Penguatan Kedaulatan Pangan melalui Edukasi dan Implementasi Pengendalian Hama Terpadu di Desa Sempu, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur: Ceramah, Diskusi Interaktif, dan Pendampingan Digital

Penulis

  • Hermanu Triwidodo Departemen Proteksi Tanaman, IPB University, Indonesia
  • Fenny Aulia Sugiana Departemen Proteksi Tanaman, IPB University, Indonesia
  • Tri Budiarto Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian, IPB University, Indonesia
  • Lexi Majesty Pendong Departemen Proteksi Tanaman, IPB University, Indonesia
  • Anis Bias Cintaning Departemen Silvikultur Tropika, IPB University, Indonesia
  • Eva Monica Departemen Proteksi Tanaman, IPB University, Indonesia
  • Dewi Rahmawati Departemen Proteksi Tanaman, IPB University, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.2316

Kata Kunci:

Agens Hayati, Digitani, Kedaulatan Pangan, Kediri, Pengendalian Hama Terpadu, Sempu

Abstrak

Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri adalah salah satu desa yang mayoritas penduduknya bergantung pada sektor pertanian sebagai sumber penghidupan utama. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani, membentuk sikap dan perilaku yang mendukung penerapan pengendalian hama terpadu serta memanfaatkan platform Digitani sebagai sarana informasi dan panduan teknis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab secara luring maupun daring. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 18 Juni–9 Agustus 2025 melibatkan 45 peserta yang terdiri dari masyarakat dan kelompok tani Desa Sempu. Hasil diskusi menunjukkan masalah utama yang dihadapi, yaitu serangan penyakit dan hama pada komoditas unggulan, yakni nanas, cabai, dan tomat. Selain itu, penggunaan pestisida tanpa panduan teknis, ketiadaan rotasi bahan aktif, serta ketidakakuratan identifikasi organisme pengganggu tanaman. Melalui program penyuluhan pengabdian ini, petani memperoleh pengetahuan tentang identifikasi hama dan penyakit, penggunaan pestisida yang tepat, pemanfaatan agens hayati, dan teknologi digital untuk konsultasi pertanian. Output yang diperoleh, yaitu adanya peningkatan minimal 50% pengetahuan, kemandirian petani, dan produktivitas pertanian masyarakat di Desa Sempu yang mendukung ketahanan pangan lokal. Hal tersebut dapat dilihat dari terbentuknya kebiasaan baru untuk rotasi bahan aktif, melakukan konsultasi berbasis Digitani, dan berkurangnya aplikasi pestisida kombinasi yang berisiko.

Referensi

Andini EP, & Wardati I. (2025). Pengaruh pemberian Metarhizium anisopliae Metch. terhadap populasi dan mortalitas hama uret (Lepidiota Stigma F.) tanaman tebu di Desa Rogotruna Lumajang. 2(2), 246–258.

Anwar, N., Umer, M., Ali, A., Kanwal, I., Anum, S., Aslam, H., Mortazavi, P., Khan, T., Fatima, E., & Imran, M. (2024). Evaluating the biocontrol efficacy of beneficial soil microbes against the Fusarium wilt disease of tomato. Journal of Agriculture and Biology, 2(2), 57–70. https://doi.org/10.55627/agribiol.002.02.0919

Asare-Bediako E, Nyarko J, & van der Puije GC. (2020). First report of Pineapple mealybug wit associated virus-2 infecting pineapple in Ghana. New Disease Report, 41(9).

Boulent J, Foucher S, Théau J, & St-Charles PL. (2019). Convolutional Neural Networks for the Automatic Identification of Plant Diseases. In Frontiers in Plant Science (Vol. 10, pp. 1–15). https://doi.org/10.3389/fpls.2019.00941

Gea B, Mendrofa CF, Zendrato BF, Zalukhu BP, & Zebua HP. (2024). Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Secara Terpadu. PENARIK: Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perikanan, 01(02), 199–205.

Haq IU, Rahim K, Yahya G, Ijaz B, Maryam S, & Paker NP. (2024). Eco-smart biocontrol strategies utilizing potent microbes for sustainable management of phytopathogenic diseases. Biotechnology Reports, 44, 1–14. https://doi.org/10.1016/j.btre.2024.e00859

Hutahayan, A. J., Tantawi, A. R., Tobing, M. C., & Lisnawita. (2021). Pineapple mealybug wilt-associated virus (PMWaV) on Sipahutar pineapple, in North Tapanuli, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 782(4). https://doi.org/10.1088/1755-1315/782/4/042062

Ibrahim I, & Sillehu S. (2022). Identifikasi Aktivitas Penggunaan Pestisida Kimia yang Berisiko pada Kesehatan Petani Hortikultura. JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan), 7(1), 7–12. https://doi.org/10.30829/jumantik.v7i1.10332

Nugraha A, Hestiawan MS, & Supyandi D. (2016). Refleksi Paradigma Kedaulatan Pangan di Indonesia: Studi Kasus Gerakan Pangan Lokal di Flores Timur. AGROCORE, 1(2), 184–195.

Shekhar C, Khosya R, Thakur K, Mahajan D, Kumar R, Kumar S, & Sharma AK. (2024). A systematic review of pesticide exposure, associated risks, and long-term human health impacts. Toxicology Reports, 13, 1–23. https://doi.org/10.1016/j.toxrep.2024.101840

Sofian M, Haryanto H, & Fauzi MT. (2023). Keragaman Serangga Hama dan Musuh Alami pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROKOMPLEK, 2(3), 349–361. https://doi.org/10.29303/jima.v2i3.3564

Sudarsono, S., Melina, M., & Nasruddin, A. (2023). THE PRIMARY INOCULUM SOURCES IN THE EPIDEMIOLOGY OF PEPPER YELLOW LEAF CURL INDONESIA VIRUS ON CHILI PLANTS. Pakistan Journal of Phytopathology, 35(1), 93–101. https://doi.org/10.33866/phytopathol.035.01.0853

Taufik M, Gusnawaty HS, Syair, Mallarangeng R, Khaeruni A, Botek M, Hartono S, Aidawati N, & Hidayat P. (2023). Sebaran Penyakit Daun Keriting Kuning pada Pertanaman Cabai di Sulawesi Tenggara dan Identifikasi Penyebabnya. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 19(3), 89–98. https://doi.org/10.14692/jfi.19.3.89-98

Trisno, J., Jamsari, & Hidayat SH. (2021). Infeksi Ganda Pepper Yellow Leaf Curl Virus dan Chilli Veinal Mottle Virus dalam Menimbulkan Penyakit Daun Kuning Keriting Cabai. JPT: Jurnal Proteksi Tanaman, 5(2), 77–88.

Utami DU, Muningsih R, & Ciptadi G. (2021). Identifikasi tingkat serangan hama uret (Lepidiota stigma. F) pada tanaman tebu (Saccharum officinarum L) di Kabupaten Sleman. Jurnal Pengelolaan Perkebunan (JPP), 2(1), 22–29. https://doi.org/10.54387/jpp.v1i1.23

Vermelho AB, Moreira JV, Akamine IT, Cardoso VS, & Mansoldo FRP. (2024). Agricultural Pest Management: The Role of Microorganisms in Biopesticides and Soil Bioremediation. Plants, 13(2762), 1–49. https://doi.org/10.3390/plants13192762

Widianingsih R, Muliawati R, & Mushidah. (2020). Perilaku penggunaan pestisida berhubungan dengan keluhankesehatan petani padi. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 10(3), 297–306.

Yulia E, Widiantini F, & Susanto A. (2020). Manajemen Aplikasi Pestisida Secara Tepat dan Bijak Pada Kelompok Tani Komoditas Padi dan Sayuran di SPLPP Arjasari. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 310–324. https://doi.org/10.24198/kumawula.v3i2.27459

Diterbitkan

31-01-2026

Cara Mengutip

Triwidodo, H., Sugiana, F. A., Budiarto, T., Pendong, L. M., Cintaning, A. B., Monica, E., & Rahmawati, D. (2026). Penguatan Kedaulatan Pangan melalui Edukasi dan Implementasi Pengendalian Hama Terpadu di Desa Sempu, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur: Ceramah, Diskusi Interaktif, dan Pendampingan Digital . Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(1), 783–792. https://doi.org/10.54082/jamsi.2316