Pemberdayaan Komunitas Disabilitas dalam Meningkatkan Perawatan Kesehatan Gigi melalui Pelatihan Pembuatan Obat Kumur Herbal Berbasis Edukasi
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2577Kata Kunci:
Inclusive Health, Kesehatan Gigi, Microenterprise, Obat Kumur Herbal, Public Health, SirihAbstrak
Penyandang disabilitas mempunyai resiko kerusakan gigi yang besarkarena sulit membersihkan giginya secara sempurna. Penggunaan obat kumur antiseptik telah terbukti membantu dalam menekan pertumbuhan kuman patogen di rongga mulut, sehingga sangat membantu penyandang disabilitas dalam meningkatkan kesehatan gigi. Penggunaan obat kumur berbahan herbal banyak dikembangkan karena tidak menimbulkan resistensi, murah, dan mudah didapat dengan memanfaatkan ketersediaan di lingkungan, dengan khasiat antimikroba yang setara dengan obat kimia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemandirian komunitas disabilitas pada Yayasan Cahaya Mutiara Ubud dalam perawatan kesehatan gigi melalui pelatihan pembuatan loloh obat kumur herbal berbahan daun sirih. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan praktik langsung yang disesuaikan dengan kondisi fisik peserta, disertai pendampingan adaptif untuk mengatasi keterbatasan motorik. Proses pelatihan berlangsung secara partisipatif, melibatkan interaksi kolaboratif antara peserta, dosen, dan mahasiswa, serta memanfaatkan kearifan lokal agar materi lebih mudah diterima. Tantangan seperti keterbatasan sarana diatasi dengan modifikasi alat sederhana, sementara respons peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan kepercayaan diri. Hasil kegiatan tidak hanya menghasilkan produk loloh antiseptik, tetapi juga memperkuat kapasitas peserta untuk mengelola perawatan diri secara berkelanjutan. Program ini menegaskan pentingnya pendekatan inklusif dan partisipatif dalam pemberdayaan komunitas disabilitas.
Referensi
Agung, I. G. A. A., Herviva, & Sandi, N. W. A. (2021). Nutrisi dan zat aktif daun sirih (Piper betle L.), kesehatan gigi dan mulut, serta Covid-19. Denpasar: Universitas Mahasaraswati Press.
Devinsky, O., Boyce, D., Robbins, M., & Pressler, M. (2020). Dental health in persons with disability. Epilepsy & Behavior, 110, 1–6. https://doi.org/10.1016/j.yebeh.2020.107152
Ferro, R., Dainese, V., Benacchio, L., Besostri, A., & Olivieri, A. (2020). Effectiveness of a portable dental hygiene outreach program in improving the oral health of disabled adults. Journal of Oral Health and Community Dentistry, 14(3), 87–91.
Hutagalung, E. R., Soegyanto, A. I., Ahmad, M. S., & Mandasari, M. (2023). Analysis of Oral Health Literacy in Caregivers of Special Needs Individuals in Special Schools and Social Institutions in Jakarta. Dentistry Journal, 11(9), 221. https://doi.org/10.3390/dj11090221
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023 (Lampiran 11g). Jakarta: Kemenkes RI.
McGrath, C., Clarkson, J., Glenny, A. M., Walsh, L. J., & Hua, F. (2023). Effectiveness of mouthwashes in managing oral diseases and conditions: Do they have a role? International Dental Journal, 73, S69–S73. https://doi.org/10.1016/j.idj.2023.01.002
Makrifah, L., Susilowati, H., & Tandelin, R. C. T. (2014). Pengaruh berkumur air rebusan daun sirih merah (Piper crocatum) konsentrasi 10% terhadap status kebersihan mulut pada penderita gingivitis kategori sedang. Skripsi, S1 Ilmu Keperawatan Gigi, Universitas Gadjah Mada.
Nghayo, H. A., Palanyandi, C. E., Ramphoma, K. J., & Maart, R. (2024). Oral health community engagement programs for rural communities: A scoping review. PLOS ONE, 19(2), e0297546. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0297546
Oki, A. S., Budi, H. S., Yuliati, & Fadhila, O. (2023). Mewujudkan masyarakat sadar dental record melalui pencatatan gigi keluarga secara mandiri di Trawas Mojokerto. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(5), 1297–1302. https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper
Pratiwi, N. P. R. K., & Muderawan, I. W. (2016). Analisis kandungan kimia ekstrak daun sirih hijau (Piper betle) dengan GC-MS. Prosiding Seminar Nasional MIPA, 304–310.
Sardi, I., & Putra, K. A. D. (2022). Gambaran kejadian karies gigi dan tingkat konsumsi makanan kariogenik pada anak usia prasekolah di asrama Kompi Senapan B Yonmek 741/GN Masceti Gianyar. Bali Health Published Journal, 4(1), 39–46.
Sayekti, F. D. J., Dewangga, V. S., Rofifah, K. W., Devi, A. T., Santosa, L. E. P., Putri, S. K., & Ramadhani, Y. A. (2022). Edukasi pemanfaatan rebusan daun sirih sebagai obat kumur dalam upaya menjaga kebersihan gigi dan mulut pada remaja. Journal of Dedicators Community, 6(2), 27–36.
Selbera, L. M., Boyd, L. D., Vineyard, J., & Smallidge, D. L. (2021). Impact of oral health education on the knowledge, behaviors, attitudes, and self-efficacy of caregivers for individuals with intellectual and developmental disabilities. Journal of Dental Hygiene, 95(2), 21–27.
Sumarya, I. M. (2021). Pemanfaatan daun sirih sebagai loloh (obat tradisional Bali) untuk mencegah komorbid COVID-19. Widya Biologi, 12(2), 117–126.
Zahara, E., Andriani, A., & Liana, I. (2022). Pendidikan dan latihan guru untuk meningkatkan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut di SLB YBSM. JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 1–8.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Hendrik Setia Budi, Yuliati, Aqsa Sjuhada Oki, Vaya Sophia, Herfriandhyna Ghaitsa Azzahra Setyawan, I Gusti Ayu Agung Ratih Citra Dewi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




