Implementasi Teknologi Konstruksi Sederhana dalam Pembangunan Jembatan Penghubung Berbasis Partisipasi Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2855Kata Kunci:
oprit jembatan, jembatan pejalan kaki, project based learningAbstrak
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan keselamatan warga melalui pembangunan talud dan oprit jembatan penghubung di RT 002 RW 007, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Lokasi kegiatan dipilih berdasarkan kondisi jembatan eksisting yang mengalami kerusakan berat pada struktur bawah sehingga tidak lagi aman digunakan oleh pejalan kaki dan pengendara roda dua. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kondisi eksisting, perencanaan teknis berupa penyusunan gambar kerja dua dan tiga dimensi, pelaksanaan konstruksi fisik, serta evaluasi kepuasan masyarakat mitra. Talud dan oprit dibangun dengan panjang 9 meter, lebar 2 meter, dan elevasi oprit 30 cm lebih tinggi dari jalan eksisting untuk memastikan kelandaian yang aman dan fungsional. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui gotong royong antara tim dosen, mahasiswa Program Studi D3 Konstruksi Sipil Politeknik Negeri Jakarta, dan masyarakat setempat, dengan pendekatan Project Based Learning (PBL) dalam pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan terwujudnya konektivitas baru antar wilayah RT yang lebih aman dan layak, serta peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan. Evaluasi melalui kuesioner kepada masyarakat mitra menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, dengan 70% responden menyatakan sangat puas dan 30% puas terhadap proses dan hasil kegiatan. Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghasilkan solusi infrastruktur yang berkelanjutan sekaligus memperkuat pembelajaran kontekstual mahasiswa di bidang teknik sipil.
Referensi
Amalia, S., Setiawan, Y., Tiyani, L., & Murdiyoto, A. (2023). Effect of rice husk ash and steel fibers on self-compacting concrete properties. International Journal of GEOMATE, 25(108), 130–137. https://doi.org/10.21660/2023.108.3677
Arsoy, S., Barker, R. M., & Duncan, J. M. (1999). The behavior of integral abutment bridges (Report No. FHWA/VTRC 00-CR3). Virginia Transportation Research Council.
Guo, P., Fang, J., & Zhu, K. Y. (2023). The spatial spillover effect and function routes of transport infrastructure investment on economic growth: Evidence from panel data of OECD members and partners. Mathematics, 11(5), 1167. https://doi.org/10.3390/math11051167
Kusumawati, R. (2024). Analysis of the role of stakeholders and the impact of village suspension bridge construction in poverty alleviation in West Java. Abdi Dosen: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(3), 1189–1201. https://doi.org/10.32832/abdidos.v8i3.1889
Lestari, E. P., Riyanto, & Adiono, R. (2015). Implementasi kebijakan pembangunan infrastruktur perdesaan (Studi pada pavingisasi jalan desa di Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro). Jurnal Administrasi Publik (JAP), 3(5), 800–806.
Lestari, I. S., & Tinov, M. Y. T. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan infrastruktur (jalan dan jembatan) di Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar tahun 2011–2013. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 3(1), 1–13.
Lindawati, L., Sari, E. K., & Prayoga, A. (2022). Analisa pengaruh pembangunan Jembatan Ogan V terhadap kondisi sosial, ekonomi, lingkungan dan teknis di Desa Tanjung Kemala Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jurnal Deformasi, 7(1), 65. https://doi.org/10.31851/deformasi.v7i1.7882
Mingee, J., & Witmer, A.-P. (2026). The reality of community engagement in humanitarian engineering projects: Contextualizing the problem definition phase through the lens of community organizing. World Development Perspectives, 43, 100802. https://doi.org/10.1016/j.wdp.2026.100802
Nurrizki, Y., & Raka, I. G. P. (2020). Studi perbandingan efisiensi struktur atas jembatan beton pratekan antara sistem jembatan konvensional dengan jembatan integral pada berbagai variasi bentang. Jurnal Teknik ITS, 9(2), C64–C67. https://doi.org/10.12962/j23373539.v9i2.54258
OECD & World Bank. (2026). Compendium of good practices on quality infrastructure 2026: Rebuilding for the future. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/6981eda5-en
Pemerintah Kota Depok. (2017). Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 21 Tahun 2017 tentang perubahan atas Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 7 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Depok Tahun 2016–2021. Pemerintah Kota Depok.
Rafsanjani, H., & Rarasati, A. D. (2023). Project stakeholder analysis in Temadore Bridge construction development. Smart City, 4(1). https://doi.org/10.56940/sc.v4.i1.1
Tanjung, R., Purwoko, A., & Lubis, R. A. (2023). The impact of road infrastructure on regional development in South Labuhanbatu Regency, North Sumatra Province, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1188(1), 012022. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1188/1/012022
Widodo, F. (2018). Evaluasi partisipasi masyarakat pada pembangunan infrastruktur dalam konteks pemberdayaan masyarakat. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat), 5(2), 108–121. https://doi.org/10.21831/jppm.v5i2.15932
Yermadona, H., & Herista, F. (2023). Tinjauan kerusakan jalan dengan menggunakan metode pavement condition index (PCI) dan metode Bina Marga (studi kasus ruas jalan Subarang Taram, Kabupaten Limapuluh Kota (STA 0+000–STA 1+000)). Ensiklopedia Research and Community Service Review, 2(3), 28–32. https://doi.org/10.33559/err.v2i3.1755
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Kartika Hapsari Sutantiningrum, Devi Megarusti Pratiwi, Yanuar Setiawan, Siti Aisyah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




