Penanganan Penyakit Kulit dan Kelamin di Pesantren Muhammadiyah Manafi’ul Ulum Boyolali melalui Edukasi dan Standarisasi Penanganan Awal di Unit Kesehatan Sekolah
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2550Kata Kunci:
Penyakit kulit-kelamin, pesantren, standar operasional prosedurAbstrak
Penyakit kulit dan kelamin masih memiliki prevalensi tinggi di kalangan remaja terutama di lingkungan yang padat seperti pondok pesantren. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Pondok Pesantren Manafi’ul Ulum Boyolali dengan tujuan meningkatkan pengetahuan santri/santriwati mengenai penyakit kulit dan kelamin serta meningkatkan kapasitas pengelola Unit Kesehatan Sekolah (UKS) melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) deteksi dini dan penanganan awal penyakit dermatovenereologi. Pendekatan community-based intervention dilakukan melalui tahap identifikasi masalah, penyusunan materi edukasi, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, evaluasi pengetahuan, serta penyusunan SOP UKS. Setelah melakukan survei awal dan identifikasi masalah, kami kemudian menyusun materi edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan para santri/santriwati. Setelah memberikan penyuluhan, hasil analisis kami menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan para santri/santriwati mengenai penyakit kulit dan kelamin tergolong cukup baik, namun prevalensi penyakit tetap tinggi. Oleh karena itu, dilakukan upaya tambahan berupa penyusunan SOP sederhana bagi guru di UKS agar mampu mengenali gejala awal serta melakukan penanganan awal terhadap kasus penyakit kulit dan kelamin ringan di lingkungan pesantren. Hasil evaluasi kami menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dan adherensi guru UKS terhadap SOP cukup baik. Kombinasi edukasi kesehatan dan penguatan kapasitas UKS melalui SOP merupakan strategi potensial untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan penyakit kulit dan kelamin di lingkungan pesantren.
Referensi
Abbasi, E., Daliri, S., Yazdani, Z., Mohseni, S., Mohammadyan, G., Hosseini, S. N. S., & Haghighi, R. N. (2023). Evaluation of resistance of human head lice to pyrethroid insecticides: A meta-analysis study. Heliyon, 9(6). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e17219
Angelia, Sutanto, I. K., & Susanto, D. H. (2023). Studi Prevalensi Pedikulosis Kapitis di Pondok Pesantren X Jakarta Barat. Jurnal Kedokteran Meditek, 29(2), 129–137. https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v29i2.2555
Azizah, N., Rohmah, J., Mushlih, M., & Kusumawardani, P. A. (2020). PHBS Santri dan Aplikasi UKS Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah Buduran Siwalan Panji Sidaorjo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dalam Kesehatan, 2(1), 22–25. https://doi.org/10.20473/jpmk.v2i1.19583
Badruddin. (2021). Modernisasi Pendidikan Pesantren. ’Aainul Haq : Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(II). https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/ainulhaq/article/view/357
Damayanti -, Umborowati, M. A., Ollyvia, Z. Z., & Febriyana, N. (2022). The Impact of Acne Vulgaris on The Quality of Life in Teen Patients. Jurnal Berkala Epidemiologi, 10(2), 189–198. https://doi.org/10.20473/jbe.V10I22022.189-198
Fitri, R., & Ondeng, S. (2022). Pesantren Di Indonesia: Lembaga Pembentukan Karakter. Al-Urwatul WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 42–54.
Ghiffari, A., Ramayanti, I., Fath, R. A., & Badri, P. R. A. (2020). Pemeriksaan mikroskopis keluhan kulit pada santri Pesantren Khazanah Kebajikan kota Palembang. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine, 1(1), 25–34. https://doi.org/10.32539/Hummed.V1I1.24
Goh, C.-L., Wu, Y., Welsh, B., Abad-Casintahan, M. F., Tseng, C.-J., Sharad, J., Jung, S., Rojanamatin, J., Sitohang, I. B. S., & Chan, H. N. K. (2023). Expert consensus on holistic skin care routine: Focus on acne, rosacea, atopic dermatitis, and sensitive skin syndrome. Journal of Cosmetic Dermatology, 22(1), 45–54. https://doi.org/10.1111/jocd.15519
Hernanda, M. F., & Kesetyaningsih, T. W. (2024). Hubungan Pengetahuan dan Perilaku dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren X di Brebes, Jawa Tengah. Health & Medical Sciences, 1(3), 12–12. https://doi.org/10.47134/phms.v1i3.219
Hidayathillah, A. P., Pamungkas, P., & Pratama, M. (2025). Studi Femonologi Penyebab Kejadian Scabies pada Siswa di Pondok Pesantren. Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer, 5(3). https://doi.org/10.59894/jpkk.v4i2.960
Iskandar, A. C., Najihah, Yulis, R., Pailungan, F. Y., Nugroho, B. A., Edwin, A., Aisyah, N. A., Ariani, M., Uran, P. M., Winarti, W. A., Pareraka, O. R., & Asnur, R. (2024). Edukasi Pencegahan Penyakit Kulit Tropik Infeksi untuk Menguatkan Kemandirian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Remaja. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 5(2), 278–283. https://doi.org/10.35311/jmpm.v5i2.426
Li, D., Chen, M., Li, W., Xu, X., & Li, Q. (2025). Global burden of viral skin diseases from 1990 to 2021: A systematic analysis for the global burden of disease study 2021. Frontiers in Public Health, 13. https://doi.org/10.3389/fpubh.2025.1464372
Nabilah, H., El-Tsana, A. V., & Wasir, R. (2025). Menutup kesenjangan kesehatan: Peningkatan kesetaraan akses dan kualitas layanan kesehatan. Indonesian Journal of Health Science, 5(3), 511–518. https://doi.org/10.54957/ijhs.v5i3.1511
Neriza, R. A., & Prasasti, C. I. (2026). Hubungan Konsentrasi PM2,5 Udara Dalam Kamar Santri Dengan Keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Santri di Pondok Pesantren PPTQ Ahmad Dahlan Ponorogo. Jurnal Ilmu Psikologi Dan Kesehatan (SIKONTAN), 5(1), 88–95. https://doi.org/10.47353/sikontan.v5i1.4792
Nurochim, S. N., & Nurochim, N. (2020). Sosialisasi Pentingnya Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Di Sekolah Berbasis Pesantren di Wilayah Jabodetabek. 1(2), 84–90. https://doi.org/10.46576/rjpkm.v1i2.572
Nurprilinda, M., Sitanggang, E. S. F., Djojosaputro, M., & Cahyawari, D. (2025). Overview of Risk Factors for the Incidence of Pediculosis Capitis in Children. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(4), 1113–1122. https://doi.org/10.37287/ijghr.v7i4.6907
Rafi, M. A., Hossain, M. G., Hasan, M. R., & Hasan, M. J. (2025). Prevalence and risk factors of scabies among orphans: A cross-sectional study in Bangladesh. PLOS Neglected Tropical Diseases, 19(10), e0013671. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0013671
Salih, S., Jawahi, T. A., Salem, R. H. A., Alhazmi, S. A., Buayti, A. A., Alammari, A. H., Mashi, H. M., Dobea, L. A., & Muaddi, M. A. (2025). Bridging the knowledge-practice gap: A cross-sectional survey assessing physician knowledge, attitude and practice toward complementary and alternative medicine. PLOS ONE, 20(5), e0322613. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0322613
Widowati, W., Wargasetia, T. L., Elisabeth, M., Haryanti, M. W., Rahmat, D., Girsang, E., Gondokesumo, M. E., Nindya, F. S., & Triharsiwi, D. N. (2025). Edukasi dan Pemeriksaan Kulit: Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Perawatan Kulit. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 6(1), 174–187. https://doi.org/10.38048/jailcb.v6i1.4471
Zainuddin, S., Risnah, R., & Irwan, M. (2020). Penyuluhan Kesehatan Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual. BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia), 8(1), 1–6. https://doi.org/10.53345/bimiki.v8i1.120
Zulaikha, P. N., Nur, A. F., & Adriyani, R. (2024). Karakteristik Santri sebagai Faktor Risiko Timbulnya Gejala Skabies di Pondok Pesantren Salafiyah Kabupaten Banyuwangi. Media Gizi Kesmas, 13(1), 175–183. https://doi.org/10.20473/mgk.v13i1.2024.175-183
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Flora Ramona Sigit Prakoeswa, Saiful Hidayat, Listiana Masyita Dewi, Rochmadina Suci Bestari, Erika Diana Risanti, Ratih Pramuningtyas

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




