Program SAJADAH VENA: Edukasi Kesehatan Multimateri untuk Meningkatkan Pengetahuan Santri Pondok Pesantren Mahasiswa Al Jihad Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.3330Kata Kunci:
edukasi kesehatan, penyakit kardiovaskular, pengabdian kepada masyarakat, Posbindu, santri, varises venaAbstrak
Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia dan sebagian besar faktor risikonya dapat dicegah. Aktivitas santri yang menuntut posisi berdiri atau duduk lama juga meningkatkan risiko penyakit vena kronis pada tungkai, sementara pesantren mahasiswa umumnya belum memiliki program deteksi dini yang terstruktur. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan santri mengenai varises vena, faktor risiko kardiovaskular, dan masalah kesehatan prioritas lain melalui edukasi kesehatan multimateri yang didukung kegiatan skrining kesehatan berbasis Posbindu sebagai komponen pendukung program. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 24 Mei 2026 di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Jihad Surabaya dengan melibatkan 25 santri yang terbagi dalam lima kelompok materi, yaitu tuberkulosis, stres pada mahasiswa, varises vena, infeksi saluran pernapasan akut, dan bahaya merokok. Pendekatan partisipatif dengan desain evaluasi one-group pretest–posttest digunakan untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi kesehatan multimateri. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir dengan rentang nilai 0–100. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test setelah dilakukan uji normalitas dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil: Rerata nilai pengetahuan meningkat dari 74,80 ± 16,61 pada pretest menjadi 85,60 ± 16,85 pada posttest. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik berdasarkan uji Wilcoxon signed-rank (p < 0,05), dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 48,0% menjadi 76,0%. Kesimpulan: Edukasi kesehatan multimateri dengan dukungan kegiatan skrining berbasis Posbindu menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri segera setelah kegiatan. Perbedaan peningkatan antar kelompok materi perlu ditafsirkan secara hati-hati karena jumlah peserta tiap kelompok terbatas. Keberlanjutan program memerlukan penguatan kader kesehatan santri dan pelaksanaan Posbindu pesantren secara berkala.
Referensi
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
De Maeseneer, M. G., Kakkos, S. K., Aherne, T., Baekgaard, N., Black, S., Blomgren, L., Giannoukas, A., Gohel, M., de Graaf, R., Hamel-Desnos, C., Jawien, A., Jaworucka-Kaczorowska, A., Lattimer, C. R., Mosti, G., Noppeney, T., van Rijn, M. J., & Stansby, G. (2022). Editor’s choice — European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2022 clinical practice guidelines on the management of chronic venous disease of the lower limbs. European Journal of Vascular and Endovascular Surgery, 63(2), 184–267. https://doi.org/10.1016/j.ejvs.2021.12.024
Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS Statistics (5th ed.). SAGE Publications.
Firdaus, A. A. A., Riza, M. F., Fristiyanti, R. A., Matin, N. S., Rakhmawati, S. C., & Rosyida, N. I. (2024). Pencegahan dan pengendalian sindrom koroner akut (SKA) di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Community Development Journal, 5(6), 11878–11884.
Firdaus, A. A. A., Sari, P., Puspitasari, M., Jannah, K. P. R., Zain, D. A. S., Permana, A. A., Fardian, G. F. P., Kamil, D. F., & Sheena, M. (2026). Community-based training for pesantren cadres in producing celery extract drinks to support hypertension prevention. Indonesia Berdaya, 7(1), 315–320. https://doi.org/10.47679/ib.20261399 Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Petunjuk teknis pelaksanaan posyandu lanjut usia dan Posbindu PTM terintegrasi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
National Institute for Health and Care Excellence. (2013). Varicose veins: Diagnosis and management (NICE guideline CG168). National Institute for Health and Care Excellence.
Nutbeam, D., & Lloyd, J. E. (2021). Understanding and responding to health literacy as a social determinant of health. Annual Review of Public Health, 42, 159–173. https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-090419-102529
Tüchsen, F., Hannerz, H., Burr, H., & Krause, N. (2005). Prolonged standing at work and hospitalisation due to varicose veins: A 12 year prospective study of the Danish population. Occupational and Environmental Medicine, 62(12), 847–850. https://doi.org/10.1136/oem.2005.020537
World Health Organization. (2025). Cardiovascular diseases (CVDs). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-(cvds)
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Abraham Ahmad Ali Firdaus, Mia Puspitasari, Mochamad Faishal Riza, Fanty Filianovika, Rifky Dwi Aditya Iryawan, Akbar Reza Muhammad, Neila Dikhyatul Qolbi Shofa Anas, Muhammad Farelino Aurea Yuliawan, Jesi Lailiyah Siham, Pratama Ghozi Sakinul Jinan, Nizwa Shilha Brilianti, Irfan Murdianto

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




