Mitigasi Tuberkulosis dan Stunting Berbasis Ketahanan Keluarga Melalui Peningkatan Kapasitas Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Cisondari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.3398Kata Kunci:
Kader PKK, Ketahanan Keluarga, Stunting, Tuberkulosis AnakAbstrak
Stunting dan Tuberkulosis (TB) pada anak merupakan dua tantangan kesehatan pada masyarakat yang saling berhubungan secara sirkular biologis dan sosial. Kabupaten Bandung mencatatkan prevalensi stunting sebesar 29,2%, serta ditemukannya 14 kasus TB anak di Desa Cisondari dari total 76 kasus di wilayah Puskesmas Pasirjambu. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Cisondari dalam mitigasi terpadu TB-stunting berbasis penguatan ketahanan keluarga. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 37 kader PKK dari 20 RW melalui lima tahapan: sosialisasi lintas sektor, pelatihan terpadu (Kader Cerdas Gizi, Rumah Tangguh TB-Stunting, Sahabat Keluarga Sehat), penerapan media inovasi IPTEK (Buku Saku A5 & Digital QR Code, Lembar Cek Rumah Sehat, Antropometri kit), pendampingan microteaching/roleplay, dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Posyandu. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan kader sebesar 9,73 poin, dari 83,38 (pre-test) menjadi 93,11 (post-test), dengan proporsi kader berkategori pengetahuan sangat baik (skor 90-100) meningkat dari 59,5% menjadi 89,2%. Dengan demikian, peningkatan kapasitas kader melalui paket edukasi interaktif dan instrumen pendampingan praktis menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dalam deteksi dini TB-stunting di tingkat keluarga.
Referensi
Akbar, R. R., Anissa, M., & Hariyani, I. P. (2026). Pemberdayaan kader dalam skrining tuberkulosis anak berbasis edukasi dan aplikasi sederhana di Kota Padang. Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS, 4(2), 205–214. https://doi.org/10.59407/jpki2.v4i2.3670
Djuari, L., Aprilawati, D., Mukarini, M., Oktiningsih, O., Kamaroekmi, M. S., & Wibowo, S. H. (2025). Pelatihan komunikasi efektif pada kader TB di Puskesmas Waru Sidoarjo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(11), 5356–5362. https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i11.1980
Jahiroh, N., & Prihartono, N. (2017). Hubungan stunting dengan kejadian tuberkulosis pada balita. The Indonesian Journal of Infectious Diseases, 1(2), 6–13. https://doi.org/10.32667/ijid.v1i2.7
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Factsheet gizi Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Kisnawaty, S. W., Isnaeni, F. N., & Wulandari, A. (2024). Penanggulangan balita stunting melalui penyuluhan tentang stunting dan pelatihan penyusunan menu sehat untuk keluarga di Desa Joton. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 4(5), 1159–1166. https://doi.org/10.54082/jamsi.1217
Kisnawaty, S. W., Mustikaningrum, F., Dayanti, A. R., Afifah, Styaningsih, A., & Luthfilhadi, F. H. (2025). Pengaruh penyuluhan tentang stunting dan cara pengukurannya terhadap pengetahuan kader di Desa Malangjiwan Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar. Bengawan: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 94–106. [ISI: DOI jika tersedia]
Laily, N., Putri, A. O., Zwagery, R. V., Rahman, F., Wulandari, A., Anggraini, L., & Navijay, A. (2025). Ayah Garda Depan: Program pemberdayaan keluarga berbasis edukasi dan mentoring kolaboratif dalam pencegahan stunting di Desa Sungai Alang. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 4(2), 308–315. https://doi.org/10.56303/jppmi.v4i2.778
Mardhiah, H., Rahma, F. A., & Apriningsih. (2024). Asosiasi pola asuh gizi dan kesehatan dengan kasus balita stunting di area kerja Puskesmas Cikulur, Banten. Jurnal Kesehatan Komunitas, 10(2), [ISI: halaman]. https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss2.1759
Monikasari, Mangalik, G., Davidson, S. M., Renyoet, B. S., & Nugroho, K. P. A. (2024). Penguatan kapabilitas kader posyandu melalui pelatihan antropometri untuk deteksi dini masalah gizi stunting. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 6(2), 338–343. https://doi.org/10.36565/jak.v6i2.795
Nadila, N. N. (2021). Hubungan status gizi stunting pada balita dengan kejadian tuberkulosis. Jurnal Medika Hutama, 2(2), 475–479.
Nataprawira, H. M., Cesilia, C., Tirtosudiro, M. A., Rinawan, F. R., Wulandari, D. A., Sudarwati, S., Hikmat, I. H., Nugraha, H. G., Auguswina, R., Sari, R. M., Susanah, S., & Kartasasmita, C. B. (2024). Tuberculosis (TB) status in under-five children with stunting in Bandung. Global Pediatric Health, 11, Article 2333794X241304375. https://doi.org/10.1177/2333794X241304375
Putra, S. H., Kurniawan, A., Fanani, E., & Marji. (2024). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kedungkandang Kota Malang. Sport Science and Health, 6(9), 968–978. https://doi.org/10.17977/um062v6i92024p968-978
Putri, T. R., Hilmi, I. L., & Salman, S. (2023). Article review: Correlation between BCG immunization against tuberculosis in children. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(1), 237–242. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i1.16
Rahayu, S., Holida, S. S., Jahirin, J., Kurnia, D., & Akmalia, R. (2026). Stunting severity among preschool children in Bandung Regency, Indonesia: Its association with exclusive breastfeeding. HealthCare Nursing Journal, 8(2), 120–128. https://doi.org/10.35568/healthcare.v8i2.7917
Rahmadi, A., Rusyantia, A., & Wahyuni, E. S. (2023). Peningkatan kapasitas kader posyandu tentang antropometri, pemantauan pertumbuhan dan makanan balita melalui pelatihan dan pendampingan dalam rangka pencegahan stunting di Desa Sukamenanti, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 3(6), 1811–1818. https://doi.org/10.54082/jamsi.1027
Sukhalita, S. (2025). Ancaman ganda: Mengungkap hubungan stunting dan tuberkulosis pada anak di Indonesia. RSP Respira Yogyakarta. https://rsprespira.jogjaprov.go.id/ancaman-ganda-mengungkap-hubungan-stunting-dan-tuberkulosis-pada-anak-di-indonesia/
Tim Percepatan Pencegahan Stunting. (2022). Cegah stunting, penguatan dan ketahanan keluarga jadi kunci keberhasilan. Sekretariat Wakil Presiden RI. https://stunting.go.id/cegah-stunting-penguatan-dan-ketahanan-keluarga-jadi-kunci-keberhasilan/
Triani, R., Djafri, D., & Ramadani, M. (2026). Determinan tuberkulosis pada balita di Indonesia (Analisis data Survei Status Gizi Indonesia tahun 2024). Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 855–865. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v5i2.7598
Umniyati, H., Syarip, A., & Subandiyah, I. D. (2025). Pelatihan kader komunitas dalam penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Jakarta Selatan. Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 130–137. https://doi.org/10.70427/smartdedication.v2i1.163
Wijayanti, E., Umniyati, H., & Rifqatussa’adah, R. (2025). Pelatihan kader untuk mencegah ketidakpatuhan pasien TB di Jakarta Pusat. E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 16(2), 245–252. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v16i2.20766
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sarah Nurul Fatimah, Ridha Wahdini, Lia Shafira Arlianty, Candra Fajri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




