Peningkatan Kapasitas Ibu dari Balita Stunting melalui Program Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Berbasis Kolaborasi Tim Multidisiplin di Desa Sokawera, Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah

Penulis

  • Fitri Diah Oktadewi Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Riski Amalia Hidayah Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Mahindra Awaluddin Romadlon Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Ali Taqwim Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Angger Waspodo Dias Andrianto Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.2480

Kata Kunci:

Collaboration, Education, Oral Health, Stunting

Abstrak

Stunting pada anak merupakan permasalahan kesehatan yang kompleks dan membutuhkan pendekatan multidisiplin dalam penanganannya. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut serta edukasi holistik dan kolaboratif pada anak stunting di Desa Sokawaera, Cilongok. Kecamatan Cilongok merupakan wilayah dengan kasus stunting tertinggi di Banyumas. Desa Sokawera yang berlokasi di kecamatan Cilongok, Banyumas menjadi salah satu desa lokus (lokasi khusus) stunting terintegrasi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi tim kesehatan yang terdiri dari dokter gigi, dokter umum, bidan, ahli gizi, dan psikolog. Intervensi yang dilakukan mencakup pemeriksaan dan edukasi kesehatan gigi dan mulut, edukasi gizi dan pola makan sehat, serta pemberian konseling tentang pola asuh yang tepat. Pada kegiatan edukasi kolaboratif yang dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dihadiri oleh 33 ibu balita stunting, kader dan bidan Desa Sokawera. Setelah itu dilakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut pada 65 balita di Desa Sokawera. Hasil rerata dmf-t pada balita usia 0-5 tahun di Desa Sokawera adalah 5,09 (kategori karies tinggi menurut WHO). Pendekatan kolaboratif ini memungkinkan penanganan komprehensif terhadap berbagai faktor yang berkontribusi pada kondisi stunting, mulai dari aspek kesehatan fisik hingga psikososial. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif dapat menjadi model intervensi komprehensif untuk memperkuat pemahaman orang tua mengenai kesehatan gigi dan mulut balita stunting di Desa Sokawera, Cilongok, Banyumas.

Referensi

Costacurta, M., Benavoli, D., Arcudi, G., Docimo, R., & Ripari, F. (2020). Oral and dental manifestations of child abuse and neglect. Oral Implantology, 13(1), 47–53.

Diutsjer, D. (2015). Establishing oral health promoting behaviours in children – parents' views on barriers, facilitators and professional support: A qualitative study. BMC Oral Health, 15(1), Article 157. https://doi.org/10.1186/s12903-015-0149-8

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Strategi nasional percepatan pencegahan stunting 2023-2024. Kemenkes RI.

Maharani, D. A., Zhang, S., Gao, S. S., Chu, C. H., & Rahardjo, A. (2021). Dental caries and the erosive tooth wear status of 12-year-old children in Jakarta, Indonesia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(11), Article 5994. https://doi.org/10.3390/ijerph18115994

R., R., & Susilawati, S. (2019). Penatalaksanaan kesehatan gigi dan mulut pada anak dengan stunting: Pendekatan kolaboratif. Jurnal Kedokteran Gigi Indonesia, 15(2), 45–52.

Rahmadhani, R., Sutadi, H., & Setiawan, A. S. (2021). Collaborative dental care approach in managing oral health problems among stunted children: A systematic review. Indonesian Journal of Dental Research, 13(1), 18–27.

Rahman, A., et al. (2022). Dampak multidimensional stunting pada kesehatan anak. Jurnal Kedokteran Indonesia, 45(3), 167–175.

Sadida, Z. J., Indriyanti, R., & Setiawan, A. (2021). Does growth stunting correlate with oral health in children? A systematic review. European Journal of Dentistry, 16(1), 32–40. https://doi.org/10.1055/s-0041-1731837

Sari, K., et al. (2023). Implementasi program holistik penanganan stunting di Indonesia. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 42(1), 23–31.

Schroth, R. J., Lavelle, C., & Moffatt, M. E. (2020). Influence of maternal height, weight and oral health on children's oral health status. European Archives of Paediatric Dentistry, 21(5), 475–484. https://doi.org/10.1007/s40368-020-00520-5

Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. (2019). Strategi nasional percepatan pencegahan anak kerdil (stunting) periode 2018–2024. Sekretariat Wakil Presiden RI.

Susi. (2020). Pengaruh pola minum air susu ibu terhadap terjadinya early childhood caries pada anak di bawah usia lima tahun. Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, 32(3), 226–231.

Widodo, S., et al. (2023). Efektivitas pendekatan kolaboratif dalam program intervensi stunting. Indonesian Journal of Public Health, 38(2), 89–97.

Diterbitkan

31-01-2026

Cara Mengutip

Oktadewi, F. D., Amalia Hidayah, R., Awaluddin Romadlon, M., Taqwim, A., & Andrianto, A. W. D. . (2026). Peningkatan Kapasitas Ibu dari Balita Stunting melalui Program Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Berbasis Kolaborasi Tim Multidisiplin di Desa Sokawera, Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah . Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(1), 955–962. https://doi.org/10.54082/jamsi.2480