Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Pencegahan Bullying dan Kekerasan pada Remaja di SMPN 15 Kota Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2578Kata Kunci:
Bullying, Edukasi, Informasi, Kekerasan, Komunikasi, RemajaAbstrak
Latar belakang yakni jumlah kasus kekerasan di Indonesia masih meningkat sebanyak 17.422. korban yang mengalami kekerasan adalah sebagian besar perempuan sebanyak 80,6% dan pelaku kekerasan adalah berjenis kelamin laki-laki sebanyak 88,4%. Korban kekerasan terbanyak menurut usia 13 – 17 tahun sebanyak 35,7 %. Pelaku kekerasan terbanyak menurut usia 24 – 44 tahun sebanyak 45,7. Dampak dari kekerasan serta bullying yaitu kesehatan mental seperti depresi, cemas, performa akademik menurun hingga bunuh diri. Solusi dari permasalahan yaitu memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Pencegahan Bullying dan Kekerasan di Sekolah. Metode pelaksanaan yaitu memberikan edukasi kepada siswa/I tentang Pencegahan Bullying dan Kekerasan di Sekolah. Hasil pelaksanaan dari pengabdian kepada masyarakat sebelum diberikan edukasi memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 2 orang dengan persentasi sebesar 6%. Sesudah diberikan edukasi memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 19 orang dengan persentasi 53%. Kesimpulan dari penyuluhan adalah Pengetahuan responden dari sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan mengalami peningkatan pengetahuan baik menjadi 47% dan mengalami penurunan pengetahuan kurang menjadi 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah mengetahui cara penanganan ketika terjadi bullying dan kekerasan di sekolah. Responden memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan, termasuk melaporkan kejadian kepada guru atau pihak sekolah serta memberikan dukungan kepada korban.
Referensi
Aditya Mardiastuti. (2022). engertian Bullying Adalah: Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasinya. https://www.detik.com/jabar/berita/d-6284761/pengertian-bullying-adalah-jenis-penyebab-dan-cara-mengatasinya#google_vignette
Ayu Rifca Sitoresmi. (2025). Memahami Leaflet: Definisi, Manfaat, dan Cara Membuatnya yang Efektif.
Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. (2021). Modul Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi bagi Dokter dan Bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Kemenkes RI, 37–64.
Kemendikdasem. (2025). 6 (enam) bentuk kekerasan yang didefinisikan dalam Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. https://merdekadarikekerasan.kemendikdasmen.go.id/definisi-dan-bentuk-kekerasan/
Kemenpppa. (2025). Kekerasan. https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan
Keysha Alea. (2024). Dampak Bullying pada Tugas Perkembangan Remaja. https://psga.uin-malang.ac.id/alda/opini-umum/dampak-bullying-pada-tugas-perkembangan-remaja/
Lu’luin Najwa, Menik Aryani, et all. (2023). Sosialisasi-Pencegahan-Perilaku-Bullying-Melalui-Edukasi-2Tg5Tyhn. 3(1), 13–17.
Marhaely, S., Purwanto, A., Aini, R. N., Asyanti, S. D., Sarjan, W., & Paramita, P. (2024). Literature Review : Model Edukasi Upaya Pencegahan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5, 826–834.
Rikhul Jannah. (2024). Kaleidoskop 2024: 573 Kasus Kekerasan dan Perundungan Terjadi di Lingkungan Pendidikan. https://nu.or.id/nasional/kaleidoskop-2024-573-kasus-kekerasan-dan-perundungan-terjadi-di-lingkungan-pendidikan-xOnTh
RM. (2024). Strategi Pencegahan Bullying dan Kekerasan Pada Anak di Lingkungan Sekolah Kelurahan Tenggilis : Pendekatan Terpadu. https://sarolangunkab.go.id/artikel/baca/strategi-pencegahan-bullying-dan-kekerasan-pada-anak-di-lingkungan-sekolah-kelurahan-tenggilis-pendekatan-terpadu
THU. (2023). Miris, Indonesia Jadi Negara Peringkat 5 Kasus Bully Terbanyak Di Dunia. https://www.trans7.co.id/seven-updates/miris-indonesia-jadi-negara-peringkat-5-kasus-bully-terbanyak-di-dunia
Tifani. (2023). 12 Dampak Negatif Bullying bagi Korban Maupun Pelaku Perundungan. https://katadata.co.id/lifestyle/varia/650bf68ec26d0/12-dampak-negatif-bullying-bagi-korban-maupun-pelaku-perundungan
Universitas Negeri Surabaya. (2025). Cara Menciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Inklusif di Sekolah. https://s3paud.fip.unesa.ac.id/post/cara-menciptakan-lingkungan-belajar-yang-aman-dan-inklusif-di-sekolah
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Eva Marsepa, Siti Haeriyah, Ernida Hafni Nasution, Melta Aprianingsih

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




