Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus pada Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Parepare

Penulis

  • Sena Sena Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah parepare, Indonesia
  • Fitriani Umar Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah parepare, Indonesia
  • Rini Anggraeny Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah parepare, Indonesia
  • Haniarti Haniarti Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah parepare, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.3317

Kata Kunci:

Diabetes Melitus, Perilaku Sedentari, Pola Makan, Obesitas, Riwayat Keluarga

Abstrak

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, antara lain perilaku sedentari, pola makan, obesitas, dan riwayat keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku sedentari, pola makan, obesitas, dan riwayat keluarga dengan kejadian Diabetes Melitus pada Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Kota Parepare dengan populasi sebanyak 198 orang dan sampel sebanyak 132 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), serta pengukuran kadar gula darah sewaktu (GDS) dan indeks massa tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 132 responden, sebanyak 4 responden (3,0%) mengalami Diabetes Melitus. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku sedentari (p=0,386), pola makan (p=0,197-1,000), obesitas (p=1,000), maupun riwayat keluarga (p=0,057) dengan kejadian Diabetes Melitus. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara keempat variabel tersebut dengan kejadian Diabetes Melitus pada Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Parepare, sehingga upaya pencegahan tetap diperlukan melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, pengendalian berat badan, dan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala.

Referensi

Alfiandra, V. R., Widhiyanto, A., & Hartono, D. (2023). Analisis Faktor Pemicu Kadar Glukosa Darah Pada (DM) Tipe 1 Di UOBK RSUD Dr . Mohammad Saleh. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia, 2(Dm), 28–38.

Alya Dafa Amirah, Sumiaty, E. A. (2022). Hubungan pola makan dengan kejadian diabetes melitus tipe pada Mayarakat Usia dia atas 40 Tahun di Kabupaten Gowa. 3(3), 502–515.

Andika, F., Rosdiana, E., Nuzul, R., Rahmi, N., & Darmawan, H. (2024). Korelasi Antara Umur dan Faktor Genetik dengan Kejadian Diabetes Mellitus pada Personil Polda Aceh dirawat jalan biddokkes polda Aceh. Journal of Healtcare Technology and Medicine, 10(1), 2615–109.

Ariani, S. A., Jamilah, S., & Karina, W. D. (2024). Hubungan Pola Makan Seimbang Dengan Kejadian Diabetes Mellitus di Wilayah Kecamatan Tabunganen. Journal of Mandalika Literature, 5(4), 2745–5963.

Aricca Azza Najikha, Rusnoto, A. R. M. (2025). Hubungan Obesitas, Pola Makan, dan Usia dengan Kejadian Diabetes Melitus. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 7(5474), 1333–1336.

Faradilla Diwanta, Suci Maghfirah, N. A. M. (2024). Hubungan Pola Makan sebagai Faktor Resiko Penyakit DM. Jurnal Profesi Kesehatan Masyarakat, 2(1), 31–54.

Harna, Efriyanurika, L., Novianti, A., Sa, M., & Asrul, A. M. (2022). Status Gizi , Asupan Zat Gizi Makro dan Kaitannya dengan Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(4), 365–372.

Irayani, S. P. (2024). Hubungan Riwayat Keluarga, Aktivitas Fisik, dan Pola Makan terhadap Kejadian Diabetes Melitus. Journal of Public Health Education, 3(4), 145–152. https://doi.org/10.53801/jphe.v3i4.227

Irwan Saputra, Tiarnida Nababan, Reza Fahrizal Sifani, Sri Wartini, A. A. Z. S. (2025). Hubungan Perilaku kurang Gerak (Sedentary) dengan kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Usia Produktif. British Medical Journal, 2(5474), 1333–1336.

Mahmud, A. N., Sabri, R., & Malini, H. (2025). Hubungan Perilaku Sedentari dengan Kejadian Hipertensi dan Diabetes Mellitus pada Pegawai Instansi Pemerintahan di Kota Bukittinggi. Jurnal Ners, 9(4), 7365–7371. https://doi.org/10.31004/jn.v9i4.51149

Nadyah, S., Abdiana, Nurhajjah, S., Fasrini, U. U., & Mulya, R. (2024). Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Perut Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Guru Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Padang. Jurnal Ners, 8(2), 1644–1651. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners

Naibaho, A. C. A., & Sitompul, M. (2025). Hubungan Pola Makan Dengan Risiko Diabetes Melitus Di Pemukiman Rumah Susun Taman Sari Kota Bandung. Prepotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 2481–2488. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i1.44064

Nasrullah, Rosa Devitha Ayu, Jumriani Ansar, R. C. S. (2026). Hasanuddin Journal of Public Health. Hasanuddin Journal of Public Health, 3(1), 99–114.

Nugraha, K. A., Widowati, I., Amirudin, Z., Semarang, P. K., Lifestyle, S., Nugraha, K. A., Widowati, I., & Amirudin, Z. (2024). Hubungan riwayat keluarga, pola makan dan sedentary lifestyle dengan diabetes melitus. Jurnal Lintas Keperawatan, 5–6.

Nurfiqrul, Amriati Mutmainna, E. A. A. (2024). Analisis Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe Ii Pada Pasien Yang Terdiagnosa Diabetes Melitus Tipe Ii Diwilayah Kerja Puskesmas Pampang. JIMPK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 4, 2024.

Sadli, N. K. (2025). Studi Literatur: pengaruh Obesitas terhadap kejadian Diabetes Melitus. /Ejurnalmalahayati.Ac.Id, 12(9), 1902–1913. http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan POLA

Safitri, A., Akbar J, M., & Utami, D. F. (2025). Hubungan Obesitas Terhadap Diabetes Melitus Pada Ibu Rumah Tangga. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 5, 606–620. https://j-innovative.org/index.php/Innovative

Selvi Arianti Alfitra, Rendri Bayu Hansah, Prima Adelin, Dian ayu Hamama Pitra, A. D. (2024). Gambaran Riwayat Keluarga dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang. Nusantara Hasana Journal, 1(7), 132–137.

Septa Abduloh , Firman Septiadi, W. N. (2025). Analisis perbandingan IPAQ dan GPAQ dalam investasi aktivitas fisik mahasiswa pada program MBKM. Jurnal Olahraga Dan Kesehatan Indonesia, 5, 185–193.

Solehat, A. S. (2025). Hari Diabetes Sedunia 2025 : Diabetes across life stages.

Vino Rika Nofia, Siska Sakti Angraini, H. D. M. (2023). Hubungan pola makan dan obesitas dengan kejadian diabetes melitus. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory,Volume 6 Nomor 1 | Https://Jurnal.Syedzasaintika.Ac.Id, 6(4657), 78–84.

Warouw, F. M., Kandou, G., & Kaunang. Wulan. (2024). Hubungan antara riwayat keluarga dan kebiasaan makan dengan diabetes melitus pada pasien di puskesmas tuminting kota manado. PREPOTIF : Journal of Public Health, 8(3), 7936–7943.

Wilantara, A., Rohani, T., & Saputra, F. S. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu Factors Related To The Occurrence Of Hypertension At Telaga Dewa Health Center In Bengkulu City. 3(1), 1–6.

Yaumil Khair, Kasrini Safitri, Indah Lestari Daeng Kanang, Shofiyah Latief, R. (2023). Hubungan Obesitas Dengan Kadar Gula Darah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Yaumil. Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 3(5), 357–365.

Zakiudin, A., Janah, E. N., & Karyawati, T. (2023). Laporan penyuluhan kesehatan tentang diabetes melitus dan senam kaki diabetik pada warga desa kutayu kecamatan tonjong kabupaten Brebes. JURNALLOCUS:Penelitian & Pengabdian, 2(1), 27–37.

Zidane Kurniawan1 Nina Pamela Sari. (2025). Hubungan gaya hidup dengan risiko diabetes melitus tipe 2 pada generasi Z; literatur review. JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa, 4(4), 1922–1930. https://doi.org/10.57218/jkj.vol4.iss4.2112

Diterbitkan

23-09-2026

Cara Mengutip

Sena, S., Umar, F. ., Anggraeny, R. ., & Haniarti, H. (2026). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus pada Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Parepare. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(5), 5659–5668. https://doi.org/10.54082/jamsi.3317