Pemberdayaan Komunitas Sekolah melalui Edukasi Manajemen Waktu Konsumsi Gula dan Monitoring Bekal Sehat dalam Rangka Pencegahan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah Dasar di SDI Al Azhar 11 Surabaya

Penulis

  • Ardianti Maartrina Dewi Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-1908-6014
  • Prawati Nuraini Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia https://orcid.org/0000-0003-4779-2714
  • Betadion Rizki Sinaredi Departemen Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia https://orcid.org/0009-0003-5973-5829
  • Raudhatul Maghfiroh Program Studi Spesialis-1 Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Naufanisa Muthia Program Studi Spesialis-1 Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Tabita Imaniar Faadhila Program Studi Spesialis-1 Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.2667

Kata Kunci:

Bekal Sekolah, Karies Gigi, Nutrisi Anak, Pelayanan Kesehatan Preventif, Promosi Kesehatan, Sugar Clock

Abstrak

Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan utama anak di Indonesia dengan prevalensi mencapai 93%. Pada mitra kegiatan, SDI Al Azhar 11 Surabaya, sistem full day school menyebabkan siswa mengonsumsi bekal dan snack lebih dari satu kali selama jam sekolah, sementara belum terdapat kebijakan kantin sehat maupun panduan pengaturan waktu konsumsi gula berbasis Sugar Clock. Kondisi ini meningkatkan risiko paparan makanan kariogenik secara berulang. Kegiatan ini bertujuan meminimalisir risiko karies melalui edukasi manajemen waktu konsumsi gula (Sugar Clock) dan evaluasi kualitas bekal siswa dengan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang melibatkan guru dan orang tua (Jamiyah) sebagai subjek perubahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan observasional dan penyuluhan. Observasi dilakukan melalui analisis jurnal bekal sehat bekal siswa selama 5 hari, sedangkan edukasi dilakukan dengan seminar dan diskusi panel kepada guru serta orang tua. Evaluasi efektivitas dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Analisis bekal menunjukkan dominasi makronutrien (Karbohidrat 3,94; Protein Hewani 3.76), namun sangat rendah serat (Sayur 1.22) serta tingginya snack kariogenik. Hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan bermakna secara deskriptif terkait konsep Sugar Clock dan risiko diet terhadap karies, dengan mayoritas peserta mencapai skor maksimal. Secara praktis, kegiatan ini menghasilkan komitmen sekolah untuk menyusun panduan bekal sehat dan merintis kebijakan kantin sehat berbasis pengaturan frekuensi konsumsi gula. Model edukasi partisipatif berbasis sekolah ini efektif meningkatkan kapasitas orang tua dan guru dalam pencegahan karies serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih mendukung kesehatan gigi anak.

Referensi

Bangkele, E. Y., & Sumarni, S. (2024). Hubungan status gizi dengan karies gigi pada anak usia sekolah dasar. Healthy Tadulako Journal, 10(2), 331–335.

Chi, D. L. (2025). Caregiver-reported sugar-sweetened beverage consumption and cavities in children. Preventing Chronic Disease, 22, Article E08.

Darmayanti, R., & Khasanah, N. (2022). Hubungan perilaku menggosok gigi dan peran orang tua dengan kejadian karies gigi pada anak. Jurnal Keperawatan BSI, 10(2).

Darmawan, A. (2023). Makanan manis sebagai faktor risiko karies gigi pada anak sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(2): 1987–1994.

Feldens, C. A., Pinheiro, L. L., Cury, J. A., Mendonça, F., Groisman, M., Costa, R. A. H., Pereira, H. C., & Vieira, A. R. (2022). Added sugar and oral health: A position paper of the Brazilian Academy of Dentistry. Frontiers in Oral Health, 3, 869112. https://doi.org/10.3389/froh.2022.869112

Foláyan MO, Zuñiga RAA, Mohebbi SZ and Khami MR (2025) Association between early childhood caries and parental educational status among children in Ile-Ife, Nigeria. Front. Oral Health 6:1581589. pp.1-8 doi: 10.3389/froh.2025.1581589

Hanafi, I., Daud, I., Mira., Leksonowati, S. S., Erawan, T., & Amir, A. S. (2024). Community empowerment through health promotion program in growing clean and healthy living behavior. Community Practitioner, 21(3), 1065–1074.

Hashizume, L. N., Moreira, M. J. S., & Hilgert, J. B. (2021). Dental caries in children with Down Syndrome and associated factors. RGO- Revista Gaúcha de Odontologia, 69, e20210044. https://doi.org/10.1590/1981-863720200004420200072

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Ma, S., Ma, Z., Wang, X., Lei, M., Zhang, Y., Lin, X., & Shi, H. (2024). Relationship of dietary nutrients with early childhood caries and caries activity among children aged 3–5 years—a cross-sectional study. BMC pediatrics, 24(1), 506. pp. 1-6

Muhimah, H., & Farsip. (2023). Ketersediaan dan perilaku konsumsi makanan jajanan dengan status gizi pada anak sekolah dasar. Media Gizi Kesmas, 12(1), 575–582. https://doi.org/10.20473/mgk.v12i1.2023.575-582

Nuratni NK, Ratmini NK, Wirata IN, Tedjasulaksana R, Egayanti E. Pengaruh perilaku konsumsi makan kariogenik terhadap karies gigi pada siswa kelas III SD N 3 Batur tahun 2024. Jurnal Kesehatan Gigi. 2025;12(1):42–50. doi:10.33992/jkg.v12i1.3936.

Parmar D, Parashar J, Patel D, Shah R, Jani Y, Patel C. Impact of community-based oral health education programs on dental caries prevalence in school-aged children. J Pharm Bioallied Sci. 2025;17(Suppl 1):S312–S318. doi:10.4103/jpbs.jpbs_1448_24.

Purwaningsih, E., & Larasatih, R. (2023). Kebiasaan menggosok gigi dengan timbulnya karies gigi pada anak usia sekolah. Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi, 5(2): 297–304.

Rositian, A. M., Musthofa, S. B., Nurjazuli. (2024). The Impact of Health Promotion on Knowledge of Dental Caries Prevention in Elementary School Children. Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG), 20(3), 388-394.

Sainuddin, S., Syahrul, S., & Daud, A. (2023). Faktor-faktor penyebab terjadinya karies gigi pada siswa sekolah dasar. Media Kesehatan Gigi, 22(1), 53–60.

Saputra, D., Nurvinanda, R., & Lestari, I. (2023). Pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan orang tua dalam pencegahan karies gigi pada anak usia sekolah. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(1), 237–244. https://doi.org/10.37287/jppp.v6i1.2094

Stein, C., Santos, N. M. L., Hilgert, J. B., & Hugo, F. N. (2025). Effectiveness of school-based oral health education interventions on oral health status and oral hygiene behaviors among schoolchildren: An umbrella review. BMC Oral Health. 2025;25:54. pp. 1–14.

Ting, S., Hillier, S., & Mosler, G. (2024). Impact of free sugar consumption on dental caries: A cross-sectional analysis. Dentistry Journal, 12(2). pp. 1-11.

Diterbitkan

28-03-2026

Cara Mengutip

Dewi, A. M., Nuraini, P., Sinaredi, B. R., Maghfiroh, R. ., Muthia, N. ., & Faadhila, T. I. . (2026). Pemberdayaan Komunitas Sekolah melalui Edukasi Manajemen Waktu Konsumsi Gula dan Monitoring Bekal Sehat dalam Rangka Pencegahan Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah Dasar di SDI Al Azhar 11 Surabaya. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(2), 1579–1588. https://doi.org/10.54082/jamsi.2667