Edukasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) untuk Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Desa Bontomangape, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan

Penulis

  • Muhammad Asrul Taufiq Arifuddin Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, STIKES Yapika Makassar, Indonesia
  • Andi Nailah Amirullah Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, STIKES Yapika Makassar, Indonesia
  • Salki Sasmita Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, STIKES Yapika Makassar, Indonesia
  • Elya Novianti Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, STIKES Yapika Makassar, Indonesia
  • Andi Asliana Sainal Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, STIKES Yapika Makassar, Indonesia
  • Bustang Bustang Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, STIKES Yapika Makassar, Indonesia
  • Andi Nur Arifah Apriani Azis Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, STIKES Yapika Makassar, Indonesia
  • Hidayat Asikin Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, STIKES Yapika Makassar, Indonesia
  • Edmundus Emanuel Lalong Tabur Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, STIKES Yapika Makassar, Indonesia
  • Mutiara Salipure Uleng Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, STIKES Yapika Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.2418

Kata Kunci:

Edukasi Kesehatan, GERMAS, Pemberdayaan Masyarakat, Pengabdian Masyarakat, Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat

Abstrak

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan upaya nasional untuk membudayakan perilaku hidup sehat. Rendahnya pengetahuan dan partisipasi masyarakat, termasuk di Desa Bontomangape, masih menjadi hambatan dalam penerapannya. Kondisi awal menunjukkan terbatasnya informasi kesehatan, rendahnya aktivitas fisik, serta belum terbentuknya budaya hidup sehat sebagai kebiasaan sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi praktik, diskusi interaktif, dan pendampingan dengan melibatkan 30 peserta. Pendekatan partisipatif diterapkan sejak tahap perencanaan dengan melibatkan kader dan tokoh masyarakat. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 10% menjadi 83,3% serta penguatan sikap positif terhadap perilaku hidup sehat. Perubahan sosial terlihat dari meningkatnya aktivitas fisik bersama, kebersihan lingkungan, serta dukungan warga terhadap penerapan GERMAS. Selain itu, terbentuk tiga kader kesehatan masyarakat yang mulai melakukan edukasi rutin dan menyusun rencana keberlanjutan berupa pemantauan perilaku hidup sehat tingkat RT. Hasil ini menunjukkan peningkatan kapasitas lokal dan tumbuhnya budaya kesehatan yang lebih berkelanjutan.

Referensi

Hapsari, A., Nurhayati, S., & Ulfah, R. (2021). Sociocultural barriers to healthy lifestyle behaviors in Indonesian families. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 13(2), 101–109.

Hasanah, U., Dewi, K., & Rahmat, A. (2023). Community readiness and barriers in implementing healthy living programs. Journal of Community Empowerment, 5(1), 33–42.

Hasibuan, E. G., Wahyuni, R., Sari, R. A., Dwi, A., & Daulay, P. (2025). Penyuluhan PHBS dengan Metode ABCD dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa SD di Tuntungan II Kecamatan Pancur Batu Deli Serdang. 1(1), 43–53.

Junita, E., Handayani, Y., & Alfiah, L. N. (2020). GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) di Desa Rambah Hilir. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 100–105. https://doi.org/10.24198/kumawula.v3i1.27879

Kemenko PMK. (2021). Pembudayaan GERMAS Menuju Indonesia Maju. Kemenko PMK.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Buku Panduan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Kementerian Kesehatan RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/germas

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. https://kesmas.kemkes.go.id

Kurniawan, A., Putri, N. S., & Latif, M. (2020). Peningkatan Pengetahuan Germas melalui Edukasi Interaktif di Masyarakat. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 2(3), 112–118.

Lestari, S., Widodo, H., & Amalia, R. (2020). Health literacy and access to health services in rural communities. Rural Health Journal, 4(2), 55–63.

Mahmudah, S., & Setiawan, H. (2023). Effectiveness of participatory education models in rural health promotion. Health Education Journal, 14(2), 145–156.

Pratama, R., & Dewi, S. (2022). Participatory approaches in community health interventions: A systematic review. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 77–88.

Putri, W., & Anwar, M. (2021). Community-based health promotion: Strengthening local capacity for sustainable behavioral change. Jurnal Promosi Kesehatan, 9(1), 12–20.

Rahmawati, S., Nugroho, D., & Prabowo, A. (2021). Determinants of non-communicable diseases in rural areas: A community health perspective. Journal of Public Health Research, 9(3), 210–218.

Sari, D. P., & Rachmawati, L. (2019). Peran Edukasi dalam Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Desa. Jurnal Kesehatan Komunitas, 5(2), 89–96.

Siallagan, R., & Saragih, S. (2022). Familiarisasi Edukasi GERMAS dalam Tahap Pencegahan Penyebaran Covid-19 bagi Masyarakat di Lingkungan XI Kel. Sei Agul. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 5(7), 2201–2206. https://doi.org/10.33024/jkpm.v5i7.6221

Trisna, W. A., Sosial, F. I., & Medan, U. N. (2025). Peran Kader Posyandu Lansia Nuri-V Dalam Mewujudkan Lansia Tangguh Di Desa Perdamean Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Desa Perdamean di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang merupakan. September, 440–451.

World Health Organization. (2021). Hand Hygiene: Why, How & When? World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hand-hygiene

Yusuf, M., & Kartasasmita, B. (2022). Physical inactivity and lifestyle behaviors in rural Indonesian communities. Indonesian Journal of Health Promotion, 7(2), 122–130.

Zainul, J., & Nasrul, M. (2019). Inisiasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Poltekkes Kemenkes Palu. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 13(1), 54–61. https://doi.org/10.33860/jik.v13i1.414

Diterbitkan

25-01-2026

Cara Mengutip

Arifuddin, M. A. T. ., Amirullah, A. N. ., Sasmita, S. ., Novianti, E., Sainal, A. A., Bustang, B., Apriani Azis, A. N. A. ., Asikin, H., Lalong Tabur, E. E., & Uleng, M. S. (2026). Edukasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) untuk Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Desa Bontomangape, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(1), 135–144. https://doi.org/10.54082/jamsi.2418