Pelatihan dan Demonstrasi Pengolahan Mie Belba sebagai Makanan Tambahan pada Ibu Hamil dan Anak Baduta untuk Pencegahan Stunting di Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2725Kata Kunci:
Ibu baduta, Ibu hamil, Mie Belba, Pelatihan, StuntingAbstrak
1000 HPK merupakan suatu periode didalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai sejak awal kehamilan sampai anak berusia 2 tahun, yang disebut juga dengan golden period. Perlu pemenuhan zat-zat gizi agar proses tumbuh kembang dapat berjalan dengan baik. Mie Belba merupakan mie basah yang dibuat dari bahan makanan belut dan bayam, yang sudah di uji coba dan mengandung gizi yang baik untuk meningkatkan asupan protein dan zat besi pada ibu hamil dan anak baduta. Proses pembuatannya dapat dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan cara pelatihan pembuatan Mie Belba. Hal ini diperlukan karena dapat mencegah atau mengurangi kejadian stunting yang masih ada sekitar 20% di Desa Paluh Sibaju. Kegiatan Pengabmas ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi, meningkatkan keterampilan dalam membuat PMT lokal serta meningkatkan kesiapan ibu dalam pencegahan stunting. Metode kegiatan Pengabmas dilakukan dengan pelatihan disertai demonstrasi. Terjadi peningkatan pengetahuan yang baik dari 11,76% menjadi 70,59%. Kegiatan Pengabmas memberikan penambahan wawasan pada warga untuk memanfaatkan hasil tangkapan ikan menjadi makanan yang digemari dan juga dapat menambah income masyarakat di Desa Paluh Sibaji. Ibu-ibu PKK diharapkan menjadi motor kegiatan yang berkesinambungan dan bermanfaat dalam pencegahan stunting.
Referensi
Daracantika, A. (2021). Systematic Literature Review : Pengaruh Negatif Stunting Terhadap Perkembangan Kognitif. Jurnal Bikfokes, 1–12.
Diniarti, N., Cokrowati, N., Setyowati, D. N., & Mukhlis, A. (2020). Edukasi Nilai Gizi Ikan Melalui Pelatihan Pembuatan Makanan Olahan Berbahan Baku Ikan Tongkol. Abdi Insani, 7(1), 49–54. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v7i1.300
Dwiyanti, S., Mulyani, L. F., & Asri, Y. (2023). Kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan) Dalam Upaya Peningkatan Gizi Di Kelurahan Pancor Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 3(2), 243–249.
Fauziah, J. et al. (2024) ‘Stunting : Penyebab , Gejala , dan Pencegahan’, (2), pp. 1–11.
Husnah, H. (2017) ‘Nutrsi pada 1000 HPK’, Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 17(3), pp. 179–183.
Husnah, Sakdiah, Aziz Khairul Anam, Asmaul Husna, Ghina Mardhatillah, B. (2022). Peran Makanan Lokal dalam Penurunan Stunting. Junal Kedokteran Nanggroe Medika, 5(3), 47–53.
Khotimah, K. (2022). Dampak Stunting dalam Perekonomian di Indonesia. JISP (Jurnal Inovasi Sektor Publik), 2(1), 113–132. https://doi.org/10.38156/jisp.v2i1.124
Niga, D.M. and Purnomo, W. (2016) ‘Hubungan Antara Praktik Pemberian Makan, Perawatan Kesehatan, Dan Kebersihan Anak Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 1-2 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang’, Wijaya, 3(2), pp. 151–155.
Oppusunggu, R., Manalu, M., & Atika Riski, A. (2023). Effect of Feeding Beba Noodles (Eel and Spinach) on Increasing Levels hemoglobin School Children at Lubuk Pakam State Primary School. Asian Journal of Engineering, Social and Health, 2(9), 945–960. https://doi.org/10.46799/ajesh.v2i9.129
Prameswari, G. N., Kurnia, A. R., & Susilo, M. T. (2019). Peningkatan Pengetahuan Ibu melalui Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Makanan Olahan Ikan. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 3(3), 84–94. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia
Rumida, R. et al. (2023) ‘The Effect of Addition of Various Food Ingredients on Acceptance and Protein Content of Cookies as PMT for Stunting Toddlers’, Amerta Nutrition, 7(3), pp. 434–441. Available at: https://doi.org/10.20473/amnt.v7i3.2023.434-441.
Siahaan, G. et al. (2025) ‘Pelatihan Pengolahan Sumber Hewani dari Ikan Harga Ekonomis sebagai Makanan Kudapan Sehat untuk Mencegah Anemia dan Meningkatkan Kemampuan Belajar Siswi di SMP Negeri 3 Lubuk Pakam melalui Program UKS’, Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 5(4), pp. 1461–1468. Available at: https://doi.org/10.54082/jamsi.1970.
Subakti, A., Damiati, & Hemy Ekayani, I. A. P. (2022). Subtitusi Tepung Terigu Dengan Tepung Kara Kratok (Phaseolus Lunatus L) Dalam Pembuatan Mie Basah. Jurnal Kuliner, 2(2), 49–58. https://doi.org/10.23887/jk.v2i2.50152
Verrenisa Melati Haryani, Dittasari Putriana, R. W. H. (2023). Asupan Protein Hewani Berhubungan Dengan Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Minggir. Amerta Nutrition, 7(protein hewani), 139–146. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i2SP.2023.13
Wati, L., & Musnadi, J. (2022). Hubungan Asupan Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Di Desa Padang Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya. Jurnal Biology Education, 10(1), 44–52. https://doi.org/10.32672/jbe.v10i1.4116
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Riris Oppusunggu, Ginta Siahaan, Dini Lestrina, Efendi S. Nainggolan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




