pada materi koloid dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XII IPA MA DDI Entrop Kota Jayapura. Honai, 3(2), 56–67. Tersedia di: http://honai.kemenag.go.id

Yulinis. (2023). Zapin Riau dalam kajian estetika budaya Melayu. JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni), 8(1). https://dx.doi.org/10.30870/jpks.v8i1.19203

Diterbitkan

23-11-2025

Cara Mengutip

Tampubolon, R. O., Sulistiani, S., Nursilah, N., Haerudin, D. ., Gayatri, R. S. K., Putri, A. N., & Calya, M. B. (2025). Edukasi Tari Zapin dalam Bentuk Lokakarya Eksplorasi Gerakan sebagai Kolaborasi Pengembangan Permainan Anak di Trinity Christian School Canberra. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 5(6), 3055–3064. https://doi.org/10.54082/jamsi.2276