Program Pemberdayaan Kader Sahabat Sebaya untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja di YPI Baitul Izzah Nganjuk

Penulis

  • Uswatul Hasanah Psikologi Sains, Magister Psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • Ni’matuzahroh Ni’matuzahroh Psikologi Sains, Magister Psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • Zainul Anwar Psikologi Sains, Magister Psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.2655

Kata Kunci:

kader sahabat sebaya, kesehatan mental, pemberdayaan Masyarakat, remaja

Abstrak

Kesehatan mental remaja merupakan isu penting dalam pendidikan sekolah menengah karena fase ini ditandai oleh kerentanan terhadap stres akademik, tekanan sosial, dan pencarian identitas diri. Keterbatasan rasio guru bimbingan dan konseling (BK) terhadap jumlah siswa mendorong perlunya strategi pendampingan alternatif yang partisipatif dan berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan mengetahui efektifitas pelaksanaan program pemberdayaan kader sahabat sebaya sebagai upaya membangun ekosistem sekolah yang peduli terhadap kesehatan mental remaja. Program dilaksanakan selama dua bulan di YPI Baitul Izzah Nganjuk dengan melibatkan 30 siswa SMP dan SMA sebagai kader sahabat sebaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan psikoedukasi berbasis pemberdayaan melalui enam tahapan, meliputi analisis kebutuhan, pembentukan komunitas guru BK, seleksi dan pelatihan kader, implementasi aksi sebaya, serta evaluasi dan pendampingan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan menggunakan Retrospective Self-Assessment (RSA), observasi, refleksi, dan monitoring lapangan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan kader dari skor 57,2 menjadi 86,9 (p < 0,05).  Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi kader sahabat sebaya dan hasil kegiatan mendapatkan respon positif dari siswa lainnya sebagai penerima manfaat. Disimpulkan bahwa program ini efektif memperluas jangkauan layanan kesehatan mental di sekolah dan memperkuat peran siswa sebagai agen dukungan sebaya sekaligus juga sebagai mitra dari guru BK.

Referensi

Abdi, F., & Simbar, M. (2013). The peer education approach in adolescents- Narrative Review Article. Iranian J Publ Health, 42(11), 1200–1206.

Astiti, S. P. (2019). Efektivitas conseling sebaya (peer counseling) dalam menuntaskan masalah siswa. IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology, 1(2), 243–263. https://doi.org/10.18326/ijip.v1i2.243-263

Kemenkes, 2023. (2023). Depresi Anak Muda Indonesia, 2023. Kemeskes, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. www. badankebijakan.kemkes.go.id

Mufidha, A. (2021). Dukungan Sosial Teman Sebaya Sebagai Prediktor Psychological Well-Being pada Remaja. Acta Psychologia, 1(1), 34–42. https://doi.org/10.21831/ap.v1i1.43306

Ni’matuzahroh. (2022). Aplikasi Psikologi di Sekolah (2nd ed., Vol. 2). Universitas Muhammadiyah Malang.

O’Reilly, M., Svirydzenka, N., Adams, S., & Dogra, N. (2018). Review of mental health promotion interventions in schools. Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology, 53(7), 647–662. https://doi.org/10.1007/s00127-018-1530-1

Pointon-Haas, J., Waqar, L., Upsher, R., Foster, J., Byrom, N., & Oates, J. (2024). A systematic review of peer support interventions for student mental health and well-being in higher education. BJPsych Open, 10(1), e12. https://doi.org/10.1192/bjo.2023.603

Prasetiawan, H. (2016). Konseling teman sebaya (peer counseling) untuk mereduksi kecanduan game online. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 6(1), 1. https://doi.org/10.25273/counsellia.v6i1.453

Rahmadani, A., Nurfadilah, N., Rahmawati, S., Rahmadina, F. S., & Ramadanti, R. I. (2022). E-Peer Support: Dukungan Psikososial Teman Sebaya Bagi Remaja di Sekolah Menengah Pertama Negeri 247 Jakarta. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 5(1), 39. https://doi.org/10.36722/jpm.v5i1.1767

Ridha, A. A. (2019). Penerapan Konselor Sebaya dalam Mengoptimalkan Fungsi Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah. Jurnal Psikologi, 15(1), 25. https://doi.org/10.24014/jp.v15i1.6549

Santrock, J. W. (2012). Perkembangan Remaja (11th ed., Vol. 2). Erlangga.

Simmons, M. B., Cartner, S., MacDonald, R., Whitson, S., Bailey, A., & Brown, E. (2023). The effectiveness of peer support from a person with lived experience of mental health challenges for young people with anxiety and depression: A systematic review. BMC Psychiatry, 23(1), 194. https://doi.org/10.1186/s12888-023-04578-2

Solihudin, Z. N., Saeful R, A., & Ketaren, S. (2025). School-based peer group support as a psychosocial strategy to promote mental health in adolescents: A quasi-experimental approach. Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal), 11(3).

Susetyo, Y. F., Supriyadi, A., Setiyawati, D., & Hidayati, N. K. (2024). Development of a training module for adolescent Peer Counsellors based on a systematic literature review. Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 19(1), 67–74. https://doi.org/10.32734/psikologia.v19i1.14503

Topping, K. J. (2022). Peer Education and Peer Counselling for Health and Well-Being: A Review of Reviews. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(10), 6064. https://doi.org/10.3390/ijerph19106064

Weare, K., & Nind, M. (2011). Mental health promotion and problem prevention in schools: What does the evidence say? Health Promotion International, 26(suppl 1), i29–i69. https://doi.org/10.1093/heapro/dar075

Yuliasari, H., Azizah, F. N., Prawita, E., Asmarani, I., & Fadiya, A. (2024). Peer Support Program untuk mewujudkan Sekolah Sehat Jiwa Di Pondok Pesantren. Gotong Royong :Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat, 4(1).

Diterbitkan

28-04-2026

Cara Mengutip

Hasanah, U., Ni’matuzahroh, N., & Anwar, Z. . (2026). Program Pemberdayaan Kader Sahabat Sebaya untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja di YPI Baitul Izzah Nganjuk. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(3), 2099–2110. https://doi.org/10.54082/jamsi.2655