Pemasangan Reflektor Jalan guna Meningkatkan Keselamatan Berkendara di Wilayah Purwoasri–Purwosari, Metro Utara
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.3385Kata Kunci:
Reflektor Jalan, Visibilitas Malam Hari, Patok Pengarah, Retrorefleksi, Keselamatan JalanAbstrak
Minimnya penerangan jalan umum dan belum tersedianya penanda batas jalan pada ruas perbatasan Kelurahan Purwoasri–Purwosari, Kecamatan Metro Utara, dapat mengurangi visibilitas pengguna jalan pada malam hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas batas jalan melalui pemasangan reflektor sebagai sistem delineasi pasif. Kegiatan dilaksanakan melalui survei lapangan, fabrikasi patok reflektor berbahan pipa Polyvinyl Chloride (PVC) yang dilengkapi material retroreflektif, pemasangan patok pada bahu jalan dengan pengunci beton, serta pengujian fungsi pada malam hari menggunakan sorot lampu kendaraan. Evaluasi dilakukan melalui wawancara terstruktur terhadap 7 responden, yang terdiri atas 2 orang lurah dan 5 orang warga pengguna jalan aktif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 5 dari 7 responden (71,4%) menyatakan jalur menjadi lebih terang dan jelas ketika terkena sorot lampu kendaraan, sedangkan 2 responden (28,6%) menyatakan reflektor cukup membantu tetapi masih membutuhkan tambahan penerangan jalan umum. Pada indikator perilaku kehati-hatian, 5 responden (71,4%) menyatakan pengendara cenderung lebih waspada dan memperlambat laju, sedangkan 2 responden (28,6%) menyatakan pengendara mulai lebih waspada. Selain itu, 6 responden (85,7%) menyatakan pejalan kaki dan pesepeda merasa lebih aman karena batas tepi jalan lebih mudah dikenali. Hasil tersebut merupakan persepsi responden setelah pemasangan dan bukan hasil pengukuran langsung terhadap perubahan kecepatan kendaraan atau jumlah kecelakaan. Reflektor berfungsi sebagai fasilitas pendukung visibilitas dan tidak menggantikan fungsi penerangan jalan umum.
Referensi
Abou-Senna, H., Tice, P., El-Agroudy, M., Holley, G. M., Mouloua, M., & Radwan, E. (2023). Conspicuity of various colored express lane delineators: Matching or contrast? Transportation Research Record, 2677(7), 474–487. https://doi.org/10.1177/03611981231153653
Babić, D., Babić, D., Fiolić, M., & Tomašević, S. (2020). Road markings and their impact on driver behaviour and road safety: A systematic review of current findings. Journal of Advanced Transportation, 2020, 7843743. https://doi.org/10.1155/2020/7843743
Federal Highway Administration. (1994). Roadway Delineation Practices Handbook (FHWA-SA-93-001). U.S. Department of Transportation.
Federal Highway Administration. (2007). Updates to Research on Recommended Minimum Levels for Pavement Marking Retroreflectivity to Meet Driver Night Visibility Needs (FHWA-HRT-07-059). U.S. Department of Transportation.
Federal Highway Administration. (2023). Manual on Uniform Traffic Control Devices for Streets and Highways (11th ed.). U.S. Department of Transportation.
Federal Highway Administration. (2025). Nighttime Visibility. U.S. Department of Transportation, Federal Highway Administration.
Federal Highway Administration. (2012). FHWA Lighting Handbook: Related Roadway Systems. U.S. Department of Transportation.
King, S. L., & Tyrrell, R. A. (2023). Demonstrations of retroreflectivity help road users appreciate retroreflective markings. Proceedings of the Human Factors and Ergonomics Society Annual Meeting, 67(1), 1228–1229. https://doi.org/10.1177/21695067231192524
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2023a). Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 47 Tahun 2023 tentang Alat Penerangan Jalan. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2023b). Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 48 Tahun 2023 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pengguna Jalan. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Mavromatis, S., et al. (2021). Factors affecting pedestrian conspicuity at night: Analysis based on driver eye tracking. Safety Science, 139, 105257. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2021.105257
National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine. (2022). Performance Criteria for Retroreflective Pavement Markers. Washington, DC: The National Academies Press. https://doi.org/10.17226/26814
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pemerintah Republik Indonesia.
Ye, F., & Pike, A. (2019). Studying the nighttime visibility performance of retroreflective pavement markers. Transportation Research Record, 2673(9), 334–344. https://doi.org/10.1177/0361198119846105
Lee, R. L., Hostetter, R. S., & Leibowitz, H. W. (1991). Driver Visibility Under Wet Pavement Conditions: Size, Shape and Spacing of Object Markers/Delineators. Federal Highway Administration, Report No. FHWA-RD-91-016.
Horizontal road markings for human and machine vision. (2020). Transportation Research Procedia, 48, 3622–3633. https://doi.org/10.1016/j.trpro.2020.08.089
Research on the influence of light source characteristics on traffic visual distance in foggy areas at night. (2022). Building and Environment, 212, 108818. https://doi.org/10.1016/j.buildenv.2022.108818
World Health Organization. (2023). Global Status Report on Road Safety 2023. World Health Organization. ISBN 978-92-4-008651-7.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Suharni Suharni, Putri Octha Oliviyani, Risya Fatia, Gibral Putra, M.Aril Setiawan, M.Reza Pratama, Betrand Arvelly, Rahmat Renaldi, Sefta Rizwan

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




