Penguatan Kapasitas Tata Kelola Keuangan BumDes Nekafmese melalui Pelatihan dan Pendampingan Berbasis Akuntabilitas dan Transparansi di Desa Oeltua, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Penulis

  • Klaasvakumok J. Kamuri Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang, Indonesia https://orcid.org/0009-0007-9828-8901
  • Janri D. Manafe Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang, Indonesia
  • Tuti Setyorini Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang, Indonesia
  • Maria G. Y. Tallo Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang, Indonesia
  • Wihelmina Muni Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang, Indonesia
  • Rohani P. Dima Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang, Indonesia
  • Noldy D. P. Mumu Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang, Indonesia
  • Petrus V. Baunsele Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang, Indonesia
  • Plafianto J. Himpi Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang, Indonesia
  • Maxymilianus S. M. Kombong Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Kupang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.2561

Kata Kunci:

Akuntabilitas, BUMDes, Pendampingan, Tata Kelola Keuangan, Transparansi

Abstrak

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nekafmese di Desa Oeltua, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menghadapi permasalahan dalam pengelolaan keuangan, khususnya terkait pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi. Keterbatasan kapasitas pengurus menyebabkan pelaporan keuangan tidak berjalan secara rutin dan berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat serta stagnasi aktivitas usaha BUMDes. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus BUMDes dalam tata kelola keuangan melalui pelaksanaan pelatihan dan pendampingan yang aplikatif. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan observasi awal, pelatihan terstruktur, pendampingan berkelanjutan, dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan secara modular dan simulatif, sedangkan pendampingan dilakukan secara intensif oleh tim dosen dan mahasiswa Project Based Learning (PBL) dalam penerapan langsung pencatatan dan pelaporan keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan nyata pada mitra, berupa tersusunnya format laporan keuangan sederhana, meningkatnya konsistensi pencatatan transaksi, serta mulai diterapkannya pelaporan keuangan secara berkala. Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya kemandirian pengurus dalam mengelola keuangan dan tumbuhnya kembali kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes. Dengan demikian, pelatihan dan pendampingan pengelolaan keuangan terbukti efektif sebagai strategi penguatan kapasitas dan keberlanjutan BUMDes.

Referensi

Bovens, M. (2007). Analysing and assessing accountability: A conceptual framework. European Law Journal, 13(4), 447–468.

Bovens, M., Schillemans, T., & ’t Hart, P. (2008). Does public accountability work? An assessment tool. Public Administration, 86(1), 225–242.

Chambers, R. (2017). Participatory workshops and bottom‑up development: reflections on appropriate technology and methodological flexibility. In C. Dolgon, T. D. Mitchell & T. K. Eatman (Eds.), The Cambridge Handbook of Service Learning and Community Engagement (pp. 125–238). Cambridge University Press.

Damschroder, L. J., Aron, D. C., Keith, R. E., Kirsh, S. R., Alexander, J. A., & Lowery, J. C. (2009). Fostering implementation of health services research findings into practice: A consolidated framework for advancing implementation science. Implementation Science, 4, 50.

Ebrahim, A. (2019). Accountability in practice: A conceptual, institutional, and empirical exploration.

Ebrahim, A., & Weisband, E. (2007). Global accountability: Participation, pluralism and publicity.

Ericsson, K. A. (2008). Deliberate practice and the acquisition and maintenance of expert performance. In K. A. Ericsson et al. (Eds.), The Cambridge Handbook of Expertise and Expert Performance. Cambridge University Press.

Faizah, E. N., Hakim, A. L., Basyah, M. A., Aini, N., & Hasan, F. R. (2023). Pelatihan manajemen keuangan bagi pengelola BUMDes di Desa Sidorejo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(6), 13370–13374.

Hmelo‑Silver, C. E. (2004). Problem-based learning: What and how do students learn? Educational Psychology Review, 16(3), 235–266.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.

Prasetyanti, A., & Kusuma, B. (2020). Studi kasus transformasi organisasi BUMDes: perspektif institutional change.

Pratama, D., & Wicaksono, F. (2021). Good governance di level desa: tantangan budaya dan akuntabilitas.

Prianto, R. (2018). Kepercayaan masyarakat dan keberlanjutan BUMDes: analisis partisipatif.

Wahed, A., dkk. (2020). Kapasitas administratif dan kinerja BUMDes di daerah tertinggal.

Scott, W. R. (2014). Institutions and organizations: Ideas, interests, and identities (4th ed.). SAGE Publications.

Diterbitkan

13-03-2026

Cara Mengutip

Kamuri, K. J., Manafe, J. D., Setyorini, T., Tallo, M. G. Y. ., Muni, W., Dima, R. P., Mumu, N. D. P. ., Baunsele, P. V. ., Himpi, P. J., & Kombong, M. S. M. . (2026). Penguatan Kapasitas Tata Kelola Keuangan BumDes Nekafmese melalui Pelatihan dan Pendampingan Berbasis Akuntabilitas dan Transparansi di Desa Oeltua, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(2), 1109–1118. https://doi.org/10.54082/jamsi.2561