Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi melalui Pelatihan Partisipatif di Desa Kedungbondo, Bojonegoro
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2321Kata Kunci:
Kehamilan Risiko Tinggi, Kesehatan Maternal, Pemberdayaan Kader, Pelatihan PartisipatifAbstrak
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tantangan nasional, terutama pada wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Upaya percepatan penurunan AKI menekankan pentingnya deteksi dini kehamilan risiko tinggi melalui penguatan peran kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam mengenali tanda bahaya kehamilan dan melakukan komunikasi, informasi, serta edukasi (KIE) secara efektif. Pelatihan dilakukan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis ceramah interaktif, diskusi, simulasi, serta evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Analisis hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan kader dari rata-rata 59,50 menjadi 96,33 setelah pelatihan. Keterampilan KIE juga meningkat, dengan nilai rata-rata 83,5 dan 93% kader berada dalam kategori sangat baik. Aktivitas monitoring menunjukkan kader mampu mengimplementasikan edukasi kepada ibu hamil, calon pengantin, dan wanita usia subur dengan respons komunitas yang positif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan partisipatif efektif dalam memperkuat kompetensi kader Posyandu sehingga berpotensi mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan risiko obstetri di tingkat komunitas. Program serupa dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berkontribusi pada peningkatan kualitas praktik kebidanan komunitas.
Referensi
Azzahy, G. S. (2008). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku. 5, 29–39. http://syakira-blogspot.com/2008/11/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
Hasibuan, A. R., Pasaribu, A. F., Alfiyah, S., Utami, N., Rahma, N., & Harahap, Y. (2024). Peran Pendidikan Kesehatan dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pola Hidup Sehat di Era Digital. Jurnal Kependidikan, 13(1), 305–318. https://jurnaldidaktika.org/contents/article/download/1515/766/
Indarti, J., Solihin, A., Suastika, A. V, Wardhani, D. P., Ramadhani, M. T., Afdi, Q. F., Syafitri, S. M., Ikhsan, M., & Alda, K. (2021). Three-Delay Model on Maternal Mortality Cases in Tertiary Referral Hospital in Indonesia Tiga Model Keterlambatan pada Kasus Kematian Ibu di Rumah Sakit Tersier di Indonesia. 9(2).
Indramayu, K., & Indramayu, K. (2025). Pengaruh Program Pemberdayaan Ibu Hamil di Komunitas Terhadap Kepatuhan Antenatal Care : Studi Pre-Eksperimental. 2023(April).
Journal, M. N., Cetak, I., & Online, I. (2024). Analisis Pelaksanaan Program Kesehatan Ibu Dan Anak Di Kota Tomohon. 6, 4121–4134.
Kombinasi, M., Of, C., Dan, C., Pada, C., Kesehatan, P., Banjar, D. I. K., & Palimbo, A. (2021). Model kombinasi continuity of care dan interprofessional collaboration pada pelayanan kesehatan ibu di kabupaten banjar.
Magdalena, I., Fajriyati Islami, N., Rasid, E. A., & Diasty, N. T. (2020). Sebagaimana Bloom mengklasifikasikan hasil belajar menjadi tiga ranah kawasan: EDISI : Jurnal Edukasi Dan Sains, 2(1), 132–139. https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/edisi
Prasetyo, S. J., & Wahyu, S. (2025). Analisis Determinan Angka Kematian Ibu dan Strategi Peningkatan Kesehatan Maternal di Kabupaten Grobogan. 2, 143–158.
Rahma, S., Meli, F., Turnip, S., & Natali, A. (2025). Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak di Tingkat Desa. 21–25.
Rahmawati, D., Sopiatun, R., & Permata Hati Mataram, R. (2020). Pemberian Dukungan Keluarga dan Kader Terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Hamil Resiko Tinggi dalam Menghadapi Persalinan. Jurnal Midwifery Update (MU), 4(1), 1–8. http://jurnalmu.poltekkes-mataram.ac.id/index.php/jurnalmu
Rohimi, U. E., Syafi, A., & Rofifah, J. (2024). The Impact of Community-Based Health Education on Maternal Health Outcomes in Rural Southeast Asia. 3(11), 327–333.
Saputra, H., Siregar, R. B., & Purwana, R. (2025). Penyuluhan tentang Kesehatan Mental bagi Ibu-Ibu PKK Desa Padang Cermin Kabupaten Langkat. 2.
Susanto, F., Claramita, M., & Handayani, S. (2017). Peran kader posyandu dalam pemberdayaan masyarakat Bintan. 33–42.
Tita Afiatun Nafsih, Rohani Siregar, Sulastri, Syifa Fauziah, Tia Idmar Suhita, & Suhayati. (2025). Peran Kader Dalam Deteksi Dini Kehamilan Resiko Tinggi Di Rw.01 Desa Mangunjaya Kab Bekasi. Proficio, 6(2), 545–551. https://doi.org/10.36728/jpf.v6i2.4983
Yulyuswarni, Y., Mugiati, M., & Isnenia, I. (2023). Penguatan Peran Kader sebagai Agen Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat dan Rintisan Posyandu Prima dalam Mendukung Transformasi Kesehatan Pelayanan Primer di Kampung Untoro Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(6), 1761–1770. https://doi.org/10.54082/jamsi.1003
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Aris Handayani, Sri Anggraeni, Doni Yanu Arianto

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




