Pelatihan Pengenalan Biota Karang dan Penggunaan Peralatan Menyelam bagi Masyarakat di Desa Wisata Darunu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2501Kata Kunci:
Desa Wisata, Ekowisata Bahari, Pelatihan Masyarakat, Snorkeling/Scuba, Kabupaten KendalAbstrak
Program pengabdian kepada masyarakat ini memperkuat kapasitas Desa Wisata Darunu, Wori—Minahasa Utara, dalam memandu ekowisata bahari melalui kombinasi sesi kelas dan praktik lapangan tentang ekologi terumbu karang serta penggunaan peralatan snorkeling/SCUBA yang aman. Kegiatan mencakup bioekologi pesisir (mangrove–lamun–terumbu), identifikasi biota terumbu lokal (karang keras/lunak dan fauna terkait), demonstrasi langsung peralatan selam, dan praktik simulasi, yang difasilitasi oleh dosen bersama asisten mahasiswa dan mitra desa. Pelatihan ini menghasilkan peningkatan yang jelas dalam (i) literasi ekologi—peserta dapat membedakan kelompok karang utama dan menjelaskan fungsi terumbu, (ii) keterampilan dasar di dalam air dan pemahaman prosedur keselamatan SCUBA, (iii) pengembangan prototipe panduan interpretatif berbasis lokasi menggunakan foto dan video dari perairan Darunu, dan (iv) peningkatan kesadaran konservasi untuk mendukung tata kelola berkelanjutan yang dipimpin masyarakat. Secara keseluruhan, capaian-capaian ini memposisikan Darunu untuk mengurangi ketergantungan pada pemandu eksternal dan merancang penawaran ekowisata bahari yang terintegrasi dan bertanggung jawab yang sejalan dengan destinasi "hijau" yang lebih luas.
Referensi
Aninomous. (2024). Community Based Tourism dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 7(1), 55-67.
Astriana, B. H. (2021). Pelatihan Teknik Snorkeling bagi Kelompok Masyarakat di Pantai Dondon, Desa Mertak, Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Abdi Insani, 8(1), 374.
Biorock Indonesia. (2024). Potensi Ekowisata Berbasis Terumbu Karang di Indonesia.
Budiyanto, A., & Wirasatriya, A. (2019). Kondisi Ekosistem Terumbu Karang dan Implikasinya terhadap Wisata Bahari. Jurnal Ilmu Kelautan Tropis, 21(2), 65-73.
Lestari, D., & Yusuf, A. (2023). Pelatihan Konservasi dan Pemanduan Wisata Bawah Laut untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata. Jurnal Abdimas Laut, 4(1), 12-21.
Mokoginta, O. (2017). Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Kawasan Pesisir Bahoi. Repository IPB.
PERURI. (2025). Dukung Konservasi Terumbu Karang di Banyuwangi Dorong Kelestarian Laut dan Ekowisata.
Platax Journal. (2022). Development of Community Based Ecotourism in Bahoi Village. Platax Journal, Universitas Sam Ratulangi.
Romadhon, A. (2016). Kajian Ekosistem Terumbu Karang untuk Pengembangan Ekowisata Bahari di Pulau Tikus. Jurnal Enggano, 1(1).
Sari, N. K. (2024). Penilaian Ekosistem Terumbu Karang sebagai Ekowisata Bahari. Jurnal Kelautan, 17(2).
Sondakh, C. F., & Paputungan, M. (2020). Analisis Potensi Ekowisata Mangrove dan Terumbu Karang di Minahasa Utara. Jurnal Kelautan Tropis, 23(3), 155-164. https://doi.org/10.14710/jkt.v23i3.33817.
Suharsono. (1996). Ekologi Terumbu Karang Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Tarigan, I. N. (2005). Evaluasi Pengelolaan Sumberdaya Terumbu Karang Berbasis Masyarakat: Studi Kasus di Provinsi Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan. Tesis Pascasarjana, Universitas Indonesia.
Timotius, K. (2003). Pengembangan Produk Wisata Berbasis Komunitas. Penerbit Universitas Kristen Indonesia.
Wibowo, I., & Haryanti, R. (2024). Pengelolaan Wisata Bahari Berkelanjutan Berbasis Masyarakat di Kawasan Pesisir. Jurnal Ekowisata, 6(2), 101-115.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Maykel Karauwan, Youdy Gumolili, Dannie Oroh, Tommy Kontu, Frans Rattu, Alma Pongtuluran, Easter Tulung

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




