Pendampingan Memperluas Jangkauan Pasar melalui Pemasaran Digital di Desa Wisata Sangurejo Kabupaten Sleman
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2857Kata Kunci:
Desa Wisata, Pengabdian Kepada Masyarakat, Pelatihan Digital, Pemasaran Digital, SangurejoAbstrak
Pariwisata massal di Indonesia membutuhkan alternatif berkelanjutan seperti desa budaya pedesaan. Desa Wisata Sangurejo di Sleman memiliki aset alam, budaya, dan lokal yang unik, tetapi menghadapi visibilitas digital yang rendah, penggunaan media sosial dan e-commerce yang tidak memadai, dan keterampilan digital yang terbatas di antara pemangku kepentingan lokal. Program pengabdian masyarakat ini mengatasi kesenjangan tersebut melalui pendekatan tiga fase yang terstruktur: persiapan, implementasi, dan evaluasi. Kegiatan meliputi pelatihan langsung tentang Google Business Profile, pembuatan konten media sosial, dan WhatsApp Business, yang disampaikan melalui pendampingan partisipatif. Indikator keberhasilan utama yang diukur melalui tes pra/pasca dan analitik digital menunjukkan peningkatan literasi digital sebesar 62%, peningkatan pengikut media sosial sebesar 150%, peningkatan keterlibatan sebesar 210%, dan 34 permintaan pemesanan online. Selain itu, pengelola pariwisata lokal beralih dari promotor pasif menjadi pembuat konten digital dan pengelola pemesanan yang aktif. Model partisipatif berbasis lapangan ini secara efektif memperkuat kapasitas pemasaran digital destinasi wisata pedesaan dan menawarkan kerangka kerja yang dapat direplikasi untuk konteks serupa di Indonesia.
Referensi
Ambarwati, D., Soetjipto, B. E., Sudarmiatin, & Wardana, L. W. (2026). Effect determinant perceived value and E-WOM on revisit intention: Moderation of past experience tourist in thematic village. Multidisciplinary Reviews, 9(7). https://doi.org/10.31893/multirev.2026326
Andini, D. S., & Rizki, M. (2024). Program pelatihan dalam pengabdian masyarakat di Desa Wisata Indonesia: Tinjauan literatur sistematis. Al-Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 138–158. https://doi.org/10.35931/ak.v4i2.4149
Appel, G., Grewal, L., Hadi, R., & Stephen, A. T. (2020). The future of social media in marketing. Journal of the Academy of Marketing Science, 48(1), 79–95. https://doi.org/10.1007/s11747-019-00695-1
Ariyanti, M., Kharisma, M., & Pawitra, M. T. (2025). Pelatihan pemasaran digital Desa Wisata Desa Mekarmaju, Ciwidey, Jawa Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi, 5(1), 1–8.
Chaisriya, K., Preeyawongsakul, P., Gilbert, L., Nualnoom, P., Rattanarungrot, S., Narongrach, R., & Silakun, N. (2024). Enhancing visitor experiences and economic outcomes through gamified AR: The impact of a location-based augmented reality game in agritourism. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 10(4), 100415. https://doi.org/10.1016/j.joitmc.2024.100415
Hasvi, I., Hasanah, F., Suprabowo, R. L., Amin, N. N., Hotman, J., Putra, M. E., & Nugraha, M. P. (2026). Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah berbasis digital dalam pengembangan produk agribisnis dan pariwisata Desa Wisata Cimaja Kabupaten Sukabumi. Abdimas Galuh, 8(1), 828–836.
Ingrassia, M., Bellia, C., Giurdanella, C., Columba, P., & Chironi, S. (2022). Digital influencers, food and tourism—A new model of open innovation for businesses in the ho.re.ca. sector. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 8(1), 50. https://doi.org/10.3390/joitmc8010050
Maghfiroh, M. F. N., Indrawati, S., Janari, D., & Purnomo, M. R. A. (2023). Pelatihan pemasaran digital dan pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat di Kawasan Sapuangin, Klaten, Jawa Tengah. Journal of Appropriate Technology for Community Services, 4(2), 34–41. https://journal.uii.ac.id/JATTEC/article/view/27066/15379
Mason, P., Augustyn, M., & Seakhoa-King, A. (2023). Tourism destination quality and the UN Sustainable Development Goals: Tourism Agenda 2030. Tourism Review, 78(2), 443–460. https://doi.org/10.1108/TR-05-2022-0259
Milano, C., Novelli, M., & Russo, A. P. (2024). Anti-tourism activism and the inconvenient truths about mass tourism, touristification and overtourism. Tourism Geographies, 26(8), 1313–1337. https://doi.org/10.1080/14616688.2024.2391388
Mutmainah, I., Yulia, I. A., Sasongko, D. A., Fitriani, A., Solihin, L., Pranamulia, A., Mahfudi, A. Z., & Widjaja, I. R. (2023). Pendampingan pemasaran digital dalam upaya mengembangkan Desa Wisata Benteng. J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(3), 484–494. https://publikasi.polije.ac.id/j-dinamika/article/view/3922
Rhama, B. (2022). The halal tourism – alternative or mass tourism? Indications of traditional mass tourism on crescent rating guidelines on halal tourism. Journal of Islamic Marketing, 13(7), 1492–1514. https://doi.org/10.1108/JIMA-07-2020-0199
Santos, E. (2023). From neglect to progress: assessing social sustainability and decent work in the tourism sector. Sustainability, 15(13), 10329. https://doi.org/10.3390/su151310329
Syamsiyah, N., Supriatna, A., Yahya, Y., Novianti, E., Isniah, S., & Prawesti, G. (2024). Strategi marketing digital homestay dalam upaya pengembangan pariwisata Desa Wisata Cikolelet Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang, Banten. Jurnal Pengabdian Kolaborasi Dan Inovasi IPTEKS, 2(1), 123–131.
Wang, J., Zhang, X., & Dolah, J. (2025). Mobile-enhanced outdoor education for tang sancai heritage tourism: An interactive experiential learning approach. Education Sciences, 15(6), 743. https://doi.org/10.3390/educsci15060743
Yuniati, N. (2023). Analisis marketing mix destinasi Wisata Candi Borobudur. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(7), 2998–3003.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sri Widodo, Hari Purnama, Arista Natia Afriany, Yennisa Yennisa, Nurul Widayah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




