Desiminasi dan Demplot Domestikasi Ikan Belida Sumatera (Chitala hypselonotus) di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir

Penulis

  • Muslim Muslim Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indonesia
  • Ferdinand Hukama Taqwa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indonesia
  • Henny Malini Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indonesia
  • Reshi Wahyuni Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indonesia
  • Selly Oktarina Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indonesia
  • Endri Junaidi Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.2479

Kata Kunci:

Belida, Desiminasi, Domestikasi, Konservasi

Abstrak

Ikan belida Sumatera (Chitala hypselonotus) merupakan salah satu spesies asli (native) perairan Indonesia. Di Indonesia spesies ikan belida ada empat yakni Chitala lopis, Chitala borneensis, Chitala hypselonotus, dan Notopterus notopterus. Di perairan umum Sumatera Selatan ditemukan tiga spesies yakni Chitala lopis, Chitala hypselonotus, dan Notopterus notopterus. Keempat spesies ikan belida dikenal dengan nama umum ikan belida. Ikan belida dimanfaatkan masyarakat Sumatera Selatan sebagai bahan baku pembuatan pempek dan kerupuk kemplang. Ikan belida bernilai ekonomi tinggi di Sumatera Selatan. Kebutuhan industri kuliner khas Sumatera Selatan semakin meningkat menyebabkan permintaan terhadap ikan ini makin meningkat. Produksi ikan belida mengandalkan hasil tangkapan dari alam liar, karena produksi dari hasil budidaya belum ada. Penangkapan berlebih dan juga kerusakan habitat menyebabkan penurunan populasi ikan belida di alam. Domestikasi adalah upaya menjinakan ikan liar kedalam lingkungan budidaya. Tahap awal domestikasi ikan belida sudah berhasil dilakukan. Ikan belida mampu bertahan hidup dan tumbuh dalam wadah budidaya khususnya dalam kolam terpal. Kegiatan ini merupakan penyebaran informasi hasil penelitian domestikasi ikan belida spesies Chitala hypselonotus tahap awal. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, demplot, dan pendampingan. Kegiatan ini dilakukan di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap ikan belida spesies Chitala hypselonotus makin meningkat. Masyarakat mengetahui bahwa ikan belida Sumatera (Chitala hypselonotus) adalah spesies yang dilindungi. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian ikan belida semakin meningkat. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Burai.

Referensi

Aryani, N. (2015). Native species in Kampar Kanan River, Riau Province Indonesia. International Journal of Fisheries and Aquatic Studies, 2(5), 213–217.

Diachanty, S., Kusumaningrum, I., & Asikin, A. N. (2021). Uji organoleptik butter cookies fortifikasi kalsium dari tulang ikan belida (Chitala lopis). Jurnal Kelautan dan Perikanan Terapan, 4(1), 13–19.

Dwijaya, O., Lestari, S., & Hanggita, S. (2015). Karakteristik mutu kimia pempek dan potensi cemaran logam berat (Pb dan Cd) di Kota Palembang. Jurnal Fishtech, 4(1), 57–66.

Febryana, W., Idiawati, N., & Wibowo, M. A. (2018). Ekstraksi gelatin dari kulit ikan belida (Chitala lopis) pada proses perlakuan asam asetat. Jurnal Kimia Khatulistiwa, 7(4), 93–102.

FishBase. (2025). Chitala hypselonotus. https://fishbase.de/summary/Chitala_hypselonotus.html

Froese, R., & Pauly, D. (2014). Chitala hypselonotus in FishBase. FishBase.

Hashim, R., Azlan, M. R. P., Mohd Zainuddin, W. M. A., Jusoh, S. A., & Md Sah, A. S. R. (2015). Fish distribution and composition of Kelantan river systems, Kelantan, Malaysia. Applied Mechanics and Materials, 747, 294–297.

Huda, N., Asikin, A. N., & Kusumaningrum, I. (2016). Pengaruh konsentrasi asam asetat terhadap karakteristik fisikokimia kerupuk kulit ikan belida (Chitala sp.). Jurnal Ilmu Perikanan Tropis, 21(2), 1–8.

Iqbal, M., Yustian, I., Setiawan, A., & Setiawan, D. (2018). Ikan-ikan di Sungai Musi dan pesisir timur Sumatera Selatan. Yayasan Kelompok Pengamat Burung Spirit of South Sumatra.

Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2023). Data produksi ikan Indonesia. https://statistik.kkp.go.id/home.php?m=total&i=2#panel-footer

Kottelat, M. (1994). The fishes of the Mahakam River, east Borneo: An example of the limitations of zoogeographic analyses and the need for extensive fish surveys in Indonesia. Tropical Biodiversity, 2, 401–426.

Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of Southeast Asia: A catalogue and core bibliography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. Raffles Bulletin of Zoology, 27, 1–663.

Kottelat, M., Whitten, T., Kartikasari, S. N., & Wirjoatmodjo, S. (1993). Freshwater fishes of western Indonesia and Sulawesi. Periplus Editions.

Kusumaningrum, I., & Asikin, A. N. (2016). The characteristic of calcium fortified fish keropok from belida fish bone. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 19(3), 233–240.

Mahmuda, E., Idiawati, N., & Wibowo, M. A. (2018). Ekstraksi gelatin pada tulang ikan belida (Chitala lopis) dengan proses perlakuan asam klorida. Jurnal Kimia Khatulistiwa, 7(4).

Muslim, M., & Syaifudin, M. (2022). Biodiversity of freshwater fish in Kelakar floodplain Ogan Ilir Regency in Indonesia. Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology, 7(1).

Muslim, M., Heltonika, B., Sahusilawane, H. A., Wardani, W. W., & Rifai, R. (2020). Ikan lokal perairan tawar Indonesia yang prospektif dibudidayakan. Pena Persada.

Muslim, M., Jannah, A. B., & Ash-Shiddiqi, M. W. (2024). Inventarisasi alat penangkapan ikan tradisional dan jenis ikan di Sungai Kelekar, Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Jurnal Perikanan Perairan Umum, 2(2), 11–21.

Muslim, M., Pitriani, E., Agustina, A., Oktarina, S., & Khotimah, N. N. (2026). Enhancement of ovarian maturation in bronze featherback Notopterus notopterus through pregnant mare serum gonadotropin for sustainable aquaculture and conservation. Biodiversitas, 27(1).

Muslim, M., Ramadhan, A. (2025). Survival and growth of Sumatran featherback (Chitala hypselonotus) reared on net cages. Journal of Vocational in Aquaculture.

Muslim, M., Simanjuntak, W. J. (2023). Growth and survival of bronze featherback (Notopterus notopterus, Pallas 1769) reared on bucket. Magna Scientia Advanced Research and Reviews, 9(1), 101–105.

Putra, A. E. P. (2019). Analisis nilai tambah usaha pengolahan ikan belida menjadi kerupuk di Kelurahan Kemalaraja Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU. Jurnal Bakti Agribisnis, 5(2), 1–7.

Putranto, H. F., Asikin, A. N., & Kusumaningrum, I. (2016). Karakterisasi tepung tulang ikan belida (Chitala sp.) sebagai sumber kalsium dengan metode hidrolisis protein. Ziraa’ah, 41(1), 11–20.

Romalasari, A., Rahayu, W. E., & Azzahra, H. (2019). Perbandingan tepung sagu dan jenis ikan yang berbeda terhadap kualitas pempek. Jurnal Ilmiah Ilmu dan Teknologi Rekayasa, 2(2), 118–121.

Sarie, O. T., Asikin, A. N., & Kusumaningrum, I. (2018). Pengaruh perbedaan jenis ikan terhadap karakteristik gel surimi. Ziraa’ah, 43(3), 266–272.

Wirjoatmodjo, S. (1999). Fish fauna of Way Sekampung watershed with some notes on new records for Sumatra. Treubia, 31(3), 307–316.

Diterbitkan

26-03-2026

Cara Mengutip

Muslim, M., Taqwa, F. H., Malini, H. ., Wahyuni, R. ., Oktarina, S., & Junaidi, E. . (2026). Desiminasi dan Demplot Domestikasi Ikan Belida Sumatera (Chitala hypselonotus) di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(2), 1523–1532. https://doi.org/10.54082/jamsi.2479