Workshop Seni Berbasis Ekologi dan Budaya Lokal dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kesadaran Lingkungan Anak Pesisir di Desa Sungai Kupah, Kalimantan Barat

Penulis

  • Amira Fazilah Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Tanjungpura, Indonesia
  • Mukhlis Mukhlis Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Tanjungpura, Indonesia
  • Agus Yuliono Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Tanjungpura, Indonesia
  • Reiki Nauli Harahap Pembangunan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Tanjungpura, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.2850

Kata Kunci:

Kreativitas Anak, Seni Berbasis Lingkungan, Mangrove, Pemberdayaan Masyarakat

Abstrak

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sungai Kupah, sebuah desa pesisir di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang kaya akan budaya dan memiliki ekosistem mangrove yang luar biasa. Meskipun begitu, desa ini masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal keterbatasan akses pendidikan seni dan rendahnya kesadaran lingkungan di kalangan anak-anak. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan kami bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kesadaran lingkungan anak-anak melalui workshop seni yang menggabungkan ekologi dengan budaya lokal. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahapan: pertama, persiapan yang melibatkan koordinasi dengan masyarakat setempat; kedua, pelaksanaan workshop seni yang meliputi eksplorasi mangrove, pembuatan karya seni dari daun nipah, dan edukasi tentang budaya lokal; dan ketiga, evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perkembangan peserta. Hasil yang kami capai sangat menggembirakan, terlihat dari peningkatan nilai rata-rata peserta yang naik dari 55 pada pre-test menjadi 80 pada post-test. Selain itu, kreativitas anak-anak juga meningkat, terlihat dari beragam karya seni berbasis lingkungan yang mereka buat. Lebih dari itu, program ini juga berhasil memperkuat keterlibatan komunitas lokal, yang mendukung keberlanjutan kegiatan ini ke depan. Melalui kolaborasi ini, kami tidak hanya berhasil memberdayakan anak-anak pesisir, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya lokal dan ekosistem mangrove yang sangat vital bagi kehidupan mereka.

Referensi

Alongi, D. M. (2012). Carbon sequestration in mangrove forests. Carbon Management, 3(3), 313–322. https://doi.org/10.4155/cmt.12.20

Andhika, L. (2021). Tata kelola adaptif wilayah pesisir: Meta teori analisis. Inovasi Pembangunan Jurnal Kelitbangan, 9(1), 87–98. https://doi.org/10.35450/jip.v9i1.221

Anggraeni, E., & Pamungkas, J. (2023). Sarana dan prasarana lembaga dalam menciptakan potensi pengembangan seni anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 85–93. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.2864

Ardoin, N. M., Bowers, A. W., & Gaillard, E. (2020). Environmental education outcomes for conservation: A systematic review. Biological Conservation, 241, 108224. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2019.108224

Barbier, E. B., Hacker, S. D., Kennedy, C., Koch, E. W., Stier, A. C., & Silliman, B. R. (2011). The value of estuarine and coastal ecosystem services. Ecological Monographs, 81(2), 169–193. https://doi.org/10.1890/10-1510.1

Fauzi, A., & Sari, I. P. (2022). Community-Based Art Education: Strategi Penguatan Karakter dan Budaya Lokal pada Anak Usia Sekolah di Daerah Pesisir. Jurnal Pendidikan Seni, 10(2), 145-160. https://doi.org/10.21831/jps.v10i2.54321

Kamil, M. A., Putra, R. A., & Febrianty, D. (2023). Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Siswa SD. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 7(1), 88-97. https://doi.org/10.23887/jisd.v7i1.56789

Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson Education.

Kua, E. H., Tan, S. L., & Lee, C. K. (2023). Integrating environmental awareness into art education: A sustainable approach. International Journal of Art & Design Education, 42(1), 55–68. https://doi.org/10.1111/jade.12489

Nugraheni, D., & Pamungkas, J. (2022). Pendidikan lingkungan pada anak usia dini sebagai upaya pembentukan karakter peduli lingkungan. Jurnal Pendidikan Anak, 11(2), 120–130. https://doi.org/10.21009/jpa.v11i2.25431

Pebrianty, R., & Pamungkas, J. (2023). Pengembangan kreativitas anak berbasis lingkungan. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 85–93. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.3865

Pratama, R. D., & Susilowati, E. (2024). Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Lingkungan dan Budaya sebagai Wujud Sustainable Development Goals (SDGs). Jurnal Pengabdian masyarakat Indonesia, 4(1), 55-68. https://doi.org/10.47134/jpm.v4i1.678

Runco, M. A., & Jaeger, G. J. (2012). The standard definition of creativity. Creativity Research Journal, 24(1), 92–96. https://doi.org/10.1080/10400419.2012.650092

Sumiyati, S., & Pamungkas, J. (2023). Dampak degradasi lingkungan pesisir terhadap kehidupan masyarakat. Jurnal Lingkungan Hidup, 9(1), 34–42. https://doi.org/10.14710/jlh.9.1.34-42

Yulianto, B., & Hidayat, T. (2022). Model Evaluasi Program Pendidikan Lingkungan Hidup Berbasis Komunitas menggunakan CIPP (Context, Input, Process, Product). Jurnal Evaluasi Pendidikan, 13(2), 112-125. https://doi.org/10.21009/jep.v13i2.28915

Diterbitkan

28-04-2026

Cara Mengutip

Fazilah, A., Mukhlis, M., Yuliono, A., & Harahap, R. N. . (2026). Workshop Seni Berbasis Ekologi dan Budaya Lokal dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kesadaran Lingkungan Anak Pesisir di Desa Sungai Kupah, Kalimantan Barat. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(3), 2067–2074. https://doi.org/10.54082/jamsi.2850