Penyuluhan DAGUSIBU dan Pengumpulan Sampah Obat Rumah Tangga Warga Kelurahan Tawangsari Kota Semarang
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.3075Kata Kunci:
DAGUSIBU, pengelolaan obat, edukasi kesehatan, sampah obatAbstrak
Pengelolaan obat yang benar di masyarakat masih menjadi permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Tingginya praktik swamedikasi di masyarakat berisiko menimbulkan kesalahan dalam memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Masih banyak rumah tangga yang menyimpan obat keras dan antibiotik untuk keperluan swamedikasi, serta sebagian besar masyarakat belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan obat yang benar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah terkait obat, termasuk penggunaan yang tidak rasional dan potensi dampak kesehatan yang merugikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan dan edukasi interaktif kepada masyarakat mengenai cara memperoleh obat dari sarana pelayanan kefarmasian yang resmi, penggunaan obat secara rasional, penyimpanan obat yang tepat, serta pembuangan obat yang aman dan ramah lingkungan.jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sejumlah 42 orang. kegiatan dilengkapi dengan pengumpulan dan pemusnahan sampah obat rumah tangga sebagai bentuk implementasi pengelolaan obat yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai prinsip DAGUSIBU serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola obat secara tepat di lingkungan keluarga. Kegiatan ini dapat mendukung terbentuknya budaya penggunaan obat yang rasional, aman, dan bertanggung jawab sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan
Referensi
Bungau, S., Delia, M., Tit, Fodor, K., Cioca, G., Agop, M., Iovan, C., Carmen, D., Cseppento, N., Bumbu, A., & Bustea, C. (2018). Aspects Regarding the Pharmaceutical Waste Management in Romania. 1–14. https://doi.org/10.3390/su10082788
Halawa, M., Rusmana, W. E., Farmasi, P. S., Ganesha, P. P., Kadaluwarsa, P. O., Farmasi, S., & Education, J. (2021). Evaluasi pengelolaan obat rusak atau kadaluwarsa terhadap sediaan farmasi di salah satu rumah sakit umum swasta kota bandung. 9(4), 46–50.
Hateriah, S., Studi, P., Farmasi, S., Mulia, U. S., Studi, P., Terapan, S., Kesehatan, P., & Mulia, U. S. (2022). Pengelolaan Obat yang Tidak Terpakai dalam Skala Rumah Tangga di Kecamatan Banjarmasin Timur. 1(2), 89–95.
Kemenkes, R. (2013). Riset kesehatan dasar 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lutfiyati, H., Yuliastuti, F., & Dianita, P. S. (2017). Pemberdayaan Kader PKK dalam Penerapan Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat dengan Baik dan Benar di Desa Pucanganom, Srumbung, Magelang. URECOL, 9–14., 9–14.
Meiana Dwi Andini, Viona Salwa Azzahra, M. F. N. U. (2025). Gambaran pengetahuan masyarakat dalam mengelola obat sisa, obat rusak, dan obat kedaluwarsa di rw 03 kelurahan kranji bekasi barat periode maret-mei 2025. Jurnal Farmasi IKIFA, 4(3), 138–148.
Nur Rasdianah, W. Z. U. (2022). Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Edukasi Penyimpanan dan Pembuangan Obat Rusak / Expire date dalam Keluarga. 1(1), 27–34.
Permatasari, W., Muslim, Z., & Irnameria, D. (2025). Pemahaman Ibu Mengenai Pengelolaan Di Obat Rumah Tangga Di Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu. SITAWA: Jurnal Farmasi Sains Dan Obat Tradisional, 4(2), 132–143.
Pujiastuti, A., & Kristiani, M. (2019). Sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) obat dengan benar pada guru dan karyawan SMA Theresiana I Semarang. Indonesian Journal of Community Services, 1(1), 62–72.
Purwidyaningrum, I., Peranginangin, J. M., Mardiyono, M., & Sarimanah, J. (2019). Dagusibu, P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) di Rumah dan Penggunaan Antibiotik yang Rasional di Kelurahan Nusukan. Journal of Dedicators Community, 3(1), 23–43.
Raini, M., & Isnawati, A. (2013). Profil Obat Diare yang Disimpan di Rumah Tangga di Indonesia Tahun 2013. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 26(4), 227–234.
Raja S, Mohapatra S, Kalaiselvi A, J. R. R. (2018). Awareness and disposal practices of unused and expired medication among health care professionals and students in a tertiary care teaching hospital. Biomed Pharmacol J, 11(4), 2073–2078.
Rosti, D. A., Wahyuningsih, S. (2023). Penyimpanan dan pembuangan obat pada masyarakat serta estimasi nilai ekonomi obat yang tidak digunakan (narrative review). Jurnal Abdimas Bina Bangsa, 4(2), 1283–1292.
Savira M. (n.d.). Praktik penyimpanan dan pembuangan obat dalam keluarga. Jurnal Farmasi Komunitas., 7(2), 38–47.
Supardi, S., Susyanti, A. L., & Herdarwan, H. (2019). Kajian Kebijakan tentang Informasi dan Pelayanan Obat yang Mendukung Pengobatan Sendiri di Masyarakat. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 29(2), 161–170.
Utama, T. winda, & Zhohiroh, J. F. (2023). Pengetahuan Masyarakat dalam Penyimpanan dan Pembuangan Obat Sisa , Obat Rusak dan Obat Kedaluwarsa Public Knowladge in Storing and Disposing of Remaining Drugs , Damaged Drugs and Expired Drugs. 13, 78–82.
Viswasanthi A, Bhasha G, R. M. (2018). A qualitative study of the knowledge , attitude and practice of patients regarding the use of expired and disposal of unused medicine at Nimra Institute of medical sciences. Vijayawada, Perspect Med Res, 6(1), 1–4.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Madyo Adrianto, Fransisca Gloria, Untsa Alfiyaturrakhma, Rizky Budi Santoso

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




