Edukasi Literasi Kehamilan dan Pencegahan Gangguan Kesehatan Reproduksi pada Santriwati Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan

Penulis

  • Mohammad Nasir Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Budi Santoso Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Hermanto Tri Joewono Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Retno Diah Putri Ekayanti Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Indira Rahma Santo Fahdiarti Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Azkia Zaafarani Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Dinda Riska Oktavia Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Galih Ahmad Irlyan Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Firlana Dania Azzahra Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Nabila Fitri Dwi Arini Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.3256

Kata Kunci:

Edukasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Literasi Kehamilan, Pesantren, Santriwati

Abstrak

Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dalam kesehatan remaja, khususnya bagi santriwati yang memerlukan informasi tepat mengenai perubahan reproduksi, kehamilan, dan pencegahan gangguan kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai literasi kehamilan dan pencegahan gangguan kesehatan reproduksi melalui Program Healthy Islamic Boarding School. Kegiatan dilaksanakan pada 30 santriwati tingkat sekolah menengah atas di Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan. Edukasi berlangsung selama 30–40 menit melalui penyampaian langsung secara interaktif dengan media PowerPoint dan leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest berupa 10 soal pilihan ganda dengan skor 0–100. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 72,00 pada pretest menjadi 80,33 pada posttest, atau sebesar 8,33 poin, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p=0,029). Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan segera setelah edukasi. Kegiatan dapat digunakan sebagai pendekatan promotif untuk memperkuat literasi kesehatan reproduksi santriwati, tetapi capaian yang dilaporkan terbatas pada perubahan pengetahuan dan belum menggambarkan perubahan sikap maupun perilaku jangka panjang.

Referensi

Diarsvitri, W., & Utomo, I. D. (2022). Medical perspective of reproductive health education in Indonesian schoolbooks. Frontiers in Public Health, 10, 943429. https://doi.org/10.3389/fpubh.2022.943429

Evans, R. L., Harris, B., Onuegbu, C., & Griffiths, F. (2022). Systematic review of educational interventions to improve the menstrual health of young adolescent girls. BMJ Open, 12(6), e057204. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2021-057204

Hage Haugen, A. L., Esser-Noetlichs, M., Riiser, K., & Hatlevik, O. E. (2023). Understanding critical health literacy among adolescents: Psychometric properties of the CHLA questionnaire in lower secondary schools in Norway. Journal of School Health, 93(12), 1119–1128. https://doi.org/10.1111/josh.13352

Lahope, G., & Fathurrahman, R. (2024). Current state, challenges, and opportunities of the school-based sexual and reproductive health education in Indonesia: A systematic literature review. Preventia: The Indonesian Journal of Public Health, 9(1), 81–94. https://doi.org/10.17977/um044v9i12024p81-94

Mancone, S., Corrado, S., Tosti, B., Spica, G., & Diotaiuti, P. (2024). Integrating digital and interactive approaches in adolescent health literacy: A comprehensive review. Frontiers in Public Health, 12, 1387874. https://doi.org/10.3389/fpubh.2024.1387874

Mubarokah, K., Kurniadi, A., Ernawaty, D., Nugraeni, N., & Nur Fajri, P. (2024). The telemedical literacy and reproductive health literacy in adolescents in the urban area. Unnes Journal of Public Health, 13(1), 61–68. https://doi.org/10.15294/ujph.v13i1.62082

Nuryawati, L. S., Idaningsih, A., Irawan, A. T., Fitria, C., & Azril. (2023). The influence of health education on adolescents knowledge of reproductive health in the working area of the UPTD Munjul Health Center. Eksakta: Berkala Ilmiah Bidang MIPA, 24(3), 426–435. https://doi.org/10.24036/eksakta/vol23-iss03/407

Ogul, Z., & Sahin, N. H. (2024). The effect of an educational peer-based intervention program on sexual and reproductive health behavior. Journal of Adolescence, 96(7), 1642–1654. https://doi.org/10.1002/jad.12371

Putri, Y. H. S., Maryati, I., & Solehati, T. (2025). Interventions to improve sexual and reproductive health related knowledge and attitudes among the adolescents: Scoping review. Risk Management and Healthcare Policy, 18, 105–116. https://doi.org/10.2147/RMHP.S490395

Roux, F., Chih, H. J., Hendriks, J., & Burns, S. (2023). Validation of an adolescent ovulatory menstrual health literacy questionnaire. Australian and New Zealand Journal of Obstetrics and Gynaecology, 63(4), 588–593. https://doi.org/10.1111/ajo.13680

Roux, F., Chih, H. J., Demmer, D., Roux, K., Hendriks, J., & Burns, S. (2024). Functional ovulatory menstrual health literacy amongst adolescent females in Western Australia. Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology, 37(6), 619–624. https://doi.org/10.1016/j.jpag.2024.08.011

Setyandari, F., & Rahayuningsih, F. B. (2023). The effectiveness of reproductive health education to increase knowledge among adolescents. Malahayati International Journal of Nursing and Health Science, 6(6), 458–463. https://doi.org/10.33024/minh.v6i6.13062

Thaha, R. Y., Riswan, R., & Yani, R. (2021). Factors affecting adolescent knowledge about reproductive health at SMPN 1 Buntao, North Toraja Regency. Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat, 3(2), 52–74. https://doi.org/10.36090/jkkm.v3i2.1129

Wahl, K., Albert, A., Larente, M., Lopez de Arbina, E., Kennedy, L., Sutherland, J. L., & Yong, P. J. (2024). Does menstrual health and endometriosis education affect knowledge among middle and secondary school students? A cluster-randomised controlled trial. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada, 46(8), 102583. https://doi.org/10.1016/j.jogc.2024.102583

Winarti, E., Laili, F., Pramono, T., & Sidabuntar, S. (2021). Needs assessment about adolescent reproductive health education for students. EMBRIO: Jurnal Kebidanan, 13(1), 71–79. https://doi.org/10.36456/embrio.v13i1.3208

Diterbitkan

07-09-2026

Cara Mengutip

Nasir, M., Santoso, B. ., Joewono, H. T. ., Ekayanti, R. D. P., Fahdiarti, I. R. S. ., Zaafarani, A. ., Oktavia, D. R. ., Irlyan, G. A. ., Azzahra, F. D. ., & Arini, N. F. D. . (2026). Edukasi Literasi Kehamilan dan Pencegahan Gangguan Kesehatan Reproduksi pada Santriwati Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(5), 5189–5198. https://doi.org/10.54082/jamsi.3256