Pelatihan Pengenalan Asesmen Awal kepada Guru SMP di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah untuk Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Workshop Interkatif
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2477Kata Kunci:
Kebutuhan Peserta Didik, Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Berdiferensiasi, Teknik Asesmen AwalAbstrak
Pengetahuan mengenai asesmen awal merupakan prasyarat penting dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi sebagai salah satu strategi pendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Asesmen awal berfungsi untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat dirancang secara tepat dan berpusat pada peserta didik. Namun, keterbatasan pemahaman dan penerapan asesmen awal masih ditemukan pada guru-guru SMP di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru terkait asesmen awal sebagai dasar perencanaan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif melalui workshop yang diikuti oleh delapan guru SMP Negeri Satu Atap LIK Layana Indah Palu. Data dikumpulkan menggunakan angket untuk mengukur tingkat pemahaman guru. Hasil analisis angket menunjukkan peningkatan pemahaman guru mengenai teknik asesmen awal, dari 39,6% sebelum pelatihan menjadi 81,3% setelah pelatihan. Pengetahuan tentang instrumen asesmen awal juga meningkat dari 37% menjadi 83%. Selain itu, seluruh peserta memahami tujuan dan manfaat asesmen awal, meskipun sebagian besar belum melaksanakannya sebelum penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil ini mengindikasikan bahwa pelatihan efektif mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui penguatan asesmen awal. Pelatihan asesmen awal terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman guru SMP terkait perencanaan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Untuk keberlanjutan praktik asesmen, diperlukan pendampingan lanjutan agar asesmen awal terintegrasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Referensi
Alim, H. S., & Rohmah, N. (2022). Analisis kebutuhan instrumen penilaian mata kuliah Bahasa Inggris dengan model Pembelajaran Project Based Learning (PBL) di Politeknik Negeri Madura. Jurnal Bahasa Inggris Terapan, 8(2), 62–69. https://doi.org/10.35313/jbit.v8i2.4453
Aringka, Y., Perpisa, L., & Siska. (2023). Diagnostik assessment In implementing Curriculum Merdeka on senior high school. JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala, 8(3), 913–917. https://doi.org/10.58258/jupe.v8i3.5917
Buahana, B. N., Karta, I. W., Astawa, I. M. S., Amalina, A. D., & Sativa, F. E. (2022). Pelayanan Peningkatan Kemampuan Melaksanakan Asesmen dan Diagnosis Kesulitan Belajar pada Guru Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(1), 143–152. https://doi.org/https://doi.org/10.54082/jamsi.611
Dmitrenko, N., Panchenko, V., Hladka, O., Shkola, I., & Devitska, A. (2024). Social emotional learning in pre-service efl teachers’ formative assessment in crisis times. LLT Journal: A Journal on Language and Language Teaching, 28(1), 37–57. https://doi.org/https://doi.org/10.24071/llt.v28i1.9837
Fukuda, S. T., Bruce, L., & P., C. J. (2024). Exploring student engagement with formative assessmentand ICT tools. LLT Journal A Journal on Language and Language Teaching, 27(2), 911–930. https://doi.org/10.24071/llt.v27i2.9092
Heritage, M. (2021). Formative assessment: Making it happen in the classroom. (2nd ed.). Corwin Press. https://doi.org/https://doi.org/10.4135/9781071813706.
Lee, D. (2017). The role of assessment in language teaching, learning and materials development. SSRN Electronic Journal, 6, 1–10. https://doi.org/10.2139/ssrn.2881901
Lestari, H., & Kuryani, T. (2023). Prinsip pengajaran dan asesmen I (2nd ed.). Direktorat Pendidikan Profesi Guru Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Manurung, K. (2017). Designing Instructional Materials. Untad Press.
Kemendikbudristek, Pub. L. No. NOMOR 262/M/2022 (2022).
Moningka, C. (2022). Pembelajaran berdiferensiasi prajabatan tahun 2022 (M. N. Suprayogi & A. Lanah (eds.); 1st ed.). Direktorat Pendidikan Profesi Guru, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Kependidikan, Kebudayan, Riset dan Teknologi.
Nieminen, J. H., Moriña, A., & Biagiotti, G. (2024). Assessment as a matter of inclusion: A meta-ethnographic review of the assessment experiences of students with disabilities in higher education. In Educational Research Review (pp. 1028–1041). https://doi.org/10.1016/j.edurev.2023.100582
Nieminen, J. H., & Yang, L. (2024). Assessment as a matter of being and becoming: theorising student formation in assessment. Studies in Higher Education, 49(6), 1028–1041. https://doi.org/10.1080/03075079.2023.2257740
Popham, W. . (2017). Classroom assessment: What teachers need to know (5th ed.). Pearson.
Tomlinson, B. (2017). Materials evaluation and design for language teaching. ELT Journal, 71(4), 529–531. https://doi.org/10.1093/elt/ccx039
Tomlinson, C. A. (2001). How to differentiate instruction in mix-ability classrooms (2nd ed.). Association for Supervision and Curriculum Development (ASCD).
Wiliam, D. (2023). Embedded formative assessment: (Strategies for classroom formative assessment that drives student engagement and learning) (New art and science of teaching) (2nd ed.). Learning Sciences International. Solution Tree Press.
Yarbro, J., McKnight, K., Elliott, S., Kurz, A., & Wardlow, L. (2016). Digital Instructional Strategies and Their Role in Classroom Learning. Journal of Research on Technology in Education, 48(4), 274–289. https://doi.org/10.1080/15391523.2016.1212632
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Konder Manurung, Wahyudin, Maghfira, Happy, Grace

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




