Edukasi Pemanfaatan Kayu Secang (Biancaea sappan), Serai (Cymbopogon citratus), dan Kunyit (Curcurma longa) sebagai Alternatif Terapi Kompementer Hipertensi pada Masyarakat Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2763Kata Kunci:
Hipertensi, Kunyit, Secang, SeraiAbstrak
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Upaya pengendalian tekanan darah melalui pemanfaatan tanaman obat tradisional yang perlu dikembangkan sebagai alternatif terapi komplementer. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi kayu secang (Caesalpinia sappan), serai (Cymbopogon citratus), dan kunyit (Curcuma longa) sebagai alternatif terapi dari bahan alami herbal penurun tekanan darah tinggi pada Masyarakat Desa Ciwaruga RW 20. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui edukasi Kesehatan, pemeriksaan Kesehatan, formulasi minuman herbal, serta uji coba konsumsi terbatas pada Masyarakat dengan riwayat hipertensi. Responden yang dilakukan skrining yaitu 40 orang, jumlah pasien uji konsumsi 17 orang, dan durasi intervensi pengobatan 5 hari. Hasil menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik rata-rata 10–15 mmHg dan diastolik 5–8 mmHg pada sebagian besar responden, disertai peningkatan pengetahuan tentang penggunaan tanaman herbal. Secara ilmiah, kayu secang kaya brazilin dan flavonoid yang bersifat vasodilator, serai memiliki efek diuretik dan relaksasi otot polos pembuluh darah, sementara kunyit mengandung kurkumin yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan. Kombinasi ketiga tanaman ini memberikan hasil penurunan tekanan darah pada pasien. Hal ini juga meningkatkan keinginan Masyarakat untuk budidaya ketiga tanaman tersebut sebagai alternatif pengobatan hipertensi.
Referensi
Dehzad F, et al. Curcumin supplementation and blood pressure: A systematic review and meta-analysis. Phytother Res. 2024. doi:10.1002/ptr.8731.
Fransiska M, Fadraersada J, Prasetya F. Potensi madu sebagai penurun tekanan darah dan kolestrol. Proc Mulawarman Pharm Conf. 2019;10:1-5.
Iqbal M. Pengaruh minuman kunyit herbal terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada lansia hipertensi (Di Posyandu Lansia Dusun Jombok Desa Jombok Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang). Jombang: Institut Teknologi Sains dan Kesehatan Insan Cendekia Medika; 2023.
Januariyatun A, Wahyuningsih HS, Susetyowati. Effect of secang drink (Caesalpinia sappan L.) on plasma nitric oxide level and blood pressure in prehypertension peoples. Knowledge E. 2019.
Kang DG, et al. Vasorelaxant and antihypertensive effects of Caesalpinia sappan L. J Ethnopharmacol. 2005;102(2):283-9. doi:10.1016/j.jep.2005.06.029.
Mulyani Y, Wulandari G, Sulaeman A. Peran kunyit (Curcuma longa) sebagai terapi hipertensi dan mekanismenya terhadap ekspresi gen. Maj Farm Farmakol. 2021;25(2):51-8.
Pertamawati P, Sriningsih S, Fahrudin F, Efendi J. Konsumsi ekstrak secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap volume urin tikus putih jantan galur Sprague Dawley. J Jamu Indones. 2017;2(3):121-6.
Prawira I. Uji aktivitas diuretik infusa kayu secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap tikus putih (Rattus norvegicus L.) jantan galur Sprague-Dawley. Depok: Universitas Indonesia; 2015.
Rauf A, Ningsi S, Suhaidarwati F. Uji efek ekstrak etanol bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) sebagai antihipertensi pada tikus jantan (Rattus norvegicus). J Farm Fak Kedokteran Ilmu Kesehatan UIN Makassar. 2018;6(1):55-65.
Silva B, Bárbara A. Cymbopogon citratus as a potential antihypertensive: Mechanisms and evidence. Phytomedicine. 2022;99:153998. doi:10.1016/j.phymed.2022.153998.
Sunusi PN, Santi I. Potensi kayu secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai antihipertensi. Makassar Nat Prod J. 2023;1(2):117-24.
Syamsunarno AA, Safitri R, Kamisah Y. Protective effects of Caesalpinia sappan Linn. and its bioactive compounds on cardiovascular organs. Front Pharmacol. 2021;12.
Utami NK, Amperawati M, Rizki IM. Uji in vivo terhadap ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan / Biancaea sappan) sebagai disclosing agent. J Kesehat Masy. 2022;9(2):203-7.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Di’ar Dirgantara, Risda Herlani, Yulia Inelsis

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




