Perencanaan Pengembangan Gedung Gereja GPIB Damai Sejahtera Cileungsi melalui Desain Arsitektur dan Struktur
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.3177Kata Kunci:
Pengabdian kepada Masyarakat, Pengembangan gereja, Participatory design, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)Abstrak
Peningkatan jumlah jemaat di Gereja GPIB Damai Sejahtera Cileungsi mendorong kebutuhan pengembangan fasilitas ibadah yang lebih memadai. Namun, keterbatasan kapasitas bangunan serta belum tersedianya dokumen teknis menjadi kendala dalam perencanaan renovasi dan pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menyusun dokumen perencanaan teknis sebagai dasar pengembangan gedung gereja. Metode yang digunakan meliputi participatory design melalui diskusi bersama pengurus gereja untuk mengidentifikasi kebutuhan ruang dan mengevaluasi alternatif desain, dilanjutkan dengan survei lapangan, pengukuran bangunan eksisting, penyusunan as-built drawing, analisis tapak, pengembangan desain arsitektur, pemodelan tiga dimensi (3D), dan analisis struktur. Hasil kegiatan menghasilkan dokumen gambar teknis 2D, model 3D, serta rancangan bangunan dua lantai berkonsep arsitektur tradisional-modern yang mengadopsi karakter arsitektur Jawa Barat. Analisis struktur menunjukkan rancangan memenuhi persyaratan awal terhadap pembebanan gravitasi. Pengembangan tersebut meningkatkan luas bangunan menjadi 2.095 m² dengan kapasitas sekitar 200–300 jemaat. Dokumen yang dihasilkan diharapkan menjadi acuan teknis dalam pengembangan gedung gereja yang aman, fungsional, dan sesuai ketentuan PBG.
Referensi
Allen, J. (2012). Stained Glass and the Culture of the Spectacle, 1780–1862. Visual Culture in Britain, 13(1), 1-23.
Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 1726:2019 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 2847:2019 Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung. Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional. (2019). SNI 1726:2019: Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung. BSN.
Badan Standardisasi Nasional. (2020a). SNI 1727:2020: Beban desain minimum dan kriteria terkait untuk bangunan gedung dan struktur lain. BSN
Badan Standardisasi Nasional. (2020b). SNI 1729:2020: Spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural. BSN
Bradley, S. (2016). Churches: an architectural guide. Yale University Press.
Cao, Z., Mustafa, M., & Mohd Isa, M. H. (2024). Regional architecture building identity: The mediating role of authentic pride. Buildings, 14(4), 1059.
Darwin, D., Dolan, C. W., & Nilson, A. H. (2016). Design of concrete structures (Vol. 2). New York, NY, USA:: McGraw-Hill Education.
Frampton, K. (1985). Towards a critical regionalism: Six points for an architecture of resistance (Vol. 1983, pp. 16-30).
Indrani, L. H. C. (2013). Studi Sistem Akustik pada Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Surabaya (Doctoral dissertation, Petra Christian University).
Li, B., & Willkens, D. S. (2025). Digital transformation through multi-device HBIM workflow: a case study on supporting the adaptive reuse of the Odd Fellows Building in Atlanta, Georgia. Frontiers in Built Environment, 11, 1720481.
Luck, R. (2018). Participatory design in architectural practice: Changing practices in future making in uncertain times. Design Studies, 59, 139-157.
Matthei, J., Mackenbach, S., Klemt-Albert, K., & Christ, M. (2025). BIM-Based Public Participation: Insights and Lessons Learned form a Case Study. In 42. International Symposium on Automation and Robotics in Construction (No. RWTH-2025-06684). Lehrstuhl und Institut für Baumanagement, Digitales Bauen und Robotik im Bauwesen.
Ola, F. B., Anindita, M. D. K. A., Suwarno, N., Mubarrok, N. Z., & Prasetyo, S. D. (2023). OPTIMASI VENTILASI RUANG DAN PENANGANAN KEBISINGAN BERBASIS SIMULASI. LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR, 10(2), 13-26.
Puspita, W. O., Abidin, Z. F., Khairunisya, N. F., & Paramita, B. (2023). Analysis of Natural Daylighting at GPIB Bethel Bandung Using DIALux Evo 10.1 Simulation. Journal of Development and Integrated Engineering, 3(1), 53-64.
Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Pemerintah Republik Indonesia.
Rashdan, W., & Ashour, A. F. (2024). Heritage-inspired strategies in interior design: balancing critical regionalism and reflexive modernism for identity preservation. Heritage, 7(12), 6825-6856.
Rosewell, R. (2012). Stained glass (Vol. 686). Bloomsbury Publishing.
Salura, P. (2015). Sundanese architecture. Rosda.
Salura, P., Clarissa, S., & Lake, R. C. (2020). The application of sundanese vernacular concept to the design of modern building-Case study: Aula barat (west hall) of Bandung Institute of Technology, West Java, Indonesia. Journal of Design and Built Environment, 20(1), 1-12.
Sanoff, H. (1999). Community participation methods in design and planning. John Wiley & Sons.
Tarigan, R. R. (2025). Adaptasi Elemen Arsitektur Tradisional Dalam Desain Tempat Ibadah Untuk Memperkuat Identitas Budaya Lokal. JUITECH: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Quality, 9(1), 1-10.
Wacnik, P., Daly, S. R., & Verma, A. (2025). Participatory design: a systematic review and insights for future practice. Design Science, 11, e21.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Stepanus Andi Saputra, Dikky Antonius, Candra Chiristianti Purnomo, Martinus Nifotuho Fau, Erva Della Darma, Medelin Tiomina Br. Sagala

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




