https://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/issue/feedJurnal Abdi Masyarakat Indonesia2026-10-05T16:43:17+07:00JAMSIjurnalidcom@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI)</strong> adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. <strong>Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) </strong>terdaftar di LIPI dengan P-ISSN: 2807-6605 dan E-ISSN: 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper.</p> <p><strong>Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) </strong>saat ini terakreditasi <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12004" target="_blank" rel="noopener"><strong>SINTA 5</strong></a> berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026 (<a href="https://drive.google.com/drive/folders/13C0oa5lm4lwM-rQIcdh2ILx3QAbo0YES?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Download SK Akreditasi</a>).</p> <p align="center"><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12004" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://jurnal-id.com/master/images/sinta5.png" /></a></p> <p><strong>Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) </strong>dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Naskah harus dimasukkan dalam <strong>BAHASA INDONESIA. </strong></p> <table border="0"> <tbody> <tr> <td colspan="3"><strong>Informasi Jurnal</strong></td> </tr> <tr> <td width="150">Nama</td> <td>:</td> <td>Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia</td> </tr> <tr> <td>Nama Pendek</td> <td>:</td> <td>JAMSI</td> </tr> <tr> <td>Contact Person</td> <td>:</td> <td>085111544445</td> </tr> <tr> <td>Frekuensi Terbit</td> <td>:</td> <td>6 edisi setiap tahun (Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November)</td> </tr> <tr> <td>DOI</td> <td>:</td> <td>10.54082/jamsi.IDPaper</td> </tr> <tr> <td>P-ISSN</td> <td>:</td> <td>2807-6605 </td> </tr> <tr> <td>e-ISSN</td> <td>:</td> <td>2807-6567</td> </tr> <tr> <td>Author Fees / APC </td> <td>:</td> <td>Rp 500.000,00</td> </tr> <tr> <td>Scope</td> <td>:</td> <td>Semua kegiatan pengabdian masyarakat di berbagai bidang, antara lain : pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan, maupun kegiatan pengabdian masyarakat bidang lainnya.</td> </tr> </tbody> </table> <h1><img src="https://jurnal-id.com/master/images/FrontendJAMSI.jpg" /></h1> <hr /> <h1>Fokus dan Ruang Lingkup</h1> <p><strong>Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI)</strong> menerima artikel untuk hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Pendidikan, Teknik, Sains, Pertanian, Sosial Humaniora, Komputer, Kesehatan, dan bidang lainnya. </p> <p><iframe style="border: 0px #ffffff none;" src="https://author.my.id/widget/graph-oa.php?issn=2807-6567&warna=f1863b" name="statistik" width="100%" height="550px" frameborder="0" marginwidth="0px" marginheight="0px" scrolling="no"></iframe></p>https://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3350Dari Peta Bising ke Perilaku Aman Melalui Noise Exposure Mapping dan Safety Talk2026-09-07T13:15:27+07:00Nur Ambang Maulida2311102413204@umkt.ac.idJusma Zaskia Saputri2311102413017@umkt.ac.idPurwo Setiyo Nugrohoa@a.com<p><em>Kebisingan merupakan bahaya fisik yang banyak ditemukan di lingkungan kerja industri dan dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran akibat kebisingan (Noise-Induced Hearing Loss/NIHL). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran pekerja area welding/workshop PT X dalam mengenali area berisiko kebisingan, serta mendorong penggunaan earplug/earmuff melalui Safety Talk berbasis Noise Exposure Mapping. Kegiatan meliputi identifikasi masalah, pengukuran kebisingan dengan Sound Level Meter pada 14 April 2026, penyusunan Noise Exposure Mapping, Safety Talk sebelum pekerjaan dimulai yang diikuti 14 pekerja, dan observasi pada 18 pekerja. Tingkat kebisingan adalah 95 dBA pada area gerinda, 92 dBA pada area mesin las, 88 dBA pada area fabrikasi, 79 dBA pada area penyimpanan material, dan 72 dBA pada area istirahat. Area gerinda dan mesin las termasuk zona merah, fabrikasi zona kuning, serta penyimpanan material dan area istirahat zona hijau. Jumlah pekerja yang memakai earplug/earmuff meningkat dari 4 menjadi 8 dari 18 pekerja yang diobservasi (22,2% menjadi 44,4%), meskipun masih kurang dari separuh pekerja; laporan kegiatan juga mencatat indikasi peningkatan pemahaman secara kualitatif. Karena kegiatan tidak menggunakan desain pre-test–post-test, instrumen terstruktur, maupun pemeriksaan audiometri, temuan ini diinterpretasikan sebagai indikasi perubahan positif secara observasional, bukan bukti efektivitas intervensi. Safety Talk berbasis Noise Exposure Mapping dapat menjadi pendekatan pemberdayaan yang aplikatif untuk menerjemahkan data lingkungan kerja menjadi informasi keselamatan yang mudah dipahami.</em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Nur Ambang Maulida, Jusma Zaskia Saputri, Purwo Setiyo Nugrohohttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3398Mitigasi Tuberkulosis dan Stunting Berbasis Ketahanan Keluarga Melalui Peningkatan Kapasitas Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Cisondari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat2026-09-18T13:03:34+07:00Sarah Nurul Fatimahsarahnurulfatimah@upi.eduRidha Wahdiniridha.wahdini@upi.eduLia Shafira Arliantyliashafira@upi.eduCandra Fajricandrafajri@student.upi.edu<p><em>Stunting dan Tuberkulosis (TB) pada anak merupakan dua tantangan kesehatan pada masyarakat yang saling berhubungan secara sirkular biologis dan sosial. Kabupaten Bandung mencatatkan prevalensi stunting sebesar 29,2%, serta ditemukannya 14 kasus TB anak di Desa Cisondari dari total 76 kasus di wilayah Puskesmas Pasirjambu. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Cisondari dalam mitigasi terpadu TB-stunting berbasis penguatan ketahanan keluarga. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 37 kader PKK dari 20 RW melalui lima tahapan: sosialisasi lintas sektor, pelatihan terpadu (Kader Cerdas Gizi, Rumah Tangguh TB-Stunting, Sahabat Keluarga Sehat), penerapan media inovasi IPTEK (Buku Saku A5 & Digital QR Code, Lembar Cek Rumah Sehat, Antropometri kit), pendampingan microteaching/roleplay, dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Posyandu. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan kader sebesar 9,73 poin, dari 83,38 (pre-test) menjadi 93,11 (post-test), dengan proporsi kader berkategori pengetahuan sangat baik (skor 90-100) meningkat dari 59,5% menjadi 89,2%. Dengan demikian, peningkatan kapasitas kader melalui paket edukasi interaktif dan instrumen pendampingan praktis menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dalam deteksi dini TB-stunting di tingkat keluarga.</em></p>2026-10-08T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Sarah Nurul Fatimah, Ridha Wahdini, Lia Shafira Arlianty, Candra Fajrihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2975Peran Mahasiswa Psikologi dalam Penguatan Layanan Kesehatan Mental Primer di UPTD Puskesmas Cibiru, Kota Bandung 2026-06-23T11:15:57+07:00Alivia Ashri Fadilaaliviaashri2011@students.unnes.ac.idDyah Ayu Rahmawatiayuyadit@mail.unnes.ac.idAbdul Azisabdulazis.cibiruphc@gmail.com<p><em>UPTD Puskesmas Cibiru sebagai fasilitas kesehatan primer tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeriksaan fisik, tetapi juga berperan dalam penyelenggaraan layanan kesehatan mental masyarakat dari berbagai kelompok usia. </em><em>Namun, keterbatasan tenaga psikologi di layanan primer menjadi tantangan dalam mengoptimalkan upaya promotif dan preventif kesehatan mental. Kegiatan magang ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam penguatan layanan kesehatan mental di UPTD Puskesmas Cibiru melalui berbagai pendekatan. Metode yang digunakan meliputi pendampingan konseling kesehatan dan kesehatan mental dasar bersama petugas promosi kesehatan, penyuluhan kepada berbagai kelompok sasaran mencakup anak, remaja, dan peserta Prolanis (dewasa sampai lansia) yang dilaksanakan sebanyak lima sesi dengan total peserta kurang lebih 180 orang, pembuatan lima poster edukasi kesehatan mental, pendampingan kegiatan P3LP (Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis) bagi siswa SMP, serta asistensi penginputan data kehadiran pasien pada sistem BPJS PCARE dan data kesehatan pasien pada sistem SIKDA (Sistem Informasi Kesehatan Daerah) dan Satu Sehat Indonesia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme masyarakat terhadap materi psikologi yang disampaikan, di mana materi kesehatan mental berhasil menjadi pelengkap bagi program penyuluhan rutin yang sebelumnya hanya berfokus pada kesehatan fisik seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit menular. Selain itu, kehadiran mahasiswa psikologi berdampak pada meningkatnya minat masyarakat untuk berkonsultasi terkait layanan kesehatan mental, yang tercermin dari meningkatnya pertanyaan melalui hotline Puskesmas Cibiru. Kegiatan magang ini secara keseluruhan menunjukkan bahwa mahasiswa psikologi dapat berkontribusi secara aktif dalam mendukung layanan kesehatan mental primer di Puskesmas melalui pendekatan konseling, psikoedukasi, pembuatan media edukasi, dan dukungan administratif.</em></p>2026-10-08T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Alivia Ashri Fadila, Dyah Ayu Rahmawati, Abdul Azishttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3167Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Model Project Based Learning Untuk Peningkatan Kompetensi Guru PAUD2026-07-21T15:35:40+07:00Hendra Sofyana@a.comUswatul Hasniuswatulhasni@unja.ac.idRizki Surya Amandaa@a.comWinda Sherly Utamia@a.comSri Indriani Harianjaa@a.comMasyunita Siregara@a.com<p><em>Pembelajaran Abad 21 menuntut peserta didik mampu berpikir secara kritis dan kreatif untuk menjawab banyaknya tantangan. Model project based learning (pjbl) merupakan salah satu model yang dapat mendorong peserta didik untuk berpikir secara kreatif dan kritis berdasarkan permasalahan dilingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, peran guru sangat dibutuhkan untuk membantu peserta didik mencapainya melalui perencanaan modul ajar. Namun, kenyataannya masih terdapat beberapa guru yang belum memahami</em> <em>konsep dan penerapan project</em> <em>based learning ini di PAUD dan kesulitan mendeskripsikan pada modul ajar. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilaksanakannya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini pemahaman guru lebih lanjut dalam implementasi modul pjbl. Pengabdian kepada Masyarakat ini <strong>bertujuan</strong> untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam merencanakan modul ajar berbasis model project</em> <em>based learning sebagai upaya optimalisasi stimulasi kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif anak usia dini. Metode pelaksanaan yang dilaksanakan meliputi 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Peserta kegiatan ini melibatkan 30 orang guru PAUD yang tergabung dalam HIMPAUDI Bukit Kerman, Kerinci. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dari guru PAUD mengenai konsep model pjbl yang didasarkan perbandingan hasil pretest dan posttes. Keterlibatan dari peserta terlihat dari penyusunan modul ajar yang dilakukan secara berkelompok melalui perencanaan tema dan bentuk kegiatan yang dimuat dalam modul ajar. Kesimpulannya kegiatan ini memiliki manfaat yang baik untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam membuat modul ajar berbasis pjbl. </em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Hendra Sofyan, Uswatul Hasni, Rizki Surya Amanda, Winda Sherly Utami, Sri Indriani Harianja, Masyunita Siregarhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3206Inovasi Desain Stiker Berbasis Artificiall Intelligence: Solusi Keterbatasan Sumber Daya Manusia dalam Pengelolaan Physical Branding Lembaga Pendidikan Non-Formal di Yogyakarta2026-08-11T14:53:04+07:00Danny Sebastiandanny.sebastian@staff.ukdw.ac.idCentaury Harjanicentaury_h@staff.ukdw.ac.idAntonius Rachmat Chrismantoanton@staff.ukdw.ac.id<p><em>Keterbatasan sumber daya manusia di bidang desain menjadi kendala bagi lembaga pendidikan non-formal dalam mengembangkan identitas visual, media promosi, dan suvenir apresiatif bagi siswa. Topik pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) generatif dipilih karena teknologi ini menawarkan solusi desain yang praktis, efisien, dan berbiaya relatif rendah bagi lembaga yang belum memiliki desainer khusus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membimbing mitra dalam merancang stiker berbasis AI sebagai media physical branding sekaligus sarana untuk meningkatkan refreshment saat belajar. </em><em>Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode partisipatif aktif melalui pelatihan, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan berkelanjutan. Tim pengabdi melibatkan kolaborasi bidang teknologi informasi dan desain produk. Peserta kegiatan terdiri atas 10 orang dari unsur manajemen, karyawan Robotics Education Centre cabang Jongke dan Demangan serta Eyelevel cabang Demangan, Yogyakarta. Hasil kegiatan berupa rancangan stiker berbasis generatif AI yang disesuaikan dengan identitas dan kebutuhan masing-masing lembaga. Peserta juga memperoleh pengalaman dalam menyusun konsep, menghasilkan visual dengan bantuan AI, dan mengelola desain untuk kebutuhan branding. Stiker yang dihasilkan dapat digunakan sebagai media promosi dan suvenir apresiatif bagi siswa dalam pembelajaran matematika maupun robotika di masing-masing lembaga. </em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Danny Sebastian, Centaury Harjani, Antonius Rachmat Chrismantohttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3232Optimalisasi Gizi Balita melalui Diversifikasi Pangan Lokal: Edukasi, Pelatihan Produksi, Pengemasan, dan Pelabelan Stik Ikan Kembung Daun Kelor pada Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga di Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara2026-08-14T11:24:31+07:00Reisy Tanereisytane@usu.ac.idNur Ulina Warnisyah Sebayangnurulinawarnisyah@usu.ac.idHizkianta Sembiringhizkiantasembiring@gmail.com<p><em>Stunting remains a major public health concern in Indonesia and is associated with inadequate nutritional intake, particularly animal protein and micronutrients. Kelurahan Kwala Bingai, Stabat District, Langkat Regency, North Sumatra, has local food resources, namely Indian mackerel (Rastrelliger sp.) and moringa leaves (Moringa oleifera), which have not been optimally utilized as nutritious food products. This community service activity aimed to improve the knowledge and practical skills of members of the Family Welfare Empowerment group in utilizing local food resources to produce Indian mackerel and moringa leaf sticks as an alternative nutritious snack for toddlers. The activity was conducted on July 1, 2026, involving 30 participants. The method used was Participatory Learning and Action, combined with nutrition education, product-making demonstrations, hands-on practice, packaging and labeling activities, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The results showed that the participants’ average knowledge score increased from 13.07 before the activity to 18.90 after the activity, representing an absolute increase of 5.83 points or a relative increase of 44.6%. During the practical session, participants were able to follow the main stages of product preparation, including ingredient preparation, dough making, stick formation, frying, and packaging. The activity also produced packaged Indian mackerel and moringa leaf stick products. These findings indicate that the integration of nutrition education and practical training using locally available food resources can improve participants’ knowledge and skills in food processing for toddler nutrition.</em></p>2026-09-09T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Reisy Tane, Nur Ulina Warnisyah Sebayang, Hizkianta Sembiringhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3261Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Kesehatan, Pemeriksaan Kesehatan, dan Gerakan Sadar Obat dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik Berdampak di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat2026-08-23T17:35:05+07:00Adi Hadianaa@gmail.comAdi Putraa@gmail.comAnis Dwi Yulianiskiiecloud@gmail.comDalisya Nailaa@gmail.comDea Kurniawatia@gmail.comIdra Rizqia Khoerunnisaa@gmail.comMochamad Rizky Fauzana@gmail.comRizky Fauzi Musthafaa@gmail.comRizky Sukma Wigenaa@gmail.comDidit Hadayantia@gmail.comYopi Setiawana@gmail.com<p><em>Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan praktis pengetahuan yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Kegiatan terkait kesehatan dalam "KKN Tematik yang Berdampak" di Desa Cibodas dilakukan untuk mengatasi kondisi kesehatan dan kebiasaan penggunaan obat-obatan tertentu di masyarakat yang membutuhkan perhatian. Kegiatan tersebut meliputi pendidikan kesehatan untuk anak usia dini dan siswa sekolah dasar, partisipasi dalam Pos Kesehatan Terpadu (Posyandu), pemeriksaan kesehatan gratis, suplementasi Vitamin D3, dan "Gerakan Sadar Obat" (GSO) dari rumah ke rumah. Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada 25 peserta, termasuk tekanan darah, glukosa darah, asam urat, kolesterol, berat badan, dan tinggi badan. GSO melibatkan kunjungan ke 20 rumah tangga untuk mengamati penggunaan obat-obatan, kondisi, tanggal kedaluwarsa, sumber, dan metode penyimpanan. Hasil menunjukkan beberapa parameter kesehatan yang membutuhkan perhatian, khususnya tekanan darah, asam urat, dan kadar kolesterol. GSO juga mengungkapkan obat-obatan kedaluwarsa, obat-obatan dengan label yang tidak jelas, dan sisa antibiotik yang disimpan untuk digunakan kembali di masa mendatang. Kegiatan-kegiatan ini menyoroti pentingnya pendidikan, observasi, dan bimbingan langsung dalam menumbuhkan kesadaran kesehatan masyarakat.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Adi Hadiana, Adi Putra, Anis Dwi Yuliani, Dalisya Naila, Dea Kurniawati, Idra Rizqia Khoerunnisa, Mochamad Rizky Fauzan, Rizky Fauzi Musthafa, Rizky Sukma Wigena, Didit Hadayanti, Yopi Setiawanhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3317Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus pada Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Parepare2026-08-31T14:17:51+07:00Sena Senasenaenang444@gmail.comFitriani Umara@a.comRini Anggraenya@a.comHaniarti Haniartia@a.com<p><em>Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, antara lain perilaku sedentari, pola makan, obesitas, dan riwayat keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku sedentari, pola makan, obesitas, dan riwayat keluarga dengan kejadian Diabetes Melitus pada Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Kota Parepare dengan populasi sebanyak 198 orang dan sampel sebanyak 132 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), serta pengukuran kadar gula darah sewaktu (GDS) dan indeks massa tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 132 responden, sebanyak 4 responden (3,0%) mengalami Diabetes Melitus. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku sedentari (p=0,386), pola makan (p=0,197-1,000), obesitas (p=1,000), maupun riwayat keluarga (p=0,057) dengan kejadian Diabetes Melitus. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara keempat variabel tersebut dengan kejadian Diabetes Melitus pada Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Parepare, sehingga upaya pencegahan tetap diperlukan melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, pengendalian berat badan, dan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala.</em></p>2026-09-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Sena Sena, Fitriani Umar, Rini Anggraeny, Haniarti Haniartihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3366Edukasi Tata Kelola Pemerintahan Digital melalui Tata Kelola Terminasi Aplikasi bagi Organisasi Perangkat Daerah Kota Tangerang2026-09-09T13:26:12+07:00Bayu Sulistiyanto Ipung Sutejobayu.sulistiyanto@esaunggul.ac.idAndriyanti Asiantotinuk.andriyanti@esaunggul.ac.idDiah Aryanidiah.aryani@esaunggul.ac.idHabibullah Akbarhabibullah.akbar@esaunggul.ac.idJefry Sunupurwa Asrijeffry@esaunggul.ac.id<p><em>Tingginya proliferasi aplikasi di lingkungan pemerintah daerah kerap memicu redundansi fungsional, fragmentasi basis data, serta inefisiensi anggaran operasional teknologi informasi. Guna mendukung keterpaduan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan pemenuhan Indikator 13 Penilaian Pemerintahan Digital (PEMDI), pengelolaan siklus hidup aplikasi melalui prosedur terminasi resmi menjadi agenda strategis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) ini bertujuan mentransfer pengetahuan mengenai tata kelola terminasi aplikasi perangkat daerah. Pelatihan tatap muka berdurasi tiga jam ini dilaksanakan pada Juli 2026 di Ruang Pertemuan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas aparatur pengelola TIK, pranata komputer, dan perencana program dari 4 Organisasi Perangkat Daerah (Diskominfo, Bappeda, BKPSDM, dan Inspektorat Kota Tangerang). Evaluasi ketercapaian dilakukan secara kualitatif dan deskriptif melalui observasi partisipasi aktif, asesmen persepsi terhadap kemudahan modul, serta reviu pemahaman instrumen administrasi. Hasil kegiatan menunjukkan aparatur berhasil menguasai alur rekonstruksi enam tahap terminasi (mulai dari reviu teknis, rekomendasi arsitektur, penetapan keputusan, persetujuan tertulis, eksekusi pemutusan akses, hingga pengarsipan kode sumber dan basis data) serta pemenuhan tiga dokumen kepatuhan formal (Surat Keputusan/Berita Acara Penghentian, Surat Persetujuan Pimpinan/Unit TIK, dan Laporan Hasil Terminasi). Program ini berkontribusi nyata memperkuat kesiapan tata kelola digital daerah dalam menyusun SOP terminasi serta memenuhi kriteria tingkat kematangan PEMDI yang akunta</em><em>. </em></p>2026-10-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Bayu Sulistiyanto Ipung Sutejo, Andriyanti Asianto, Diah Aryani, Habibullah Akbar, Jefry Sunupurwa Asrihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3416Pemberdayaan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) Kuliner melalui Layanan Pesan Antar Makanan dan Sistem Pembayaran: Pendampingan Kedai Desa Rasa Subang Jawa Barat2026-10-05T16:43:17+07:00Inayah Rahmawati Putri Utamiinayahp97@gmail.comRohayati Suci Indrianingsiha@a.comLaras Sirly Safitria@a.comPuri Eka Dewi Fortunaa@a.comGita Vinandaa@a.comMerdian Khairada@a.comFerdi Faturohmana@a.comDewi Nurmalaa@a.com<p><em>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner menghadapi persaingan yang semakin ketat, sehingga penguatan identitas merek dan pemasaran digital menjadi kebutuhan mendesak, termasuk bagi Kedai Desa Rasa Subang yang tingkat pengenalan mereknya masih terbatas dan pemanfaatan platform food delivery-nya belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesiapan digital usaha melalui pendekatan partisipatif dan pendampingan langsung, meliputi rebranding identitas visual, penguatan konten Google Maps dan Instagram melalui penyusunan kalender konten, reaktivasi akun GrabFood yang sebelumnya dinonaktifkan, pendaftaran akun GoFood dan ShopeeFood, serta penyediaan QRIS sebagai alternatif pembayaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan tercapainya reaktivasi satu akun GrabFood, pendampingan pembuatan dua akun platform food delivery baru, dan penyediaan satu fasilitas pembayaran digital melalui QRIS, sehingga Kedai Desa Rasa Subang memiliki tambahan kanal pemasaran dan pembayaran untuk menjangkau konsumen di luar segmen katering yang selama ini menjadi fokus usaha. Dampak terhadap peningkatan transaksi dan omzet belum dapat diukur dalam periode pelaksanaan pengabdian. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pendampingan digital berkelanjutan bagi UMKM kuliner guna memperluas jangkauan pasar dan mendukung keberlanjutan usaha.</em></p>2026-10-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Inayah Rahmawati Putri Utami, Rohayati Suci Indrianingsih, Laras Sirly Safitri, Puri Eka Dewi Fortuna, Gita Vinanda, Merdian Khairad, Ferdi Faturohman, Dewi Nurmalahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2550Penanganan Penyakit Kulit dan Kelamin di Pesantren Muhammadiyah Manafi’ul Ulum Boyolali melalui Edukasi dan Standarisasi Penanganan Awal di Unit Kesehatan Sekolah2025-12-28T13:01:58+07:00Flora Ramona Sigit Prakoeswafrsp291@ums.ac.idSaiful Hidayathidayatlanggeng@gmail.comListiana Masyita Dewilmd123@ums.ac.idRochmadina Suci Bestarirsb156@ums.ac.idErika Diana Risantiedr123@ums.ac.idRatih Pramuningtyasrp110@ums.ac.id<p><em>Penyakit kulit dan kelamin masih memiliki prevalensi tinggi di kalangan remaja terutama di lingkungan yang padat seperti pondok pesantren. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Pondok Pesantren Manafi’ul Ulum Boyolali dengan tujuan meningkatkan pengetahuan santri/santriwati mengenai penyakit kulit dan kelamin serta meningkatkan kapasitas pengelola Unit Kesehatan Sekolah (UKS) melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) deteksi dini dan penanganan awal penyakit dermatovenereologi. Pendekatan community-based intervention dilakukan melalui tahap identifikasi masalah, penyusunan materi edukasi, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, evaluasi pengetahuan, serta penyusunan SOP UKS. Setelah melakukan survei awal dan identifikasi masalah, kami kemudian menyusun materi edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan para santri/santriwati. Setelah memberikan penyuluhan, hasil analisis kami menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan para santri/santriwati mengenai penyakit kulit dan kelamin tergolong cukup baik, namun prevalensi penyakit tetap tinggi. Oleh karena itu, dilakukan upaya tambahan berupa penyusunan SOP sederhana bagi guru di UKS agar mampu mengenali gejala awal serta melakukan penanganan awal terhadap kasus penyakit kulit dan kelamin ringan di lingkungan pesantren. Hasil evaluasi kami menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dan adherensi guru UKS terhadap SOP cukup baik.</em> <em>Kombinasi edukasi kesehatan dan penguatan kapasitas UKS melalui SOP merupakan strategi potensial untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan penyakit kulit dan kelamin di lingkungan pesantren.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Flora Ramona Sigit Prakoeswa, Saiful Hidayat, Listiana Masyita Dewi, Rochmadina Suci Bestari, Erika Diana Risanti, Ratih Pramuningtyashttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3061Implementasi dan Pendampingan Sistem Monitoring Jumlah Jamaah Berbasis Internet of Things untuk Mendukung Digitalisasi Pengelolaan Masjid Nurul Islam Sarimulya2026-06-28T11:25:35+07:00Rohman Nurafijahrohman.urat@gmail.comSteven Meiwidhiastustevenmeiwidhastu0@gmail.comMarshalin Ramadhanmarshalin1710@gmail.comLuki Utomodosen00904@unpam.ac.id<p><em>Pendataan jumlah jamaah di Masjid Nurul Islam Sarimulya masih dilakukan secara manual sehingga jumlah jamaah yang hadir belum tercatat secara teratur dan data yang tersedia sulit digunakan untuk evaluasi kegiatan masjid. Kondisi tersebut mendorong penerapan sistem monitoring jumlah jamaah berbasis Internet of Things (IoT) sebagai bagian dari upaya digitalisasi pengelolaan masjid. Kegiatan ini dilakukan melalui observasi kebutuhan mitra, perancangan sistem, pemasangan perangkat, integrasi perangkat keras dan perangkat lunak, pengujian, serta sosialisasi dan pendampingan kepada pengurus masjid. Sistem menggunakan sensor Time of Flight (ToF) VL53L1X dan mikrokontroler ESP32 untuk mendeteksi jamaah yang melintasi pintu, kemudian data dikirim melalui jaringan Wi-Fi ke basis data MySQL dan ditampilkan melalui dashboard berbasis web. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem dapat melakukan pendeteksian dan pencatatan jumlah jamaah secara otomatis serta menampilkan data hasil monitoring pada dashboard. Pendampingan yang dilakukan juga membantu pengurus memahami penggunaan dan pemantauan sistem. Penerapan sistem ini memberikan cara pendataan yang lebih terstruktur dan terdokumentasi untuk mendukung pengelolaan kegiatan masjid.</em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Rohman Nurafijah, Steven Meiwidhiastu, Marshalin Ramadhan, Luki Utomohttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3184Pendampingan Pemutakhiran Melalui Pendataan Kelahiran dan Kematian Sebagai Upaya Peningkatan Tertib Administrasi di Kelurahan Bontoramba2026-08-08T11:06:11+07:00A. Fitriani Suryadia.fitrianisuryadi30@gmail.comSheruni Sherunia@a.comPipit Amelia Syana@a.comDini Aminartia@a.comCahya Kamilaa@a.comAnis Pratiwia@a.comPutri Amandaa@a.comNia Ramadhani Tumpua@a.comIrmawati Irmawatia@a.comSiska Siskaa@a.comS Muh. Tirtaa@a.comMaulidika BSa@a.com<p><em>Tertib administrasi kependudukan merupakan prasyarat mendasar bagi keberhasilan perencanaan pembangunan di tingkat desa/kelurahan, namun praktiknya masih terkendala rendahnya kesadaran warga dalam melaporkan peristiwa kelahiran dan kematian secara aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola dan kesenjangan pelaporan peristiwa kependudukan di Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, serta mengevaluasi kontribusi program pendampingan pemutakhiran data terhadap peningkatan tertib administrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer hasil pendataan langsung di lima lingkungan: Bontoramba, Dangko, Tombolo, Bulucenrana, dan Moncong-Moncong. Hasil pendataan mencatat 58 peristiwa kematian berbanding hanya 4 peristiwa kelahiran, menghasilkan rasio kelahiran terhadap kematian sebesar 0,07:1. Lingkungan Bulucenrana menyumbang proporsi kematian tertinggi (32,3%), sementara tiga dari lima lingkungan tidak melaporkan satu pun peristiwa kelahiran, mengindikasikan kesenjangan pelaporan yang serius dan berpotensi mendistorsi basis data kependudukan kelurahan. Temuan ini mengonfirmasi sekaligus memperluas teori registrasi vital pasif, yang menyatakan bahwa sistem pelaporan berbasis inisiatif warga cenderung menghasilkan data kelahiran under-recorded dibanding data kematian. Kebaruan penelitian terletak pada penyajian pola disparitas antarlingkungan dalam satu kelurahan yang belum banyak diungkap dalam literatur administrasi kependudukan berbasis KKN, serta rekomendasi model pendampingan berjenjang RT/RW-kelurahan. </em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 A. Fitriani Suryadi, Sheruni Sheruni, Pipit Amelia Syan, Dini Aminarti, Cahya Kamila, Anis Pratiwi, Putri Amanda, Nia Ramadhani Tumpu, Irmawati Irmawati, Siska Siska, S Muh. Tirta, Maulidika BShttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3217Pengembangan Aplikasi Indospace Companion Berbasis Android untuk Mendukung Digitalisasi Layanan pada PT Indospace Group di Shah Alam, Selangor, Malaysia2026-08-11T17:49:23+07:00Deinol Mcdayral200238271@student.ums.ac.idFaizan Fayaz Bhatl200234293@student.ums.ac.idDedi Gunawandedi.gunawan@ums.ac.id<p><em>PT Indospace Group merupakan produsen furnitur yang terintegrasi secara vertikal dan berperan sebagai Original Equipment Manufacturer (OEM), Original Design Manufacturer (ODM), sekaligus produsen kontrak yang melayani pelanggan, arsitek, desainer, kontraktor, distributor, dan mitra dagang melalui showroom serta situs web perusahaan di Shah Alam, Selangor, Malaysia. Mitra dagang dan pelanggan masih menghadapi kendala berupa belum tersedianya aplikasi mobile terpusat, terbatasnya kemudahan pengajuan permintaan penawaran melalui perangkat mobile, serta pemantauan status pengajuan yang belum optimal. Kegiatan ini bertujuan merancang dan mengembangkan aplikasi Android bernama Indospace Companion sebagai media digital yang memusatkan informasi perusahaan sekaligus mempermudah interaksi bisnis dengan mitra dagang. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan bersama tim pengembang (IT developer) perusahaan, perancangan arsitektur Model-View-ViewModel (MVVM) dengan Kotlin dan Jetpack Compose, penyimpanan data lokal menggunakan Room Database, sinkronisasi data melalui Supabase, sepuluh siklus penyempurnaan antarmuka mengikuti pedoman Material Design 3, serta pengujian fungsional menggunakan metode black box testing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aplikasi berhasil dikembangkan dengan tujuh modul utama, yaitu Home, Catalog, Inquiry System, Portfolio, Trade Partner, Company, dan Account, dengan seluruh 12 dari 12 skenario pengujian black box dinyatakan lulus (100%). Kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan aksesibilitas informasi dan kemudahan pengajuan penawaran bagi mitra dagang PT Indospace Group, sebagaimana disampaikan oleh tim pengembang perusahaan bahwa aplikasi ini dinilai memudahkan interaksi bisnis dan berpotensi diadopsi secara berkelanjutan.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Deinol Mcdayra, Faizan Fayaz Bhat, Dedi Gunawanhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3241Penguatan Literasi Digital Remaja melalui Workshop Tentang Cyberbullying, Hoaks, dan Etika Digital di Sekolah Menengah Teologi Kristen Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur 2026-08-18T20:33:25+07:00Orista Yulisty Dandina Moneristamaran01@gmail.comCatur Prio Purnomocaturpriopurnomo@gmail.comKristian Edison Yohanis Melkor Afikristian.edison@gmail.comAdriana Indra Santi Soleidasole12@gmail.comNofriana Baunnovibaun23@gmail.comSimson Mau Kawasimsonkawa2@gmail.com<p><em>Perkembangan penggunaan media sosial di kalangan remaja menghadirkan peluang sekaligus tantangan, terutama dalam menghadapi cyberbullying, hoaks, dan perilaku tidak etis di ruang digital. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, mengevaluasi informasi, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi di media sosial. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperkuat literasi digital remaja melalui workshop pendampingan di SMTK Rote. Kegiatan melibatkan 30 peserta dan dilaksanakan melalui pendekatan workshop partisipatif yang mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, tanya jawab, dan refleksi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan sepuluh indikator literasi digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 3,31 menjadi 4,62 atau sebesar 39,76%. Hasil evaluasi menunjukkan penguatan kemampuan peserta dalam memverifikasi informasi, mengenali karakteristik hoaks, berpikir kritis terhadap informasi digital, serta mengenali dan merespons cyberbullying secara lebih tepat. Hasil ini menunjukkan bahwa workshop mampu memperkuat pemahaman dan kesadaran peserta dalam menggunakan media digital secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Program ini penting sebagai strategi penguatan literasi digital sekaligus pembentukan karakter remaja yang mampu menghadapi risiko dan berinteraksi secara bertanggung jawab di ruang digital berdasarkan nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Orista Yulisty Dandina Mone, Catur Prio Purnomo, Kristian Edison Yohanis Melkor Afi, Adriana Indra Santi Sole, Nofriana Baun, Simson Mau Kawahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3282Penerapan AERIS Untuk Pemantauan Kualitas Udara Bagi Masyarakat Desa Sidokelar, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur2026-08-26T19:27:01+07:00Fadhilatustsani Sofialanasfadhilatustsani@gmail.comYahya Zarkasi Nura@a.comSiti Kommariyaha@a.comM Alfin Faiz Mentaria@a.comIcha Aisyah Dewia@a.comRohmat Rohmata@a.com<p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan AERIS (Air Environment Real-time Intelligent Sensor) sebagai sistem pemantauan kualitas udara bagi Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Sidokelar, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. AERIS ditempatkan di area semi-outdoor Pendopo Balai Desa Sidokelar untuk memberikan informasi suhu, kelembapan, PM2.5, dan indikator gas secara langsung. Kegiatan melibatkan Pemerintah Desa Sidokelar dalam mendukung penempatan dan pemanfaatan sistem sebagai sarana informasi lingkungan. Data hasil pemantauan ditampilkan melalui LCD dan platform Blynk serta disimpan secara historis pada ThingSpeak. Sebanyak 405 rekaman sensor selama periode 2–12 Agustus 2026 dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan rata-rata suhu 30,49 °C, kelembapan 76,06%, PM2.5 sebesar 31,43 µg/m³, dan indeks gas relatif 97,49. Sebanyak 88,40% rekaman berada pada level kualitas udara 1–2, sedangkan 11,60% berada pada level 3–5. Penerapan AERIS memberikan manfaat bagi mitra berupa tersedianya media pemantauan kualitas udara secara langsung, akses pemantauan jarak jauh, dan arsip data historis sebagai bahan informasi serta evaluasi kondisi lingkungan desa. Keterbatasan kontinuitas data dan anomali pembacaan menunjukkan perlunya pengembangan dan kalibrasi sistem lebih lanjut.</em></p>2026-09-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Fadhilatustsani Sofialana, Yahya Zarkasi Nur, Siti Kommariyah, M Alfin Faiz Mentari, Icha Aisyah Dewi, Rohmat Rohmathttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3330Program SAJADAH VENA: Edukasi Kesehatan Multimateri untuk Meningkatkan Pengetahuan Santri Pondok Pesantren Mahasiswa Al Jihad Surabaya2026-09-01T14:53:36+07:00Abraham Ahmad Ali Firdausabraham.ahmad@unusa.ac.idMia Puspitasaria@a.comMochamad Faishal Rizaa@a.comFanty Filianovikaa@a.comRifky Dwi Aditya Iryawanrifkydwiaditya150201@gmail.comAkbar Reza Muhammadakbarreza43@gmail.comNeila Dikhyatul Qolbi Shofa Anasa@a.comMuhammad Farelino Aurea Yuliawana@a.comJesi Lailiyah Sihama@a.comPratama Ghozi Sakinul Jinana@a.comNizwa Shilha Briliantia@a.comIrfan Murdiantoa@a.com<p><strong><em>Latar Belakang: </em></strong><em>Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia dan sebagian besar faktor risikonya dapat dicegah. Aktivitas santri yang menuntut posisi berdiri atau duduk lama juga meningkatkan risiko penyakit vena kronis pada tungkai, sementara pesantren mahasiswa umumnya belum memiliki program deteksi dini yang terstruktur. </em><strong><em>Tujuan: </em></strong><em>Meningkatkan pengetahuan santri mengenai varises vena, faktor risiko kardiovaskular, dan masalah kesehatan prioritas lain melalui edukasi kesehatan multimateri yang didukung kegiatan skrining kesehatan berbasis Posbindu sebagai komponen pendukung program. </em><strong><em>Metode: </em></strong><em>Kegiatan dilaksanakan pada 24 Mei 2026 di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Jihad Surabaya dengan melibatkan 25 santri yang terbagi dalam lima kelompok materi, yaitu tuberkulosis, stres pada mahasiswa, varises vena, infeksi saluran pernapasan akut, dan bahaya merokok. Pendekatan partisipatif dengan desain evaluasi one-group pretest–posttest digunakan untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah edukasi kesehatan multimateri. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir dengan rentang nilai 0–100. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test setelah dilakukan uji normalitas dengan tingkat kemaknaan 5%. </em><strong><em>Hasil: </em></strong><em>Rerata nilai pengetahuan meningkat dari 74,80 ± 16,61 pada pretest menjadi 85,60 ± 16,85 pada posttest. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik berdasarkan uji Wilcoxon signed-rank (p < 0,05), dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 48,0% menjadi 76,0%. <strong>Kesimpulan: </strong>Edukasi kesehatan multimateri dengan dukungan kegiatan skrining berbasis Posbindu menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri segera setelah kegiatan. Perbedaan peningkatan antar kelompok materi perlu ditafsirkan secara hati-hati karena jumlah peserta tiap kelompok terbatas. Keberlanjutan program memerlukan penguatan kader kesehatan santri dan pelaksanaan Posbindu pesantren secara berkala.</em></p>2026-09-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Abraham Ahmad Ali Firdaus, Mia Puspitasari, Mochamad Faishal Riza, Fanty Filianovika, Rifky Dwi Aditya Iryawan, Akbar Reza Muhammad, Neila Dikhyatul Qolbi Shofa Anas, Muhammad Farelino Aurea Yuliawan, Jesi Lailiyah Siham, Pratama Ghozi Sakinul Jinan, Nizwa Shilha Brilianti, Irfan Murdiantohttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3347GEMA TPQ: Strategi KKN dalam Meningkatkan Partisipasi dan Jumlah Santri TPQ Al-Husna di Desa Gembongan2026-09-05T11:28:20+07:00Alya Rachmawatikpm9gembongan@gmail.comAgung Tri Utamakpm9gembongan@gmail.comAlya Atmim Nuronakpm9gembongan@gmail.comAisyah Nur Baitikpm9gembongan@gmail.comLailia Fatimatuz Zahrakpm9gembongan@gmail.comMaulana Azmi Arribatkpm9gembongan@gmail.comAchmad Erfanikpm9gembongan@gmail.comMafrukhin Mafrukhinkpm9gembongan@gmail.comTri Wahyuningsihkpm9gembongan@gmail.comNida'ul Khoirun Nisakpm9gembongan@gmail.comIsma Melatikpm9gembongan@gmail.comSabrina Xena Naveniakpm9gembongan@gmail.comRusliana Ruslianakpm9gembongan@gmail.comAyu Salva Pratamakpm9gembongan@gmail.comAnisa Ell Raharyanikpm9gembongan@gmail.com<p><em>Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan membaca Al-Qur’an dan karakter religius anak sejak usia dini. TPQ Al-Husna di Desa Gembongan menghadapi permasalahan berupa ketidakteraturan kehadiran dan rendahnya partisipasi sebagian santri, yang berkaitan dengan keterbatasan tenaga pengajar, variasi pembelajaran, serta kondisi pendampingan di rumah. Kegiatan pengabdian melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan meningkatkan partisipasi serta jumlah santri melalui strategi GEMA TPQ (Gerakan Menghidupkan dan Memajukan TPQ). Kegiatan dilaksanakan selama enam minggu pada Agustus–September 2026 dengan sasaran santri TPQ Al-Husna. Data Mei–Juli digunakan sebagai data perkembangan sebelum intervensi utama, sehingga angka 58 santri merupakan kondisi awal sebelum rangkaian perkembangan tersebut dan bukan seluruhnya hasil intervensi enam minggu. Metode meliputi identifikasi kondisi awal, pendataan santri, koordinasi dengan pengurus dan orang tua, strategi jemput dan jaga santri, kelas mengaji, permainan edukatif, pendampingan rutin, pencatatan kehadiran, serta monitoring dan evaluasi. Data perkembangan menunjukkan jumlah santri meningkat dari 58 menjadi 84 anak, atau sebesar 44,8% sedangkan selama periode utama GEMA TPQ jumlah santri meningkat dari 70 menjadi 84 anak. Rata-rata frekuensi kehadiran tercatat meningkat dari sekitar tiga menjadi sekitar enam kali per minggu. Hasil ini dipahami sebagai indikasi adanya perubahan partisipasi selama program, bukan sebagai bukti hubungan sebab-akibat, karena dukungan orang tua dan kegiatan TPQ yang telah berlangsung sebelumnya juga dapat berkontribusi. Keberlanjutan program memerlukan pendataan berkala, penguatan kapasitas pengajar, variasi metode pembelajaran, kaderisasi pendamping, serta kerja sama antara pengurus TPQ, orang tua, pemerintah desa, dan masyarakat.</em></p>2026-09-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Alya Rachmawati, Agung Tri Utama, Alya Atmim Nurona, Aisyah Nur Baiti, Lailia Fatimatuz Zahra, Maulana Azmi Arribat, Achmad Erfani, Mafrukhin Mafrukhin, Tri Wahyuningsih, Nida'ul Khoirun Nisa, Isma Melati, Sabrina Xena Navenia, Rusliana Rusliana, Ayu Salva Pratama, Anisa Ell Raharyanihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3392Penyaluran Tanaman Obat Keluarga sebagai Upaya Pemanfaatan Lahan Pekarangan bagi Kelompok Wanita Tani di Rempang Eco City, Kepulauan Riau2026-09-21T21:36:05+07:00R Muhamad Razirazi68812@gmail.comRika Sartikaa@a.comSyaqilla Syaqillaa@a.comNurbella Kurnia Herawatia@a.comYunita Br Situmoranga@a.comSalwa Cahyadia@a.comJhon Agus Frando Sipayunga@a.comFito Anadiansyaha@a.comGege Laudiea@a.comYunisya Azuraa@a.comTri Yuliantoa@a.com<p><em>Lahan pekarangan pada sepuluh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, masih didominasi tanaman sayur-sayuran, sementara pemanfaatan tanaman obat keluarga belum banyak dilakukan. Kondisi ini diperberat oleh keterbatasan luas lahan, belum tersedianya model pengolahan hasil tanaman obat bernilai ekonomi, rendahnya partisipasi sebagian anggota dalam kegiatan bertani, kebutuhan media tanam tambahan yang belum terjangkau secara ekonomi, serta belum terbangunnya jejaring kerja sama antar KWT dalam mengelola kebun tanaman obat secara kolektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan dan menyalurkan tanaman kunyit, jahe, dan kencur kepada sepuluh KWT sebagai stimulan pemanfaatan lahan pekarangan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan observasi kondisi lahan dan kebutuhan mitra, diskusi pemilihan jenis tanaman bersama perwakilan KWT, penyiapan media tanam, uji coba penanaman oleh mahasiswa KKN, hingga penyerahan bibit kepada mitra pada tanggal 09 sampai dengan 24 Agustus 2026. Hasil kegiatan menunjukkan tersalurkannya 100 polybag bibit kunyit, jahe, dan kencur secara merata kepada seluruh sepuluh KWT sasaran, dalam kondisi sehat dan siap tanam. Distribusi ini menambah jenis tanaman pekarangan yang sebelumnya didominasi sayuran. Kegiatan ini masih menghadapi sejumlah kendala, yaitu</em> <em>yaitu lahan pekarangan yang belum tertata, rendahnya partisipasi anggota, kebutuhan media tanam tambahan, ketiadaan model pengolahan hasil bernilai ekonomi, dan lemahnya jejaring antar KWT, sehingga keberlanjutan pemanfaatan bibit ke depan memerlukan pendampingan lanjutan. </em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 R Muhamad Razi, Rika Sartika, Syaqilla Syaqilla, Nurbella Kurnia Herawati, Yunita Br Situmorang, Salwa Cahyadi, Jhon Agus Frando Sipayung, Fito Anadiansyah, Gege Laudie, Yunisya Azura, Tri Yuliantohttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2946Workshop Integrasi Case-Based Learning dan Project-Based Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Praktikum Guru Kimia SMA/MA di Jakarta dan Sekitarnya2026-06-02T16:11:29+07:00Irma Kartikairmaratna@unj.ac.idMuktiningsih Nurjayadimuktiningsih@unj.ac.idUcu Cahyanaucahyana@unj.ac.idSukro Muhabsukromuhab@unj.ac.idAfrizal Afrizalafrizal@unj.ac.idIrwanto Irwantoirwanto@unj.ac.idAhmad Susiloahmaddwis@unj.ac.idRafiuddin Syamrafiuddin_syam@unj.ac.id<p><em>Keterbatasan kompetensi guru kimia SMA dan MA dalam menyusun modul praktikum kontekstual dan mengoperasikan instrumen analitik modern menghambat implementasi pembelajaran berbasis keterampilan abad ke-21. Sebagai respons atas kebutuhan nyata mitra, Program Studi Magister Pendidikan Kimia FMIPA UNJ menyelenggarakan workshop pengabdian kepada masyarakat (PkM) selama dua hari yang melibatkan 40 guru kimia dari wilayah Jabodetabek. Kegiatan mencakup pemaparan materi integrasi Case-Based Learning (CBL) dan Project-Based Learning (PjBL), demonstrasi dan praktik langsung pengoperasian spektrofotometer UV–Vis, ATR-FTIR, dan rotary evaporator, serta penyusunan modul praktikum berbasis material lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual peserta dari rata-rata 61,3% (pre-test) menjadi 84,3% (post-test) dengan normalized gain (N-Gain) rata-rata 0,59 (kategori sedang). Hampir seluruh peserta berhasil mengoperasikan ketiga instrumen analitik dan menyusun delapan draf modul praktikum orisinal berbasis material lokal. Sebanyak 97,5% peserta menyatakan motivasi dan komitmen tinggi untuk mengimplementasikan serta mendiseminasikan hasil workshop di sekolah masing-masing. Program ini berkontribusi pada penguatan kompetensi pedagogis dan profesional guru kimia serta mendukung pembelajaran kimia yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Irma Kartika, Muktiningsih Nurjayadi, Ucu Cahyana, Sukro Muhab, Afrizal Afrizal, Irwanto Irwanto, Ahmad Susilo, Rafiuddin Syamhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3157Pelatihan Pemanfaatan Limbah Organik pada Sistem Pertanian Terintegrasi Sebagai Upaya untuk Mendukung Budidaya Tanaman secara Organik di Lahan III CV. GS Organik Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang2026-07-19T09:48:45+07:00Suprionisius Lejato De Carvalhoatodecarvalho@gmail.comHenderikus Darwin Bejaa@gmail.comGabriel Otan Apelabia@gmail.com<p><em>CV. GS Organik merupakan pusat pembelajaran bagi mahasiswa, siswa, dan masyarakat. Perusahaan ini berfokus pada budidaya organik melalui sistem pertanian terintegrasi yang mencakup tanaman, peternakan, dan perikanan. Penerapan sistem ini menghasilkan limbah ternak, yang selain digunakan sebagai pupuk dasar, juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk bokashi. Oleh karena itu, dimanfaatkanlah limbah ternak dan bahan-bahan di sekitar Lahan III CV. GS Organik untuk mengolah pupuk bokashi demi mengatasi masalah limbah sekaligus menjaga keberlanjutan budidaya organik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui pemaparan materi dan demonstrasi pembuatan pupuk bokashi. Pelatihan ini melibatkan Mahasiswa Vokasi Logistik Militer Universitas Pertahanan Politeknik Ben Mboi Belu, Mahasiswa Universitas Nusa Cendana, serta Siswa SMKN 1 Taebenu. Para peserta terlibat aktif mulai dari persiapan bahan hingga proses pembuatan pupuk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah limbah pertanian terintegrasi menjadi pupuk organik. Keterampilan ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri untuk mendukung pertanian yang maju tanpa merusak lingkungan. Berdasarkan analisis laboratorium, pupuk bokashi yang dihasilkan memiliki kandungan N+P+K sebesar 3,53% dan C-Organik sebesar 23,78%. Hasil tersebut membuktikan bahwa pupuk bokashi ini telah memenuhi standar mutu pupuk organik padat.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Suprionisius Lejato De Carvalho, Henderikus Darwin Beja, Gabriel Otan Apelabihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3204Pendampingan Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Insinerator Ramah Lingkungan di Pondok Pesantren Hubbul Khoir, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah2026-08-12T16:56:10+07:00Sutrisno Ibrahimsutrisno@staff.uns.ac.idFaisal Rahutomofaisal_r@staff.uns.ac.idSubuh Pramonosubuhpramono@staff.uns.ac.idJoko Hariyonojokohariyono@staff.uns.ac.idMuhammad Hamka Ibrahimhamka@staff.uns.ac.idJosaphat Tetuko Sri Sumantyojosaphat@staff.uns.ac.idMeiyanto Eko Sulistyomekosulistyo@staff.uns.ac.idTofa Aditya Putratofaaditya3@student.uns.ac.id<p><em>Peningkatan jumlah santri dan aktivitas pendidikan di Pondok Pesantren Hubbul Khoir, Kabupaten Sukoharjo berdampak pada meningkatnya timbulan sampah domestik yang belum terkelola optimal sehingga memicu praktik pembakaran terbuka. </em><em>Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada April hingga Juli 2026 ini bertujuan mengimplementasikan insinerator ramah lingkungan sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis pesantren. Metode pelaksanaan meliputi survei timbulan sampah, perancangan dan fabrikasi insinerator double chamber kapasitas 700 Liter terintegrasi wet scrubber, edukasi prinsip 3R, pelatihan operasional, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan insinerator beroperasi optimal pada volume isian 200–300 Liter dengan durasi pembakaran 15–20 menit pada suhu ruang sekunder 800 °C – 900 °C, menghasilkan efisiensi reduksi volume sampah sebesar 88,8% dan reduksi massa sebesar 86,0%. Penerapan wet scrubber terbukti menurunkan konsentrasi partikulat gas buang sebesar 78,5% (menjadi 45,2 mg/Nm³), menekan kadar karbon monoksida hingga 24,2 ppm, serta menghasilkan asap buangan dengan opasitas di bawah skala 1 Ringelmann. Program pendampingan ini berhasil meningkatkan pemahaman 28 santri mengenai prinsip 3R sebesar 86,9% (skor rata-rata naik dari 46,8 pada pre-test menjadi 87,5 pada post-test), meningkatkan kepatuhan pemilahan sampah santri hingga 84%, serta mencetak 6 operator yang kompeten menjalankan SOP dan K3. Keberadaan insinerator dan tim pengelola lingkungan internal berhasil mewujudkan kemandirian pesantren dalam mengolah sampah residu secara bersih, aman, dan berkelanjutan</em><em>.</em></p>2026-09-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Sutrisno Ibrahim, Faisal Rahutomo, Subuh Pramono, Joko Hariyono, Muhammad Hamka Ibrahim, Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Meiyanto Eko Sulistyo, Tofa Aditya Putrahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3228Strategi Komunikasi Partisipatif dalam Penguatan Peran Perpustakaan sebagai Ruang Literasi Anak di Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo, Surabaya2026-08-13T13:53:20+07:00Fikry Zahria EmeraldienFikry.zahria.emeraldien@uinsa.ac.idAlifiyah Rahmawatialifiarahmawati13@gmail.comDilfikar Akbardilfikarakbar153@gmail.comLailatul Arifahlailatulariefah28@gmail.comMuhammad Kevin Zuhri Purwantozuhrie1996@gmail.comNurul Putri Meganpmega2334@gmail.comPashya Nanda Mutyaasyananda0510@gmail.com<p><em>Perpustakaan Balai RW 7 Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, memiliki koleksi buku dan fasilitas belajar yang memadai, namun pemanfaatannya sebagai ruang literasi anak belum optimal terutama pada masa liburan sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang literasi anak melalui strategi komunikasi partisipatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang dilaksanakan oleh enam mahasiswa KKN selama 40 hari. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan Program 3B (Belajar, Berkreasi, dan Bermain), pendampingan media sosial perpustakaan, serta evaluasi melalui observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata 25-30 anak berpartisipasi aktif pada setiap pertemuan, meningkatnya antusiasme anak terhadap kegiatan literasi, serta berubahnya perpustakaan yang sebelumnya kurang optimal menjadi ruang belajar dan bermain yang lebih hidup. Keberlanjutan program didukung oleh keterlibatan pengurus perpustakaan, ketua RW dan warga setempat sehingga memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang literasi anak yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Alifiyah Rahmawati, Fikry Zahria Emeraldien, Dilfikar Akbar, Lailatul Arifah, Muhammad Kevin Zuhri Purwanto, Nurul Putri Mega, Pashya Nanda Mutyahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3258Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembuatan Kombinasi Serbuk Daun Kelor dan Abon Ikan Lele sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Baumata Timur2026-08-24T14:53:23+07:00Priska Ernestina Tendapriskafarmasikupang@gmail.comMaria Yangsye Lenggua@a.comPutra Jiwamurwa Pama Tjitdaa@a.com<p><em>Stunting berkaitan dengan kekurangan gizi kronis dan berbagai faktor kesehatan terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, sehingga edukasi gizi berbasis pangan lokal penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi pencegahan stunting melalui pemanfaatan daun kelor dan ikan lele serta mengevaluasi pengetahuan peserta menggunakan pre-test dan post-test lima butir pilihan ganda. Pre-test diikuti 29 peserta dan post-test 28 peserta; karena jumlah peserta berbeda dan pasangan individu belum tervalidasi, hasil dianalisis secara deskriptif. Rata-rata skor berubah dari 97,24 menjadi 95,00. Proporsi jawaban benar meningkat pada butir manfaat kelor (93,1% menjadi 100%), nutrisi ikan lele (96,6% menjadi 100%), dan pengolahan kelor (96,6% menjadi 100%), sedikit menurun pada penyebab stunting (100% menjadi 96,4%), serta menurun pada butir kombinasi kelor-abon lele (100% menjadi 78,6%). Hasil menunjukkan pengetahuan awal peserta sudah sangat tinggi sehingga terjadi ceiling effect. Edukasi mempertahankan pemahaman tinggi pada sebagian besar topik, tetapi materi dan instrumen terkait kombinasi kelor-lele perlu diperjelas dan evaluasi berikutnya sebaiknya menggunakan data berpasangan.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Priska Ernestina Tenda, Maria Yangsye Lenggu, Putra Jiwamurwa Pama Tjitdahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3309Sosialisasi Dan Praktik Pembuatan Sabun Dari Minyak Jelantah Sebagai Upaya Pemberdayaan Sosial Bagi TP-PKK Desa Toapaya Selatan2026-08-29T15:35:38+07:00Ahmad Bahrun Naim2201020106@student.umrah.ac.idAdinda Adriana Kurnia Silfa Saputria@a.comAprilani Lilis Martha Siahaana@a.comNovriyanti Br Hombinga@a.comAurellya Nathazzaa@a.comEster Lusiana Silitongaa@a.comDliya Radhiyyah Solehah Sr.a@a.comEunike Natavity Saragiha@a.comGiovano Deva Altarezaa@a.comKevin Zhenga@a.comZaitun Zaituna@a.com<p><em>Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan apabila dibuang atau digunakan secara berulang tanpa pengelolaan, namun pengetahuan warga mengenai risiko tersebut, termasuk pada ibu-ibu TP-PKK Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membekali pemahaman dan keterampilan anggota TP-PKK dalam mengolah minyak jelantah menjadi sabun melalui pendekatan sosialisasi dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 di Balai Desa Toapaya Selatan, diikuti oleh 49 peserta yang terdiri atas 29 anggota TP-PKK sebagai sasaran utama dan 20 mahasiswa KKN sebagai fasilitator. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi dampak minyak jelantah, demonstrasi, serta praktik pembuatan sabun padat berbasis saponifikasi NaOH melalui sembilan tahap, mulai dari penjernihan hingga curing selama 3–4 minggu. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipasi dan kemampuan peserta menyelesaikan tahapan praktik. Hasil menunjukkan seluruh peserta mampu mengikuti seluruh tahapan pembuatan sabun dengan pendampingan serta menunjukkan partisipasi aktif selama sosialisasi dan praktik. Kegiatan ini membekali TP-PKK Desa Toapaya Selatan dengan pengetahuan dan keterampilan awal untuk mengelola minyak jelantah secara mandiri, meskipun keberlanjutannya masih memerlukan pendampingan lanjutan dan dukungan kelembagaan PKK setempat.</em></p>2026-09-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Bahrun Naim, Adinda Adriana Kurnia Silfa Saputri, Aprilani Lilis Martha Siahaan, Novriyanti Br Hombing, Aurellya Nathazza, Ester Lusiana Silitonga, Dliya Radhiyyah Solehah Sr., Eunike Natavity Saragih, Giovano Deva Altareza, Kevin Zheng, Zaitun Zaitunhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3362Pembuatan Mading Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebagai Media Edukasi Siswa SMP Negeri 16 Samarinda2026-09-10T09:33:25+07:00Aura Azizaauraaziza53@gmail.comCintya Nabila Pramuditacintyanp92@gmail.comMiranda Mirandamirnda275@gmail.comNur HasanahNurhasanah190624@gmail.comAiyla Aliaiylaali37@gmail.comJagadhita Putri Isnawan dhitaputri506@gmail.comMaria Meriyana Christy Sidhartamariachristy760@gmail.comMuhammad Rifqi Helmia@a.com<p><em>Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di tingkat sekolah menengah pertama membutuhkan media informasi yang menarik, sederhana, dan mudah diakses oleh peserta didik. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan Mading Sekolah Siaga Kependudukan sebagai media informasi dan edukasi yang mendukung pelaksanaan program SSK di SMP Negeri 16 Samarinda. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juli 2026 menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara semi-terstruktur. Proses kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal mading, wawancara dengan guru pembina SSK, penentuan tema, penyusunan materi, perancangan poster, pencetakan, pemasangan, serta evaluasi setelah mading dipajang selama tiga hari. Mading memuat tujuh tema yang dekat dengan kehidupan remaja, yaitu anti-bullying, bijak bermedia sosial, gizi seimbang, bahaya narkoba, pengaruh pola makan tidak sehat, pernikahan dini, dan perencanaan masa depan. Hasil evaluasi melalui wawancara dengan empat peserta didik dan satu guru menunjukkan respons positif terhadap isi, tampilan, keterbacaan, dan manfaat mading sebagai media edukasi. Namun, informan juga memberikan masukan mengenai lokasi penempatan mading dan kepadatan informasi pada beberapa poster. Secara keseluruhan, kegiatan berhasil menghasilkan media edukasi yang informatif, menarik, dan relevan sebagai media informasi pendukung program Sekolah Siaga Kependudukan di lingkungan sekolah.</em></p>2026-09-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Aura Aziza, Cintya Nabila Pramudita, Miranda Miranda, Nur Hasanah, Aiyla Ali, Jagadhita Putri Isnawan , Maria Meriyana Christy Sidharta, Muhammad Rifqi Helmihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3411Meningkatkan Minat dan Keterampilan Siswa melalui Pelatihan Budidaya Hidroponik Pakcoy (Brassica rapa L.) dengan Menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL)2026-09-22T14:23:21+07:00Vio Wijayaviowijaya119@gmail.comSiti Nur Aisyah Afni Dujanisitinuraisyahafni121@gmail.comNofita Ardhananofitaardhana@gmail.comMauda Ramadhantymaudaarty@gmail.comAnnisa NurhikmahAnnisa.nurhikmah125@gmail.comMohammad Nurcahyamuhammadnurcahya017@gmail.comAdam Amal Rullahadam.mudya27@gmail.comDewi Rositadewi.rosita@fkip.unmul.ac.idNooryani Nooryaniyanietris06@gmail.com<p><em>Rendahnya minat belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran biologi seringkali disebabkan oleh metode pembelajaran yang teoritis serta kurang optimalnya pemanfaatan sarana dan prasarana di sekolah. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi fasilitas Greenhouse di SMA Negeri 5 Samarinda serta memberikan pengalaman belajar melalui pelatihan budidaya hidroponik pakcoy (Brassica Rapa L.) menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL). Kegiatan ini melibatkan 114 siswa kelas XII dan dilaksanakan dalam 3 tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. </em><em>Metode yang diterapkan meliputi penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, praktik langsung, dan pengamatan pertumbuhan tanaman. Evaluasi program dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan perbandingan skor angket respon berbasis skala Likert sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 2,07 (kategori rendah) menjadi 3,18 (kategori tinggi) atau peningkatan skor sebesar 1,11 poin. Peningkatan skor tersebut menunjukkan adanya perubahan respon siswa terhadap kegiatan pelatihan budidaya hidroponik pakcoy berbasis MOL. Berdasarkan indikator yang diukur melalui kuesioner, kegiatan memberikan respon positif terhadap minat, pemahaman, dan persepsi siswa mengenai budidaya hidroponik pakcoy berbasis MOL. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktik langsung kepada siswa dalam menerapkan teknik budidaya hidroponik serta memanfaatkan MOL dalam kegiatan pembelajaran kontekstual.</em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Vio Wijaya, Siti Nur Afni Dujani, Nofita Ardhana, Mauda Ramadhanty, Annisa Nurhikmah, Mohammad Nurcahya, Adam Amal Rullah, Dewi Rosita, Nooryani Nooryanihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2253Penerapan Teknologi Produksi Olahan Pangan Berbasis Mocaf Bimo CF untuk Pemberdayaan KWT Sinar Tani dan UD Usaha Mandiri di Banjarnegara, Jawa Tengah2025-09-27T05:34:55+07:00Santi Dwi Astutisanti.astuti@unsoed.ac.idFurqon Furqonfurqon@unsoed.ac.idNur Aininur.aini@unsoed.ac.idBerlilana Berlilanaberli@amikompurwokerto.ac.idMelia Dianingrummeliadianingrum@amikompurwokerto.ac.id<p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha serta anggota kelompok wanita tani dalam mengolah mocaf (<em>Modified Cassava Flour</em>) Bimo CF sebagai bahan pangan alternatif bebas gluten. Program dilaksanakan di UD Usaha Mandiri dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar Tani, Kabupaten Banjarnegara, dengan fokus pada diversifikasi produk pangan berbasis mocaf, seperti <em>cookies</em>, <em>brownies</em>, <em>muffin</em>s, <em>egg rolls</em>, mie, dan <em>flakes</em> bebas gluten. Pelatihan menggunakan metode kombinasi teori dan praktik langsung, yang terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Hasil <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata kenaikan pemahaman peserta sebesar 57,25% saat teori dan 68% saat praktik pelatihan. Produk bebas gluten yang diajarkan mendapat respons positif dari peserta karena sesuai dengan tren pasar dan kebutuhan diet sehat. Kegiatan ini tidak hanya berhasil memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan teknologi pengolahan pangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi UD Usaha Mandiri dan KWT Sinar Tani.</p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Santi Dwi Astuti, Furqon Furqon, Nur Aini, Berlilana, Melia Dianingrumhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3048Pelatihan Foto, Video, dan Google Gemini bagi UMKM Kuliner untuk Destination Branding Kampung Kuliner Halal Kauman, Surakarta2026-07-08T06:38:43+07:00Ibnu Kuncorobrotoibnukuncorobroto@staff.uns.ac.idHermansyah Muttaqina@a.comSigied Himawan Yudhantoa@a.com<p><em>Kampung Kuliner Halal Kauman di Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, berkembang sejak 2021 sebagai kawasan kuliner halal berbasis kearifan lokal. Namun, pelaku UMKM anggota KELEMAN masih mempromosikan produk dengan foto seadanya dan belum memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk pemasaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas digital pelaku UMKM kuliner dalam membuat foto dan video produk serta memanfaatkan Google Gemini untuk mendukung destination branding “Kampung Kuliner Halal”. Kegiatan memakai pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan lima tahap, yaitu identifikasi masalah, perencanaan, tindakan berupa pelatihan dan pendampingan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Pelatihan berlangsung pada 2 Juni 2026 dan diikuti 30 peserta. Capaian diukur dengan pre-test dan post-test, rubrik penilaian karya, lembar observasi, dan angket kepuasan. Hasilnya, skor pengetahuan peserta naik dari 50,00 menjadi 82,33 (N-gain 0,65, kategori sedang). Peserta mempraktikkan fotografi produk, pembuatan video promosi dengan CapCut, dan pemanfaatan Google Gemini untuk menyusun ide konten, caption, serta narasi promosi. Kegiatan juga mendorong penyusunan pesan promosi yang lebih konsisten untuk mendukung identitas “Kampung Kuliner Halal”. Dengan demikian, pelatihan terpadu yang partisipatif ini meningkatkan pengetahuan dan memberikan pengalaman praktik promosi digital bagi pelaku UMKM anggota KELEMAN.</em></p>2026-10-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ibnu Kuncorobroto, Hermansyah Muttaqin, Sigied Himawan Yudhantohttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3178Pendataan Potensi dan Karakteristik UMKM untuk Pengembangan Ekonomi Desa Balumbungan2026-08-08T12:42:14+07:00Azikin Azikina@gmail.comMuhammad Gusril Fauzan Algamara@gmail.comResky Ariftia@gmail.comPitriani Pitriania@gmail.comDeswita Putri Maharania@gmail.comAdelia Adeliaa@gmail.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi serta karakteristik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Balumbungan, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, sebagai dasar dalam penyusunan strategi pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan survei, obeservasi lapangan, dan wawancara terhadap 50 pelaku UMKM yang ada di enam dusun.</em><em> Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta analisis tematik untuk memperoleh gambaran kondisi UMKM secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM di Desa Balumbungan didominasi oleh usaha perdagangan eceran berskala mikro yang masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan modal, rendahnya akses terhadap pembiayaan, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Selain itu, ditemukan tiga usaha kue kering berbasis bahan baku lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi kemasan, penguatan identitas merek, dan pemasaran digital. Sebaran UMKM menunjukkan bahwa Dusun Sunggumanai dan Panaikang memiliki jumlah pelaku usaha terbanyak sehingga berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa. Penelitian ini menghasilkan data dasar yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa dan pemangku kepentingan dalam merancang program pemberdayaan UMKM yang lebih tepat sasaran serta mendukung pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Azikin Azikin, Muhammad Gusril Fauzan Algamar, Resky Arifti, Pitriani Pitriani, Deswita Putri Maharani, Adelia Adeliahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3215Penguatan Motivasi dan Kompetensi Guru di Kota Tangerang, Banten Untuk Mendukung Kinerja Pembelajaran dan Kesiapan Sertifikasi Profesi 2026-08-12T18:13:06+07:00Mochamad Rizki Sadikinmochamad.rizki@mercubuana.ac.idYuhasril Yuhasrilyuhasril@mercubuana.ac.id<p><em>Perkembangan pendidikan vokasi membuat guru SMK Akuntansi perlu terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya agar pembelajaran sejalan dengan kebutuhan dunia pekerjaan. Beberapa tantangan yang masih dihadapi adalah masih terbatasnya pemahaman guru mengenai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM), serta belum meratanya motivasi untuk mengikuti pengembangan kompetensi dan sertifikasi profesi. Kondisi ini berdampak pada proses pembelajaran sehingga kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja menjadi kurang optimal. Sebagai sarana mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mempunya tujuan meningkatkan motivasi dan kompetensi guru MGMP Akuntansi Keuangan dan Lembaga (AKL) Kota Tangerang melalui pelatihan penerapan SAK EMKM, pemberian motivasi, dan pendampingan dalam persiapan sertifikasi profesi. Kegiatan dilaksanakan dengan mengundang 30 orang guru SMK Akuntansi melalui identifikasi kebutuhan peserta, penyampaian materi, diskusi, praktik menggunakan studi kasus, simulasi, serta evaluasi hasil pelatihan. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukan lebih dari 80 persen menunjukan pemahaman yang lebih baik tentang motivasi dan pentingnya kompetensi. Kegiatan ini juga meningkatkan kerjasama antara perguruan tinggi dan MGMP dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, program ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kompetensi guru, memperbaiki kualitas pembelajaran akuntansi, serta mendukung kesiapan lulusan SMK untuk memasuki dunia kerja.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Mochamad Rizki Sadikin, Yuhasril Yuhasrilhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3239Edukasi Berbasis Booklet Tanaman Obat Keluarga untuk Meningkatkan Pengetahuan Lansia tentang Asam Urat di Kelurahan Jatirangga, Kota Bekasi, Jawa Barat 2026-08-18T21:21:08+07:00Angki Purwantirizana.fajrunnimah@gmail.comFira Kuswandaririzana.fajrunnimah@gmail.comHaryadi Haryadirizana.fajrunnimah@gmail.comRizana Fajrunni'mahrizana.fajrunnimah@gmail.com<p><em>Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada usia lanjut adalah penyakit asam urat, yang membutuhkan pemahaman yang baik tentang faktor risiko, pola makan, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang penyakit asam urat melalui edukasi kesehatan yang didasarkan pada booklet yang berisi informasi tentang tanaman obat keluarga (TOGA). Dengan partisipasi 35 lansia, kegiatan tersebut diadakan di RT/RW 01/08 Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Pretest, penyuluhan interaktif menggunakan media booklet, metode diskusi dan tanya jawab, serta posttest adalah bagian dari kegiatan. Pengetahuan dinilai melalui sepuluh pertanyaan yang memberikan skor antara 0 dan 30, dan dikategorikan menjadi kurang, cukup, dan baik. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 8,82 pada pretest menjadi 21,09 pada posttest. Sebelum edukasi, 80% peserta termasuk dalam kategori pengetahuan kurang, dan hanya 5,71% termasuk dalam kategori pengetahuan baik. Peserta dalam kategori pengetahuan baik 71,43%, dan tidak ada peserta dalam kategori kurang setelah edukasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan lansia tentang penyakit asam urat telah meningkat melalui kegiatan edukasi berbasis komunitas yang didukung oleh booklet dan informasi TOGA. Dengan melihat retensi pengetahuan dan perubahan perilaku kesehatan, edukasi yang dilakukan bermanfaat bagi lansia.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Angki Purwanti, Fira Kuswandari, Haryadi Haryadi, Rizana Fajrunni'mahhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3272Pemberdayaan Kader Posyandu Meningkatkan Keterampilan Dalam Mencegah Stunting dengan Metode Pangan Desa Bersinar di Nagari Pilubang Padang Pariaman2026-08-27T14:47:35+07:00Fitri Wahyunifitriiwahyuniss@gmail.comRini Rahmayantia@a.comAngelia Leovitaa@a.com<p class="p1" style="margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: 36.0pt;"><em><span lang="IN" style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Cambria',serif;">Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang memerlukan upaya pencegahan berbasis keluarga dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pencegahan stunting melalui <span class="s2"><strong>Metode Pangan Desa BERSINAR</strong></span><span class="s1">, yaitu pemanfaatan pangan lokal dengan hasil yang </span><span class="s2"><strong>BERagam, SIap saji, memiliki NilAi gizi, dan Ramah anak</strong></span><span class="s1">. Kegiatan dilaksanakan di Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman melalui sosialisasi dan edukasi, pelatihan deteksi dini serta pemantauan pertumbuhan balita, pelatihan pengolahan pangan lokal, serta pelatihan pengemasan dan branding produk. Bahan pangan lokal seperti singkong dan pisang diolah menjadi produk pangan bergizi berupa stik kulit singkong dan banana cookies. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 61 menjadi 87 pada post-test atau meningkat sebesar 42,6%. Kader juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam pengolahan pangan lokal, pemantauan pertumbuhan balita, pengemasan dan branding produk, serta kesiapan berperan sebagai edukator dan pendamping keluarga dalam pencegahan stunting. Metode Pangan Desa BERSINAR dapat menjadi pendekatan pemberdayaan kader yang inovatif dalam mengoptimalkan potensi pangan lokal sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.</span></span></em></p>2026-09-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Fitri Wahyuni, Rini Rahmayanti, Angelia Leovitahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3327Pengembangan Kawasan Ekoriparian Terpadu Berbasis Komunitas: Upaya Konservasi Lingkungan dan Edukasi2026-08-31T17:33:54+07:00Azka Aulia Fazaazkaazaufa2813@gmail.comRanty Wulandaria@a.comEko Budi Prastyoa@a.comHafiz Nurqoria@a.comMoh Aminulloha@a.comMuhammad Reza Ardiansyah Putra Pratamaa@a.com<p><em>Kawasan ekoriparian merupakan area transisi antara aliran sungai dan daratan di sekitarnya yang berperan penting secara ekologis, yakni menyaring bahan pencemar sebelum masuk ke badan air, meredam potensi banjir, sekaligus menjadi ruang belajar dan pelestarian lingkungan bagi warga sekitar. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan pengembangan kawasan ekoriparian berbasis komunitas di Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, dengan fokus pada keterlibatan masyarakat, edukasi lingkungan, dan kerja sama lintas pihak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 5 informan, informan yang terdiri atas Pak Wisnu ketua RT setempat, Pak Agung Gunawan ketua RW setempat, Daffa ketua Sahabat Hijau Ekologi, Abah Asep Solihin pengurus Ekoriparian dan Pak Ali Sutardi pengurus Ekoriparian. Data dikumpulkan pada satu bulan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Sukaragam terlibat dalam pemeliharaan lingkungan, penanaman, pemantauan kondisi kawasan, dan kegiatan edukasi. Komunitas Sahabat Hijau Ekologi berperan sebagai salah satu penggerak dalam mendukung dan mengorganisasi kegiatan pengelolaan kawasan. Kegiatan edukasi lingkungan yang dilakukan melalui keterlibatan langsung memberikan kesempatan kepada masyarakat, terutama generasi muda, untuk memahami kondisi lingkungan sekaligus mengenal tindakan konservasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pengembangan kawasan menunjukkan perlunya kerja sama antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha agar pengelolaan dapat berlangsung secara konsisten dan tidak bergantung pada satu pihak. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan kawasan ekoriparian Desa Sukaragam tidak hanya berkaitan dengan penataan fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh keterlibatan masyarakat, keberlanjutan edukasi, dan koordinasi antarpihak. Berdasarkan temuan tersebut, penguatan kapasitas komunitas dan pelaksanaan edukasi lingkungan secara berkala menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.</em></p>2026-09-19T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Azka Aulia Faza, Ranty Wulandari, Eko Budi Prastyo, Hafiz Nurqori, Moh Aminulloh, Muhammad Reza Ardiansyah Putra Pratamahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3343Pendampingan Orang Tua dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Kaya Literasi di PKBM Anggrek Bulan Desa Grogol Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi 2026-09-05T10:48:49+07:00Widya Nusantarawidyanusantara@unesa.ac.idRofik Rosyanafirofikjalal@unesa.ac.idAli Yusufaliyusuf@unesa.ac.id<p><em>Rendahnya keterlibatan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung literasi anak menjadi permasalahan penting dalam pendidikan keluarga. Banyak orang tua belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk membangun budaya literasi di rumah, padahal keluarga merupakan lingkungan awal dan utama dalam perkembangan literasi anak. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar kaya literasi melalui program pendampingan berbasis komunitas. Metode pengabdian menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 45 orang tua peserta PKBM Anggrek Bulan, Desa Grogol, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, melalui pelatihan, praktik, dan refleksi bersama. Evaluasi dilakukan melalui tes 15 butir soal untuk mengukur pemahaman peserta dan observasi untuk menilai keterampilan praktik. Data tes dianalisis secara deskriptif menggunakan N-gain score. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 70,13 pada pre-test menjadi 82,36 pada post-test, dengan N-gain sebesar 0,41 dalam kategori sedang. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa peserta mulai mampu menerapkan keterampilan dalam menciptakan lingkungan belajar kaya literasi, antara lain melalui penataan sudut baca sederhana, pemilihan bahan bacaan sesuai usia anak, dan perancangan aktivitas membaca bersama. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta serta indikasi penguatan keterampilan praktis orang tua dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar kaya literasi di lingkungan keluarga.</em></p>2026-09-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Widya Nusantara, Rofik Rosyanafi, Ali Yusufhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3385Pemasangan Reflektor Jalan guna Meningkatkan Keselamatan Berkendara di Wilayah Purwoasri–Purwosari, Metro Utara2026-09-13T16:34:01+07:00Suharni Suharnia@a.comPutri Octha Oliviyaniputriocthaoliviyani18@gmail.comRisya Fatiaa@a.comGibral Putraa@a.comM.Aril Setiawana@a.comM.Reza Pratamaa@a.comBetrand Arvellya@a.comRahmat Renaldia@a.comSefta Rizwana@a.com<p><em>Minimnya penerangan jalan umum dan belum tersedianya penanda batas jalan pada ruas perbatasan Kelurahan Purwoasri–Purwosari, Kecamatan Metro Utara, dapat mengurangi visibilitas pengguna jalan pada malam hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas batas jalan melalui pemasangan reflektor sebagai sistem delineasi pasif. Kegiatan dilaksanakan melalui survei lapangan, fabrikasi patok reflektor berbahan pipa Polyvinyl Chloride (PVC) yang dilengkapi material retroreflektif, pemasangan patok pada bahu jalan dengan pengunci beton, serta pengujian fungsi pada malam hari menggunakan sorot lampu kendaraan. Evaluasi dilakukan melalui wawancara terstruktur terhadap <strong>7 responden</strong>, yang terdiri atas <strong>2 orang lurah dan 5 orang warga pengguna jalan aktif</strong>. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa <strong>5 dari 7 responden (71,4%)</strong> menyatakan jalur menjadi lebih terang dan jelas ketika terkena sorot lampu kendaraan, sedangkan <strong>2 responden (28,6%)</strong> menyatakan reflektor cukup membantu tetapi masih membutuhkan tambahan penerangan jalan umum. Pada indikator perilaku kehati-hatian, <strong>5 responden (71,4%)</strong> menyatakan pengendara cenderung lebih waspada dan memperlambat laju, sedangkan <strong>2 responden (28,6%)</strong> menyatakan pengendara mulai lebih waspada. Selain itu, <strong>6 responden (85,7%)</strong> menyatakan pejalan kaki dan pesepeda merasa lebih aman karena batas tepi jalan lebih mudah dikenali. Hasil tersebut merupakan <strong>persepsi responden setelah pemasangan dan bukan hasil pengukuran langsung terhadap perubahan kecepatan kendaraan atau jumlah kecelakaan</strong>. Reflektor berfungsi sebagai fasilitas pendukung visibilitas dan tidak menggantikan fungsi penerangan jalan umum.</em></p>2026-10-08T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Suharni Suharni, Putri Octha Oliviyani, Risya Fatia, Gibral Putra, M.Aril Setiawan, M.Reza Pratama, Betrand Arvelly, Rahmat Renaldi, Sefta Rizwanhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2855Implementasi Teknologi Konstruksi Sederhana dalam Pembangunan Jembatan Penghubung Berbasis Partisipasi Masyarakat2026-04-08T14:32:05+07:00Kartika Hapsari Sutantiningrumra.kartikahapsarisutantiningrum@sipil.pnj.ac.idDevi Megarusti Pratiwidevi.megarusti.pratiwi@sipil.pnj.ac.idYanuar Setiawanyanuar.setiawan@sipil.pnj.ac.idSiti Aisyahsiti.aisiyahs@sipil.pnj.ac.id<p><em>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan keselamatan warga melalui pembangunan talud dan oprit jembatan penghubung di RT 002 RW 007, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Lokasi kegiatan dipilih berdasarkan kondisi jembatan eksisting yang mengalami kerusakan berat pada struktur bawah sehingga tidak lagi aman digunakan oleh pejalan kaki dan pengendara roda dua. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kondisi eksisting, perencanaan teknis berupa penyusunan gambar kerja dua dan tiga dimensi, pelaksanaan konstruksi fisik, serta evaluasi kepuasan masyarakat mitra. Talud dan oprit dibangun dengan panjang 9 meter, lebar 2 meter, dan elevasi oprit 30 cm lebih tinggi dari jalan eksisting untuk memastikan kelandaian yang aman dan fungsional. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui gotong royong antara tim dosen, mahasiswa Program Studi D3 Konstruksi Sipil Politeknik Negeri Jakarta, dan masyarakat setempat, dengan pendekatan Project Based Learning (PBL) dalam pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan terwujudnya konektivitas baru antar wilayah RT yang lebih aman dan layak, serta peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan. Evaluasi melalui kuesioner kepada masyarakat mitra menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, dengan 70% responden menyatakan sangat puas dan 30% puas terhadap proses dan hasil kegiatan. Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghasilkan solusi infrastruktur yang berkelanjutan sekaligus memperkuat pembelajaran kontekstual mahasiswa di bidang teknik sipil.</em></p>2026-09-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Kartika Hapsari Sutantiningrum, Devi Megarusti Pratiwi, Yanuar Setiawan, Siti Aisyahhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3101Pendampingan Analisis Jabatan dalam Penyusunan Kriteria Seleksi Calon Santri di LTQ Cahaya Mujahadah Bandung2026-07-17T12:52:48+07:00Fida Nirmala Nugrahafida1619@gmail.comAtya Nur Aishaatyanuraisha@gmail.comYoga Yogayoga1916@gmail.comSepti Dwi Cahyaseptidwicahya@telkomuniversity.ac.id<p><em>Keberhasilan proses pembelajaran di lembaga tahfidz tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh kualitas calon santri yang direkrut sebagai komponen utama program. Permasalahan yang dihadapi oleh Lembaga Tahfidz Qur’an (LTQ) Cahaya Mujahadah Bandung adalah belum tersedianya kriteria seleksi calon santri yang seragam dan terukur, sehingga proses rekrutmen yang dilakukan oleh pengurus yang berbeda berpotensi menghasilkan standar penerimaan yang tidak konsisten. Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi pengurus LTQ Cahaya Mujahadah dalam menyusun kriteria seleksi calon santri melalui proses analisis jabatan. Metode pelaksanaan terdiri dari identifikasi tujuan dan kebutuhan jabatan, pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner terstruktur dengan pengurus, analisis dan pengolahan data, serta verifikasi dan validasi. Hasil kegiatan mengidentifikasi empat pilar karakteristik santri yang diharapkan, yaitu penyelesaian target hafalan dan murajaah, keteladanan akhlak, kemandirian ibadah dan kedisiplinan, serta partisipasi aktif dalam kepemimpinan dan pengabdian sosial. Keempat pilar tersebut selanjutnya dioperasionalkan menjadi enam kriteria sebagai acuan seleksi, yaitu disiplin dan manajemen diri, ketekunan, keteguhan niat, adab, pengendalian emosi, serta kepemimpinan dan kepercayaan diri. Dokumen indikator perilaku pada setiap kriteria dan instrumen panduan wawancara yang dihasilkan telah divalidasi oleh pengurus dan diujicobakan pada proses rekrutmen santri baru. </em><em>Proses penyusunan kriteria ini melibatkan diskusi aktif bersama pengurus sehingga daftar kriteria untuk penilaian dan instrumen yang dihasilkan mempermudah proses penilaian yang lebih objektif bagi pewawancara, serta membantu penggalian profil calon santri yang lebih terstruktur pada pelaksanaan seleksi periode 2026. Kegiatan ini memberikan kontribusi berupa standardisasi alat ukur seleksi yang objektif serta mendukung keberlanjutan tata kelola rekrutmen di lembaga tahfidz.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Fida Nirmala Nugraha, Atya Nur Aisha, Yoga Yoga, Septi Dwi Cahyahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3198Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Kardiovaskular dan Respirasi pada Masyarakat di Area Persawahan Desa Songkar2026-08-08T09:07:52+07:00Hamidatun Rabayya Yusufhamidatunrabayya@gmail.comAsri Reni Handayania@a.comRafi’ah Rafi’aha@a.com<p><em>Penyakit kardiovaskular dan gangguan sistem respirasi merupakan penyumbang utama kegawatdaruratan medis di masyarakat, sementara pengetahuan masyarakat awam mengenai tanda bahaya dan pertolongan pertama masih rendah sehingga keterlambatan penanganan pada masa kritis (golden period) kerap terjadi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani dan buruh tani di area persawahan dalam mengenali serta menangani kegawatdaruratan kardiovaskular (nyeri dada dan henti jantung) dan respirasi (sesak napas akut dan tersedak). Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi dan simulasi praktik bantuan hidup dasar, serta evaluasi </em><em>tanya jawab singkat setelah kegiatan </em><em>terhadap ± </em><em>20</em><em> peserta.</em> <em>Berdasarkan observasi awal, sebagian besar </em><em>masyarakat</em><em> belum terpapar informasi terkait </em><em>penanganan</em><em> kegawatdaruratan kardiovaskular (nyeri dada dan henti jantung) dan respirasi (sesak napas akut dan tersedak)</em><em>. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pada seluruh indikator yang dievaluasi, antara lain kemampuan menjelaskan langkah dasar pertolongan pertama meningkat dari 20% menjadi 75% dan kemampuan menjelaskan penanganan tersedak meningkat dari 15% menjadi 70%; masyarakat yang sebelumnya tidak memahami materi menjadi mampu mengidentifikasi nyeri dada, penanganan henti jantung,dan tersedak setelah edukasi. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis praktik langsung efektif meningkatkan pengetahuan kesiapan petani dan buruh tani dalam mengenali kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular dan respirasi serta memberikan pertolongan awal sebelum bantuan tenaga kesehatan tersedia, sehingga perlu dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Hamidatun Rabayya Yusuf, Asri Reni Handayani, Rafi’ah Rafi’ahhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3225Implementasi Teknologi Tepat Guna Mesin Mixer Adonan dan Digitalisasi Manajemen Keuangan untuk Meningkatkan Produktivitas Industri Rumah Tangga (IRT) Kicimpring Kang Mus di Desa Ngepoh, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah2026-08-12T17:10:38+07:00Friska Ayu Fitrianti Sugionofriskaayufs@polines.ac.idFarika Tono Putrifarika.tonoputri@polines.ac.idMella Katrina SariMellakatrina92@gmail.comTimotius Anggit Kristiawana@a.comRagil Tri Indrawatia@a.comWahyu Isti Nugrohoa@a.comEko Saputraa@a.comRizkha Ajeng Rochmatikaa@a.comEni Safrianaa@a.comHartanto Prawibowoa@a.comSigit Tri Bagus Erlanggaa@a.comDinda Oktavia Saputria@a.comRaeshard Rakeen Shaquillaa@a.comRaditya Indra Zukaa@a.com<p><em>IRT Kicimpring Kang Mus di Kabupaten Wonosobo merupakan usaha pangan lokal yang memiliki potensi pengembangan, tetapi menghadapi kendala pada aspek produksi dan manajemen keuangan. Proses pencampuran adonan masih dilakukan secara manual dengan kapasitas 2,5 kg per proses dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit, sementara pencatatan keuangan usaha belum dilakukan secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan produktivitas mitra melalui implementasi Teknologi Tepat Guna berupa mesin mixer adonan serta memperkuat manajemen keuangan melalui digitalisasi pencatatan usaha. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan identifikasi kebutuhan, implementasi teknologi, pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin, pelatihan manajemen keuangan digital, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi mesin mixer mampu meningkatkan kapasitas pengadonan hingga 10 kg per proses dengan waktu pengadukan sekitar 15 menit serta menghasilkan adonan yang lebih homogen. Mitra juga mampu mengoperasikan dan merawat mesin secara mandiri dan mererapkan pencatatan keuangan digital. Tiga orang anggota mitra dapat menggunakan sistem pencatatan keuangan digital. Sehingga, mitra mampu menyusun arus kas, biaya produksi, pendapatan usaha, dan pembuatan laporan laba-rugi sederhana. Implementasi teknologi dan digitalisasi manajemen keuangan berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi produksi dan penguatan pengelolaan usaha secara berkelanjutan.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Friska Ayu Fitrianti Sugiono, Farika Tono Putri, Mella Katrina Sari, Timotius Anggit Kristiawan, Ragil Tri Indrawati, Wahyu Isti Nugroho, Eko Saputra, Rizkha Ajeng Rochmatika, Eni Safriana, Hartanto Prawibowo, Sigit Tri Bagus Erlangga, Dinda Oktavia Saputri, Raeshard Rakeen Shaquilla, Raditya Indra Zukahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3256Edukasi Literasi Kehamilan dan Pencegahan Gangguan Kesehatan Reproduksi pada Santriwati Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan2026-08-23T13:08:31+07:00Mohammad Nasirmohammadnasir@unusa.ac.idBudi Santosobudi.santoso@unusa.ac.idHermanto Tri Joewonohermanto.tri@fk.unair.ac.idRetno Diah Putri Ekayantiretnodiahputrie@gmail.comIndira Rahma Santo Fahdiartia@a.comAzkia Zaafarania@a.comDinda Riska Oktaviaa@a.comGalih Ahmad Irlyana@a.comFirlana Dania Azzahraa@a.comNabila Fitri Dwi Arinia@a.com<p><em>Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dalam kesehatan remaja, khususnya bagi santriwati yang memerlukan informasi tepat mengenai perubahan reproduksi, kehamilan, dan pencegahan gangguan kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai literasi kehamilan dan pencegahan gangguan kesehatan reproduksi melalui Program Healthy Islamic Boarding School. Kegiatan dilaksanakan pada 30 santriwati tingkat sekolah menengah atas di Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan. Edukasi berlangsung selama 30–40 menit melalui penyampaian langsung secara interaktif dengan media PowerPoint dan leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest berupa 10 soal pilihan ganda dengan skor 0–100. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 72,00 pada pretest menjadi 80,33 pada posttest, atau sebesar 8,33 poin, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p=0,029). Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan segera setelah edukasi. Kegiatan dapat digunakan sebagai pendekatan promotif untuk memperkuat literasi kesehatan reproduksi santriwati, tetapi capaian yang dilaporkan terbatas pada perubahan pengetahuan dan belum menggambarkan perubahan sikap maupun perilaku jangka panjang.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Mohammad Nasir, Budi Santoso, Hermanto Tri Joewono, Retno Diah Putri Ekayanti, Indira Rahma Santo Fahdiarti, Azkia Zaafarani, Dinda Riska Oktavia, Galih Ahmad Irlyan, Firlana Dania Azzahra, Nabila Fitri Dwi Arinihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3303Pemberdayaan Kelompok PKK melalui Inovasi Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun di Desa Toapaya Selatan2026-08-29T15:33:00+07:00Ririn Deswita Putrirdeswitapuutri@student.umrah.ac.idGisila Ariania@a.comRafika Okdanola Megarania@a.comElisabet Nababana@a.comNada Aiyskamilaa@a.comSalsa Herawatia@a.comGerysia Margaretaa@a.comTiara Yunisyafitria@a.comDeo Januar Purbadeojanuari123@gmail.comRomi Romia@a.comZaitun Zaituna@a.com<p><em>Minyak jelantah adalah salah satu jenis limbah dari rumah tangga yang bisa menyebabkan masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Di Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, penggunaan minyak jelantah sebagai bahan yang memiliki manfaat masih perlu ditingkatkan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam memproduksi sabun dari minyak jelantah, mendorong pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih baik bagi lingkungan, serta mengenalkan manfaat ekonomi yang bisa diperoleh dari hasil pengolahan tersebut. Kegiatan dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, demonstrasi, latihan langsung, bimbingan, dan penilaian. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 26 anggota PKK dengan didampingi oleh 4 mahasiswa dari Divisi Acara. Proses pembuatan sabun dimulai dengan mencampur 800 gram minyak jelantah, 300 gram air, dan 105 gram natrium hidroksida (NaOH).Setelah itu, ditambahkan pewangi untuk memberikan aroma pada sabun. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa semua 26 orang yang mengikuti pelatihan memahami materi dan langkah-langkah dasar dalam membuat sabun dari minyak jelantah. Kegiatan tersebut membantu mengembangkan keterampilan yang nyata dalam proses menyaring bahan, mencampur bahan-bahan, membuat sabun dengan dicetak, serta mengeringkan sabun itu. Perhitungan harga pokok produksi, penentuan harga jual, dan pengembangan usaha masih dalam tahap perencanaan. </em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ririn Deswita Putri, Gisila Ariani, Rafika Okdanola Megarani, Elisabet Nababan, Nada Aiyskamila, Salsa Herawati, Gerysia Margareta, Tiara Yunisyafitri, Deo Januar Purba, Romi Romi, Zaitun Zaitunhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3357Gerakan Pelajar Anti Narkoba: Edukasi Dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Di SMA Negeri 1 Air Joman2026-09-09T13:08:07+07:00Emiel Salim Siregaremielsalimsrg1988@gmail.comZaid Afifdtm.zaid@gmail.comSyahrunsyah Syahrunsyahsyahrunsyah59@gmail.comDicky Apdillahdickyapdi1404@gmail.comEki Azwani Panjaitan ekiazwani006@gmail.comDita Sasika Raniditasasika190@gmail.comAnanda Nabila Pasyaanandanabilapasya@gmail.comFaisal Jufrifaisaljufri089@gmail.comFaizal Muslimfaizal.muslim@gmail.comDedek Purnamasaridedekpurnamasari907@gmail.comAdelia Fahriza Hasibuanadeliafahriza9@gmail.comMuhammad Naufal Aqila Afinaufalaqila234@gmail.com<p><em>Penyalahgunaan narkotika merupakan permasalahan yang perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, dan masa depan generasi muda. Pelajar sebagai kelompok usia remaja perlu memperoleh pemahaman yang memadai mengenai bahaya narkotika dan konsekuensi hukumnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran hukum pelajar mengenai bahaya serta pencegahan penyalahgunaan narkotika. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Agustus 2026 di SMA Negeri 1 Air Joman dengan melibatkan 32 siswa kelas XII Bahasa. Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi yang disampaikan meliputi pengertian dan jenis narkotika, faktor penyebab penyalahgunaan, dampak kesehatan dan sosial, upaya pencegahan, serta konsekuensi hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sebelum penyuluhan, sebanyak 25% siswa mengetahui jenis dan golongan narkotika, sedangkan 31,25% mengetahui ketentuan mengenai Undang-Undang Narkotika. Setelah penyuluhan, hasil evaluasi melalui tanya jawab menunjukkan bahwa 75% siswa telah memahami materi yang disampaikan. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dan memperlihatkan bahwa edukasi hukum dapat menjadi langkah preventif dalam meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika.</em></p>2026-09-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Emiel Salim Siregar, Zaid Afif, Syahrunsyah Syahrunsyah, Dicky Apdillah, Eki Azwani Panjaitan , Dita Sasika Rani, Ananda Nabila Pasya, Faisal Jufri, Faizal Muslim, Dedek Purnamasari, Adelia Fahriza Hasibuan, Muhammad Naufal Aqila Afihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3408Pendampingan Awal dan Penyusunan Strategi Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Mie Ayam CR7 di Kelurahan Teluk Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau2026-09-20T23:57:25+07:00Fiona Agnesiafagnesia@student.umrah.ac.idMuhammad Iqbal Muzakkimmuzakki@student.umrah.ac.idHelena Petryana Hubinhpetryanahubin@student.umrah.ac.idSafila Zelfi Afriantiszelfiafrianti@umrah.ac.idNurfaizah Salsabillahnsalsabillah@umrah.ac.idLambok Febryan Aritonanglfebryanaritonang@umrah.ac.idCherline Cherlinecherline@student.umrah.ac.idYudi Umarayudiumara@umrah.ac.id<p><em>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner memiliki peluang berkembang, tetapi keberlanjutan usaha juga dipengaruhi oleh pengelolaan keuangan, pemasaran, legalitas, dan pengadaan bahan baku. Kegiatan pengabdian berbasis asesmen dan pendampingan awal ini dilaksanakan pada Mie Ayam CR7 di Kelurahan Teluk Lobam, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dengan tujuan memetakan kondisi usaha dan memberikan arahan pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan mitra. Kegiatan dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan komunikasi dengan pemilik usaha untuk mengidentifikasi kondisi operasional, pengelolaan keuangan, pemasaran, legalitas, serta pengadaan bahan baku. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa Mie Ayam CR7 telah beroperasi sejak September 2018, dikelola oleh tiga orang, memiliki tempat usaha sendiri, dan menjual sekitar 50–60 porsi mie ayam goreng per hari. Rata-rata omzet kotor yang disampaikan pemilik sekitar Rp1.300.000 per hari, sedangkan biaya operasional harian diperkirakan sekitar Rp750.000. Selisih keduanya sebesar Rp550.000 digunakan sebagai gambaran surplus operasional sementara, bukan sebagai laba bersih, karena komponen biaya lain belum dicatat secara terperinci. Permasalahan utama mitra meliputi pencatatan keuangan yang belum sistematis, pemasaran yang masih mengandalkan komunikasi dari mulut ke mulut, legalitas dan sertifikasi yang belum lengkap, serta kerentanan terhadap fluktuasi harga bahan baku. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan menghasilkan arahan pemberdayaan berupa pencatatan keuangan sederhana, penguatan pemasaran digital, fasilitasi pemenuhan legalitas secara bertahap, dan penguatan jejaring pemasok. Rekomendasi tersebut merupakan hasil pendampingan awal dan belum diklaim sebagai intervensi yang telah selesai dilaksanakan.</em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Fiona Agnesia, Muhammad Iqbal Muzakki, Helena Petryana Hubin, Safila Zelfi Afrianti, Nurfaizah Salsabillah, Lambok Febryan Aritonang, Cherline Cherline, Yudi Umarahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3025Pendampingan Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Selada Hidroponik melalui Penerapan Pengendalian Hama Terpadu di CV Azka Hidroponik Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat2026-06-21T07:17:30+07:00Heri Kusnayadikusnayadiheri120@gmail.comAde Mariyam Oklimamariyamade85@gmail.comAura Bening Pinkana Cintaaurabeingp@gmail.comMeriati Meriatimeery322@gmail.comAlfin Rizaldialfinrizaldi90@gmail.comDava Mavira Ga@a.com<p><em>Selada (Lactuca sativa L.) merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi, namun budidayanya di CV Azka Hidroponik sering terkendala oleh serangan hama dan penyakit yang dapat menurunkan kualitas panen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman mitra dalam mengelola organisme pengganggu tanaman (OPT) secara mandiri melalui penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, pendampingan edukasi, praktik penerapan PHT, serta evaluasi keberhasilan. Indikator keberhasilan kegiatan diukur dari kemampuan mitra dalam mengidentifikasi masalah serta kemandirian memproduksi dan mengaplikasikan pestisida nabati. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas mitra dalam mengenali OPT utama seperti leaf miner (Liriomyza sp.), ulat pengunyah daun, thrips (Thrips sp.), dan penyakit embun tepung (powdery mildew). Melalui pendampingan, mitra berhasil menerapkan PHT yang mencakup sanitasi lingkungan, penggunaan yellow trap, serta aplikasi pestisida nabati berbahan ekstrak daun mimba. Dampak dari kegiatan pemberdayaan ini adalah meningkatnya kesehatan tanaman dan berkurangnya ketergantungan pada pestisida kimia, sehingga produktivitas selada hidroponik dapat terjaga secara lebih berkelanjutan.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Heri Kusnayadi, Ade Mariyam Oklima, Aura Bening Pinkana Cinta, Meriati Meriati, Alfin Rizaldi, Dava Mavira Ghttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3174Pemberdayaan takmir melalui penerapan sistem absensi barcode dan layanan antar-jemput jamaah Kajian di Masjid As-Syifa Kertek, Wonosobo2026-08-10T13:01:59+07:00Zukhal Zukhalzuhal0711.zz@gmail.comAdlan Basila@a.comMuhammad Syahid Qordhowia@a.comNur Aini Indrasaria@a.comMuhammad Fakhri Alqolbia@a.comKevin Namru Amanbergaa@a.comFebriyanto Febriyantoa@a.comChotit Puspita Saria@a.comAdi Mushariantoa@a.com<p><em>Pencatatan kehadiran jamaah kajian di Masjid As-Syifa, Kertek, Wonosobo, selama ini masih dilakukan secara manual sehingga rentan terhadap kehilangan data dan menyulitkan rekapitulasi. Di sisi lain, sebagian jamaah, terutama jamaah lanjut usia, mengalami kendala akses transportasi menuju masjid. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan sistem absensi berbasis barcode pada kajian rutin Selasa pagi dan Kamis sore, serta merintis sistem transportasi antar-jemput bagi jamaah. Metode pelaksanaan meliputi survei kebutuhan, perancangan sistem barcode, sosialisasi dan pelatihan kepada takmir, pendampingan pelaksanaan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem absensi barcode berhasil diterapkan dan mempercepat proses pencatatan kehadiran, sementara layanan antar-jemput membantu jamaah yang sebelumnya kesulitan hadir secara rutin. Kedua program tersebut memberikan dampak positif terhadap tata kelola data jamaah dan tingkat partisipasi kajian di Masjid As-Syifa. Jumlah Jamaah sebelum adanya layanan antar jemput hanya sekitar 100 jamaah, setelah menggunakan layanan anatar jemput, jamaah meningkat menjadi rata-rata 200 sampai 250 jamaah kajian selasa pagi dan kamis sore, begitu juga dengan adanya layanan barcode jamaah yang sebelumnya absen manual membutuhkan 3 menit untuk absensi, sekarang menggunakan barcode absensi hanya membutuhkan 3 detik.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Zukhal Zukhal, Adlan Basil, Muhammad Syahid Qordhowi, Nur Aini Indrasari, Muhammad Fakhri Alqolbi, Kevin Namru Amanberga, Febriyanto Febriyanto, Chotit Puspita Sari, Adi Mushariantohttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3209Implementasi Program GENSA (Generasi Sadar Belajar) untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Anak-Anak di Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik2026-08-18T20:37:09+07:00Setia Widia Rahayusetiayura09@gmail.comWahyudin Wahyudina@a.comNur Aisyaha@a.comSusanti Susantia@a.comPutri Nabila Marshaa@a.comKurnia Saria@a.comNabilah Febriyantia@a.comNurul Ameliaa@a.comNursyahira Anisaa@a.comSaskiyah Putria@a.comSalempang Tandi Datua@a.comMuhammad Ikhsan Tatanga@a.comGrasiana Dominikaa@a.com<p><em>Rendahnya kemampuan numerasi anak masih menjadi tantangan dalam peningkatan kualitas pendidikan, terutama di wilayah pedesaan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Borneo Tarakan di Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik, ditemukan bahwa sebagian anak-anak masih mengalami kesulitan dalam melakukan operasi hitung dasar dan menyelesaikan soal numerasi sederhana. Selain itu, belum tersedianya kegiatan pendampingan belajar secara rutin menyebabkan kesempatan anak untuk mengembangkan kemampuan numerasi di luar sekolah masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Program GENSA (Generasi Sadar Belajar) sebagai upaya meningkatkan kemampuan numerasi anak-anak di Desa Padaidi. Metode yang digunakan meliputi observasi, pendidikan masyarakat, pelatihan, dan pendampingan kepada 26 peserta yang terdiri atas siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Kegiatan dilaksanakan dalam empat kali pertemuan, yaitu pada 28 Juni, 30 Juni, 10 Juli, dan 11 Juli 2026. Pengukuran kemampuan peserta dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep operasi hitung dasar, kemampuan menyelesaikan soal numerasi sederhana, serta meningkatnya keaktifan dan kepercayaan diri peserta selama proses pembelajaran. Pendampingan yang dilakukan secara bertahap melalui penyampaian materi, latihan soal, diskusi, dan bimbingan langsung mampu membantu peserta memahami konsep numerasi dengan lebih baik. Dengan demikian, Program GENSA efektif sebagai bentuk pendampingan belajar berbasis masyarakat dalam mendukung peningkatan kemampuan numerasi anak-anak di Desa Padaidi.</em></p>2026-09-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Setia Widia Rahayu, Wahyudin Wahyudin, Nur Aisyah, Susanti Susanti, Putri Nabila Marsha, Kurnia Sari, Nabilah Febriyanti, Nurul Amelia, Nursyahira Anisa, Saskiyah Putri, Salempang Tandi Datu, Muhammad Ikhsan Tatang, Grasiana Dominikahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3237Optimalisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Melalui Penanaman, Perawatan, dan Pemanfaatan Berkelanjutan di RW 11 Kelurahan Pudakpayung Kota Semarang2026-08-14T19:46:51+07:00Fauzan Syahru Ramadhanfauzanuzan@lecturer.undip.ac.idMuthia Auraliamuthiaauralia@lecturer.undip.ac.idMuhammad Abit Nur Kholismuhammadabitnurkholi@students.undip.ac.idAdinda Gita Pramestyadindapramesty@students.undip.ac.idAlyssa Widi Hapsarialyssawidihapsari@students.undip.ac.idAnnisa Paramita Salsabilaannisaparamitasalsab@students.undip.ac.idArtika Permata Sariartikapermatasari@students.undip.ac.idFayola Zarifa Settarenyfayolazs@students.undip.ac.idNadiva Nurhaliza Sunaryonadivanurhalizasunar@students.undip.ac.idNara Sabiya Putri Kusmajadinarasabiyaputrikusma@students.undip.ac.idReinhard Agustinus Naibahoreinhardagustinusnai@students.undip.ac.idYohanes Mukti Wibowoyohanesmuktiwibowo@students.undip.ac.id<p><em>Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian kesehatan masyarakat, namun pengelolaan Taman TOGA di RW 11 Kelurahan Pudakpayung masih belum optimal akibat keterbatasan keragaman tanaman, minimnya dokumentasi kondisi tanaman, serta gulma dan sampah yang menghambat pertumbuhan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali, menanam, merawat, dan memanfaatkan TOGA, sekaligus mengoptimalkan fungsi Taman TOGA sebagai sarana edukasi kesehatan berbasis tanaman. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi materi disertai tanya jawab dan diskusi, serta praktik penanaman 39 bibit TOGA yang terdiri dari 4 jahe merah, 10 lavender, 10 serai, 5 salam, 5 kemangi, dan 5 kencur, dilanjutkan perbaikan lahan, pemasangan paranet, pelabelan dan MMT, serta edukasi pengolahan serai menjadi spray antinyamuk. Pemahaman peserta dievaluasi melalui kemampuan menjawab dan mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi, sedangkan keberhasilan penanaman dievaluasi melalui pemantauan kondisi fisik tanaman selama 27 hari. Hasil pemantauan menunjukkan pencampuran media tanam arang sekam dan pupuk kandang mengatasi kendala tanah kering dan keras, sementara pemasangan paranet memperbaiki mikroklimat sehingga tanaman yang sebelumnya layu pulih hingga memasuki fase berbuah. Partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi mengindikasikan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap materi TOGA, sehingga diperlukan perawatan dan pemantauan rutin agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat RW 11 Kelurahan Pudakpayung.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Fauzan Syahru Ramadhan, Muthia Auralia, Muhammad Abit Nur Kholis, Adinda Gita Pramesty, Alyssa Widi Hapsari, Annisa Paramita Salsabila, Artika Permata Sari, Fayola Zarifa Settareny, Nadiva Nurhaliza Sunaryo, Nara Sabiya Putri Kusmajadi, Reinhard Agustinus Naibaho, Yohanes Mukti Wibowohttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3268Pelatihan Deteksi Dini Jentik Aedes aegypti untuk Meningkatkan Pengetahuan Santri di Pondok Pesantren Al-Fithrah, Kota Surabaya, Jawa Timur2026-08-24T15:15:18+07:00Diah Retno Kusumawatidr.diahretno@unusa.ac.idBariah Idehamdr.bariah@unusa.ac.idWarda El Maida Rusdi Rusdiwardaelmaida@unusa.ac.idYuriske Agnoviantoyuriskeagnovianto@gmail.comMaulidya Nazwa Pratiwia@a.comAchmad Labiib Mubaraka@a.comRoja Ahadi Rosiantonoa@a.comNur Ainia@a.comSaffanah Indi Saniyyaha@a.com<p><em>Demam Berdarah Dengue (DBD) memerlukan pengendalian vektor yang melibatkan masyarakat, termasuk pemantauan tempat perkembangbiakan Aedes aegypti. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai deteksi dini jentik sebagai bagian dari pencegahan DBD. Pelatihan dilaksanakan pada 23 Mei 2026 di Pondok Pesantren Al-Fithrah, Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan melibatkan 30 santri. Kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi identifikasi jentik, praktik pemeriksaan tempat penampungan air, diskusi, dan evaluasi pretest-posttest. Hasil menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 85,71 menjadi 91,43, dengan selisih 5,72 poin atau peningkatan sebesar 6,67%. Uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan skor pengetahuan yang bermakna secara statistik (p=0,0069). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang memadukan penyuluhan, demonstrasi, praktik, dan diskusi dapat meningkatkan pengetahuan santri mengenai identifikasi jentik dan pencegahan DBD. Namun, kegiatan belum mengukur keterampilan pemeriksaan jentik secara terstruktur, perubahan perilaku, maupun indikator kepadatan jentik. Keberlanjutan program disarankan melalui pembentukan kader pemantau jentik dan pelaksanaan pemeriksaan lingkungan secara berkala di pondok pesantren.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Diah Retno Kusumawati, Bariah Ideham, Warda El Maida Rusdi Rusdi, Yuriske Agnovianto, Maulidya Nazwa Pratiwi, Achmad Labiib Mubarak, Roja Ahadi Rosiantono, Nur Aini, Saffanah Indi Saniyyahhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3321Senam Napas untuk Meningkatkan Kebugaran Kardirespirasi pada Lansia2026-09-01T08:29:35+07:00Ulfah Widyastuti Arsalulfah.widyastuti.arsal@unm.ac.idNur Fadhilah Irfania@a.comRizki Isnaenia@a.com<p><em>Lanjut usia (lansia) merupakan tahap kehidupan yang ditandai dengan penurunan fungsi organ dan sistem tubuh akibat proses penuaan. Salah satu dampaknya adalah menurunnya kapasitas fungsi paru, efektivitas pertukaran gas, serta daya tahan jantung-paru, sehingga dapat memengaruhi kemampuan fungsional dan aktivitas fisik lansia. Senam napas merupakan latihan sederhana yang dilakukan dengan mengatur pola inspirasi dan ekspirasi secara terkontrol untuk mendukung fungsi pernapasan dan kardiovaskular. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas fungsional dan kebugaran jantung-paru lansia melalui program senam napas. Metode yang digunakan adalah Community-Based Rehabilitation (CBR) melalui sosialisasi, pelatihan kader dan lansia, penerapan senam napas berbasis modul, pendampingan, serta evaluasi dengan desain pre-test–post-test satu kelompok tanpa kelompok pembanding menggunakan 6-Minute Walk Test (6MWT). Intervensi diberikan dalam satu sesi terbimbing, terdiri atas lima latihan pernapasan sesuai modul, yaitu pursed lip breathing (inspirasi 2 hitungan, ekspirasi 4 hitungan), pernapasan diafragma (inspirasi ±4 detik, ekspirasi ±6 detik), thoracic expansion exercise (tahan 2–3 detik), pernapasan dalam (tahan 2–3 detik), dan pernapasan dengan ekstremitas atas, masing-masing 10–15 repetisi. Sebanyak 20 lansia mengikuti kegiatan. Rerata jarak tempuh 6MWT meningkat dari 403,8 ± 53,1 m pada pre-test menjadi 451,8 ± 63,2 m pada post-test, dengan selisih rerata 48,0 m dengan nilai p < 0,001. Distribusi kategori juga membaik, ditandai peningkatan kategori baik dari 7 menjadi 12 orang dan sangat baik dari 1 menjadi 4 orang. Dengan demikian, program senam napas berpotensi meningkatkan kemampuan fungsional, toleransi aktivitas, dan kebugaran kardiorespirasi lansia, meskipun hubungan sebab-akibat belum dapat disimpulkan karena tidak adanya kelompok pembanding dan pemberian intervensi hanya satu sesi.</em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ulfah Widyastuti Arsal, Nur Fadhilah Irfani, Rizki Isnaenihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3378Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Gotong Royong untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan Permukiman di Karang Asam Ilir, Samarinda2026-09-12T16:41:18+07:00Salwa Nabila Savitrisalwanabila.s.2404@gmail.comPanji Dimas Rudi Samudradimasmanalah607@gmail.comJunita Nur Riskajunitanurriska@gmail.comNurul Fadhilah Fahimahfadhilahfahimahnurul@gmail.comSherlina Octaviantisherlinav971@gmail.comCahyo Alfarizkiclaracarifila@gmail.comMuhammad Nur Ashiddiq Bahtiarmuhammadasdik4@gmail.comYogaswara Fajar Buwanayogaswarabuwana@fkip.unmul.ac.idAinuropiq Ainuropiqtsabitazzam317@gmail.com<p><em>Pengelolaan kebersihan lingkungan permukiman memerlukan keterlibatan masyarakat karena masyarakat berperan langsung dalam menjaga kondisi lingkungan tempat tinggal. Lingkungan sekitar SMA Muhammadiyah 2 Samarinda masih menghadapi permasalahan sampah, keterbatasan fasilitas tempat sampah, serta pembuangan sampah dan limbah domestik ke lingkungan perairan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat melalui kegiatan gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan permukiman. Kegiatan dilaksanakan di wilayah RT 10–12 dan RT 17–20 dengan melibatkan tujuh mahasiswa KKN-PLP dan sekitar 10–15 warga pada setiap kegiatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya keterlibatan masyarakat dalam pembersihan dan pengumpulan sampah serta kerja sama dengan mahasiswa KKN-PLP. Berdasarkan observasi lapangan dan dokumentasi sebelum dan sesudah kegiatan, kondisi lingkungan terlihat lebih bersih dan tertata. Sebagian besar indikator kegiatan tercapai, sedangkan keberlanjutan kegiatan tercapai sebagian karena belum adanya pemantauan kebersihan secara berkala. Kegiatan gotong royong menunjukkan adanya partisipasi masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan permukiman.</em></p>2026-09-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Salwa Nabila Savitri, Panji Dimas Rudi Samudra, Junita Nur Riska, Nurul Fadhilah Fahimah, Sherlina Octavianti, Cahyo Alfarizki, Muhammad Nur Ashiddiq Bahtiar, Yogaswara Fajar Buwana, Ainuropiq Ainuropiqhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3426Inovasi Mesin Pemotong Rumput Gajah Berbasis Automatic Towing System untuk Peningkatan Produktivitas Usaha Ternak Sapi pada Kelompok Tani Rumpuleng2026-09-29T23:16:48+07:00Sultan Sultanzhultan175@gmail.comMawardi Mawardia@a.comSri Aisyah Yopea@a.comFatur Rahmana@a.comIkrar Nur Ilahia@a.com<p><em>Peternakan di Indonesia dihadapkan persoalan rendahnya efisiensi pengolahan pakan hijauan yang berdampak pada produktivitas ternak. Kelompok Tani Rumpuleng mengalami kendala serius akibat pemotongan rumput gajah yang masih manual dan semi-mekanis, sehingga menyita waktu, energi, dan biaya produksi. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan inovasi mesin pemotong rumput gajah Automatic Towing System sebagai solusi teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas, menurunkan beban kerja, dan memperbaiki kualitas pakan. Pendekatan yang digunakan Community Based Participatory Action Research melibatkan mitra secara aktif dalam seluruh tahapan, dari perencanaan partisipatif, fabrikasi dan uji coba, hingga bimbingan teknis operasional. Hasil kegiatan menunjukkan dampak signifikan kapasitas pemotongan meningkat dari 1.000 kg/10 jam menjadi 1.000 kg/1-2jam, penghematan 8–9 jam per 1.000 kg pakan, kebutuhan tenaga kerja berkurang dari 10 menjadi 2 operator. Jumlah peserta sebanyak 15 orang pengetahuan awal tentang mesin pemotong rumput gajah hanya sekitar 31,4%, setelah melaksanakan kegiatan program Pengabdian kepada masyarat pengetahuan anggota meningkat sebesar 60,1% terbentuknya tim pengelola sebagai fondasi keberlanjutan. Inovasi ini membuka peluang peningkatan populasi ternak, penguatan kelembagaan, dan replikasi teknologi pada komunitas peternak lainnya. </em></p>2026-10-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Sultan Sultan, Mawardi Mawardi, Sri Aisyah Yope, Fatur Rahman, Ikrar Nur Ilahihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2679Sosialiasi dan Pemantauan Status Gizi Lansia di Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung2026-01-26T17:21:12+07:00Annisa Mayang Solihaa@gmail.comAstri Amelia Malika@gmail.comSuci Natasya Fisabilillahsucinatasyaf@gmail.comChelsia Kameliaa@gmail.comMunfarid Azzahri Isnugrohoa@gmail.comEzekiel Arasy Suitraa@gmail.comIslaul Umama@gmail.com<p><em>Lansia merupakan kelompok rentan yang sering menghadapi permasalahan gizi akibat perubahan fisiologis, penurunan aktivitas fisik, serta kurangnya pemantauan status gizi secara rutin di masyarakat. Kondisi ini juga ditemukan di wilayah Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, sehingga diperlukan upaya deteksi dini dan edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui status gizi lansia sekaligus meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya pemantauan gizi. Metode kegiatan dilakukan secara door-to-door pada 20 lansia berusia ≥60 tahun melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta pemberian edukasi gizi sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 45% lansia memiliki status gizi normal, 35% overweight, serta masing-masing 10% underweight dan obesitas. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya pemahaman lansia mengenai pentingnya menjaga pola makan dan berat badan ideal.Kegiatan ini penting sebagai langkah awal pemantauan status gizi dan berpotensi dikembangkan melalui peran kader kesehatan atau posyandu lansia secara berkelanjutan.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Annisa Mayang Soliha, Astri Amelia Malik, Suci Natasya Fisabilillah, Chelsia Kamelia, Munfarid Azzahri Isnugroho, Ezekiel Arasy Suitra, Islaul Umamhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3080Pendampingan Berbasis Bermain (Play-Based Learning) untuk Mendukung Perkembangan Anak Down Syndrome di Komunitas Peduli Down Syndrome (KPDS), Kelapa Gading, Jakarta Utara2026-08-25T14:50:22+07:00Harriet Jo Kaunangharrietjoks@gmail.comMeiske Yunithree Suparmanmeiskey@fpsi.untar.ac.idDian Christinedianchristine79@gmail.comFarah Dhibya Ananthafdhibya@gmail.com<p><em>Anak dengan Down Syndrome memerlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan mereka untuk mendukung aspek kognitif, sosial, dan motorik. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan play-based learning dalam kegiatan MBKM Proyek Kemanusiaan di Komunitas Peduli Down Syndrome (KPDS), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Partisipan dalam kegiatan ini terdiri dari tiga anak dengan Down Syndrome berusia 5, 9, dan 11 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan orang tua, checklist perilaku, serta catatan perkembangan selama kegiatan berlangsung. Aktivitas yang diberikan meliputi puzzle, tracing, permainan bola, meronce, cooking fun, serta kegiatan seni dan eksplorasi lingkungan. Hasil observasi dan catatan perkembangan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan partisipan dalam aktivitas, kemampuan mengikuti instruksi sederhana, koordinasi motorik halus dan kasar, serta interaksi sosial dengan fasilitator dan lingkungan sekitar. Temuan ini menggambarkan bahwa pendekatan play-based learning dapat menjadi salah satu cara memberikan stimulasi perkembangan anak dengan Down Syndrome melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.</em></p>2026-09-17T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Harriet Jo Kaunang, Meiske Yunithree Suparman, Dian Christine, Farah Dhibya Ananthahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3195Faktor Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie Tahun 20252026-08-08T10:56:28+07:00Muhammad Rijalrijalulfata@gmail.comAnwar Arbia@a.comNopa Arliantia@a.comHanifah Hasnura@a.comWardiati Wardiatia@a.com<p><em>Diare merupakan salah satu penyebab angka kematian dan kesakitan tertinggi pada balita. Di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie, kasus diare terus meningkat dari 32 kasus (2021), 38 kasus (2022), hingga 44 kasus (2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 12 kasus dan 24 kontrol yang dipilih dengan matching jenis kelamin dan umur (rasio 1:2). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner pada bulan Agustus 2024. Analisis menggunakan uji chi-square dengan batas kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan sarana air bersih (p=0,000, OR=26,7), jamban sehat (p=0,018, OR=7,0), sarana pembuangan sampah (p=0,002, OR=12,1), dan personal hygiene (p=0,000, OR=26,7) dengan kejadian diare pada balita. Disimpulkan bahwa keempat variabel lingkungan tersebut secara signifikan berhubungan dengan kejadian diare. Disarankan agar pihak puskesmas meningkatkan upaya promosi kesehatan dan penyuluhan tentang sanitasi lingkungan kepada masyarakat.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Rijal, Anwar Arbi, Nopa Arlianti, Hanifah Hasnur, Wardiati Wardiatihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3220Pelatihan Pembuatan dan Pengoperasian Inkubator Telur Otomatis bagi Pamong Desa di Kalurahan Pringombo, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta2026-08-10T12:59:54+07:00Eko Ariantoeko.arianto@usd.ac.idAgus Siswoyowoyo@usd.ac.idAntonius Hendro Noviyantohendro@usd.ac.idAgatha Mahardika Anugrayuning Jiwatamiagatha.mahardika@usd.ac.id<p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis 20 orang pamong desa di Kalurahan Pringombo, Kabupaten Gunungkidul, DIY, dalam merakit dan menguji inkubator telur otomatis sebagai teknologi tepat guna. Permasalahan mitra adalah rendahnya keterampilan merancang alat penetas dan minimnya pengetahuan tentang proses inkubasi terkontrol. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik (learning by doing) dengan pendekatan project-based learning. Peserta dibagi menjadi empat kelompok, dan setiap kelompok berhasil merakit satu unit inkubator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa keempat inkubator mampu mempertahankan suhu rata-rata berkisar antara 37.6–38.1°C dan kelembaban 55–65%. Hasil kalibrasi terhadap termohigrometer digital HTC-1 menunjukkan selisih pembacaan suhu rata-rata kurang dari 0.5°C, yang mengindikasikan kinerja alat yang baik. Kegiatan ini secara efektif meningkatkan keterampilan teknis peserta, yang sebelumnya belum pernah memiliki pengalaman serupa, serta pemahaman mereka tentang fungsi pengendalian suhu dan kelembaban dalam proses penetasan. Pelatihan berbasis praktik terbukti efektif untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengadopsi teknologi tepat guna di sektor peternakan skala rumah tangga</em><em>. </em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Eko Arianto, Agus Siswoyo, Antonius Hendro Noviyanto, Agatha Mahardika Anugrayuning Jiwatamihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3251 Storytelling Berbasis Kearifan Lokal sebagai Metode Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Pencegahan Penularan Tuberkulosis pada Masyarakat Adat Baduy Luar, Kabupaten Lebak, Banten2026-08-20T12:38:44+07:00Purnamawati Tjhinpurnamawati@trisakti.ac.idIda Effendia@a.comTjhwa Endang Djuanaa@a.comAngellia Lestari Candraa@a.comGwen Alaina Marelaa@a.comTubagus Fauzan Wahyu Fadilaha@a.com<p><em>Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu masalah kesehatan yang memerlukan upaya pencegahan melalui peningkatan pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Karakteristik sosial dan budaya masyarakat Baduy perlu menjadi pertimbangan dalam pemilihan pendekatan edukasi kesehatan yang efektif dan sesuai. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat Baduy mengenai PHBS sebagai upaya pencegahan TBC melalui metode storytelling menggunakan buku bergambar dan lembar balik disertai demonstrasi etika batuk dan cuci tangan. Kegiatan dilaksanakan di Baduy Luar, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, melalui penyuluhan kepada 20 peserta. Pengetahuan dan pemahaman dievaluasi menggunakan 10 pertanyaan yang mencakup aspek etika batuk, kebersihan tangan, ventilasi rumah, kebersihan lingkungan, perilaku bebas asap rokok, pencarian pelayanan kesehatan, pencegahan penularan dalam keluarga, kepatuhan pengobatan TBC, konsumsi makanan sehat, dan pemahaman PHBS secara keseluruhan. Perbedaan skor pretest dan posttest dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Rerata skor meningkat dari 5,40 ± 2,23 menjadi 7,70 ± 2,41, dengan persentase jawaban benar meningkat dari 54,0% menjadi 77,0% (p < 0,001). Penyuluhan</em> <em>menggunakan metode storytelling dengan buku bergambar dan lembar balik merupakan pendekatan edukasi yang sederhana, komunikatif, kontekstual, dan berbasis visual dengan unsur budaya lokal dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai PHBS untuk pencegahan TBC pada masyarakat di Baduy.</em></p>2026-10-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Purnamawati Tjhin, Ida Effendi, Tjhwa Endang Djuana, Angellia Lestari Candra, Gwen Alaina Marela, Tubagus Fauzan Wahyu Fadilahhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3298Workshop Pemberdayaan Guru PAUD melalui Literasi Kecerdasan Artifisial untuk Pembelajaran Digital Adaptif Berbasis Bermain2026-08-31T14:47:43+07:00Ahmad Fajri Luthfiahmadfl@umkuningan.ac.idRicki Yuliardirickisyahidan27@umkuningan.ac.idNika Cahyatia@a.com<p><em>Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan kontekstual. Namun, pemanfaatan AI masih memerlukan peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam merancang perangkat dan media pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Raudhatul Athfal (RA) dalam memanfaatkan AI untuk mendukung perencanaan dan pengembangan pembelajaran berbasis bermain. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik, dan pendampingan kepada guru RA yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan. Materi meliputi pemanfaatan ChatGPT untuk penyusunan RPPH dan prompt, serta Canva AI dan Bing AI untuk pengembangan bahan ajar, LKPD, ilustrasi, dan video pembelajaran. Efektivitas kegiatan dianalisis menggunakan perbandingan skor pretest dan posttest serta N-Gain. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor peserta meningkat dari 3,47 pada pretest menjadi 4,56 pada posttest, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,713 yang termasuk kategori tinggi. Peningkatan tertinggi terdapat pada kemampuan menggunakan ChatGPT untuk menyusun perangkat pembelajaran PAUD dengan N-Gain 0,824 dan membuat prompt sederhana sebesar 0,817. </em><em>Rata-rata skor meningkat dari 48,60 pada pretest menjadi 64,33 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 15,73 poin. Hasil uji-t berpasangan menunjukkan bahwa peningkatan tersebut signifikan secara statistik, t = 8,975; p < 0,001. Peserta juga mampu menghasilkan berbagai produk pembelajaran berbantuan AI, meliputi penyusunan prompt, RPPH, LKPD, ilustrasi, cerita edukatif, dan media pembelajaran digital berbasis bermain. </em><em>Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik mampu meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran. </em></p>2026-09-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Fajri Luthfi, Ricki Yuliardi, Nika Cahyatihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3333Edukasi Piring Sehat dan Aktivitas Jalan Kaki Terstruktur untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi Seimbang Santri di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan2026-09-01T14:57:06+07:00Evi Sylvia Awwaliadr.evi@unusa.ac.idEffendy Effendya@a.comRifky Dwi Aditya Iryawanrifkydwiaditya150201@gmail.comAkbar Reza Muhammadakbarreza43@gmail.comAhmad Fairuz Zaky Ardiansyaha@a.comRakhanisa Tasya Intan Syahputria@a.comFauzanin Rozan Nazhifaa@a.comArikah Salsabilaa@a.comCamelia Zhevilla Hassana@a.comRafif Johar Alima@a.com<p><strong><em>Latar Belakang: </em></strong><em>Kelebihan berat badan dan obesitas pada remaja meningkat secara global dan menjadi faktor risiko penyakit tidak menular pada usia dewasa. Di pondok pesantren, penyediaan makanan terpusat yang tinggi karbohidrat dan lemak, konsumsi sayur dan buah yang terbatas, serta jadwal belajar yang padat dan banyak duduk meningkatkan risiko tersebut. </em><strong><em>Tujuan: </em></strong><em>Meningkatkan pengetahuan santri mengenai gizi seimbang berbasis konsep piring sehat dan aktivitas jalan kaki terstruktur sebagai upaya pencegahan obesitas di lingkungan pondok pesantren. </em><strong><em>Metode: </em></strong><em>Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2026 di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, melibatkan 50 santri, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat partisipatif dan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi interaktif, simulasi penyusunan piring sehat, penetapan jadwal jalan kaki, dan penerapan media edukasi. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir (rentang nilai 0–100) dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dengan tingkat kemaknaan 5%. </em><strong><em>Hasil: </em></strong><em>Rerata nilai pengetahuan meningkat dari 80,00 ± 13,25 pada pretest menjadi 86,40 ± 11,20 pada posttest. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik berdasarkan uji Wilcoxon signed-rank (p < 0,001), dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 70,0% menjadi 84,0%. </em><strong><em>Kesimpulan: </em></strong><em>Edukasi piring sehat dan aktivitas jalan kaki ssecara terstruktut meningkatkan pengetahuan santri mengenai gizi seimbang dan pencegahan obesitas segera setelah intervensi. Keberlanjutan program perlu didukung melalui penyesuaian menu dapur, penjadwalan jalan kaki rutin, dan pemantauan indeks massa tubuh berkala.</em></p>2026-09-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Evi Sylvia Awwalia, Effendy Effendy, Rifky Dwi Aditya Iryawan, Akbar Reza Muhammad, Ahmad Fairuz Zaky Ardiansyah, Rakhanisa Tasya Intan Syahputri, Fauzanin Rozan Nazhifa, Arikah Salsabila, Camelia Zhevilla Hassan, Rafif Johar Alimhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3355Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan Berbasis Sistem Informasi Akuntansi Zahir Accounting pada IKM Kakao Aceh2026-09-07T14:42:37+07:00Sisca Mediyantisisca.andra@gmail.comSamsuar Samsuara@a.comSyarifah Mauli Masyithaha@a.comYuliana Yulianaa@a.comNabila Adindaa@a.com<p><em>Aceh merupakan salah satu daerah penghasil kakao terbaik di Indonesia, kakao Aceh dikenal dengan aroma dan rasa yang khas, membuatnya populer di kalangan produsen coklat premium, pemerintah Aceh dan berbagai organisasi internasional telah bekerja sama untuk meningkatkan praktik pertanian dan pengolahan kakao Aceh, serta memastikan bahwa biji kakao Aceh memenuhi standar kualitas internasional, dengan dukungan yang tepat, Aceh dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kakao, dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu permain utama di pasar kakao dunia</em><em>. Berdasarkan hasil wawancara kami bersama mitra FKA, IKM kakao Aceh mengalami kendala minimnya investasi sehingga sulit meningkat menjadi industri besar, sedangkan Aceh masih menjadi salah satu provinsi termiskin di Indonesia, dan jika IKM dapat berkembang menjadi industri besar akan berdampak sangat baik pada ekonomi Aceh. Pelatihan SIA menggunakan Zahir Accounting diselenggarakan kepada Masyarakat usaha kakao Aceh yang berjumlah 12 orang, yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 5 September 2026. Pre test yang dilakukan sebelum pelatihan menyatakan Masyarakat memahami aplikasi akuntansi SIA dengan nilai 60, setelah dilakukan pelatihan, hasil post test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman Masyarakat terhadap aplikasi SIA dengan nilai 90.</em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Sisca Mediyanti, Samsuar Samsuar, Syarifah Mauli Masyithah, Yuliana Yuliana, Nabila Adindahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3402Gerakan “Say No to Harassment”: Edukasi Penguatan Karakter Remaja dalam Mencegah Tindak Pidana Pelecehan (Sosialisasi di SMPN 10 Wera Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat)2026-09-19T14:34:50+07:00Yuddin Chandra Nan Arifmyycna@gmail.comJuhriati Juhriatia@gmail.comFaturahman Faturahmana@gmail.comUlfa Diana@gmail.comLiya Sulistia@gmail.com<p><em>Pencegahan tindak pidana pelecehan di lingkungan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan aturan tertulis dan sanksi formal. Pondasi paling mendasar untuk menciptakan ruang belajar yang aman berakar pada penguatan karakter siswa. </em><em>Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pencegahan tindak pidana pelecehan melalui penguatan karakter siswa di SMPN 10 Wera Kabupaten Bima. Metode dan strategi pendekatan pelaksanaannya meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, serta </em><em>tahap evaluasi dan keberlanjutan</em> <em>dengan strategi pendekatan berupa sosialisasi komunikatif-interaktif, dan partisipatif melalui pemaparan materi, diskusi, dan anlisa kasus, serta simulasi. Fokus utama kegiatan ini adalah memperkuat karakter dan integritas siswa, meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk tindak pidana pelecehan, baik secara fisik, verbal, maupun digital, serta mendorong upaya pencegahan secara berkelanjutan melalui pembentukan Kelompok Gerakan “Say No to Harassment” sebagai komitmen bersama di sekolah. Hasil kegiatan sosialisasi ini berhasil memperkuat karakter keberanian, integritas, dan rasa empati siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari tindak pidana pelecehan. Kegiatan ini terbukti secara empiris sebagai sarana edukasi preventif untuk membangun kesadaran hukum dan karakter tangguh pada siswa di tingkat SMP. Pembentukan kelompok Gerakan “Say No to Harassment” menjadi langkah awal dan berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, bebas dari kekerasan, dan mendukung pembentukan karakter siswa yang positif.</em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Yuddin Chandra Nan Arif, Juhriati Juhriati, Faturahman Faturahman, Ulfa Dian, Liya Sulistihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2983Edukasi Tentang Pengaruh Lingkungan Terhadap Kesehatan dan Praktek Pemilahan Sampah Di SD Al-Azhar 54 Pekanbaru, Provinsi Riau2026-09-15T09:45:09+07:00Dewi Fitriadewifitria@lecturer.unri.ac.idShinta Elystiashinta.elystia@lecturer.unri.ac.id<p><em>Lingkungan yang bersih akan memberikan pengaruh baik kepada kesehatan manusia. Salah satu cara untuk menjaga lingkungan tetap bersih adalah dengan membuang sampah pada tempatnya. Untuk memberikan edukasi tentang pengaruh lingkungan terhadap kesehatan dan juga mempraktekkan cara membuang sampah sesuai dengan jenisnya, kegiatan edukasi telah dilakukan pada 27 orang murid kelas 1 Makkah SD Al Azhar 54 Pekanbaru, Riau. Dari kegiatan ini diharapkan terbentuk kesadaran akan pentingnya menjaaa lingkungan pada anak-anak berusia dini. Kegiatan edukasi ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap ceramah dan tahap praktek pemilahan sampah. Kegiatan diawali dengan ceramah yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Pada sesi ini, para murid diberikan pemahaman mendasar mengenai hubungan erat antara lingkungan yang bersih dengan kesehatan.</em> <em>Setelah mendapatkan teori, para murid langsung diarahkan ke tahap kedua, yaitu praktek pemilahan sampah secara langsung. Di dalam kelas atau halaman sekolah, telah disediakan beberapa tempat sampah tematik yang dibedakan berdasarkan warna dan visual petunjuk yang jelas. Melalui kombinasi dua tahap kegiatan ini, edukasi terbukti berjalan efektif dimana lebih dari 90% murid bisa membedakan sampah organik dan sampah anorganik. Murid-murid kelas 1 Makkah SD Al Azhar 54 Pekanbaru tidak hanya sekadar tahu bahwa sampah harus dibuang pada tempatnya, tetapi mereka mulai memahami alasan logis dan memiliki keterampilan motorik untuk memilahnya secara mandiri.</em></p>2026-10-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Dewi Fitria, Shinta Elystiahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3169Peningkatan Kemampuan Literasi Dasar Melalui Pendampingan Belajar Membaca Intensif Bagi Siswa di SD Negeri 16 Tarowang dan SD Negeri 5 Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan2026-07-30T14:36:40+07:00Anna Sulfiantianna.sulfianti91@gmail.comSandra Dewia@a.comNovianti Noviantia@a.comAnugrah Utamayantia@a.comAndi Susilawatia@a.comSaripa Muhminatia@a.com<p><em>Kemampuan membaca merupakan fondasi utama dalam proses pembelajaran anak di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang menentukan keberhasilan akademik dan perkembangan kognitif. Namun, pascapandemi dan keterbatasan media ajar di wilayah pedesaan menyebabkan sejumlah siswa mengalami ketertinggalan literasi dasar (reading delay). Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengimplementasikan bimbingan membaca intensif guna mempercepat pemulihan kemampuan literasi dasar siswa. Program ini dilaksanakan secara paralel di dua sekolah mitra, yaitu SD Negeri 16 Tarowang dan SD Negeri 5 Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto. Metode pengabdian menggabungkan pendekatan Direct Instruction (pengajaran langsung) dan Small Group Discussion (kelompok belajar kecil beranggota 4–5 siswa) yang diselenggarakan secara konsisten 3 kali seminggu setelah jam sekolah usai dengan durasi 60–90 menit per sesi. Pemetaan awal (pre-test) mengelompokkan siswa ke dalam tiga kategori: dasar (belum kenal huruf), menengah (belum lancar mengeja suku kata), dan lanjut (belum lancar membaca kalimat utuh). Proses intervensi memanfaatkan media konkret interaktif seperti kartu kata bergambar (flashcards), buku cerita anak, serta permainan bahasa. Hasil evaluasi akhir (post-test) menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 85% siswa kategori dasar di SD Negeri 16 Tarowang berhasil mengenali alfabet dan mengeja suku kata, serta 80% siswa kategori menengah/lanjut di SD Negeri 5 Tarowang mampu membaca kalimat utuh secara lancar dengan intonasi yang tepat. Selain capaian kognitif, pendekatan klinis-personal dalam kelompok kecil terbukti efektif menurunkan kecemasan akademik (academic anxiety), memulihkan efikasi diri, serta meningkatkan keberanian dan motivasi belajar siswa di kelas. </em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Anna Sulfianti, Sandra Dewi, Novianti Novianti, Anugrah Utamayanti, Andi Susilawati, Saripa Muhminatihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3207Peningkatan Pemahaman Hukum Pemuda dan Masyarakat melalui Edukasi Pencegahan Judi Online di Desa Matesih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah2026-08-08T10:59:35+07:00Maradona Maradonamaradona@fh.unair.ac.idSapta Apriliantosapta@fh.unair.ac.idBrahma Astagiribrahma@fh.unair.ac.idPutri Riska Answendyputririska@fh.unair.ac.idErni Agustinerni@fh.unair.ac.id<p><em>Perkembangan teknologi digital meningkatkan paparan pemuda terhadap judi online dan risiko sosial, ekonomi, serta hukum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman hukum peserta mengenai karakteristik, dampak, konsekuensi hukum, pencegahan, dan pelaporan judi online di Desa Matesih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Juli 2025 selama lima jam dan diikuti oleh 60 peserta yang terdiri atas pemuda Karang Taruna, guru sekolah dasar, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Pelaksanaan mencakup tes awal, edukasi hukum interaktif, diskusi, tanya jawab, konsultasi hukum secara kolektif, pengenalan kanal pelaporan pemerintah, dan tes akhir. Instrumen terdiri atas 10 pertanyaan berskor 0–10. Rata-rata skor meningkat dari 5,07 menjadi 8,27 atau bertambah 3,20 poin; sebanyak 57 peserta mengalami peningkatan, dua memperoleh skor tetap, dan satu mengalami penurunan. Selama diskusi, peserta aktif membahas perbedaan permainan daring dan judi online, bentuk promosi digital, serta langkah pencegahan dan pelaporan. Karena tes akhir dilakukan segera setelah kegiatan tanpa kelompok pembanding, hasil hanya menunjukkan peningkatan pemahaman jangka pendek dan belum membuktikan perubahan perilaku atau retensi pengetahuan. Edukasi hukum interaktif dapat menjadi langkah preventif awal apabila disertai penguatan materi dan evaluasi berkala.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Maradona Maradona, Sapta Aprilianto, Brahma Astagiri, Putri Riska Answendy, Erni Agustinhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3233Pemberdayaan Ibu PKK RW 04 melalui Optimalisasi Taman RW 04 dengan Urban Farming Tanaman Hias di Kelurahan Pudakpayung, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah2026-08-14T11:21:13+07:00Fauzan Syahru Ramadhanfauzanuzan@lecturer.undip.ac.idMuthia Auraliamuthiaauralia@lecturer.undip.ac.idAnggie Vanya Yohanna Siallagananggievanya@students.undip.ac.idArdhini Dwi Nurisna Waskita Larasardhinidwinurisnawas@students.undip.ac.idHerbina Manurungherbinamanurung@students.undip.ac.idKarima Putri Shakilakarimaputrishakila@students.undip.ac.idMirza Husain Asharimirzahusainashari@students.undip.ac.idMuhammad Farros Alkautsarfarros@students.undip.ac.idMuhammad Rizky Aglimuhammadrizkyagli@students.undip.ac.idVania Adilla Raihanavaniaadillaraihanah@students.undip.ac.idZahra Rosaline Putria Cahyozahrarosaline@students.undip.ac.idZulfa Fadhilahzulfaafadhilahh@students.undip.ac.id<p><em>Taman RW 04 Kelurahan Pudakpayung, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah merupakan ruang terbuka lingkungan yang sebelumnya kurang terawat, ditandai dengan beberapa tanaman yang mengering, bagian taman yang tampak tandus, serta penataan vegetasi yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan kondisi taman melalui urban farming tanaman hias sekaligus melibatkan Ibu PKK RW 04 dalam penanaman dan pemeliharaan taman. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu survei dan identifikasi kondisi awal, sosialisasi, implementasi penataan dan penanaman, serta perawatan. Sosialisasi dilaksanakan pada 18 Juli 2026 dan diikuti oleh 20 anggota PKK RW 04. Implementasi taman dilakukan melalui pembersihan, penataan, pengecatan pagar, serta penanaman lima jenis tanaman hias, yaitu Marigold, Asoka, Taiwan Hijau, Taiwan Kuning, dan Sabrina, masing-masing sebanyak 7 batang sehingga total 35 batang. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan kondisi taman menjadi lebih bersih, tertata, dan asri. Pengamatan tanaman ditunjukkan melalui munculnya tunas baru, perkembangan daun yang semakin rimbun, dan munculnya bunga pada sejumlah tanaman. Namun, kegiatan ini tidak menggunakan instrumen pre-test dan post-test sehingga peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tidak dinyatakan dalam bentuk nilai kuantitatif. Keberlanjutan program didukung melalui piket harian Ibu PKK RW 04 untuk penyiraman dan pemeliharaan kebersihan taman.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Fauzan Syahru Ramadhan, Muthia Auralia, Anggie Vanya Yohanna Siallagan, Ardhini Dwi Nurisna Waskita Laras, Herbina Manurung, Karima Putri Shakila, Mirza Husain Ashari, Muhammad Farros Alkautsar, Muhammad Rizky Agli, Vania Adilla Raihana, Zahra Rosaline Putria Cahyo, Zulfa Fadhilahhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3262Gerakan Santri Bebas Gatal: Edukasi dan Pelatihan Pengenalan Skabies di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur2026-08-24T15:14:10+07:00Meidyta Sinantryana Widyaswaridrmemed_dyta@unusa.ac.idMaria Ulfa dr.maria@unusa.ac.idWinawati Eka Putri dr.wina@unusa.ac.idYuriske Agnoviantoyuriskeagnovianto@gmail.comAbizar Keiza Maulanaa@a.comMuh. Ghufron Dzulfikara@a.comSiti Aisyaha@a.comAulia Syabana Guevara Hakima@a.comAlya Revanatasyaa@a.comSitti Faradillah Umachinaa@a.com<p><em>Skabies merupakan penyakit kulit menular yang berisiko menyebar pada lingkungan berasrama dengan kepadatan hunian dan interaksi antarpenghuni yang tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai skabies melalui edukasi kesehatan dan pelatihan pengenalan tanda serta gejala sebagai bagian dari upaya pencegahan. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Juni 2026 di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur, dengan melibatkan 50 santri. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, Focus Group Discussion, pretest, edukasi kesehatan, pelatihan pengenalan tanda dan gejala, posttest, dan refleksi tindak lanjut. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan kuesioner pengetahuan yang menilai pengertian, penyebab, penularan, faktor risiko, tanda dan gejala, lokasi predileksi, serta pencegahan skabies. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test dengan tingkat kemaknaan 5%. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 90,0 pada pretest menjadi 97,4 pada posttest, dengan selisih 7,4 poin atau peningkatan relatif 8,22%. Perbedaan skor sebelum dan sesudah kegiatan bermakna secara statistik (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan pengenalan skabies dapat meningkatkan pengetahuan santri. Evaluasi kegiatan belum mengukur keterampilan skrining, perubahan perilaku, atau kejadian skabies, sehingga tindak lanjut perlu mencakup penilaian keterampilan berbasis observasi, retensi pengetahuan, perilaku pencegahan, serta penguatan kader santri bersama pengelola pesantren dan tenaga kesehatan.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Meidyta Sinantryana Widyaswari, Maria Ulfa , Winawati Eka Putri , Yuriske Agnovianto, Abizar Keiza Maulana, Muh. Ghufron Dzulfikar, Siti Aisyah, Aulia Syabana Guevara Hakim, Alya Revanatasya, Sitti Faradillah Umachinahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3318Pendampingan Branding dan Pemasaran Digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Desa Purwosari RT 152026-08-31T14:00:04+07:00Muhamad Syafiq Gusmaliantomsyafiqgusmalianto@student.umrah.ac.idPutri Martina Panggabeanpmpanggabean@student.umrah.ac.idSuci Oktapiasoktapia@student.umrah.ac.idJhody Anugrah janugrah@student.umrah.ac.idMaharani Maharanimrani@student.umrah.ac.idNathasya Arum Fatihnafatih@student.umrah.ac.idFaizza Angelia Putrifangeliaputri@student.umrah.ac.idWan Faridahwfaridah@student.umrah.ac.idRestela Restelarestela@student.umrah.ac.idSiti Bintangi Putri Tias Pertiwi sbintangiputritiaspertiwi@student.umrah.ac.idZaitun Zaitunzaitun@umrah.ac.id<p style="margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: 36.0pt;"><em><span lang="EN-US" style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Cambria',serif;">Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Desa Purwosari RT 15 memiliki beragam produk dan potensi usaha, tetapi pemanfaatan media promosi, penyajian informasi produk, dan pemasaran digital masih berbeda pada setiap pelaku usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan branding dan pemasaran digital berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing sasaran. Kegiatan menggunakan pendekatan <span style="font-family: 'Cambria',serif;">Asset-Based Community Development</span> melalui tahap <span style="font-family: 'Cambria',serif;">Discovery, Dream, Design, Define,</span> dan <span style="font-family: 'Cambria',serif;">Destiny</span>. Sasaran kegiatan terdiri atas enam usaha atau kelompok, yaitu Kue Ibu Ningsih, Pisang Karamel, KUBE 3, Farm Agam, Catering Titin, serta Rujak Kang Wi dan Bite Ice. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 6 dari 6 sasaran atau 100% memperoleh kegiatan sesuai kebutuhan. Sebanyak 3 sasaran atau 50% memperoleh banner, 1 sasaran atau 16,67% memperoleh menu digital atau katalog produk, 1 sasaran atau 16,67% memperoleh foto dan video produk, 1 sasaran atau 16,67% memperoleh pendampingan promosi media sosial dan pendaftaran lokasi Google Maps, serta 1 sasaran atau 16,67% memperoleh sosialisasi. Dokumentasi digunakan sebagai bukti pelaksanaan dan pendukung penilaian ketercapaian kegiatan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bentuk pendampingan dapat disesuaikan dengan aset dan kebutuhan masing-masing sasaran.</span></em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Muhamad Syafiq Gusmalianto, Putri Martina Panggabean, Suci Oktapia, Jhody Anugrah , Maharani Maharani, Nathasya Arum Fatih, Faizza Angelia Putri, Wan Faridah, Restela Restela, Siti Bintangi Putri Tias Pertiwi , Zaitun Zaitunhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3369Penguatan Sistem K3 melalui Edukasi, Penggunaan APD, dan Monitoring Pekerja di Area PIT PT X2026-09-09T17:27:54+07:00Syarifa Nur Maulindasyarifanurmaulinda@gmail.comMuhammad Rizman Maulanamaulanarizman73@gmail.comMuhammad Habibimhabibi@umkt.ac.id<p><em>Industri pertambangan batubara memiliki potensi bahaya terhadap kesehatan pekerja, salah satunya paparan debu batubara yang dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan. Hasil observasi di area PIT PT X menunjukkan adanya debu batubara yang teridentifikasi secara visual pada aktivitas hauling dan coal getting. </em><em>Dari 30 pekerja, sebanyak 9 pekerja (30%) belum konsisten menggunakan masker, sedangkan 21 pekerja (70%) konsisten menggunakan masker. Data kesehatan perusahaan bulan Maret 2026 menunjukkan terdapat 15 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dengan sebagian besar kasus berasal dari area PIT. </em><em>Kegiatan ini bertujuan memperkuat penerapan K3 melalui edukasi, penggunaan APD, dan monitoring pekerja. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pemeriksaan data kesehatan. Intervensi meliputi edukasi toolbox meeting, pemasangan media edukasi, pembagian masker, penyusunan roster kerja, inspeksi unit, dan monitoring penggunaan masker. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test pada 30 pekerja menggunakan uji Wilcoxon. </em><em>Rata-rata skor meningkat dari 42,00 menjadi 95,00 dengan p=0,000 (p<0,05). Monitoring menunjukkan kepatuhan penggunaan masker meningkat dari 70% pada awal kegiatan menjadi 100% pada akhir program. Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan penguatan penerapan K3 pada pekerja di area PIT.</em></p>2026-09-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Syarifa Nur Maulinda, Muhammad Rizman Maulana, Muhammad Habibihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3417Peningkatan Pemahaman Siswa melalui Seminar Edukasi tentang Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perundungan di SMP Muhammadiyah 2 dan SMA Muhammadiyah 2 Samarinda, Kota Samarinda, Kalimantan Timur2026-09-22T14:24:01+07:00Salwa Nabila Savitrisalwanabila.s.2404@gmail.comPanji Dimas Rudi Samudradimasmanalah607@gmail.comJunita Nur Riskajunitanurriska@gmail.comNurul Fadhilah Fahimahfadhilahfahimahnurul@gmail.comSherlina Octaviantisherlinav971@gmail.comCahyo Alfarizkiclaracarifila@gmail.comMuhammad Nur Ashiddiq Bahtiarmuhammadasdik4@gmail.comYogaswara Fajar Buwanayogaswarabuwana@fkip.unmul.ac.idAinuropiq Ainuropiqtsabitazzam317@gmail.com<p><em>Pencegahan kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan sekolah penting dilakukan karena peserta didik perlu memiliki pemahaman yang memadai untuk mengenali bentuk kekerasan, memahami dampaknya, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika mengalami atau menyaksikan kejadian tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMP Muhammadiyah 2 dan SMA Muhammadiyah 2 Samarinda mengenai pencegahan kekerasan seksual dan perundungan. Kegiatan dilaksanakan melalui seminar edukasi yang diikuti oleh 98 siswa. Pemahaman peserta dievaluasi melalui tes yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan perbandingan rata-rata skor dan perhitungan Normalized Gain (N-Gain). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman meningkat dari 62,42 pada pre-test menjadi 79,55 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 17,13 poin. Nilai N-Gain sebesar 0,49 termasuk dalam kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seminar edukasi. Dengan demikian, kegiatan seminar edukasi berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman 98 siswa mengenai bentuk kekerasan, dampaknya, serta tindakan pencegahan dan penanganan yang tepat di lingkungan sekolah.</em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Salwa Nabila Savitri, Panji Dimas Rudi Samudra, Junita Nur Riska, Nurul Fadhilah Fahimah, Sherlina Octavianti, Cahyo Alfarizki, Muhammad Nur Ashiddiq Bahtiar, Yogaswara Fajar Buwana, Ainuropiq Ainuropiqhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2573Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Pendampingan Digital untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Ind. SoulArt di Kota Malang, Jawa Timur 2026-01-12T05:33:58+07:00Mohammad Jufrijufri@umm.ac.idDini Kurniawatidini@umm.ac.idPadhina Pangestikapadhina@umm.ac.idBaiq Firyal Salsabila Safitribaiqfiryal@umm.ac.idAry Dwi Astutiarydwi@umm.ac.idAbi Mufid Octavioa@a.comMuhammad Lutfi Kamala@a.com<p><em>UMKM Ind. SoulArt di Kota Malang, Jawa Timur, merupakan usaha kreatif berbasis fiberglass yang menghadapi permasalahan berupa proses produksi yang masih dominan manual, waktu pengerjaan yang relatif lama, keterbatasan presisi produk, belum tersusunnya standar operasional prosedur (SOP) secara sistematis, serta pemanfaatan pemasaran digital yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi, kapasitas teknis dan manajerial, serta daya saing mitra melalui penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan digital. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan </em><em>Participatory Action Research</em><em> (PAR) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Intervensi meliputi pelatihan dan penerapan 3D printing dan laser cutting, desain digital, penyusunan SOP produksi, serta pemasaran digital. Kegiatan pelatihan melibatkan 25 peserta yang berkaitan dengan usaha seni berbahan fiberglass. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan teknologi 3D printing dan laser cutting mampu menurunkan waktu pengerjaan salah satu komponen dari sekitar 8 jam menjadi 1,5 jam atau sebesar 81,25%. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan capaian indikator keberdayaan mitra dari kisaran 15–40% sebelum program menjadi 55–75% setelah program. Mitra juga mampu menyusun draf SOP produksi dan mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi usaha. Program ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan pendampingan manajerial-digital berpotensi meningkatkan efisiensi produksi dan kapasitas usaha UMKM kreatif</em>.</p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Mohammad Jufri, Dini Kurniawati, Padhina Pangestika, Baiq Firyal Salsabila Safitri, Ary Dwi Astuti, Abi Mufid Octavio, Muhammad Lutfi Kamalhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3075Penyuluhan DAGUSIBU dan Pengumpulan Sampah Obat Rumah Tangga Warga Kelurahan Tawangsari Kota Semarang 2026-06-28T14:41:09+07:00Madyo Adriantomadyo@universitastelogorejo.ac.idFransisca Gloriafransisca@universitastelogorejo.ac.idUntsa Alfiyaturrakhmauntsa@universitastelogorejo.ac.idRizky Budi Santosorizky@universitastelogorejo.ac.id<p><em>Pengelolaan obat yang benar di masyarakat masih menjadi permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Tingginya praktik swamedikasi di masyarakat berisiko menimbulkan kesalahan dalam memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Masih banyak rumah tangga yang menyimpan obat keras dan antibiotik untuk keperluan swamedikasi, serta sebagian besar masyarakat belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan obat yang benar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah terkait obat, termasuk penggunaan yang tidak rasional dan potensi dampak kesehatan yang merugikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan dan edukasi interaktif kepada masyarakat mengenai cara memperoleh obat dari sarana pelayanan kefarmasian yang resmi, penggunaan obat secara rasional, penyimpanan obat yang tepat, serta pembuangan obat yang aman dan ramah lingkungan.jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sejumlah 42 orang. kegiatan dilengkapi dengan pengumpulan dan pemusnahan sampah obat rumah tangga sebagai bentuk implementasi pengelolaan obat yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai prinsip DAGUSIBU serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola obat secara tepat di lingkungan keluarga. Kegiatan ini dapat mendukung terbentuknya budaya penggunaan obat yang rasional, aman, dan bertanggung jawab sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Madyo Adrianto, Fransisca Gloria, Untsa Alfiyaturrakhma, Rizky Budi Santosohttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3192Peningkatan Pengetahuan tentang Pencegahan Kekerasan pada Anak melalui Sosialisasi Lomba Edukatif dan Deklarasi Komitmen di Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Salatiga2026-08-08T08:56:36+07:00Cahya Wulandaricahyawulandari@mail.unnes.ac.idMutmainah Nur Qoirimnqoiri@mail.unnes.ac.idWinarsih Winarsihwinarsih@mail.unnes.ac.idChanidia Ari Rahmayanichanidia@mail.unnes.ac.idAgung Adityaagungmanding30@students.unnes.ac.idYuniar Fahmi Lathifyuniargahmi@gmail.com<p><em>Kekerasan di lingkungan pendidikan, khususnya pada lembaga pendidikan berbasis asrama seperti pesantren, masih menjadi permasalahan yang memerlukan upaya pencegahan secara preventif dan partisipatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran santri mengenai pencegahan kekerasan di PTYQ Salatiga melalui kegiatan lomba edukatif dan deklarasi komitmen bersama. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan preventif yang melibatkan santri serta pengelola pesantren. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi pencegahan kekerasan, evaluasi mekanisme pengaduan melalui “bullying box”, media lomba pembuatan poster bertema anti-kekerasan, serta deklarasi komitmen bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri mengenai bentuk-bentuk kekerasan, pentingnya budaya ramah anak,</em><em> dan kesadaran terhadap mekanisme pelaporan di lingkungan pesantren yang ditunjukkan dari hasil pengisian lembar pre-test dan post-test yang sebelumnya ditemukan 60% santri belum memahami pencegahan kekerasan pada anak menjadi 0%. Selain itu, kegiatan lomba edukatif dan deklarasi bersama juga mampu meningkatkan partisipasi aktif santri serta memperkuat komitmen kolektif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Dengan demikian, pendekatan kreatif, partisipatif, dan berbasis komunitas dinilai efektif dalam mendukung upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren. </em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Cahya Wulandari, Mutmainah Nur Qoiri, Winarsih Winarsih, Chanidia Ari Rahmayani, Agung Aditya, Yuniar Fahmi Lathifhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3218Peningkatan Literasi Digital dan Finansial Guru melalui Pendidikan Keuangan Berbasis Kecerdasan Buatan 2026-08-10T14:10:21+07:00Dina Yeni Martiadinayenimartia@polines.ac.idEdi Wijayantoa@a.comManarotul Fatatia@a.comTheresia Tyas Listyania@a.comMuhammad Roisa@a.comNurseto Adhia@a.comRikawati Rikawatia@a.comSri Endar Utamia@a.com<p><em>Transformasi digital menuntut guru memiliki literasi digital dan finansial yang memadai untuk mendukung pengambilan keputusan profesional dan pribadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan finansial guru SMP Negeri 33 Semarang melalui pelatihan terintegrasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Kegiatan dilaksanakan pada 22 Agustus 2025 melalui dua sesi, yaitu pemanfaatan ChatGPT dan Canva AI untuk pembelajaran serta edukasi perencanaan keuangan dan investasi menggunakan simulasi berbasis AI. Metode penerapan berupa presentasi partisipatif, demonstrasi, praktik langsung, diskusi reflektif, dan evaluasi pre-test–post-test. Instrumen mengevaluasi literasi AI, literasi keuangan, perencanaan keuangan, dan literasi investasi. Analisis deskriptif menunjukkan skor rata-rata keseluruhan meningkat dari 76,5 menjadi 85. Peningkatan tertinggi terjadi pada literasi investasi, sedangkan seluruh indikator menunjukkan nilai post-test yang lebih tinggi daripada pre-test. Peserta menilai simulasi praktik membantu memahami pengelolaan keuangan, risiko, dan penggunaan AI secara lebih konkret. Program ini berpotensi menjadi model pelatihan yang relevan bagi guru, meskipun diperlukan instrumen tervalidasi dan evaluasi tindak lanjut untuk menilai keberlanjutan hasil.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Dina Yeni Martia, Edi Wijayanto, Manarotul Fatati, Theresia Tyas Listyani, Muhammad Rois, Nurseto Adhi, Rikawati Rikawati, Sri Endar Utamihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3243Peningkatan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Melalui Pemanfaatan Buku Pedoman Pendampingan Kader Laktasi di Desa Jabung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan2026-08-18T20:32:33+07:00Teta Puji Rahayutetapujirahayu@gmail.comTinuk Esti Handayania@a.comRahayu Sumaningsiha@a.com<p><em>ASI eksklusif selama enam bulan merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan bayi, namun keberhasilannya masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada masa nifas. Kurangnya pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, dan dukungan terhadap ibu nifas dapat memengaruhi keberlanjutan pemberian ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif melalui pemanfaatan Buku Pedoman Pendampingan Kader Laktasi (PeKa ASI) di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Metode kegiatan meliputi penyegaran pengetahuan dan keterampilan kader laktasi, pemberian edukasi menggunakan buku PeKa ASI, serta pendampingan kader kepada ibu hamil dan ibu. </em><em>Jumlah sasaran kegiatan, yaitu 25 kader, 17 ibu hamil, dan 8 ibu menyusui. </em><em>Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah edukasi serta pemantauan praktik pemberian ASI</em><em>. </em><em>Hasil kegiatan pengetahuan kategori baik pada kader meningkat dari 24% menjadi 88%, pada ibu hamil dari 23,5% menjadi 88,2%, sedangkan pada ibu menyusui dari 25% menjadi 100%. Demikian juga dengan sikap, kader kategori baik meningkat dari 32% menjadi 92%, ibu hamil dari 29,4% menjadi 94,1%, ibu menyusui dari 37,5% menjadi 100%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap ibu nifas mengenai ASI eksklusif setelah mendapatkan edukasi dan pendampingan menggunakan buku PeKa ASI. Pendampingan secara berkelanjutan juga membantu ibu lebih percaya diri dalam menghadapi permasalahan menyusui dan mempertahankan pemberian ASI. Pemanfaatan buku PeKa ASI efektif sebagai media edukasi dan pendampingan berbasis kader serta berpotensi mendukung peningkatan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di tingkat masyarakat. </em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Teta Puji Rahayu, Tinuk Esti Handayani, Rahayu Sumaningsihhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3285Edukasi Pencegahan Child Grooming dan Pelecehan Seksual pada Siswa Kelas VI SD Negeri 004 Toapaya 2026-08-26T21:05:51+07:00Vianney Simanihuruk vsimanihuruk@student.umrah.ac.idSumarningsih Sumarningsihsumarningsih@student.umrah.idTommy Susantotsusanto@student.umrah.ac.idDiniasih Saskia Sinagadsaskiasinaga@student.umrah.ac.idFitra Andikofandiko@student.umrah.ac.idAdelia Kristianti Purbaakpurba@student.umrah.ac.idFerdi Mardiansahfmardiansah@student.umrah.ac.idSunia Rizki Aulia srizkiaulia@student.umrah.ac.idAdelia Valentineavalentina@umrah.ac.idNuraisya Fitri Purnomo nfpurnomo@student.umrah.ac.idZaitun Zaitunzaitun@umrah.ac.id<p><em>Child grooming dan pelecehan seksual merupakan ancaman serius terhadap keselamatan, perkembangan, dan pemenuhan hak anak. Risiko tersebut dapat terjadi secara langsung maupun melalui ruang digital, terutama seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan internet oleh anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar mengenai pencegahan child grooming, pelecehan seksual, perlindungan diri, serta keamanan dalam berinteraksi di ruang digital. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 di SD Negeri 004 Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dengan melibatkan 76 siswa kelas VI yang sedang mempersiapkan diri menuju jenjang SMP. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif, partisipatif, dan interaktif melalui penyampaian materi, pemutaran video edukasi Ini Privasku, diskusi, mini quiz, kuis interaktif, refleksi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif dan wawancara singkat dengan guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Hasil observasi menunjukkan bahwa seluruh siswa kelas VI yang menjadi sasaran kegiatan memiliki setidaknya satu akun media sosial. Platform yang dikenal dan digunakan oleh siswa antara lain TikTok dan Instagram, sedangkan aktivitas digital siswa juga mencakup permainan daring, salah satunya Mobile Legends. Temuan tersebut menunjukkan bahwa siswa telah memiliki pengalaman berinteraksi dalam lingkungan digital sehingga edukasi mengenai keamanan dan perlindungan diri di ruang digital menjadi relevan untuk diberikan.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Vianney Simanihuruk , Sumarningsih, Tommy Susanto, Diniasih Saskia Sinaga, Fitra Andiko, Adelia Kristianti Purba, Ferdi Mardiansah, Sunia Rizki Aulia , Adelia Valentine, Nuraisya Fitri Purnomo , Zaitun Zaitunhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3331Program SIAGA MANIS: Edukasi dan Skrining Kesehatan Metabolik untuk Pencegahan Diabetes Melitus dan Sindrom Metabolik pada Santri Pondok Pesantren Wachid Hasyim2026-09-01T14:55:22+07:00Ardyarini Dyah Savitrivitri.sppd@unusa.ac.idDanny Irawana@a.comFaizal Armando Nugrohoa@a.comRifky Dwi Aditya Iryawanrifkydwiaditya150201@gmail.comAkbar Reza Muhammadakbarreza43@gmail.comKeysa N. S.a@a.comGigih Dwi Septa Pribadia@a.comAhmad Maulana Madhania@a.comEva Maharani Septiani Adiputria@a.comMuchammad Ghifari Azhara@a.comElysia Talitha Iona Ardiantoa@a.com<p><strong><em>Latar Belakang: </em></strong><em>Jumlah penyandang diabetes melitus meningkat tajam secara global, dengan sebagian besar faktor risiko berasal dari pola makan tidak seimbang dan rendahnya aktivitas fisik yang dapat dimodifikasi. Lingkungan pondok pesantren dengan penyediaan makanan terpusat, jadwal kegiatan yang padat, serta keterbatasan aktivitas fisik terstruktur dapat menjadi lingkungan yang memengaruhi pembentukan kebiasaan kesehatan metabolik sejak usia muda.</em> <strong><em>Tujuan: </em></strong><em>Meningkatkan pengetahuan santri mengenai gizi seimbang, aktivitas fisik, serta pencegahan diabetes melitus dan sindrom metabolik melalui edukasi kesehatan dalam program SIAGA MANIS yang disertai skrining kesehatan metabolik.</em> <strong><em>Metode: </em></strong><em>Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2026 di Pondok Pesantren Wachid Hasyim dengan melibatkan 10 santri putri menggunakan pendekatan partisipatif dan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi gizi seimbang dan penyakit metabolik, pengenalan gerakan hidup aktif, serta skrining antropometri, tekanan darah, dan gula darah. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir dengan rentang nilai 0–100 dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank sebagai analisis utama (α = 5%).</em> <strong><em>Hasil: </em></strong><em>Rerata nilai pengetahuan meningkat dari 69,00 ± 16,63 pada pretest menjadi 81,00 ± 17,29 pada posttest, dengan selisih 12,00 poin (IK 95%: 6,36–17,64) atau 17,39%. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik (Wilcoxon signed-rank eksak p = 0,008) dengan besar efek kuat (r = 0,82) dan N-gain 0,39 (kategori sedang). Delapan peserta (80,0%) mengalami kenaikan nilai dan proporsi peserta berkategori pengetahuan baik meningkat dari 30,0% menjadi 80,0%.</em> <strong><em>Kesimpulan: </em></strong><em>Program SIAGA MANIS menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri mengenai pencegahan diabetes melitus dan sindrom metabolik segera setelah kegiatan edukasi. Peserta dengan pengetahuan awal rendah memerlukan pendekatan pendampingan yang lebih individual. Keberlanjutan program dapat didukung melalui kader kesehatan santri, penyesuaian menu dapur, dan skrining berkala.</em></p>2026-09-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ardyarini Dyah Savitri, Danny Irawan, Faizal Armando Nugroho, Rifky Dwi Aditya Iryawan, Akbar Reza Muhammad, Keysa N. S., Gigih Dwi Septa Pribadi, Ahmad Maulana Madhani, Eva Maharani Septiani Adiputri, Muchammad Ghifari Azhar, Elysia Talitha Iona Ardiantohttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3348Optimalisasi Peran Tenaga Administrasi dan Manajemen Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda2026-09-05T12:55:46+07:00Rahel Tresiyaraheltresiya992@gmail.comErwin Purwaningsiha@a.com<p><em>Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit dipengaruhi oleh optimalisasi peran tenaga administrasi dan manajemen dalam mendukung proses pelayanan. Hasil pengamatan di Rumah Sakit Siaga Al Munawwarah Samarinda menunjukkan adanya beberapa kondisi yang berpotensi memengaruhi mutu pelayanan, terutama berkaitan dengan komunikasi, beban kerja, monitoring dan evaluasi, dokumentasi, serta lingkungan kerja. Kegiatan magang dilaksanakan pada 16 Februari–14 Maret 2026 melalui pengamatan langsung dan diskusi dengan pihak rumah sakit. Identifikasi dan analisis masalah dilakukan menggunakan metode fishbone dengan mengelompokkan faktor penyebab berdasarkan aspek man, method, material, dan environment. Selanjutnya, prioritas alternatif pemecahan masalah ditentukan menggunakan matriks REINKS dan disusun dalam bentuk Plan of Action (POA). Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi interpersonal tenaga administrasi dan manajemen belum optimal, beban kerja relatif tinggi, sistem monitoring dan evaluasi belum maksimal, dokumentasi pelayanan belum sistematis, penyampaian informasi prosedur pelayanan belum optimal, serta terdapat kondisi lingkungan kerja yang sibuk dan bertekanan. Berdasarkan matriks REINKS, peningkatan sistem monitoring dan evaluasi pelayanan secara rutin menjadi prioritas utama dengan skor 24. <strong>Kesimpulan</strong>: Optimalisasi mutu pelayanan dapat dilakukan melalui penguatan monitoring dan evaluasi secara berkala, pelatihan komunikasi efektif, perbaikan dokumentasi pelayanan, pengelolaan beban kerja, serta penciptaan lingkungan kerja yang kondusif. Implementasi upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan dan berorientasi pada kepuasan pasien.</em></p>2026-09-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Rahel Tresiya, Erwin Purwaningsihhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3397Implementasi Terapi Murottal Surah Ar-Rahman Dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Dengan Anestesi Spinal Di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah2026-09-24T20:15:19+07:00Andre Asmoroandreasmoro08@gmail.comAmin Susantoaminsusanto@uhb.ac.idTin Utamitinutami@uhb.ac.id<p><em>Kecemasan pre operasi merupakan respons psikologis yang umum dialami pasien yang akan menjalani tindakan anestesi spinal dan dapat memicu gangguan hemodinamik apabila tidak ditangani dengan tepat. Di RSUD Ajibarang, penanganan kecemasan pasien pre operasi selama ini hanya mengandalkan penjelasan informed consent dan dukungan keluarga, sementara terapi murottal Al-Qur'an belum pernah diterapkan sebagai intervensi pendamping. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan terapi murottal Surah Ar-Rahman untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi dengan anestesi spinal. Kegiatan dilaksanakan pada 30 pasien di Ruang Rajawali RSUD Ajibarang selama periode 13 Mei sampai 6 Juni 2026. Intervensi berupa pemberian murottal Surah Ar-Rahman selama kurang lebih 15 menit melalui headphone, dengan tingkat kecemasan diukur menggunakan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) sebelum dan sesudah terapi. Hasil kegiatan menunjukkan penurunan rerata skor APAIS dari 14,87 menjadi 9,76, disertai pergeseran kategori kecemasan dari sedang menjadi ringan pada mayoritas peserta. </em><em>Terapi murottal Surah Ar-Rahman dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis pendamping yang mudah diterapkan untuk membantu mengelola kecemasan pasien preoperasi dengan anestesi spinal.</em></p>2026-10-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Andre Asmoro, Amin Susanto, Tin Utamihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2951Edukasi Cegah Stunting di Posyandu Curug Kota Depok2026-07-19T11:34:09+07:00Mizna Sabillamizna.sabilla@umj.ac.idRusman Efendia@gmail.comSiti Nurhasiyah Jamilb@gmail.comSyaiful Bahric@gmail.comNiswatun Najihahd@gmail.comNayla Jasmine Fadillahe@gmail.comSyifa Aprilia Azzahraa@gmail.comAnis Hilmi Dwi Safitria@gmail.comAnnisa Zahria Putri Handayania@gmail.comTengku Siti Neza Azmarinaa@gmail.comSri Toriqoha@gmail.com<p><em>Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang belum mencapai target nasional. Upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui edukasi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga balita. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui pendekatan edukasi di Posyandu. Metode yang digunakan meliputi ceramah, pemutaran video edukatif, penggunaan media poster, serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test terhadap 32 peserta. Meskipun Sebagian peserta telah berpengetahuan baik, hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pre-test sebesar 83,44 meningkat menjadi 97,19 pada post-test. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas di Posyandu dengan media poster, video dan diskusi interaktif dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting, termasuk penyebab, dampak, dan upaya pencegahannya melalui pemenuhan gizi seimbang selama 1000 Hari pertama kehidupan termasuk ASI eksklusif, dan MP-ASI bergizi. Dengan demikian, penguatan edukasi kesehatan di tingkat komunitas menjadi strategi penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Mizna Sabilla, Rusman Efendi, Siti Nurhasiyah Jamil, Syaiful Bahri, Niswatun Najihah, Nayla Jasmine Fadillah, Syifa Aprilia Azzahra, Anis Hilmi Dwi Safitri, Annisa Zahria Putri Handayani, Tengku Siti Neza Azmarina, Sri Toriqohhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3165Implementasi Singkong dan Kulit Buah Naga dalam Pembuatan Brownies Guna Meningkatkan Kesejahteraan dan Perekonomian Masyarakat Karang Joang, Balikpapan Utara, Balikpapan, Kalimantan Timur2026-07-30T14:36:07+07:00Enita Rahayuenita.rahayu@poltekba.ac.idNawang Retno Dwiningruma@gmail.comMaria Veronika Simanjuntaka@gmail.comLisnawaty Simatupanga@gmail.comRamadhani Noor Fajrina@gmail.com<p><em>Karang Joang merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan. Kelurahan Karang Joang memiliki banyak potensi lokal yang dapat dikembangkan, diantaranya adalah hasil tanaman buah-buahan dan sayur seperti singkong, buah naga, salak, singkong, nanas, jeruk dan lain-lain. Singkong atau ketela adalah salah satu tamanan tropis yang ada di Karang Joang. Selain ketela, Karang Joang juga banyak sekali terdapat buah naga. Buah naga merupakan salah satu komoditas utama tanaman pangan yang mempunyai peranan penting dan strategis dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Namun buah naga sering banyak menimbulkan limbah karena kulitnya yang tebal dan kulit hanya di buang begitu saja, padahal bisa diolah lagi dan aman untuk di konsumsi juga. </em><em>Kegiatan ini terdiri atas observasi ke lapangan, sosialisasi kepada ibu-ibu PKK Karang Joang, pelatihan dan praktik pembuatan brownies, dan pendampingan setelah proses pelatihan. </em><em>Salah satu olahan makanan yang bisa di olah dari singkong dan kulit buah naga tersebut adalah brownies. Tim pengabdian kampung vokasi Poltekba akan melaksanakan pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan pembuatan produk makanan berupa brownies dari bahan pangan lokal singkong dan kulit buah naga. Pelatihan ini diadakan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat khususnya ibu-ibu yang ada di Kelurahan Karang Joang</em><em>. Pada Pengabdian ini peserta berhasil mengikuti praktik pembuatan brownies, memperoleh materi mengenai pengemasan dan perhitungan food cost, serta mulai memproduksi brownies secara mandiri setelah pendampingan.</em> <em>Pelatihan ini dapat memberikan dampak yang diterima oleh mitra, yaitu meningkatnya keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah potensi local menjadi produk yang memiliki nilai jual serta munculnya peluang usaha berbasis </em></p>2026-09-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Enita Rahayu, Nawang Retno Dwiningrum, Maria Veronika Simanjuntak, Lisnawaty Simatupang, Ramadhani Noor Fajrinhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3205Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan melalui Sustainable Integrated Tourism Empowerment (SITE) di Desa Aan, Kabupaten Klungkung2026-08-08T11:03:29+07:00Hanna Anugerahanianugerahani.24009@student.unud.ac.idIda Bagus Made Baskara Andikaibmbaskara@unud.ac.idMuhammad Beliton Al-Fariza@a.comNi Wayan Setia Maha Yantia@a.com<p><em>Desa Aan, Kabupaten Klungkung, memiliki potensi wisata yang belum didukung secara optimal oleh tata kelola kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi, kesiapan kawasan, dan pengembangan ekonomi kreatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan Desa Aan sebagai desa wisata berkelanjutan melalui pendekatan Sustainable Integrated Tourism Empowerment (SITE) yang mengintegrasikan enam program, yaitu Revitawis, Pewindu, Pesidian, Pakerisan, Renika, dan PEKAN. Program dilaksanakan secara partisipatif melalui observasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, pendampingan, praktik lapangan, serta intervensi fisik dan nonfisik. Pada penguatan sumber daya manusia, sebanyak 30 orang terlibat dalam proses rekrutmen dan pemetaan, yang selanjutnya terbagi menjadi 15 peserta Pewindu dan 15 peserta Pesidian. Pelaksanaan program menghasilkan dua dokumen perencanaan Pokdarwis berupa Rencana Kerja Bulanan (RKB) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT), 10 QR Code informasi wisata, tiga paket wisata berupa half day, full day, dan two days one night, peningkatan fasilitas pendukung destinasi, serta tiga jenis produk ekonomi kreatif berupa lilin aromaterapi, sabun berbasis madu kele, dan virgin coconut oil (VCO). Evaluasi peserta dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, dengan Program Pesidian mencapai nilai post-test di atas 85. Capaian tersebut menunjukkan bahwa integrasi penguatan kelembagaan, kapasitas masyarakat, digitalisasi, pengembangan produk wisata, peningkatan kualitas kawasan, dan ekonomi kreatif melalui SITE mampu mendukung pengelolaan Desa Wisata Aan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. </em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Hanna Anugerahani, Ida Bagus Made Baskara Andika, Muhammad Beliton Al-Fariz, Ni Wayan Setia Maha Yantihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3229Pemberdayaan Pengelola dan Santri melalui Penerapan Mesin Pencacah Sampah Organik untuk Mendukung Budidaya Black Soldier Fly (BSF) di Pesantren Hubbul Khoir, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah2026-08-13T13:59:51+07:00Sutrisno Ibrahimsutrisno@staff.uns.ac.idFaisal Rahutomofaisal_r@staff.uns.ac.idSubuh Pramonosubuhpramono@staff.uns.ac.idJoko Hariyonojokohariyono@staff.uns.ac.idMuhammad Hamka Ibrahimhamka@staff.uns.ac.idAisyah Alfi Fadhilahaisyahalfi@student.uns.ac.id<p><em>Pengelolaan sampah organik di Pondok Pesantren Hubbul Khoir Sukoharjo masih menghadapi kendala berupa keterbatasan teknologi pengolahan dan proses pencacahan yang dilakukan secara manual, sehingga pemanfaatan sampah organik untuk budidaya Black Soldier Fly (BSF) belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan mesin pencacah sampah organik sebagai teknologi tepat guna untuk mendukung optimalisasi budidaya BSF dalam penguatan ekonomi hijau di lingkungan pesantren. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan dan pembuatan mesin, pengujian dan implementasi mesin, pelatihan pengoperasian serta budidaya BSF, dan pendampingan. Mesin pencacah yang dikembangkan memiliki target kapasitas sekitar 50 kg/jam dan digunakan untuk menghasilkan bahan organik dengan ukuran yang lebih sesuai sebagai media pakan larva BSF. Kegiatan juga menghasilkan tempat budidaya BSF, pelaksanaan pelatihan bagi pengelola dan santri yang terlibat, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan sampah dan budidaya BSF. Implementasi mesin memberikan kemudahan dalam proses pencacahan dan penyediaan media pakan dibandingkan metode manual. Program ini menghasilkan sistem awal pengelolaan sampah organik berbasis BSF yang mengintegrasikan teknologi pencacahan, budidaya maggot, dan pemberdayaan mitra. Pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif dan kasgot sebagai pupuk organik menjadi potensi pengembangan nilai tambah sampah organik, sedangkan pengukuran kuantitatif terhadap pengurangan sampah, peningkatan produksi maggot, dan manfaat ekonomi dapat dilakukan pada tahap evaluasi lanjutan.</em></p>2026-10-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Sutrisno Ibrahim, Faisal Rahutomo, Subuh Pramono, Joko Hariyono, Muhammad Hamka Ibrahim, Aisyah Alfi Fadhilahhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3260Penguatan Kapasitas Produksi dan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Keripik Tempe Enggal di Desa Panjunan Kabupaten Pati2026-08-23T17:35:53+07:00Rizkha Ajeng Rochmatikarizkha@polines.ac.idWahyu Isti Nugrohorizkha@polines.ac.idEni Safrianarizkha@polines.ac.idRagil Tri Indrawatirizkha@polines.ac.idFarika Tono Putririzkha@polines.ac.idFriska Ayufitrianti Sugionoa@gmail.comTimotius Anggit Kristiawanrizkha@polines.ac.idEko Saputrarizkha@polines.ac.idHartanto Prawiboworizkha@polines.ac.idZulfa Nur’aini Tamamrizkha@polines.ac.idFayha Ghinayu Dzakiyya Ahdierizkha@polines.ac.idRaeshard Rakeen Shaquillarizkha@polines.ac.idSigit Tri Bagus Erlanggarizkha@polines.ac.idRaditya Indra Zukarizkha@polines.ac.id<p><em>Usaha keripik tempe Enggal merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang produksi pangan. Tempe yang memiliki citarasa khas gurih dan empuk menjadikan titik balik keberanian bagi Ibu Ngapiyani untuk mengembangkan produk keripik tempe dengan nilai ekonomis yang lebih. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap usaha keripik tempe pada aspek produksi yang masih menggunakan cara konvensional dalam pengirisan tempe serta penirisan minyak, juga dalam hal pemasaran masih terbatas dengan packing sederhana dan menitipkan di warung sekitar. Jumlah produksi dari usaha keripik tempe Enggal belum mampu memenuhi permintaan pasar yang tinggi, dikarenakan keterbatasan IPTEK dan pengetahuan mitra. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan solusi kepada mitra dalam hal menyelesaikan permasalahan terkait aspek produksi berupa pengirisan keripik tempe, penirisan minyak dan aspek manajemen pada pemasaran produk. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif dengan melibatkan satu kelompok mitra. Kegiatan ini dilakukan mulai tahap perencanaan, pelaksanaan program, pendampingan, maupun evaluasi kegiatan mitra. Hasil dari kegiatan ini berupa terealisasinya penerapan 1 unit mesin pengiris tempe dan 1 unit mesin peniris minyak sebagai solusi dari aspek produksi, dan pada aspek manajemen berupa penerapan digital marketing melalui branding produk dan pemasaran digital melalui platform e-commerce yang dapat dijangkau dari berbagai daerah lain. Peningkatan pengetahuan mitra pada aspek produksi 85% dan pada aspek manajemen 90%. Seluruh rangkaian kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi, mutu produk, serta efisiensi waktu pada proses produksi dan meningkatkan penjualan ke beberapa wilayah di daerah Jawa Tengah.</em></p>2026-09-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Rizkha Ajeng Rochmatika, Wahyu Isti Nugroho, Eni Safriana, Ragil Tri Indrawati, Farika Tono Putri, Friska Ayufitrianti Sugiono, Timotius Anggit Kristiawan, Eko Saputra, Hartanto Prawibowo, Zulfa Nur’aini Tamam, Fayha Ghinayu Dzakiyya Ahdie, Raeshard Rakeen Shaquilla, Sigit Tri Bagus Erlangga, Raditya Indra Zukahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3311Implementasi Strategi Digital Marketing dan Teknologi Kompor Seribu Titik untuk Peningkatan Peluang Penjualan dan Efisiensi Produksi pada UMKM Tahu Kita Desa Gitik2026-08-29T16:04:24+07:00Eka Novita Sariekanovita@poliwangi.ac.idAlfin Hidayatalfin.hidayat@poliwangi.ac.idSubono Subonosubono@poliwangi.ac.id<p><em>UMKM Tahu Kita merupakan usaha produktif sektor pangan yang memiliki potensi pasar, namun masih menghadapi kendala pada aspek produksi dan pemasaran. Proses produksi masih menggunakan kayu bakar atau kompor konvensional satu titik api yang menyebabkan distribusi panas kurang merata, waktu pemanasan lebih lama, dan belum didukung sistem pengamanan kebocoran gas yang memadai. </em><em>Pada aspek pemasaran, penjualan masih dilakukan secara konvensional dengan jangkauan pelanggan lokal serta belum optimal dalam pemanfaatan branding, media sosial, dan marketplace. Program pengabdian ini menawarkan solusi terintegrasi melalui implementasi Teknologi Kompor Seribu Titik berbasis sistem deteksi kebocoran gas dan strategi digital marketing. Pada aspek produksi, teknologi kompor dirancang untuk meningkatkan pemerataan panas, efisiensi energi, dan keamanan proses produksi. Pada aspek pemasaran, kegiatan meliputi pengembangan identitas merek, desain kemasan, pembuatan foto dan konten promosi, serta aktivasi media sosial dan marketplace. Pelaksanaan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, instalasi teknologi, pelatihan operasional, pengembangan branding, pendampingan digital marketing, serta monitoring dan evaluasi. Program ini mampu meningkatkan efisiensi produksi, memperluas jangkauan pasar, serta mendukung peningkatan daya saing dan keberlanjutan UMKM Tahu Kita.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Eka Novita Sari, Alfin Hidayat, Subono Subonohttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3364Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Keluarga di Desa Loa Rw 112026-09-09T13:25:01+07:00Syifa Shahiezasyifashahieza26@gmail.comRyan Hidayata@a.comWickha Juliania@a.comMuhammad Fadhlan Rizqullaha@a.comMuhammad Rasyid Hatamia@a.comMuhammad Rizqy Subagjaa@a.comTeti Nur Azizaha@a.comMeisya Maulidaa@a.comMiftah Awaludzi Rizkia@a.comWizdan Taufik Abadallaha@a.comMae Amelianawatia@a.com<p><em>Kesehatan keluarga merupakan salah satu fondasi utama kesejahteraan masyarakat, namun pemenuhannya sering terkendala oleh keterbatasan ekonomi dan ketergantungan terhadap obat-obatan kimia. Salah satu alternatif yang dapat ditempuh adalah pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi dan memberdayakan masyarakat RW 11, Desa Loa, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, dalam memanfaatkan lahan bersama untuk budi daya TOGA secara kolektif. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu penanaman bibit pada 25 Agustus 2026 dan peresmian taman TOGA pada 30 Agustus 2026, dengan menanam 18 jenis tanaman sebanyak 68 bibit secara kolektif di lahan bersama RT 01 sebagai taman TOGA komunal yang dikelola bersama dan dapat diakses secara terbuka oleh warga, tanpa dibagikan ke rumah tangga. Data dikumpulkan secara observasional-kualitatif melalui pengamatan partisipatif dan catatan lapangan, kemudian dibandingkan dengan sembilan studi acuan sejenis pada rentang 2021–2026. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi warga yang tinggi (50 peserta, 10 panitia) serta model taman TOGA komunal berakses terbuka yang tidak ditemukan pada sembilan studi acuan yang dibandingkan. Model ini dirancang untuk menekan risiko kegagalan tanam pada fase kritis dan berpotensi memperkuat modal sosial antarwarga, meskipun klaim ini masih bersifat prediktif karena belum didukung data pemantauan pascaperesmian. Kegiatan ini berkontribusi secara konseptual dengan memperluas kerangka tahapan pemberdayaan melalui penegasan tahap pendayaan kolektif berbasis akses terbuka.</em></p>2026-09-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Syifa Shahieza, Ryan Hidayat, Wickha Juliani, Muhammad Fadhlan Rizqullah, Muhammad Rasyid Hatami, Muhammad Rizqy Subagja, Teti Nur Azizah, Meisya Maulida, Miftah Awaludzi Rizki, Wizdan Taufik Abadallah, Mae Amelianawatihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3414In House Training Membangun Iklim Kebhinekaan Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Mengembangkan Sikap Toleransi Siswa2026-09-21T21:36:42+07:00Desinta Dwi Rapitadesinta.fis@um.ac.idSri Untarisri.untari.fis@um.ac.idNurul Ratnawatinurul.ratnawati.fis@um.ac.idSukma Ulandarisukmaulan9@gmail.comEkaliya Priti Anggraeniekaliya.priti.2007116@students.um.ac.id<p><em>Sekolah sebagai institusi yang memiliki peran signifikan dalam membangun kesadaran toleransi di tengah masyarakat multikultural. Kesadaran tersebut dibangun melalui penanaman nilai-nilai kebhinekaan yang berdampak pada penghayatan peserta didik. Peserta didik yang menghayati kebhinekaan berarti mampu mengidentifikasi diri sebagai perwakilan budaya luhur negaranya, memahami dan menghargai keragaman budaya, aktif berinteraksi satu sama lain, mampu berkomunikasi lintas budaya dalam keragaman, menjadikan keragaman sebagai kekuatan yang inklusif dan berkelanjutan. Selaras dengan hal tersebut, kurangnya pemahaman dan pengetahuan siswa akan bentuk-bentuk tindakan intoleransi menjadi permasalahan dan tantangan bagi guru. Untuk menunjang keberhasilan tersebut dibutuhkan kompetensi guru dan lingkungan sekolah yang didasari oleh sikap kebhinekaan. Guru membutuhkan pendekatan baru untuk mengembangkan toleransi siswa tak terkecuali Guru di SMP Negeri 13 Malang. Oleh sebab itu dilakukan In House Training bagi guru SMP Negeri 13 Malang sebagai upaya untuk mengembangkan sikap toleransi siswa. Metode pengabdian dilaksanakan secara sistematis meliputi sosialisasi, pendampingan penyusunan program kebhinekaan, forum diskusi serta evaluasi. Pengabdian ini berhasil melatih 48 guru SMP Negeri 13 Malang dan menghasilkan 11 rancangan program kebhinekaan yang berhasil disusun. </em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Desinta Dwi Rapita, Sri Untari, Nurul Ratnawati, Sukma Ulandari, Ekaliya Priti Anggraenihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2453Pendampingan Pelaporan Keuangan dan Pelaporan Pajak UMKM Melalui Program Business Development Services2025-11-23T07:34:04+07:00Riri Zelmiyantiriri@polibatam.ac.idRusda Irawatiira@polibatam.ac.idMega Mayasarimega@polibatam.ac.idArniati Arniatiarni@polibatam.ac.idAfriyanti Hasanahafriyanti@polibatam.ac.idRia Anggrainiria@polibatam.ac.idAdi Irawan Setiyantoa@a.comAnjelina Anjelinaanjelina@polibatam.ac.idAnnisya Fitri Khairina Parinduriannisya@polibatam.ac.idDiah Amaliadiah@polibatam.ac.idArif Darmawandarmawan@polibatam.ac.idSugeng Riadisugeng@polibatam.ac.idDedi Kurniawandedi@polibatam.ac.idRizki Lanniaririzkilanniari@polibatam.ac.idDinda Indira Subagiodinda@polibatam.ac.idFauziah Muchlisfauziah@poliabatam.ac.id<p><em>Berbagai usaha dilakukan pemerintah untuk membantu perkembangan UMKM, salah satunya Direktorat </em><em>Jenderal Pajak yang melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengawasan bagi wajib pajak dalam program Business Development Service (BDS). Kegiatan ini berbentuk pengabdian masyarakat bekerjasama dengan Polibatam dan diharapkan dapat membantu menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat terutama terkait pemenuhan kewajiban perpajakan UMKM di Kota Batam serta meningkatkan kepatuhan pajak dengan pengimplementasian aplikasi e-form pajak versi edukasi milik Polibatam. Metode yang dilaksanakan dalam pengabdian ini yaitu melalui Sosialisasi serta pendampingan (praktik) terkait pembukuan, pencatatan dan perhitungan pajak oleh Wajib Pajak UMKM secara langsung yang terdiri dari UMKM Dagang dan UMKM Industri di kota Batam. Dapat disimpulkan bahwa respon wajib pajak yang didampingi sangat positif terhadap kegiatan pengabdian yang dilakukan. Kuesioner kepuasan menunjukkan 100% wajib pajak menjawab bersedia untuk kembali ikut serta dalam kegiatan pengabdian lainnya yang akan diselenggarakan oleh Polibatam di masa depan</em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Riri Zelmiyanti, Rusda Irawati, Mega Mayasari, Arniati Arniati, Afriyanti Hasanah, Ria Anggraini, Adi Irawan Setiyanto, Anjelina Anjelina, Annisya Fitri Khairina Parinduri, Diah Amalia, Arif Darmawan, Sugeng Riadi, Dedi Kurniawan, Rizki Lanniari, Dinda Indira Subagio, Fauziah Muchlishttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3060Inovasi Produk Melalui Pelatihan Pembuatan Yogurt Susu Kambing Skala Mikro Dalam Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga Di Desa Pone Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo2026-06-28T11:30:43+07:00Sri Yenny Patedasyenip@ung.ac.idUmbang Arif Rokhayatiumbang.ung@gmail.comSri Suryaningsih Djunusdjunu@ung.ac.idNibras Layanibraslaya@ung.ac.idEllen Salehellensaleh9@gmail.comSrisukmawati Zainudinsri.zainudin@ung.ac.id<p><em>Tujuan pelaksanaan kegiatan KKN</em> <em>u</em><em>n</em><em>tuk memperkenalkan inovasi produk berbasis potensi lokal, meningkatkan kapasitas produksi rumah tangga, serta mendukung penguatan ekonomi keluarga. Dengan pendekatan edukatif dan aplikatif, kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha kecil berbasis pangan lokal dan menciptakan dampak sosial ekonomi yang berkelanjutan di masyarakat</em><em>.</em><em>Target khusus</em> <em>yang ingin dicapai pada kegiatan KKN</em><em> adalah m</em><em>s</em><em>yarakat</em> <em>mampu mempraktikkan teknik </em><em>pembuatan yogurt dan</em> <em>t</em><em>erbentuknya kelompok usaha mikro</em><em>, m</em><em>eningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya protein hewani</em> <em>dan </em><em>berkembangnya </em><em>potensi ekonomi </em><em>lokal </em><em>dari hasil olahan susu.</em><em>seperti yogurt susu kambing</em><em>. Kegiatan pelatihan dirancang dengan </em><em>metode </em><em>pendekatan aplikatif dan partisipatif guna meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta dalam pengolahan susu kambing menjadi yogurt. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan interaktif mengenai manfaat dan teknik fermentasi susu kambing, demonstrasi tahapan pembuatan yogurt, prakt</em><em>e</em><em>k pengolahan oleh peserta, serta pendampingan lanjutan untuk memastikan keberhasilan penerapan teknologi pengolahan dan pengembangan usaha berbasis produk susu kambing. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang menekankan partisipasi aktif dan praktik langsung mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah susu kambing menjadi yogurt. Keberhasilan peserta dalam menghasilkan produk yogurt secara mandiri menjadi indikator bahwa teknologi pengolahan pangan sederhana dapat diterapkan dengan mudah di tingkat rumah tangga. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memperluas pemahaman masyarakat mengenai nilai gizi susu kambing dan manfaat produk fermentasi bagi kesehatan. Melalui rangkaian demonstrasi, praktik, dan pendampingan, peserta memperoleh pengalaman nyata yang mendorong tumbuhnya kepercayaan diri untuk mengembangkan usaha pengolahan susu kambing secara mandiri.</em></p>2026-09-23T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Sri Yenny Pateda, Umbang Arif Rokhayati, Sri Suryaningsih Djunu, Nibras Laya, Ellen Saleh, Srisukmawati Zainudinhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3179Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendekatan Partisipatif dalam Pembentukan Kampung Ramah Anak Berbasis Peraturan Desa di Kecamatan Jenggawah2026-07-27T23:30:27+07:00Amira Paripurnaamira@fh.unair.ac.idIqbal Felisianoiqbal@fh.unair.ac.idAstutik Astutikastutik@fh.unair.ac.idMuhammad Asrul Maulanaa@gmail.comLudwig Elia Judika Sihombinga@gmail.comPaskah Febiola Dwi Gonstarya@gmail.comGabriella Novena Winartaa@gmail.com<p><em>Perlindungan anak berbasis masyarakat memerlukan peningkatan kapasitas warga dan dukungan kelembagaan agar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Jenggawah dan Desa Wonojati, Kabupaten Jember, sebagai respons terhadap risiko kekerasan terhadap anak dan perempuan, keterbatasan pemahaman mengenai hak anak dan kesehatan reproduksi, serta belum optimalnya praktik pengasuhan positif. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, partisipasi, dan komitmen masyarakat dalam mendukung pembentukan Kampung Ramah Anak. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research yang dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat melalui identifikasi permasalahan, pelatihan advokasi hukum dan perlindungan hak anak, kesehatan reproduksi, serta positive parenting. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, wawancara, diskusi reflektif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator. Pada pelatihan advokasi hukum dan perlindungan hak anak, peningkatan berkisar antara 45,0–51,5 poin persentase, sedangkan pemahaman kesehatan reproduksi dan positive parenting masing-masing meningkat sebesar 35,0 dan 42,8 poin persentase. Kegiatan juga meningkatkan keterlibatan peserta dalam diskusi dan memperkuat komitmen masyarakat serta pemerintah desa dalam mendukung perlindungan anak. Dengan demikian, pendekatan pemberdayaan partisipatif mampu meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam mendukung Kampung Ramah Anak. Sebagai tindak lanjut, pendampingan penyusunan Peraturan Desa direkomendasikan untuk memperkuat kelembagaan dan keberlanjutan program.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Amira Paripurna, Iqbal Felisiano, Astutik Astutik, Muhammad Asrul Maulana, Ludwig Elia Judika Sihombing, Paskah Febiola Dwi Gonstary, Gabriella Novena Winartahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3216Implementasi Metode Ceramah Berbasis Hots pada Pembelajaran Tematik Kelas II Pengalaman Praktik Mengajar Mahasiswa KKN-B2026-08-08T11:04:23+07:00Maksud Hakima.fitrianisuryadi30@gmail.comElisa Putri Handayania@a.comSri Rahyunia@a.comNur Annisaa@a.comSelpi. Sa@a.comMutiara Mutiaraa@a.com<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pembelajaran Tematik Kelas 2 yang Berbasis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) di UPT SD Negeri 16 Bontoramba berdasarkan praktik mengajar mahasiswa KKN-B. Metode: Penelitian Kualitatif ini menggunakan desain studi kasus tunggal deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pastisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analitik Miles, Huberman, dan Saldana (2014) yang terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber dan teknik memastikan validitas data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis HOTS dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap pembuka dengan aktivasi pengetahuan awal; kegiatan utama menggunakan soal-soal HOTS dalam kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan; serta tahap penutup, dengan sintesis dan refleksi atas pembelajaran yang telah dilakukan. Strategi-strategi ini mendorong keterlibatan siswa yang tinggi, serta memberikan ruang bagi siswa untuk menyuarakan dan memilih pendapat mereka melalui pendekatan pembelajaran yang praktis. Tantangan yang dihadapi meliputi tingkat literasi siswa, perbedaan tingkat kemampuan diantara siswa, serta keterbatasan sumber daya dan waktu di kelas. Tantangan-tantangan ini diatasi dengan penggunaan kosakata sederhana, pertanyaan yang disesuaikan, serta pemanfaatan alat bantu visual dasar dan manajemen waktu di kelas. Hal ini meningkatkan pemahaman pedagogis, kemampuan reflektif, serta serta keterlibatan siswa dan guru.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Maksud Hakim, Elisa Putri Handayani, Sri Rahyuni, Nur Annisa, Selpi. S, Mutiara Mutiarahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3240Pemberdayaan Remaja melalui Program Literasi Kosmetik untuk Meningkatkan Kesadaran terhadap Risiko Klaim Berlebihan Produk Skincare Berbasis Augmented Reality di SMK Nusapersada Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah2026-08-15T17:52:59+07:00Ririn Suharsantiririnsuharsanti@gmail.comIntan Martha Cahyaniintanmartha20@gmail.comVinsent Brilian Adigunavinsentbrilian@untagsmg.ac.id<p><em>Remaja merupakan kelompok konsumen yang aktif menggunakan produk skincare dan media sosial, namun masih menghadapi keterbatasan literasi kosmetik, khususnya dalam memahami keamanan produk, legalitas, serta klaim berlebihan (overclaim). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi kosmetik remaja, kemampuan mengevaluasi klaim skincare secara kritis, serta pemanfaatan Augmented Reality (AR) sebagai media edukasi interaktif. </em><em>Mitra kegiatan adalah 40 orang siswa SMK Nusapersada Tengaran, Kabupaten Semarang. </em><em>Program dimulai dengan edukasi literasi kosmetik berbasis sains dan regulasi, pelatihan membaca label dan mengecek izin edar BPOM, penerapan media AR, pendampingan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Baseline mitra lebih dari 70% siswa menggunakan skincare, sekitar 65% memilih produk berdasarkan influencer/media sosial, sekitar 25% mengetahui cara mengecek izin edar BPOM, dan kurang dari 30% mampu membedakan klaim wajar dan tidak wajar. Target program adalah meningkatkan pemahaman literasi kosmetik menjadi ≥75%, kemampuan mengecek izin edar menjadi ≥80%, dan sikap kritis terhadap overclaim menjadi ≥70%. </em><em>Media AR dirancang berbasis smartphone Android dengan marker QR dan visualisasi interaktif produk, klaim, bahan aktif, serta risiko overclaim. Kegiatan ini menghasilkan peningkatan kapasitas pengetahuan siswa sesuai target, modul literasi kosmetik, media Augmented Reality (AR), agen literasi kosmetik remaja, dan video kegiatan. Hasil tersebut penting sebagai upaya membekali remaja dengan kemampuan literasi kosmetik yang krtitis.</em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ririn Suharsanti, Intan Martha Cahyani, Vinsent Brilian Adigunahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3278Inisiatif Anti-Korupsi melalui Edukasi Bagi Pelajar: Membangun Generasi Berintegritas di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Kota Malang Jawa Timur2026-08-25T20:36:38+07:00Ruth Agnesia Sembiringruth.sembiring@ub.ac.idAndi Setiawanandi.setiawan@ub.ac.idTanazza Zalsabella Firstytanazza@ub.ac.id<p><em>Korupsi merupakan masalah yang tidak hanya berdampak terhadap perekonomian dan tata kelola pemerintahan, tetapi juga berdampak pada pemenuhan hak sosial, kualitas layanan publik, dan kehidupan masyarakat. Upaya memerangi korupsi perlu dilakukan sejak usia sekolah melalui pendidikan yang menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, keadilan, keberanian menyatakan kebeneran, dan integritas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penguatan pemahaman mengenai anti-korupsi serta membangun kesadaran generasi muda dalam mengembangkan budaya integritas. Kegiatan dilaksanakan pada 26 September 2024 di SMA Negeri 7 Kota Malang dengan melibatkan pelajar Kelas XI-9 yang berjumlah 31 pelajar. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi observasi, penilaian kondisi sasaran, sosialisasi, serta diskusi dan tanya jawab. Materi mencakup definisi dan jenis-jenis korupsi, dampak korupsi dalam berbagai aspek kehidupan, praktik yang dapat dikategorikan sebagai perilaku korupsi dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai integritas, serta peran generasi muda dalam memerangi korupsi. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan ada 6 pelajar yang merespon materi inisitatif anti-korupsi dengan menjawab pertanyaan terkait jenis-jenis korupsi, berbagi pemahaman mengenai potensi praktik “korupsi kecil” di lingkungan sekitar, serta menyampaikan ide terkait alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah korupsi. Pendekatan edukatif dan interaktif, melalui kegiatan pengabdian ini dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan nilai-nilai integritas dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari upaya untuk mendorong tumbuhnya inisiatif anti-korupsi di kalangan pelajar sejak lingkungan sekolah.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ruth Agnesia Sembiring, Andi Setiawan, Tanazza Zalsabella Firstyhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3329Peningkatan Pengetahuan Higiene Pribadi dan Sanitasi Makanan sebagai Upaya Pencegahan Risiko Infeksi Helicobacter pylori pada Santri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong2026-09-01T14:52:52+07:00Danny Irawandr.danny@unusa.ac.idLea Maera Shantya@gmail.comArdyarini Dyah Savitria@gmail.comRifky Dwi Aditya Iryawanrifkydwiaditya150201@gmail.comAkbar Reza Muhammadakbarreza43@gmail.comDiva Najlacesa Zefanya Purwantoa@gmail.comKeysa Dhia Kamilaa@gmail.comFaizzatur Salma Ratnaduhitaa@gmail.comRaffy Firdaus Xxafiera@gmail.comMikail Nur Ramadhania@gmail.comMuhammad Reihan Putra Purnamaa@gmail.com<p><em>Pondok pesantren merupakan hunian komunal dengan kepadatan tinggi dan pola penyediaan makanan terpusat, sehingga memiliki risiko terhadap transmisi patogen saluran cerna termasuk Helicobacter pylori melalui jalur oral–oral dan fekal–oral. Praktik higiene pribadi dan sanitasi makanan yang belum optimal dapat meningkatkan risiko paparan infeksi saluran cerna pada santri. Meningkatkan pengetahuan santri mengenai higiene pribadi dan sanitasi makanan sebagai upaya pencegahan risiko infeksi Helicobacter pylori di lingkungan pondok pesantren. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Juli 2026 di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo, melibatkan 50 santri dalam lima kelompok edukasi paralel, menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi interaktif, simulasi cuci tangan pakai sabun, penerapan media edukasi, dan evaluasi. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir yang dikonversi ke rentang nilai 0–100 dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dengan tingkat signifikansi 5%. Meskipun nilai awal peserta telah berada pada kategori tinggi (90,00 ± 9,26), skor pengetahuan meningkat menjadi 97,40 ± 6,00 setelah edukasi. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik berdasarkan uji Wilcoxon signed-rank (Z = −5,018; p <0,001) dengan besar efek kuat (r = 0,71). Proporsi peserta berkategori pengetahuan baik meningkat dari 90,0% menjadi 98,0%. Edukasi higiene pribadi dan sanitasi makanan berbasis partisipasi menunjukkan peningkatan pengetahuan santri segera setelah intervensi. Evaluasi lanjutan diperlukan untuk menilai keberlanjutan pengetahuan, perubahan perilaku higiene, serta dampaknya terhadap keluhan gastritis.</em></p>2026-09-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Danny Irawan, Lea Maera Shanty, Ardyarini Dyah Savitri, Rifky Dwi Aditya Iryawan, Akbar Reza Muhammad, Diva Najlacesa Zefanya Purwanto, Keysa Dhia Kamila, Faizzatur Salma Ratnaduhita, Raffy Firdaus Xxafier, Mikail Nur Ramadhani, Muhammad Reihan Putra Purnamahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3346Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Melalui Program Apotek Hidup Siswa MI Islamiyah Kaaffah 2026-09-05T12:48:20+07:00Salis Setianitsalissetiani@gmail.comSilvinatin Al-MasyithohSilvinamasithoh@gmail.com<p><em>Rendahnya kesadaran siswa Madrasah Ibtidaiyah terhadap pelestarian lingkungan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), di tengah tersedianya lahan sekolah yang belum dimanfaatkan secara optimal, melatarbelakangi kegiatan pengabdian ini di MI Islamiyah Kaaffah Lamongan. Kegiatan ini melibatkan 31 siswa dan bertujuan menanamkan karakter peduli lingkungan pada siswa melalui pembuatan dan penanaman Apotek Hidup. Metode pelaksanaan disusun dalam empat tahap berkesinambungan selama satu bulan, yaitu pengenalan dan sosialisasi, praktik penanaman, perawatan dan pembiasaan karakter, serta pemanfaatan hasil dan evaluasi berupa pelatihan pengolahan panen TOGA menjadi minuman herbal seperti wedang jahe dan kunyit hangat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis, manfaat, dan cara perawatan TOGA, serta tumbuhnya tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, dan kepedulian lingkungan, yang tampak dari inisiatif siswa merawat tanaman tanpa diminta dan meningkatnya keterlibatan menjaga kebersihan sekolah. Temuan ini mengindikasikan bahwa Program Apotek Hidup berpotensi menjadi media pembiasaan karakter peduli lingkungan yang aplikatif, dan dapat dipertimbangkan untuk direplikasi pada sekolah lain dengan evaluasi yang lebih terukur pada penerapan berikutnya.</em></p>2026-09-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Salis Setiani, Silvinatin Al-Masyithohhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3388Implementasi EcoWall dan GreenCorner dalam Mendukung Program Adiwiyata di SDN 011 Samarinda Kota2026-09-15T09:49:03+07:00Andre Andreandreeeeeee0123@gmail.comElvina Ayuningtyaselvinayuningtyas@gmail.comFaridah Faridahfaridahtrubusiman@gmail.comFebrianti Subaydiahfbryyntiii02@gmail.comM. Alvin ApriliantoAlvintokaji215@gmail.comM. Indra Sanjayasanjayaarmy6@gmail.comNisa Wulandariniss.secc14@gmail.comNurul Ainnurulainn993@gmail.comReyshyfa Aurelliaaurelliareyshyfa@gmail.comRizki Riadhotus Sholikhahrizkiriadhotus@gmail.comAspian Nooraspiannoor82@guru.sd.belajar.idSyamdianita Syamdianitasyamdianita@fkip.unmul.ac.id<p><em>Program Adiwiyata di sekolah dasar membutuhkan pemanfaatan lingkungan fisik yang mendukung edukasi lingkungan. Kondisi awal SDN 011 Samarinda Kota menunjukkan dinding kosong seluas sekitar 24,25 m² belum dimanfaatkan sebagai media edukasi dan 32 tanaman pada area sasaran belum tertata secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan EcoWall sebagai mural edukasi lingkungan dan GreenCorner sebagai area penghijauan yang tertata, serta memanfaatkan kembali barang bekas dalam mendukung Program Adiwiyata. Kegiatan inti dilaksanakan pada 15 Juli–8 Agustus 2026, dilanjutkan penyerahan program pada 17 Agustus 2026 dan evaluasi pascaprogram. Hasil kegiatan menunjukkan dinding kosong berhasil dimanfaatkan menjadi EcoWall, jumlah tanaman meningkat dari 32 menjadi 66 tanaman melalui penataan, perawatan, penggantian, dan penambahan tanaman, serta 20 wadah bekas berupa 15 botol air mineral 1,5 liter dan 5 galon 5 liter digunakan sebagai pot. Evaluasi melalui Google Form kepada 65 responden yang terdiri atas 3 guru, 12 siswa kelas V, dan 50 siswa kelas VI memperoleh rata-rata 4,30 dari skala 5. Hasil tersebut menunjukkan tanggapan positif terhadap pelaksanaan, manfaat, dan fungsi edukatif program. Program menghasilkan perbaikan pemanfaatan ruang, penataan tanaman, dan pemanfaatan kembali barang bekas sebagai dukungan terhadap Program Adiwiyata.</em></p>2026-09-21T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Andre Andre, Elvina Ayuningtyas, Faridah Faridah, Febrianti Subaydiah, M. Alvin Aprilianto, M. Indra Sanjaya, Nisa Wulandari, Nurul Ain, Reyshyfa Aurellia; Rizki Riadhotus Sholikhah; Aspian Noor, Syamdianita Syamdianitahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2937Optimalisasi Pemberdayaan Kader melalui Kelompok Peduli Stroke dan Aktivitas Fisik Terstruktur dalam Pengendalian Faktor Risiko Stroke di Desa Nambo Kecamatan Klapanunggal2026-08-10T14:12:12+07:00Restu Arya PambudiRestuarya35@gmail.comRovika TrioclariseRestuarya35@gmail.comNina MustikasariRestuarya35@gmail.comLiza Laela Abida Restuarya35@gmail.com<p><strong><em>Pendahuluan: </em></strong><em>Program pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan senam anti stroke di laksanakan di Desa Nambo sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku dalam pencegahan stroke. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuota sampling tidak terkendali dengan 78 responden yang terdiri dari 82,1% perempuan dan 71,8% kelompok dewasa (19-59 tahun). <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukan bahwa 32,1% responden memiliki tekanan darah normal, 65,4% memiliki kolesterol tinggi, dan 79,5% tidak memiliki riwayat keluarga stroke, Intervensi berupa edukasi kesehatan dan pelatihan senam anti stroke berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko stroke sebesar 98,7% dari rata-rata nilai 78,98 menjadi 92,33. <strong>Kesimpulan: </strong>Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran perubahan perilaku positif untuk mencegah stroke. Disarankan agar program dilaksanakan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dengan pemeriksaan kesehatan rutin, dengan dukungan pemerintah dan institusi kesehatan untuk perluasan ke daerah lain. </em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Restu Arya Pambudi, Rovika Trioclarise, Nina Mustikasari, Liza Laela Abida https://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3155Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Para Remaja dan Orang Tua di Desa Gelora, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur2026-07-19T11:48:36+07:00Abdul Wawan Wiragunawawanwiraguna@gmail.comSiti Maysurohsitimaysuroh@hamzanwadi.ac.id<p><em>Pernikahan dini tetap menjadi salah satu isu sosial yang berdampak pada kesehatan, pendidikan, psikologi, dan kesejahteraan masyarakat. </em><em>Berbagai faktor mempengaruhi keadaan ini, termasuk rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan ekonomi, pengaruh budaya, serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang risiko pernikahan di usia muda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan pernikahan dini melalui sosialisasi di Desa Gelora, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 2 Juni 2026 di Aula Kantor Desa Gelora dengan melibatkan sekitar 50 peserta yang terdiri dari remaja, orang tua, perangkat desa, kader posyandu, guru, dan tokoh agama, dengan rentang usia 15–50 tahun. Metode yang digunakan mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, dan penyebaran informasi tentang dampak dari pernikahan dini melalui acara sosialisasi yang berlangsung di Desa Gelora, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Evaluasi acara dilakukan melalui pengamatan terhadap partisipasi peserta, keaktifan dalam diskusi, serta respon peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa terbukti dengan peserta yang memberikan beberapa pertanyaan dan pendapat mengenai kegiatan tersebut serta memberikan respons positif dalam semua rangkaian sosialisasi, dan memperlihatkan peningkatan pemahaman mengenai dampak pernikahan dini, perlunya kesiapan fisik, mental, sosial, dan ekonomi sebelum menikah, serta pentingnya kolaborasi antara keluarga dan pemerintah </em><em>desa Gelora, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mencegah pernikahan dini. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya preventif yang berkelanjutan dalam membangun kesadaran masyarakat sehingga mampu menekan angka pernikahan dini dan mewujudkan generasi muda yang sehat, berkarakter, serta memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Abdul Wawan Wiraguna, Siti Maysurohhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3201Pemberdayaan Masyarakat Melalui Incinerator Sebagai Solusi Pengolahan Sampah Dan Pengendalian Emisi Dengan Pendekatan Participatory Community Development Di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban2026-08-08T10:47:41+07:00Jenni Izza Mawardainijenni2003@gmail.comDyah Pitalokadyahpitaloka385@gmail.comSuhartono Suhartonoartosuhartono@gamil.comHyan Oktodia Basukihyan.oktobaz@gmail.comHanim Nur Faizahhanimfaizah.stikesnu@gmail.comMei Widyawatiwidyawatimei92@gmail.com<p><em>Pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban masih menjadi permasalahan lingkungan yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan gangguan kesehatan masyarakat. Praktik pembakaran sampah secara terbuka masih banyak dilakukan akibat keterbatasan sarana pengelolaan sampah dan rendahnya pemanfaatan teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi praktik pengelolaan sampah rumah tangga sebagai dasar penyusunan program edukasi dan penerapan Incinerator sederhana dalam pengendalian emisi pembakaran sampah. </em><em>Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan </em><em>Participatory Community Development</em><em> yang melibatkan masyarakat, perangkat kelurahan, ketua RT dan RW, bidan desa, kader kesehatan, serta tim pelaksana dalam setiap tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah melalui survei, observasi, wawancara, dan kuesioner, analisis situasi, perencanaan program melalui musyawarah, pembangunan incinerator sederhana secara gotong royong, penyuluhan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil identifikasi terhadap 295 kepala keluarga menunjukkan bahwa mayoritas responden mengelola sampah dengan cara dibakar sebanyak 269 KK (91,19%), sedangkan 17 KK (5,76%) menimbun sampah, 6 KK (2,03%) membuang sampah sembarangan, dan 3 KK (1,02%) membuang sampah ke sungai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan incinerator sederhana dengan sistem pembakaran tertutup dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih terkontrol dibandingkan pembakaran terbuka. Kegiatan penyuluhan juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah, dampak pembakaran terbuka, dan penggunaan incinerator. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan respons positif masyarakat serta adanya komitmen untuk memanfaatkan dan merawat incinerator secara berkelanjutan. Penerapan teknologi sederhana yang didukung pendekatan partisipatif dan edukasi berkelanjutan diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Jenni Izza Mawarda, Dyah Pitaloka, Suhartono Suhartono, Hyan Oktodia Basuki, Hanim Nur Faizah, Mei Widyawatihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3227Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Melalui Penyediaan Sarana Keselamatan Terpadu dan Edukasi Mitigasi di Sekolah Dasar Negeri 013 Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur2026-08-12T17:11:32+07:00Anis Rohmana Malikanisrohmanamalik@gmail.comNovita Lizza Anggrainia@a.comMuhamad Imron Zamzania@a.comGabriella Andira Matandea@a.comReygina Cinta Mulyachandraa@a.comTasya Tania Naswa Salsabillaa@a.comAura Raihannatul Jannaha@a.comFeby Glory Nasaretta Br Gintinga@a.comPratista Andanityaa@a.comSalma Afifah Zahraa@a.comFarhad Aidillah Ahmada@a.comAlbertsus Marcell Melialaa@a.comKeyshal Naufal Juliantilaa@a.com<p><em>Bencana menimbulkan ancaman yang dapat menyebabkan kerugian dan membahayakan keselamatan, sehingga diperlukan penerapan langkah-langkah mitigasi sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah. Pengamatan di SDN 013 Balikpapan Utara menunjukkan adanya kekurangan terkait fasilitas keselamatan tanggap darurat. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana melalui pemasangan safety sign, penandaan jalur evakuasi, titik kumpul, dan alarm darurat, serta pemberian edukasi mengenai mitigasi bencana. Proses pelaksanaannya mencakup identifikasi masalah melalui observasi, pemasangan perlengkapan keselamatan, edukasi mitigasi bencana, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perangkat keselamatan berhasil dipasang di lokasi-lokasi strategis dan pemberian video edukasi kepada siswa-siswi mengenai prosedur penyelamatan serta perlindungan diri saat terjadi keadaan darurat. Program ini berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana sebagai bagian dari upaya mitigasi yang berkelanjutan.</em></p>2026-09-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Anis Rohmana Malik, Novita Lizza Anggraini, Muhamad Imron Zamzani, Gabriella Andira Matande, Reygina Cinta Mulyachandra, Tasya Tania Naswa Salsabilla, Aura Raihannatul Jannah, Feby Glory Nasaretta Br Ginting, Pratista Andanitya, Salma Afifah Zahra, Farhad Aidillah Ahmad, Albertsus Marcell Meliala, Keyshal Naufal Juliantilahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3257Edukasi Kebersihan Area Kewanitaan dan Pengelolaan Menstruasi pada Santriwati Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur2026-08-23T13:10:37+07:00Dwimantoro Iman Prilistyodr.dwimantoro@unusa.ac.idHartatiek Nila Karmiladr.nila@unusa.ac.idAditya Bhayusaktidr.aditya@unusa.ac.idRetno Diah Putri Ekayantiretnodiahputrie@gmail.comPutro Luhur Budi Sapriyoa@a.comNilta Najma Tsuroiyaha@a.comDyona Hayu Maharania@a.comSelfia Selfiaa@a.com<p><em>Kebersihan area kewanitaan dan pengelolaan menstruasi merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi remaja putri. Identifikasi awal di Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil menunjukkan bahwa 8 dari 10 santriwati yang diwawancarai memiliki pemahaman kurang mengenai cara membersihkan area kewanitaan dan penggunaan pembalut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai kebersihan area kewanitaan dan pengelolaan menstruasi. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Mei 2026 melalui edukasi langsung selama 30–40 menit, diskusi, tanya jawab, serta penggunaan poster dan leaflet. Sebanyak 30 santriwati mengikuti seluruh rangkaian evaluasi dan memiliki data pretest–posttest lengkap sehingga seluruhnya dianalisis. Pengetahuan diukur menggunakan 10 soal pilihan ganda berskor 0–100. Rerata skor meningkat dari 71,33 menjadi 84,00; sebanyak 21 peserta meningkat, 7 tetap, dan 2 menurun. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan segera setelah edukasi, meskipun penurunan skor pada dua peserta menjadi bahan evaluasi untuk penguatan dan pendampingan lanjutan. Poster yang dipasang di area pesantren dan leaflet yang dibagikan menjadi luaran pendukung agar pesan dapat diakses kembali. Capaian kegiatan terbatas pada pengetahuan karena perubahan kebiasaan belum dievaluasi.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Dwimantoro Iman Prilistyo, Hartatiek Nila Karmila, Aditya Bhayusakti, Retno Diah Putri Ekayanti, Putro Luhur Budi Sapriyo, Nilta Najma Tsuroiyah, Dyona Hayu Maharani, Selfia Selfiahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3307Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Evakuasi Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Gempa, Tsunami, dan Longsor melalui Edukasi dan Simulasi di Negeri Hatu, Maluku Tengah2026-08-31T14:42:25+07:00Matheus Souisathos.phys@gmail.comGrimaldy Rooy Latumetenlatumetengrl92@gmail.comSisca Madonna Sapuletesisca_sapulete@yahoo.comPieldrie Nanlohypieldrienanlohy@gmail.comAlexander Yosep Elakeyosepelake@yahoo.co.idJosephus Ronny Kelibulinkelibulin_ronny_josephus@yahoo.comRuth Meisye Kaloariruthkaloari24@gmail.comRosalina Salhuteruochasalhuteru@gmail.com<p><em>Negeri Hatu di Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah merupakan wilayah pesisir dan perbukitan dengan kerentanan tinggi terhadap multi-bencana seperti gerakan tanah, banjir, banjir bandang, gempa bumi, tsunami, abrasi pantai, dan gelombang ekstrim. Namun, tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap kebencanaan masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan ketangguhan masyarakat melalui edukasi dan simulasi kebencanaan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif materi mitigasi multi-bencana dan simulasi evakuasi gempa bumi serta tsunami. Kegiatan melibatkan pemerintah negeri, tokoh masyarakat, pemuda, dan kelompok rentan. Evaluasi pengetahuan dilakukan pada 20 peserta yang dipilih secara acak dari sekitar 35 peserta kegiatan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri atas tujuh pertanyaan pilihan ganda. </em><em>Hasil evaluasi menunjukkan kenaikan rata-rata skor dari 62,9% menjadi 93,0%, atau sebesar 30,1 poin persentase. Simulasi evakuasi dievaluasi berdasarkan waktu tempuh, ketepatan mengikuti jalur, kepatuhan mencapai titik kumpul, dan pendampingan kelompok rentan. Pendekatan edukasi terintegrasi dan simulasi memberikan pengalaman praktis yang mendukung penguatan kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan ini merekomendasikan pembentukan kelompok siaga bencana serta pelaksanaan simulasi rutin untuk keberlanjutan program.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Matheus Souisa, Grimaldy Rooy Latumeten, Sisca Madonna Sapulete, Pieldrie Nanlohy, Alexander Yosep Elake, Josephus Ronny Kelibulin, Ruth Meisye Kaloari, Rosalina Salhuteruhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3358Peningkatan Pengetahuan tentang Bahaya Merokok melalui Edukasi Interaktif pada Anak Asuh Panti Asuhan Mitra Arofah Surabaya2026-09-09T13:04:44+07:00Ratna Sofaria Munirratnasofaria@unusa.ac.idHandayani Handayanidr.handayani@unusa.ac.idRenny Novi Puspitasaridr.renny@unusa.ac.idRetno Diah Putri Ekayantiretnodiahputrie@gmail.comNabila Amaliaha@a.comElvia Vania Tiyasaa@a.comSiti Fatimah Az-zahraa@a.comRizka Mulya Alfiana Farya@a.comAmira Dzakiyya Susantoa@a.com<p><em>Merokok pada usia anak dan remaja merupakan masalah kesehatan yang perlu dicegah melalui pemberian informasi yang sesuai dengan tahap perkembangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anak asuh mengenai dampak negatif merokok. Kegiatan dilaksanakan di Panti Asuhan Mitra Arofah Surabaya pada 30 Agustus 2026 dan diikuti 30 peserta jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Kegiatan edukasi dilakukan secara interaktif menggunakan presentasi, media visual, diskusi, dan tanya jawab tentang kandungan rokok, dampak rokok konvensional dan elektronik, bahaya paparan asap rokok, serta upaya pencegahan. Pengetahuan diukur menggunakan 10 soal pilihan ganda yang sama sebelum dan sesudah edukasi; setiap jawaban benar bernilai 10 poin. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon. Rerata skor meningkat dari 60,67 ± 4,50 menjadi 85,00 ± 5,09, dengan kenaikan rerata 24,33 poin. Sebanyak 30 peserta (100%) memperoleh skor posttest lebih tinggi daripada pretest, dan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna antara skor sebelum dan sesudah edukasi (p<0,001). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan segera setelah edukasi; namun, tanpa kelompok pembanding dan pengukuran tindak lanjut, hasil ini belum menggambarkan daya tahan pengetahuan dalam jangka panjang.</em></p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ratna Sofaria Munir, Handayani Handayani, Renny Novi Puspitasari, Retno Diah Putri Ekayanti, Nabila Amaliah, Elvia Vania Tiyasa, Siti Fatimah Az-zahra, Rizka Mulya Alfiana Fary, Amira Dzakiyya Susantohttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3409Analisis Minat Belajar Anak melalui Kegiatan Belajar Mengajar pada Program KKN di Kelurahan Teluk Lobam2026-09-20T23:55:38+07:00Nazwa Azzahra Putri Shaerynazzahraputrishaery@student.umrah.ac.idSelvi Dian Sariselvidiansari433@gmail.comSyara Oktapianisyaraoktapiani123@gmail.comMarthauli Hotlian Pasaribu mhotlianpasaribu@student.umrah.ac.idSalvator Adonararahmani Bintansabintan@student.umrah.ac.idKevin Andika Putrakaputra@student.umrah.ac.idYudi Umarayudiumara@umrah.ac.id<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar peserta didik usia sekolah dasar melalui kegiatan belajar mengajar interaktif yang diselenggarakan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Teluk Lobam. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dihimpun melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Fokus analisis mencakup empat indikator utama minat belajar, yaitu perasaan senang, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi seperti penyusunan permainan edukatif (game-based learning), komunikasi dua arah yang interaktif, serta pendampingan belajar secara individu secara efektif mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif, menyenangkan, dan bebas dari tekanan. Kondisi ini terbukti dapat mendorong partisipasi aktif serta meningkatkan fokus dan perhatian peserta didik. Kegiatan pendampingan ini juga memberikan implikasi positif bagi mahasiswa KKN dalam memahami karakteristik dan kebutuhan belajar masyarakat di tingkat tapak. Penelitian ini menguatkan urgensi peran program pengabdian masyarakat berbasis pendidikan dalam memantik motivasi serta minat belajar anak di daerah pasca-pandemi dan wilayah berkembang. </em></p>2026-10-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Nazwa Azzahra Putri Shaery, Selvi Dian Sari, Syara Oktapiani, Marthauli Hotlian Pasaribu , Salvator Adonararahmani Bintan, Kevin Andika Putra, Yudi Umarahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/1473Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Komunitas di Bondowoso melalui Inovasi Obat Kumur Bahan Herbal 2024-11-03T08:53:21+07:00Rini Devijanti Ridwanrini-d-r@fkg.unair.ac.idIndeswati Diyatria@gmail.comSidarningsih Sidarningsiha@gmail.comYuliati Yuliatia@gmail.comChanaya Miranda Riveiraa@gmail.comRubbig Diferly Mahendraa@gmail.comMohammed Ahmed Al Junaidmohammed.aljunaid90@gmail.comHuda Rashad Qaida@gmail.com<p><em>Rongga mulut merupakan tempat masuknya makanan ke dalam tubuh. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah langkah penting yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika terdapat masalah pada gigi dan mulut dapat menyebabkan munculnya masalah kesehatan pada bagian tubuh lain</em><em>. Halitosis disebabkan oleh adanya bakteri yang menumpuk dari sisa-sisa makanan pada sela-sela gigi dan permukaan lidah, pada kondisi ini obat kumur juga dapat membantu mengurangi jumlah bakteri pada mulut. </em><em>Sejumlah masalah kesehatan mulut dan gigi yang dapat dicegah dengan rutin menggunakan obat kumur meliputi : mencegah menumpuknya plak pada gigi, mencegah munculnya gigi berlubang karena bakteri dan zat asam, membuat gigi menjadi lebih kuat, membuat proses penyembuhan pasca operasi gigi menjadi lebih cepat, dan mengatasi penyakit yang dialami pasca menjalani terapi radiasi atau kemoterapi. Meski dapat mencegah dan mengatasi sejumlah masalah kesehatan pada mulut dan gigi, obat kumur bukanlah obat yang tepat untuk terus-menerus dipakai ketika mengalami sejumlah masalah kesehatan pada organ tersebut. Terdapat dua tujuan utama dari penggunaan obat kumur, yaitu sebagai upaya preventif dan terapeutik. Tujuan preventif penggunaan obat kumur adalah mencegah terbentuknya plak yang dapat mengakibatkan penyakit di rongga mulut. Di samping itu, tujuan terapi dari penggunaan obat kumur adalah untuk penyembuhan penyakit yang biasanya digunakan dalam jangka waktu singkat. Hal penting lainnya yang perlu diketahui juga bahwa obat kumur bukanlah pengganti sikat dan pasta gigi. Keduanya tetap dibutuhkan dan berperan penting dalam membersihkan sisa makanan dan bakteri pada gigi secara keseluruhan. Kondisi tersebut memerlukan edukasi untuk penggunaan obat kumur yang tepat dan inovasi untuk pembuatan obat kumur dengan memanfaatkan keragaman bahan herbal yang ada di wilayah Bondowoso. Pada kegiatan pengmas ini dilakukan kerjasama dengan komunitas </em><em>Bintana Research and Literacy Sh</em><em>elter</em><em> (BRLS) di wilayah kabupaten Bondowoso.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Rini Devijanti Ridwan, Indeswati Diyatri, Sidarningsih Sidarningsih, Yuliati Yuliati, Chanaya Miranda Riveira, Rubbig Diferly Mahendra, Mohammed Ahmed Al Junaid, Huda Rashad Qaidhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3047Penerapan Manajemen Budidaya Intensif Berbasis Teknologi Pada Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) (Studi Kasus di PT Delta Marine Indonesia Cabang Sumbawa)2026-07-14T12:32:35+07:00Alia Wartiningsihalwartiningsih@gmail.comNeri Kautsarinerikautsari040185@gmail.comYudi Ahdiansyahyudiahdiansyah.unsa@gmail.comRoby Marsyahrobymarsyah716@gmail.comResing Sa@a.com<p><em>Budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei) sistem intensif memiliki nilai ekonomi tinggi namun memerlukan pengelolaan operasional yang sangat tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi, mengamati, dan mengoptimalkan penerapan manajemen produksi pada unit tambak komersial PT Delta Marine Indonesia (DMI) Cabang Sumbawa. Metode pelaksanaan Adalah metode observasi lapangan terhadap alur kerja tambak serta dokumentasi teknis melalui pencatatan logbook harian operasional mitra. Aspek pengelolaan yang didampingi meliputi manajemen pakan, monitoring pertumbuhan, pengontrolan sipon, tindakan tab kolam, serta pemanfaatan teknologi auto feeder. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi antara kegiatan teknis dan pemanfaatan teknologi otomatisasi mampu menjaga kelancaran operasional mitra. </em><em>Manajemen pakan kombinasi antara anco kontrol dan alat auto feeder terbukti meminimalisir pakan terbuang. Monitoring pertumbuhan mingguan mempermudah deteksi dini kondisi kesehatan udang. Sementara itu, kestabilan kualitas lingkungan perairan kolam tetap terjaga secara optimal melalui kegiatan sipon harian untuk membuang endapan organik di dasar kolam dan tindakan tab kolam berupa pergantian air berkala. Program pendampingan ini memberikan kontribusi praktis sebagai rujukan operasional akuakultur intensif yang efisien dan berkelanjutan.</em></p>2026-09-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Alia Wartiningsih, Neri Kautsari, Yudi Ahdiansyah, Roby Marsyah, Resing Shttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3177Perencanaan Pengembangan Gedung Gereja GPIB Damai Sejahtera Cileungsi melalui Desain Arsitektur dan Struktur2026-08-13T20:36:10+07:00Stepanus Andi Saputrastepanusandis@gmail.comDikky Antoniusa@a.comCandra Chiristianti Purnomoa@a.comMartinus Nifotuho Faua@a.comErva Della Darmaa@a.comMedelin Tiomina Br. Sagalaa@a.com<p><em>Peningkatan jumlah jemaat di Gereja GPIB Damai Sejahtera Cileungsi mendorong kebutuhan pengembangan fasilitas ibadah yang lebih memadai. Namun, keterbatasan kapasitas bangunan serta belum tersedianya dokumen teknis menjadi kendala dalam perencanaan renovasi dan pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menyusun dokumen perencanaan teknis sebagai dasar pengembangan gedung gereja. Metode yang digunakan meliputi participatory design melalui diskusi bersama pengurus gereja untuk mengidentifikasi kebutuhan ruang dan mengevaluasi alternatif desain, dilanjutkan dengan survei lapangan, pengukuran bangunan eksisting, penyusunan as-built drawing, analisis tapak, pengembangan desain arsitektur, pemodelan tiga dimensi (3D), dan analisis struktur. Hasil kegiatan menghasilkan dokumen gambar teknis 2D, model 3D, serta rancangan bangunan dua lantai berkonsep arsitektur tradisional-modern yang mengadopsi karakter arsitektur Jawa Barat. Analisis struktur menunjukkan rancangan memenuhi persyaratan awal terhadap pembebanan gravitasi. Pengembangan tersebut meningkatkan luas bangunan menjadi 2.095 m² dengan kapasitas sekitar 200–300 jemaat. Dokumen yang dihasilkan diharapkan menjadi acuan teknis dalam pengembangan gedung gereja yang aman, fungsional, dan sesuai ketentuan PBG.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Stepanus Andi Saputra, Dikky Antonius, Candra Chiristianti Purnomo, Martinus Nifotuho Fau, Erva Della Darma, Medelin Tiomina Br. Sagalahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3210Pemberdayaan Ibu Hamil melalui Metode MAMAKIA (Media Ajar Memahami Buku KIA) untuk Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi di Desa Mojopurno, Kabupaten Magetan2026-08-08T11:02:23+07:00Tinuk Esti Handayanitinukesti@gmail.comTeta Puji Rahayutetapujirahayu@gmail.comFeby Angzila Fatmayatisuparjiyozabri@gmail.comSuparji Suparjisuparjiyozabri@gmail.com<p><em>Kehamilan risiko tinggi memerlukan kemampuan ibu hamil dalam mengenali faktor risiko dan tanda bahaya secara dini. Keterbatasan pemanfaatan Buku KIA sebagai media pembelajaran menjadi salah satu tantangan dalam edukasi kehamilan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil serta kapasitas kader Posyandu melalui implementasi metode MAMAKIA (Media Ajar Memahami Buku KIA). Kegiatan dilaksanakan di Desa Mojopurno, Kabupaten Magetan, dengan melibatkan 18 ibu hamil, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan. Pelaksanaan meliputi edukasi, pelatihan penggunaan aplikasi MAMAKIA, praktik pemanfaatan Buku KIA, pendampingan penggunaan aplikasi secara mandiri, serta monitoring dan evaluasi. Pengetahuan diukur menggunakan pretest dan posttest, sedangkan keterampilan penggunaan aplikasi dan kemampuan kader dalam menyampaikan materi dinilai melalui lembar observasi. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 60 menjadi 85. Observasi menunjukkan 16 dari 18 ibu hamil</em> <em>(88,9%%) mampu menggunakan aplikasi MAMAKIA secara mandiri. Temuan tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah pelaksanaan program. Implementasi MAMAKIA juga mendukung pemanfaatan Buku KIA sebagai media belajar mandiri serta penguatan peran kader dalam edukasi kesehatan ibu hamil. Program berpotensi diintegrasikan ke dalam kelas ibu hamil dan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer secara berkelanjutan.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Tinuk Esti Handayani, Teta Puji Rahayu, Feby Angzila Fatmayati, Suparji Suparjihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3238Pendampingan STEM Terapan melalui Robotika Edukatif untuk Penguatan Literasi Digital Siswa MTs Negeri 9 Pringombo Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta2026-08-14T16:19:03+07:00Agatha Mahardika Anugrayuning Jiwatamiagatha.mahardika@usd.ac.idAgus Siswoyowoyo@usd.ac.idAntonius Hendro Noviyantohendro@usd.ac.idEko Ariantoeko.arianto@usd.ac.id<p><em>Literasi digital dan keterampilan teknologi merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan sejak jenjang pendidikan menengah. Namun, keterbatasan media pembelajaran dan pengalaman praktik teknologi menjadi salah satu tantangan dalam penguatan kompetensi tersebut di sekolah wilayah perdesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pengalaman pembelajaran STEM terapan melalui robotika edukatif untuk memperkuat literasi digital dan keterampilan teknologi siswa MTs Negeri 9 Pringombo, Gunungkidul. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juni 2026 dengan melibatkan 25 siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan learning by doing melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik robotika secara berkelompok, diskusi, dan evaluasi. Siswa dibagi menjadi lima kelompok dan memperoleh pendampingan selama praktik. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert lima tingkat. Hasil evaluasi menunjukkan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,17 atau 83,50% dan termasuk kategori sangat baik. Aspek pemahaman robotika dan coding memperoleh skor 88,94%, ketertarikan dan literasi digital 83,92%, serta manfaat kegiatan 86,47%, sedangkan aspek pelaksanaan pelatihan memperoleh skor 76,58%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan dapat diterima dengan baik dan memberikan pengalaman positif dalam mengenal robotika dan coding. Kegiatan juga mendapat respons positif dari guru dan sekolah serta menghasilkan rekomendasi untuk pelatihan robotika lanjutan dan penyediaan kit robotika sederhana.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Agatha Mahardika Anugrayuning Jiwatami, Agus Siswoyo, Antonius Hendro Noviyanto, Eko Ariantohttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3269Pengembangan Kader Santri Sehat melalui Pendidikan Etika Kesehatan dan Keteladanan untuk Meningkatkan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Pondok Pesantren Sunan Drajat Kabupaten Lamongan, Jawa Timur2026-08-24T15:15:52+07:00Paramita Sarimitasari798@unusa.ac.idNanda Fadhilah Witris Salamya@a.comAchmad Yarziq Mubarak Salis Salamya@a.comYuriske Agnoviantoyuriskeagnovianto@gmail.comCitra Ayu Fahmi Saputria@a.comLaili Safanaa@a.comNayla Yumna Salsabilaa@a.comNaila Azka Bariroha@a.comLuna Amelia Zahra Ramadhania@a.comRobby Azif Maulanaa@a.com<p><em>Pondok pesantren merupakan lingkungan pendidikan berbasis komunitas dengan interaksi sosial yang intensif sehingga penguatan pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) penting untuk mendukung kesehatan santri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai PHBS melalui pendidikan etika kesehatan dan keteladanan serta memperkuat peran kader santri sehat di lingkungan pesantren. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juni 2026 di Pondok Pesantren Sunan Drajat Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dan diikuti oleh 50 santri. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan PHBS, pendidikan etika kesehatan, demonstrasi dan praktik PHBS, keteladanan, serta penguatan peran kader santri sehat. Evaluasi pengetahuan menggunakan desain one-group pretest-posttest. Hasil menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan meningkat dari 77,00 pada pretest menjadi 84,00 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 7,00 poin atau 9,09%. Hasil paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor sebelum dan sesudah kegiatan (p < 0,001). Kegiatan menunjukkan bahwa edukasi PHBS yang dipadukan dengan pendidikan etika kesehatan, praktik, dan keteladanan berpotensi meningkatkan pengetahuan santri. Evaluasi lanjutan diperlukan untuk menilai keberlanjutan penerapan PHBS dan aktivitas kader setelah kegiatan.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Paramita Sari, Nanda Fadhilah Witris Salamy, Achmad Yarziq Mubarak Salis Salamy, Yuriske Agnovianto, Citra Ayu Fahmi Saputri, Laili Safana, Nayla Yumna Salsabila, Naila Azka Bariroh, Luna Amelia Zahra Ramadhani, Robby Azif Maulanahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3325Pemanfaatan Wayground untuk Mendukung Deep Learning pada Pembelajaran IPA SD di Tidore Kepulauan2026-09-02T10:02:46+07:00Ayu Annisa Akbarayuannisa@unkhair.ac.idAsri S. Tamaleneasritamalene@unkhair.ac.idYakub Ismailyakub141@dinas.belajar.idSukria Ahsansukriaahsan16@gmail.comFauzia Harunfharun36@gmail.comFisman Alif Bhatasyahfismanalifbhatasyah@gmail.comWilson Doruwilsondoru7@gmail.comWilsa Taslimwilsataslim@gmail.comNurmidan Fatarubanurmidanfataruba732@gmail.comIrayni Dahlia Abhariraynid@gmail.com<p><em>Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru mampu mengembangkan pembelajaran yang interaktif, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik abad ke-21. Namun, pemanfaatan teknologi pembelajaran digital pada sekolah dasar masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan pengalaman guru dalam menggunakan media interaktif dan belum optimalnya integrasi teknologi dalam pembelajaran IPA. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam memanfaatkan aplikasi Wayground untuk mendukung pembelajaran IPA berbasis Deep Learning dan menciptakan pembelajaran yang joyful. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan participatory training yang meliputi tahap sosialisasi, pengenalan aplikasi, praktik pengembangan media pembelajaran, pendampingan, dan evaluasi melalui pretest serta posttest. Peserta kegiatan berjumlah 15 guru sekolah dasar dari Kota Tidore Kepulauan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Pengetahuan mengenai perkembangan Quizizz menjadi Wayground meningkat dari 6 peserta (40%) menjadi 13 peserta (86,7%), kemampuan penggunaan kuis digital interaktif meningkat dari 5 peserta (33,3%) yang sering menggunakan menjadi 12 peserta (80%) yang mampu menggunakan Wayground dalam pembelajaran IPA, serta pemahaman konsep Deep Learning meningkat dari skor rata-rata 3,0 menjadi 4,3 pada skala 5. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung mampu memperkuat kompetensi digital guru dan mendukung pengembangan pembelajaran IPA yang lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan lanjutan, dukungan waktu, serta ketersediaan anggaran dan fasilitas pembelajaran digital.</em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Ayu Annisa Akbar, Asri S. Tamalene, Yakub Ismail, Sukria Ahsan, Fauzia Harun, Fisman Alif Bhatasyah, Wilson Doru, Wilsa Taslim, Nurmidan Fataruba, Irayni Dahlia Abharhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3379Kunjungan UMKM Teh Herbal dan Pendampingan Pemasaran Digital Sebagai Upaya Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan di Nagori Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun2026-09-12T16:40:04+07:00Elpianti Saharaelpiantisahara0@gmail.comAnggreni Chaniagoanggreni.chaniago@gmail.comNabila Anzaninabilaanzani7@gmail.comSurianto SuriantoSurianto373@gmail.comAnggun Alvinaanggunalvina.orc@gmail.comRina Agustina Nainggolanrinaagustinanainggolan0@gmail.comRini Nainggolan Agustinirininainggolanagustini@gmail.comSuci MaharaniSucisucimaharani73@gmail.comHusnul Khotimahhusnulkhotimahh1708@gmail.com<p><em>Kegiatan kunjungan UMKM merupakan salah satu kegiatan sosial dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagori Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, yang diikuti oleh 6 mahasiswa didampingi 2 dosen pembimbing dan dilaksanakan pada masa KKN periode 27 Juli–31 Agustus 2026, yang bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai potensi usaha masyarakat desa. Kegiatan dilaksanakan melalui kunjungan pada usaha teh herbal “Yash Teh Jahe” dengan mengamati proses produksi, mulai dari komposisi bahan alami, pengolahan, penyajian, hingga pengemasan produk. Metode kegiatan meliputi observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan diskusi dengan pelaku usaha, yang kemudian dilanjutkan dengan pendampingan pemasaran digital selama masa KKN tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa berdasarkan pengamatan terhadap kelengkapan label, izin produksi rumah tangga (P-IRT), dan komposisi bahan, UMKM teh herbal tersebut telah memenuhi standar kemasan dan legalitas produk skala rumah tangga, tetapi masih menghadapi kendala dalam memperluas pemasaran akibat terbatasnya pemanfaatan media digital. Sebagai bentuk kontribusi mahasiswa, dilakukan pendampingan pemasaran melalui media sosial TikTok dengan membuat dan memanfaatkan akun “Yash JSR Herbs”, yang hingga akhir kegiatan menghasilkan 5 konten. Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan fitur transaksi jual beli yang tersedia pada platform tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai peran strategis UMKM dalam mendukung perekonomian desa serta memberikan kontribusi awal dalam memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.</em></p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Elpianti Sahara, Anggreni Chaniago, Nabila Anzani, Surianto Surianto, Anggun Alvina, Rina Agustina Nainggolan, Rini Nainggolan Agustini, Suci Maharani, Husnul Khotimahhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2811Optimalisasi Pencegahan Tuberkulosis melalui Edukasi Kesehatan Berbasis Keluarga dengan Pendekatan Pre-Test dan Post-Test di Kelurahan Pondok Jaya, Kota Depok, Jawa Barat Tahun 20262026-03-26T11:30:29+07:00Grozny GuevaraGrozny58@gmail.comDymas Indrayuarsadymasrizqi@gmail.comBintang Wibowoenderbintang@gmail.comVyona Medioseptivyonarm77@gmail.comJeremiah Sianiparjeremiah.sianipar@yahoo.comFarhant Verdhuhafharhantverdhuha@gmail.comAstea Isvandiaryasteachea@gmail.comDhafin Achadionodachadiono@gmail.comArninda Salsabilaarnsalsaa@gmail.comIma Mariaimamaria@upnvj.ac.idMila Citrawatimilacitrawati@upnvj.ac.id<p><em>Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ratu Jaya, Kota Depok, dengan rendahnya pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga dalam upaya pencegahan serta pengendalian penyakit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi masalah kesehatan utama, menganalisis faktor risiko determinan, serta mengevaluasi efektivitas edukasi kesehatan dan pendampingan keluarga berbasis pre-test dan post-test. Pengkajian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lingkungan rumah, serta kuesioner pre-test dan post-test pada empat keluarga binaan di RW 04 Kelurahan Pondok Jaya, Kota Depok, Jawa Barat. Prioritas masalah ditentukan dengan metode voting, kemudian dilakukan penyuluhan kesehatan dan pendampingan keluarga. Hasil menunjukkan bahwa faktor risiko utama meliputi rendahnya pengetahuan tentang tuberkulosis, kepatuhan penggunaan masker yang masih rendah, dan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 8,00 menjadi 10,00 (25,0%), sikap dari 37,00 menjadi 46,00 (24,3%), dan perilaku dari 41,75 menjadi 46,50 (11,4%). Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya kesiapan keluarga dalam menerapkan perilaku pencegahan penularan serta mendukung kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Grozny Guevara, Dymas Indrayuarsa, Bintang Wibowo, Vyona Mediosepti, Jeremiah Sianipar, Farhant Verdhuha, Astea Isvandiary, Dhafin Achadiono, Arninda Salsabila, Ima Maria, Mila Citrawatihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3082Redesain Fasilitas Pendukung Masjid Al-Multazam, Kab. Bandung Pada Peningkatan Kenyamanan, Keamanan, dan Aksesibilitas Fasilitas Pendukung Masjid 2026-07-08T06:35:39+07:00Fajarsani Retno Palupifajarsanirp@telkomuniversity.ac.idTitihan Sarihatititiansarihati@telkomuniversity.ac.id<p><em>Masjid merupakan fasilitas beribadah publik yang bersifat inklusif dan dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat lintas usia, gender, maupun latar belakang sosial. Secara fungsi, masjid memiliki zona ibadah utama dan fasilitas penunjang. Salah satu fasilitas penunjang adalah area wudu dan toilet, keduanya masuk ke kategori area basah. Wudu merupakan kegiatan yang diperlukan untuk membersihkan bagian-bagian tubuh dengan menggunakan media air, dan kegiatan wudu merupakan salah satu syarat sah salat. Program Pengabdian Masyarakat ini difokuskan pada area pendukung kegiatan pada Masjid Al Multazam yang telah beroperasi lebih dari lima tahun dan membutuhkan adanya revitalisasi agar sesuai dengan dinamika yang dibutuhkan oleh jemaah masjid. Penyediaan bangku area wudu memiliki urgensi untuk mempermudah pengguna kelompok rentan dalam bersuci secara paripurna. Selain itu, juga diperlukan penataan sirkulasi spasial yang optimal antara area wudu dan toilet agar tetap terjaga kesucian area dari hadas maupun najis. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan partisipatif, dengan mengawali adanya observasi lapangan dan Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Hasil diskusi dan identifikasi lapangan digunakan sebagai landasan perumusan konsep desain. Program ini dilaksanakan secara terkoordinasi dengan pengelola masjid untuk menghasilkan rekomendasi desain fasilitas publik yang inklusif, higienis, efektif, serta ramah pada semua kategori pengguna.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Fajarsani Retno Palupi, Titihan Sarihatihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3197Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pembuatan Konten Video dan Penyusunan Bahasa Persuasif untuk Promosi Kuliner di Media Sosial guna Mendukung Pemberdayaan Ekonomi masyarakat2026-08-12T10:57:58+07:00Lisnawaty Simatupanglisnawaty.simatupang@poltekba.ac.idNawang Dwiningruma@gmail.comMaria Veronika Simanjuntaka@gmail.comEnita Rahayua@gmail.com<p><em>Dunia ekonomi dan pariwisata saat ini telah bergerak seiring dengan kemajuan teknologi. Namun, sebagian besar masyarakat belum memanfaatkan media sosial secara maksimal karena kurangnya literasi digital dan pemahaman mengenai penggunaan bahasa persuasif dalam video promosi. Hal ini yang terjadi di lingkungan TP PKK Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Apabila masyarakat, dalam konteks ini anggota TP PKK karang Joang, tidak proaktif mengikuti perkembangan perdaganagan dalam era digital, peluang mereka untuk meningkatkan kesejahteraan semakin terbatas.. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan literasi yang memadai kepada masyarakat, khususnya PKK Karang Joang, dalam memanfaatkan media sosial dan teknologi secara strategis melalui penguatan pembuatan video promosi serta penyusunan bahasa persuasif. Metode yang diterapkan meliputi dua pendekatan, yaitu (1) penyampaian materi oleh narasumber yang berpengalaman di bidang promosi digital dan kewirausahaan kuliner, yang mencakup konsep hook, teknik narasi berbasis fakta, preferensi serta kondisi pasar, dan (2) praktik mandiri pembuatan video promosi yang dievaluasi secara langsung. Hasil PKM menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap fungsi bahasa dalam konten video dan kemampuan awal menyusun hook yang persuasif. Hasil PKM menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap fungsi bahasa dalam konten video. Dari 3 kelompok praktik video, 1 kelompok berhasil menerapkan teknik hook secara tepat dengan alur narasi dan ajakan bertindak yang jelas.</em></p>2026-09-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Lisnawaty Simatupang, Nawang Dwiningrum, Maria Veronika Simanjuntak, Enita Rahayuhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3221Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Hipertensi Usia Dini Melalui Edukasi Kesehatan Menggunakan Media Leaflet di SMK Kesehatan Fahd Islamic School, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat2026-08-12T16:38:59+07:00Linawaty Tursinalinanaiwa@gmail.comAlyta Listy Intania@a.comDella Syahla Aqilah Priatnaa@a.comErnawati Kurniasiha@a.comIndra Hajah Mushofaa@a.comTaufik Hidayata@a.comSaeful Amina@a.comCitra Dewi Salasantia@a.comRahmawati Rahmawatia@a.com<p><em>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia dan kini mulai ditemukan pada kelompok remaja akibat pola hidup kurang sehat. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai hipertensi menjadi salah satu faktor penghambat upaya pencegahan sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai hipertensi usia dini melalui edukasi kesehatan menggunakan media leaflet di SMK Kesehatan Fahd Islamic School, Kabupaten Bekasi, yang dilaksanakan pada [tanggal pelaksanaan kegiatan]. Kegiatan berupa penyuluhan langsung dan pembagian leaflet “Hipertensi pada Usia Remaja” kepada 40 siswa program keahlian Layanan Penunjang Kefarmasian Klinis dan Komunitas, terdiri atas 14 laki-laki (35,0%) dan 26 perempuan (65,0%) berusia 15–17 tahun. Pengetahuan peserta dievaluasi menggunakan kuesioner 20 item sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) edukasi. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 52,4 menjadi 88,6, dengan proporsi peserta berkategori pengetahuan baik meningkat dari 12,5% menjadi 75,0%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan melalui media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang hipertensi usia dini, sehingga berpotensi menjadi salah satu strategi promosi kesehatan yang diterapkan secara berkelanjutan melalui program Unit Kesehatan Sekolah (UKS).</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Linawaty Tursina, Alyta Listy Intani, Della Syahla Aqilah Priatna, Ernawati Kurniasih, Indra Hajah Mushofa, Taufik Hidayat, Saeful Amin, Citra Dewi Salasanti, Rahmawati Rahmawatihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3254Rehabilitasi Pantai Desa Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan dengan Penanaman Ketapang (Terminalia catappa) sebagai Vegetasi Mangrove Asosiasi 2026-08-20T12:33:27+07:00Valerina Laila Hasanah2311013220018@mhs.ulm.ac.idMagfirah Magfiraha@gmail.comAida Sofyatia@gmail.comRizki Ardianaa@gmail.comUlan Fajrdhya Shafaa@gmail.comLutfhi Al Bashira@gmail.comAnnisa Salsabilaa@gmail.comZalikha Ramadhania@gmail.comFitria Najwaa@gmail.comM. Pasha Sukma Wijayaa@gmail.comSiti Aminaha@gmail.com<p><em>Pantai Desa Muara Kintap merupakan kawasan pesisir yang menghadapi tekanan lingkungan berupa abrasi dan permasalahan sampah yang berpotensi mengganggu keberlanjutan ekosistem pesisir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendukung rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove asosiasi sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan pantai. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui survei lokasi, penentuan titik penanaman, penanaman bibit, serta monitoring pascatanam. Sebanyak 100 bibit ketapang (Terminalia catappa) berhasil ditanam pada 22 titik lokasi dengan melibatkan sekitar 23 warga Desa Muara Kintap bersama mahasiswa, TNI, dan Polairud. Monitoring dilakukan sebanyak dua kali dan menunjukkan bahwa sebagian besar bibit masih berada dalam kondisi baik, meskipun beberapa bibit pada zona yang lebih dekat dengan garis pantai menunjukkan tanda-tanda stres. Kegiatan ini menunjukkan bahwa rehabilitasi pesisir berbasis partisipasi masyarakat dapat menjadi salah satu upaya dalam mendukung pemulihan vegetasi dan keberlanjutan lingkungan pesisir.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Valerina Laila Hasanah, Magfirah Magfirah, Aida Sofyati, Rizki Ardiana, Ulan Fajrdhya Shafa, Lutfhi Al Bashir, Annisa Salsabila, Zalikha Ramadhani, Fitria Najwa, M. Pasha Sukma Wijaya, Siti Aminahhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3299Pelatihan Penggunaan Alat Peraga dan Software Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Sekolah Dasar 2026-08-27T17:28:09+07:00Dwi Antari Wijayantidwi-antari@unj.ac.idAris Hadiyan Wijaksanaa@gmail.comMimi Nur Hajizaha@gmail.comAzzam Tawaqqal Abdua@gmail.com<p><em>Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi tantangan dalam mengonkretkan konsep-konsep yang bersifat abstrak. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah keterbatasan guru dalam memilih, menggunakan, dan mengembangkan alat peraga serta media pembelajaran berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar dalam memanfaatkan alat peraga matematika dan software pembelajaran, khususnya GeoGebra, sebagai media untuk mendukung pembelajaran matematika yang konkret, visual, interaktif, dan bermakna. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pemberian materi, demonstrasi, praktik terbimbing, pengembangan media, simulasi pembelajaran, dan evaluasi. Peserta kegiatan terdiri atas 20 guru Sekolah Dasar. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest, observasi keterampilan praktik, serta angket respons peserta. Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 56,33 pada pretest menjadi 82,67 pada posttest. Selain itu, peserta mampu menghasilkan media pembelajaran sederhana menggunakan alat peraga konkret dan GeoGebra untuk materi bilangan, pecahan, bangun datar, dan bangun ruang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan alat peraga dan teknologi ke dalam pembelajaran matematika. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pengembangan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) guru agar penggunaan teknologi tidak sekadar menjadi pelengkap pembelajaran, tetapi terintegrasi dengan tujuan pedagogis dan substansi matematika.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Dwi Antari Wijayanti, Aris Hadiyan Wijaksana, Mimi Nur Hajizah, Azzam Tawaqqal Abduhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3338Pengenalan Work Stretch 3S Program sebagai Alternatif Upaya Pencegahan Low Back Pain pada Pekerja Tambang di PT X2026-09-07T15:01:02+07:00Diah Surti Ningsih2311102413152@umkt.ac.idMussawwir M.Ilyas2311102413122@umkt.ac.idPurwo Nugroho a@a.com<p><em>Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang berisiko terjadi pada pekerja dengan aktivitas fisik berat dan postur kerja tidak ergonomis, termasuk pekerja pertambangan. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi masalah kesehatan kerja dan memperkenalkan upaya promotif dan preventif untuk mengurangi risiko LBP pada pekerja PT X. Metode meliputi observasi aktivitas dan postur kerja, wawancara, penilaian postur menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA), penentuan prioritas menggunakan Urgency, Seriousness, Growth (USG), dan analisis penyebab menggunakan Fishbone Diagram. </em><em>Hasil identifikasi menunjukkan LBP sebagai prioritas utama dengan skor USG 41. Wawancara terhadap 10 pekerja menunjukkan adanya keluhan nyeri pinggang saat dan setelah bekerja, sementara 9 pekerja belum mengetahui informasi mengenai LBP dan stretching. Penilaian REBA pada 3 pekerja memperoleh skor 10, 11, dan 12 yang menunjukkan risiko ergonomi tinggi hingga sangat tinggi. </em><em>Berdasarkan temuan tersebut, dilakukan uji coba Work Stretch 3S Program pada 27 pekerja Safety. Hasil wawancara sebelum dan sesudah uji coba menunjukkan adanya pengurangan keluhan nyeri pinggang yang dilaporkan pekerja Safety. Selain itu, 88,9% pekerja menyatakan bahwa stretching membantu mengurangi keluhan nyeri pinggang. Work Stretch 3S Program diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif upaya promotif dan preventif serta referensi bagi perusahaan dalam mempertimbangkan pencegahan LBP sesuai kondisi kerja dan kebutuhan pekerja.</em></p>2026-09-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Diah Surti Ningsih, Mussawwir M.Ilyas, Purwo Nugroho https://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3356Diplomasi Publik Pemuda dan Penguatan Kapasitas Anak serta Ruang Belajar Komunitas melalui KKN Internasional di Xã Bàu Lâm, Vietnam2026-09-07T14:44:19+07:00Elpeni Fitrahelpeni.fitrah@unsoed.ac.idCondro Wibowocondro.wibowo@unsoed.ac.idFelicia Ruth Evelynfelicia.evelyn@mhs.unsoed.ac.idNayla Cleosa Maharaninayla.maharani@mhs.unsoed.ac.idFaikarashif Andika Rizqianfaikarashif.rizqian@mhs.unsoed.ac.idMuhammad Zhafran Abiyyuzhafran.abiyyu@mhs.unsoed.ac.idYohana Aulia Aninditayohana.anindita@mhs.unsoed.ac.idKholifatus Saadahkholifatus.saadah@unsoed.ac.id<p><em>Konektivitas antarmasyarakat merupakan pilar Komunitas ASEAN yang masih lemah dalam praktik, khususnya pada tingkat komunitas pedesaan. Artikel ini melaporkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Jenderal Soedirman di Xã Bàu Lâm, Kota Ho Chi Minh, Vietnam, pada 10 Juli sampai 5 Agustus 2026, yang terintegrasi ke dalam Green Summer Volunteer Campaign (Mùa Hè Xanh) University of Social Sciences and Humanities (USSH). Kegiatan melibatkan sepuluh mahasiswa Unsoed bersama lima mahasiswa Universitas Mataram, 25 mahasiswa USSH, dan 15 relawan Youth Union setempat. Metode pelaksanaan memadukan asset-based community development dengan international service-learning melalui empat tahap, yaitu koordinasi institusional, asesmen kebutuhan partisipatif, implementasi bersama, serta evaluasi dan tindak lanjut. Tiga program utama terealisasi penuh sesuai volume yang direncanakan, meliputi mural edukatif sepanjang sekitar dua puluh meter di Rumah Adat Chơ Ro selama delapan hari, Summer Class bahasa Inggris dan permainan tradisional dalam delapan sesi dengan rata-rata sepuluh anak per sesi, serta pertukaran budaya yang berpuncak pada Vietnam-Indonesia Cultural Exchange Festival dengan kehadiran lebih dari dua puluh warga. Capaian Summer Class dilaporkan pada tingkat partisipasi dan respons peserta, bukan pada perubahan kemampuan bahasa, karena tidak tersedia asesmen sebelum dan sesudah program. Temuan utama adalah pergeseran diplomasi budaya dari satu arah menuju resiprositas, yang ditelusuri melalui catatan lapangan berupa inisiatif mitra Vietnam mempelajari dan menampilkan Tari Pukat serta Ondel-Ondel, tampilnya kelompok ibu-ibu warga sebagai penyaji budaya Vietnam pada panggung yang sama, dan pembagian peran penyajian yang berimbang dalam kelompok campuran pada exchange program di USSH. Keterbatasan bahasa, cuaca, dan regulasi keimigrasian mendorong penyesuaian peran mahasiswa dari pengajar utama menjadi ko-fasilitator.</em></p>2026-09-12T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Elpeni Fitrah, Condro Wibowo, Felicia Ruth Evelyn, Nayla Cleosa Maharani, Faikarashif Andika Rizqian, Muhammad Zhafran Abiyyu, Yohana Aulia Anindita, Kholifatus Saadahhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3407Pemberdayaan Siswa Melalui Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini di SMP Negeri 16 Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau2026-09-20T23:56:39+07:00Imelda Hutaurukihutauruk@student.umrah.ac.idGeby Maria Tampubolongmtampubolon@student.umrah.ac.idJonathan Christian Danieljcdaniel@student.umrah.ac.idRani Nadia Sihombingrnadiasihombing@student.umrah.ac.idFriggia Editha Maryenfemaryen@student.umrah.ac.idAllya Nuryani anuryanu@student.umrah.ac.idIham Hidayatihidayat@student.umrah.ac.idYudi Umarayudiumara@umrah.ac.id<p><em>Pernikahan dini merupakan persoalan yang dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan serta perkembangan kesehatan, psikologis, sosial, dan ekonomi remaja. Edukasi kepada siswa menjadi salah satu upaya preventif untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko pernikahan dini dan pentingnya perencanaan masa depan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan memperkuat pemahaman siswa mengenai pencegahan pernikahan dini di SMP Negeri 16 Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 selama kurang lebih tiga jam dan diikuti oleh 378 siswa kelas VII, VIII, dan IX yang terdiri atas 207 siswa laki-laki dan 171 siswa perempuan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap 12 siswa serta satu guru, yang dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan. Setelah mengikuti edukasi, siswa mampu menjelaskan pengertian pernikahan dini, faktor penyebab, dampak, serta beberapa upaya pencegahannya, antara lain melanjutkan pendidikan, menjaga pergaulan, memiliki cita-cita, dan berkomunikasi dengan orang tua atau guru. Respons siswa terhadap kegiatan secara umum positif, meskipun pemahaman mengenai hubungan pendidikan dengan pencegahan pernikahan dini dan relevansinya dengan kondisi lingkungan masih beragam. Karena evaluasi tidak menggunakan pre-test dan post-test, kegiatan ini belum dapat menunjukkan perubahan pemahaman siswa secara kuantitatif. Kegiatan edukasi perlu dilanjutkan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat.</em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Imelda Hutauruk, Geby Maria Tampubolon, Jonathan Christian Daniel, Rani Nadia Sihombing, Friggia Editha Maryen, Allya Nuryani , Iham Hidayat, Yudi Umarahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3012Peningkatan Motivasi Akademik Remaja Panti Asuhan melalui Psikoedukasi Berbasis Goal Setting2026-06-21T07:15:37+07:00Jennifer Andinajenniandina8@gmail.comJessica Octavianijeeycca06@gmail.comArlyanov Sutan Fadhla Raharjoarlyanovraharjo@gmail.comPamela Hendra Henga@gmail.com<p><em>Motivasi akademik merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keterlibatan individu dalam proses belajar dan pencapaian tujuan akademik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Panti Asuhan, ditemukan bahwa sebagian partisipan cenderung memiliki motivasi akademik yang masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti tuntutan sekolah dan lingkungan sekitar. Selain itu, partisipan juga menunjukkan keterlibatan belajar yang relatif rendah, ditandai dengan kebiasaan menggunakan handphone secara berlebihan serta kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi akademik partisipan melalui Psikoedukasi berbasis Goal Setting. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pemberian pre-test menggunakan Academic Motivation Scale (AMS), kegiatan psikoedukasi mengenai motivasi akademik, pembuatan Pohon Harapan, penyusunan SMART Goals, serta post-test sebagai evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan motivasi akademik setelah partisipan mengikuti rangkaian intervensi. Nilai rata-rata motivasi akademik meningkat dari 50,00 pada pre-test menjadi 65,50 pada post-test. Hasil analisis menggunakan uji Paired Sample T-Test juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,019). Selain itu, partisipan menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif selama kegiatan berlangsung, mampu mengenali tujuan akademik yang ingin dicapai, serta menyusun langkah-langkah konkret untuk mewujudkannya. Dengan demikian, psikoedukasi berbasis Goal Setting dapat menjadi salah satu alternatif intervensi yang efektif untuk meningkatkan motivasi akademik pada partisipan di panti asuhan</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Jennifer Andina, Jessica Octaviani Wijaya, Arlyanov Sutan Fadhla Raharjo, Pamela Hendra Henghttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3170Pelatihan Pemanfaatan Limbah Ternak sebagai Bahan Baku Pembuatan Kompos di Desa Mandiangin Timur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar2026-07-27T23:21:45+07:00Nurul Hudanh1898772@gmail.comSalsabiila Puteri Bagusmitasalsabiilaputeribagusmita@gmail.comMuhammad Hariri Abdul Azizhaririabdulaziz156@gmail.comRifka Helma Syahidarifkahelmasyahidah@gmail.comMelna Helda Watimelnaheldawati@gmail.comKharisma Putri Dianaputriidianaasendirii@gmail.comNurul Azkiaazkiaaya006@gmail.comPutri Indah Lestariptrrindaah@gmail.comYohana Natalia Do Regoyohnandore@gmail.comAhda Mutia RamadhaniNahdamutiaramadhani@gmail.comNaura Seta Dewinaurasetadewi@gmail.comMuhammad Salmanmuhammadsalman270311@gmail.comNatal Sinagasinaganatal35@gmail.com<p><em>Masyarakat di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada awalnya belum memanfaatkan limbah ternak secara optimal (94,7%) dengan rincian, </em><em>47,4% warga membiarkan limbah</em><em> ternak</em><em> begitu saja, 26,3% menjualnya dengan nilai ekonomi rendah, dan 10,5% melakukan pembakaran yang memicu polusi lingkungan.</em> <em>Guna mengatasi persoalan tersebut, program pembinaan desa ini dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Januari 2026 yang bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pemahaman serta</em><em> keterampilan dalam</em><em> mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik bernilai jual tinggi.</em> <em>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam proses pengomposan sebesar (84,2%) responden kini telah menguasai cara pembuatan dan langsung tertarik untuk memproduksi kompos secara mandiri. serta perubahan perilaku dari pengelolaan limbah konvensional menuju pengelolaan berbasis sumber daya (waste to resource).</em><em> Rangkaian kegiatan terdiri dari survei ke desa, penyuluhan, dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan kompos, lalu kegiatan diakhiri dengan evaluasi menggunakan kuisioner. </em><em>Program ini diharapkan dapat berlanjut dengan dukungan kelembagaan dan kebijakan yang memadai</em><em> untuk mengatasi kendala keterbatasan biaya dan pendampingan</em><em> guna mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.</em></p>2026-09-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Nurul Huda, Salsabiila Puteri Bagusmita, Muhammad Hariri Abdul Aziz, Rifka Helma Syahida, Melna Helda Wati, Kharisma Putri Diana, Nurul Azkia, Putri Indah Lestari, Yohana Natalia Do Rego, Ahda Mutia Ramadhani, Naura Seta Dewi, Muhammad Salman, Natal Sinagahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3208Edukasi Anti-Bullying Partisipatif Sebagai Upaya Penguatan Kesadaran Siswa dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Ramah Anak Di SDN 5 Menteng, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah2026-08-14T13:25:33+07:00Viani Korneliahijrialiaa@gmail.comAhmad Rizqia@a.comFadya Alifyaa@a.comIka Suryania@a.comNiqma Salsabilaa@a.comFenita Herawatia@a.comSherly Prasetio Widodoa@a.comSilma Nafiatur Rahmaha@a.comAhmad Hafi Baidawia@a.comNisa Nikmatul Azizatus Sidiqoha@a.comIbnu Elmi Acmad Slamat Pelua@a.com<p><em>Kasus bullying di lingkungan sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan mendukung implementasi Sekolah Ramah Anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta didik mengenai perilaku anti-bullying sebagai upaya memperkuat budaya Sekolah Ramah Anak di SDN 5 Menteng, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dengan metode edukatif melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi, dan media edukatif. Desain kegiatan menggunakan one group pretest-posttest yang melibatkan 100 peserta didik kelas IV, V, dan VI. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai peserta didik dari 68,42 pada pre-test menjadi 90,15 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 21,73 poin. Hasil observasi menunjukkan bahwa peserta didik mampu mengenali berbagai bentuk bullying, memahami dampaknya, serta menunjukkan pemahaman mengenai pentingnya sikap saling menghormati dalam interaksi di lingkungan sekolah. Wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan respons positif terhadap kegiatan karena sejalan dengan upaya penguatan Program Sekolah Ramah Anak yang telah dikembangkan di SDN 5 Menteng. Temuan tersebut menunjukkan bahwa edukasi anti-bullying partisipatif dapat menjadi salah satu upaya edukatif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik dan mendukung penguatan budaya Sekolah Ramah Anak sebagai strategi preventif di lingkungan sekolah dasar.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Viani Kornelia, Ahmad Rizqi, Fadya Alifya, Ika Suryani, Niqma Salsabila, Fenita Herawati, Sherly Prasetio Widodo, Silma Nafiatur Rahmah, Ahmad Hafi Baidawi, Nisa Nikmatul Azizatus Sidiqoh, Ibnu Elmi Acmad Slamat Peluhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3235Edukasi Digital Interaktif untuk Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat terhadap Kejahatan Siber di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau2026-08-18T20:34:30+07:00Liant Pratama Ranu Kumboloranukoembolo@gmail.comBayu Fajar Ramadhanbayufr2005@gmail.comDesy Marselladesymarsell19@gmail.comJul Sari Wantootolilaoli@gmail.comEdwar Aliedwarali@usti.ac.id<p><em>Hampir seluruh warga di lingkungan permukiman kini menggunakan smartphone dan internet dalam aktivitas sehari-hari, namun belum diimbangi literasi keamanan siber yang memadai, sehingga rentan menjadi korban phishing, file APK palsu, dan penipuan online. Kondisi ini turut ditemukan di RT 002/RW 002, Perumahan Griya Indah Persada 2, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan warga terhadap kejahatan siber melalui edukasi digital interaktif berupa ceramah dan diskusi, yang dilaksanakan pada 31 Juli 2026. Kegiatan diikuti oleh 10 warga, dengan 7 di antaranya menyelesaikan instrumen pre-test dan post-test berisi 15 soal pilihan ganda secara lengkap. Hasil menunjukkan rata-rata skor pemahaman meningkat dari 61,90 menjadi 93,33 (+31,43 poin), dengan peningkatan pada seluruh indikator evaluasi, mulai dari pengetahuan dasar kejahatan siber, kemampuan mengenali tanda phishing dan APK berbahaya, hingga kesadaran proteksi data pribadi. Seluruh responden mengalami peningkatan skor, dan dua di antaranya mencapai skor sempurna. Warga menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi dan tanya jawab, khususnya saat membahas cara mengenali file APK mencurigakan yang menyamar sebagai undangan pernikahan digital atau resi paket. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi digital interaktif berbasis komunitas mampu meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan warga RT 002/RW 002 Desa Rimbo Panjang dalam menghadapi ancaman kejahatan siber sehari-hari.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Liant Pratama Ranu Kumbolo, Bayu Fajar Ramadhan, Desy Marsella, Jul Sari Wanto, Edwar Alihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3267Edukasi Kesehatan Paru untuk Pencegahan Penyakit Paru Obstruktif Kronis Akibat Paparan Asap Rokok dan Biomassa pada Santri Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur2026-08-24T15:14:49+07:00Adyan Donastindr.adyan@unusa.ac.idPaul Agus Dwiyanua@gmail.comTitin Sholihah Agustinaa@gmail.comYuriske Agnoviantoyuriskeagnovianto@gmail.comMohammad Abhyrama Gymnastiar Taufiqul Hakima@gmail.comZahrotul Ainia@gmail.comAlvi Octavia Manzilatur Rahmaha@gmail.comNafatul Masyaroha@gmail.comAizyah Farah Annabilaa@gmail.comAnjhely Andreania@gmail.com<p><em>Penyakit Paru Obstruktif Kronis merupakan penyakit respirasi kronis yang berkaitan dengan paparan partikel dan gas berbahaya, termasuk asap rokok dan asap biomassa. Lingkungan pesantren dengan pola hunian komunal menjadi setting strategis untuk edukasi promotif dan preventif kesehatan paru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai bahaya paparan asap rokok dan biomassa serta upaya pencegahan Penyakit Paru Obstruktif Kronis. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juni 2026 di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dan diikuti oleh 50 santri. Intervensi meliputi edukasi interaktif, diskusi, pemutaran media audiovisual, penggunaan media visual, demonstrasi, dan Focus Group Discussion. Pengetahuan dievaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 90,80 pada pretest menjadi 96,00 pada posttest, dengan selisih 5,20 poin atau 5,73% dari nilai awal. Uji paired sample t-test menunjukkan p = 0,022. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Karena skor awal sudah relatif tinggi, peningkatan tersebut perlu ditafsirkan secara proporsional dan mempertimbangkan kemungkinan ceiling effect. Kegiatan pembekalan kader santri sehat diposisikan sebagai rencana keberlanjutan, sedangkan capaian kader belum dievaluasi sebagai luaran kuantitatif. Edukasi kesehatan paru dapat menjadi strategi awal untuk meningkatkan pengetahuan santri mengenai faktor risiko penyakit paru, tetapi evaluasi lanjutan diperlukan untuk menilai retensi pengetahuan, perubahan perilaku, dan pengurangan paparan asap.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Adyan Donastin, Paul Agus Dwiyanu, Titin Sholihah Agustina, Yuriske Agnovianto, Mohammad Abhyrama Gymnastiar Taufiqul Hakim, Zahrotul Aini, Alvi Octavia Manzilatur Rahmah, Nafatul Masyaroh, Aizyah Farah Annabila, Anjhely Andreanihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3320Pengaruh Media Edukasi Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di SMPN 1 Duapitue2026-08-31T13:57:39+07:00Nur Tri Wahyuni. Jsnurtriwahyuni.js@gmail.comMakhrajani Majida@a.comHenni Kumaladewi Hengkya@a.comFitriani Umara@a.com<p><em>Anemia merupakan masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja, khususnya remaja putri, yang rentan mengalami anemia akibat kehilangan darah saat menstruasi, diet ketat, serta meningkatnya kebutuhan zat gizi selama pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi video terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri di SMPN 1 Duapitue. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 98 remaja putri, terdiri atas 49 responden kelompok video dan 49 responden kelompok leaflet. Kelompok video menerima edukasi audiovisual sebanyak tiga kali selama dua minggu, sedangkan kelompok leaflet menerima media edukasi leaflet sebanyak satu kali. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku sebelum dan sesudah intervensi. Analisis menggunakan uji Wilcoxon, Mann-Whitney, dan uji parametrik sesuai distribusi data. Rata-rata pengetahuan kelompok video meningkat dari 9,22 menjadi 14,71 (Δ=5,49), sikap dari 33,33 menjadi 35,37 (Δ=2,04), dan perilaku dari 29,63 menjadi 30,20 (Δ=0,57). Perbedaan peningkatan antara kelompok video dan leaflet bermakna pada pengetahuan (p<0,001), sikap (p=0,023), dan perilaku (p=0,011). Temuan ini menunjukkan bahwa kelompok video mengalami peningkatan skor yang lebih besar daripada kelompok leaflet selama periode penelitian, meskipun perubahan perilaku relatif kecil.</em></p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Nur Tri Wahyuni. Js, Makhrajani Majid, Henni Kumaladewi Hengky, Fitriani Umarhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3370Penguatan Program K3 Melalui Edukasi Safety Talk untuk Meningkatkan Kepatuhan Penggunaan APD di Area PT. X2026-09-12T16:42:20+07:00Andi Salsabila Oktavia Amandaar152@umkt.ac.idAinur Rachmanar152@umkt.ac.idMeisya Asti Khairani2311102413214@umkt.ac.id<p><em>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam kegiatan pertambangan yang memiliki berbagai potensi bahaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kepatuhan pekerja dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD melalui edukasi safety talk, pemasangan media K3, serta inspeksi dan observasi penggunaan APD di PT X. Kegiatan dilaksanakan pada 19 Mei 2026 dengan sasaran 20 pekerja. Metode kegiatan meliputi observasi awal menggunakan checklist kepatuhan APD, edukasi melalui safety talk, pemasangan poster sebagai media pengingat, serta inspeksi dan observasi lanjutan untuk melihat perubahan kepatuhan pekerja. Hasil observasi awal menunjukkan terdapat 5–7 pekerja yang belum menggunakan APD secara lengkap sesuai ketentuan. Setelah pelaksanaan kegiatan, hasil observasi menunjukkan jumlah pekerja yang belum menggunakan APD secara lengkap menurun menjadi 1–2 pekerja dari 20 pekerja yang diamati. Perubahan tersebut menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan penggunaan APD setelah dilakukan edukasi dan penguatan pengawasan. Evaluasi kegiatan difokuskan pada kelengkapan penggunaan APD berdasarkan checklist observasi. Penggunaan media pengingat dan pemantauan berkala juga membantu pekerja mengingat kewajiban menggunakan APD selama aktivitas kerja berlangsung secara konsisten.</em></p>2026-09-30T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Andi Salsabila Oktavia Amanda, Ainur Rachman, Meisya Asti Khairanihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3422Penguatan Kapasitas Kader melalui Edukasi Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang serta Pelatihan Pemantauan Jentik di Desa Badak Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur2026-09-29T23:18:47+07:00Rachmatia Rachmatiayw399@umkt.ac.idYuliani Winartiyw399@umkt.ac.id<p><em>Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Desa Badak Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Mitra mengidentifikasi bahwa pemantauan jentik di rumah warga belum dilakukan secara konsisten meskipun pengetahuan dasar kader sudah baik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman mengenai pemberantasan sarang nyamuk melalui menguras, menutup, dan mendaur ulang serta meningkatkan keterampilan pemantauan jentik. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Seroja 2 dengan melibatkan 20 kader melalui pretest, edukasi interaktif, demonstrasi, praktik pemeriksaan jentik, posttest, dan observasi 20 rumah. Keterampilan dinilai menggunakan daftar tilik lima langkah. Sebanyak 18 dari 20 kader (90,0%) mampu melakukan seluruh langkah dengan tepat setelah pelatihan. Skor pengetahuan dan tindakan tetap maksimum pada pretest dan posttest sehingga tidak tersedia variasi untuk menunjukkan perubahan. Observasi menemukan tempat penampungan air tanpa penutup pada 12 rumah (60,0%), barang bekas penampung air pada 9 rumah (45,0%), drainase bermasalah pada 7 rumah (35,0%), dan jentik pada 5 rumah (25,0%). Tindak lanjut difokuskan pada pendampingan ulang dua kader serta pemantauan ulang rumah positif jentik oleh kader bersama pengelola program kesehatan lingkungan UPTD Puskesmas Badak Baru pada jadwal pemantauan rutin berikutnya.</em></p>2026-10-08T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Rachmatia Rachmatia, Yuliani Winartihttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2605Pengembangan Media Ajar Berbasis Digital untuk Mata Pelajaran Pancasila di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Batam2025-12-31T08:17:53+07:00Yolanda Efionitayolanda@polibatam.ac.idRahmat Hidayatrahmat@polibatam.ac.idRusda Irawatiira@polibatam.ac.idDesi Ratna Sariratnadesi89@yahoo.comAgus Supriyadiagussupriyadi@polibatam.ac.idMuhammad Zainuddinmuhammadzainuddin@polibatam.ac.idZaimah Zaimahzaimah@polibatam.ac.idAtiqotun Nisaatiq@polibatam.ac.idMulthahada Ramadhani Siregarmultahada@polibatam.ac.id<p><em>Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak besar dalam dunia pendidian termasuk dalam penyediaan media ajar yang lebih menarik dan interaktif. Mata pelajaran Pancasila sebagai salah satu mata pelajaran penting dalam pembentukan karakter siswa memerlukan media pembelajaran yang inovatif agar nilai-nilai Pancasila dapat lebih mudah dipahai oleh para siswa dan siswi. Namun, di lapangan masih ditemukan keterbatasan guru dalam memanfaatkan media digital yang sesuai, sehingga pembelajaran cenderung konvensional dan kurang menarik minat siswa dan siswi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Batam, yaitu SMP Negeri 57 Batam, SMP Negeri 29 Batam, SMP S Prima School dan SMP BP Tahfidz At Taubah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan media ajar berbasis digital yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran Pancasila. Metode yang digunakan adalah workshop, pelatihan, serta pembuatan media ajar digital. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan guru mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, serta siswa dapat lebih mudah memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. </em></p>2026-09-24T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Yolanda Efionita, Rahmat Hidayat, Rusda Irawati, Desi Ratna Sari, Agus Supriyadi, Muhammad Zainuddin, Zaimah Zaimah, Atiqotun Nisa, Multhahada Ramadhani Siregarhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3076Pelaksanaan Layanan Asesmen Inteligensi dalam Mendukung Proses Seleksi Calon Putri Pariwisata 20262026-07-08T08:14:17+07:00Agustina Agustinaagustina.westin@gmail.comDastin Imanueldastinimanuel.fpsi.untar@gmail.com<p><em>Pemilihan Putri Pariwisata merupakan salah satu upaya pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata yang bertujuan menghasilkan duta daerah yang memiliki kompetensi dalam mempromosikan potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif. </em><em>Selain kemampuan komunikasi dan penampilan, kemampuan intelektual menjadi salah satu aspek yang mendukung kesiapan peserta dalam menjalankan peran tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan layanan asesmen inteligensi sebagai informasi pendukung bagi penyelenggara dalam proses seleksi calon Putri Pariwisata Tahun 2026. Metode yang digunakan berupa layanan asesmen psikologi menggunakan Culture Fair Intelligence Test (CFIT) terhadap 20 peserta yang telah lolos seleksi administrasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, pelaksanaan tes, penskoran, interpretasi hasil, penyusunan laporan psikologis individual, serta penyampaian ringkasan hasil asesmen kepada panitia seleksi. Hasil asesmen menunjukkan rata-rata skor IQ peserta sebesar 105,35 dengan rentang skor 94–133. Sebanyak 65% peserta berada pada kategori Average, 20% pada kategori High Average, dan 15% pada kategori Superior. Seluruh peserta memperoleh profil kemampuan intelektual yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam proses seleksi. Luaran kegiatan berupa laporan psikologis memberikan informasi objektif mengenai kemampuan intelektual peserta yang melengkapi hasil penilaian administrasi, komunikasi, penampilan, dan wawasan kepariwisataan. Dengan demikian, layanan asesmen inteligensi memberikan nilai tambah bagi penyelenggara dalam mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih objektif, komprehensif, dan berbasis data psikologis.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Agustina Agustina, Dastin Imanuelhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3194Implementasi Leadership Card Gamification Berbasis Token Economy untuk Penguatan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Ajaran Baru2026-08-08T09:03:05+07:00Haryasena Panduwiyasaharyasenapandu@telkomuniversity.ac.idDynasti Meilan Legowoa@a.comNazwa Juwita Syahiraa@a.comNor Azizaha@a.comRahmat Abroria@a.comNur Zamzamia@a.comRumaisha Az Zahraa@a.comLucy Lidiawati Santiosolucylidiawati@uici.ac.id<p><em>Rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam diskusi, presentasi, dan kerja kelompok dapat menghambat pengembangan komunikasi interpersonal pada pembelajaran tahun pertama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan modifikasi perilaku melalui Leadership Card Gamification berbasis token economy untuk meningkatkan partisipasi, kedisiplinan, komunikasi, dan kepemimpinan mahasiswa. Program melibatkan 30 mahasiswa kelas internasional Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Telkom pada Mata Kuliah Komunikasi Interpersonal. Pelaksanaan mencakup pengukuran baseline, observasi, wawancara singkat, asesmen fungsional menggunakan kerangka Antecedent–Behavior–Consequence, serta intervensi melalui active learning, mind mapping, diskusi, presentasi, dan refleksi. Penguatan diberikan melalui cap Leadership Card pada sepuluh perilaku target, yaitu ketepatan waktu, inisiatif, kemampuan menghubungkan teori, pertanyaan kritis, listening, kerja sama, pemecahan masalah, etika debat, public speaking, dan refleksi. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata ketercapaian perilaku sebesar 63,3%. Capaian tertinggi terdapat pada listening dan kerja sama kelompok, masing-masing 73,3%, diikuti ketepatan waktu sebesar 70,0% dan keaktifan diskusi kelompok sebesar 66,7%. Sebanyak 26 mahasiswa atau 86,7% memperoleh skor minimal 70, melampaui target program sebesar 70% peserta. Rata-rata skor Leadership Card mencapai 73,0 dengan median 80. Hasil tersebut menunjukkan bahwa intervensi berjalan cukup baik, meskipun penguatan lanjutan masih diperlukan pada aspek kepemimpinan, inisiatif, partisipasi forum, dan public speaking. Program ini juga mendukung pembelajaran yang lebih aktif, terstruktur, dan reflektif.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Haryasena Panduwiyasa, Dynasti Meilan Legowo, Nazwa Juwita Syahira, Nor Azizah, Rahmat Abrori, Nur Zamzami, Rumaisha Az Zahra, Lucy Lidiawati Santiosohttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3219Pemetaan Minat Siswa MTs Muhammadiyah 1 Samarinda, Kalimantan Timur Menggunakan Tes RMIB (Rothwell-Miller Interest Blank) dan Software Prestisia2026-08-10T14:13:25+07:00Desti Purnamasaridp657@umkt.ac.idRahmawati Pratiwirp230@umkt.ac.idAniq Hudiyah Bil Haqahbh186@umkt.ac.idMuhammad Fauzan Nur Ilhama@a.com<p><em>Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan minat siswa MTs 1 Muhammadiyah Samarinda serta memberikan dasar empiris bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam merencanakan layanan bimbingan karier yang sesuai dengan potensi siswa. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan asesmen psikologi pendidikan dengan menggunakan instrumen Rothwell Miller Interest Blank (RMIB) dan diolah dengan software “Prestisia” yang telah disusun oleh tim. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan asesmen minat, pengolahan dan analisis data secara deskriptif, serta tahap pelaporan dan umpan balik kepada guru BK. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki kombinasi minat yang unik sehingga perlu pendekatan yang berbeda-beda.</em> <em>Outdoor, Computational, dan Social Service merupakan kategori minat yang dominan dari siswa. Hasil pemetaan minat disampaikan kepada guru BK dalam bentuk laporan dan diskusi umpan balik sebagai dasar perencanaan layanan bimbingan karier di sekolah. Meskipun demikian, kegiatan ini memiliki keterbatasan pada aspek waktu dan operasional, sehingga hasil asesmen dipahami sebagai gambaran awal kecenderungan minat siswa. Secara keseluruhan, pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam membantu siswa mengenali potensi minatnya serta mendukung guru BK dalam mengembangkan layanan bimbingan karier yang lebih kontekstual dan berbasis kebutuhan siswa.</em></p>2026-09-07T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Desti Purnamasari, Rahmawati Pratiwi, Aniq Hudiyah Bil Haq, Muhammad Fauzan Nur Ilhamhttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3244Pelatihan Ekspor bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Jawa Timur melalui Pemanfaatan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement2026-08-18T20:30:47+07:00Pantri Muthriana Erza Killiana@a.comPrimadiana Yunitaprimadiana@ub.ac.idRistiana Khafifah Rahmaditaa@a.com<p><em>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Jawa Timur, namun kontribusi UMKM Indonesia terhadap ekspor nasional masih relatif rendah, yaitu sekitar 15,7%. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pembekalan pengetahuan dasar ekspor dan memperkenalkan pemanfaatan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) kepada pelaku UMKM Jawa Timur. Pelatihan dilaksanakan secara daring dan diikuti sekitar 65 peserta melalui kolaborasi dengan Atase Perdagangan Republik Indonesia untuk Australia, Klinik Ekspor Bea Cukai Malang, dan praktisi usaha. Evaluasi dilakukan melalui survei pascapelatihan yang diisi oleh 44 peserta untuk mengidentifikasi pengetahuan awal secara retrospektif, minat pascapelatihan, persepsi keterterapan materi, dan kebutuhan pendampingan. Sebanyak 56,8% responden menyatakan bahwa sebelum kegiatan mereka belum mengetahui IA-CEPA; data ini menggambarkan kondisi awal retrospektif dan bukan hasil pengukuran peningkatan pengetahuan. Setelah pelatihan, 95,5% responden menyatakan berminat memanfaatkan IA-CEPA untuk ekspor ke Australia, dan 79,5% menilai materi dapat langsung diterapkan dalam usaha. Regulasi negara tujuan ekspor dipilih sebagai materi paling relevan oleh 43,2% responden, diikuti kurasi produk sebesar 36,4%. Temuan menunjukkan manfaat pelatihan sebagai pembekalan awal dan pemetaan kebutuhan pendampingan, tetapi belum dapat digunakan untuk menyimpulkan peningkatan kemampuan ekspor karena tidak menggunakan desain pre-test–post-test.</em></p>2026-09-05T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Pantri Muthriana Erza Killian, Primadiana Yunita, Ristiana Khafifah Rahmaditahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3293Redesain dan Pembuatan Kerucut Penyangga Sampah pada Tungku Pembakaran untuk Optimalisasi Aliran Udara di TPS Dusun Kajar, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur2026-08-29T15:20:03+07:00Angga Risdianto Wijaya Putraa@gmail.comDanishah Ghaisamia@gmail.comDelia Putri Afrani Chaniagoa@gmail.comDeliana Putri Maharania@gmail.comKamelia Sekar Kinasiha@gmail.comLiony Rahmaniaa@gmail.comMuh. Khalil Muzakia@gmail.comMuhammad Refaldia@gmail.comNajwa Azlia Damarisa@gmail.comNajwa Kamilaa@gmail.comRizki Fadillah Utamia@gmail.comSyamto Adjia@gmail.comWidazh Mareta Velianaa@gmail.com<p><em>Pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah pedesaan masih menghadapi berbagai kendala, termasuk di Dusun Kajar, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Keterbatasan sistem pengelolaan menyebabkan pembakaran digunakan sebagai salah satu upaya mengurangi volume sampah. Permasalahan muncul akibat kerusakan kerucut penyangga pada tungku, sehingga sampah diletakkan langsung di dasar tungku dan ruang aliran udara di bawah tumpukan tidak terbentuk secara optimal. Kegiatan ini bertujuan merancang ulang dan menerapkan kerucut penyangga sampah yang sesuai dengan kondisi tungku untuk mendukung aliran udara pembakaran serta meningkatkan fungsi tungku. Metode yang digunakan berupa pendekatan teknologi tepat guna dan partisipatif melalui observasi lapangan, diskusi dengan dua pekerja TPS, perancangan, pembuatan, pemasangan, dan evaluasi alat. Kerucut penyangga dibuat menggunakan besi tulangan beton berdiameter 12 mm dan dipasang pada tungku yang tersedia. Evaluasi dilakukan secara observasional terhadap posisi, kestabilan, fungsi penyangga, dan pembentukan ruang aliran udara, serta melalui diskusi dengan pekerja TPS. Hasil menunjukkan bahwa kerucut dapat terpasang stabil dan membentuk ruang kosong antara dasar tungku dan tumpukan sampah sebagai jalur masuk udara menuju area pembakaran. Penerapan desain ini menunjukkan kesesuaian teknologi dengan kondisi tungku dan kebutuhan pekerja TPS. Namun, pengaruhnya terhadap efisiensi pembakaran dan beban kerja belum terukur secara kuantitatif.</em></p>2026-09-15T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Angga Risdianto Wijaya Putra, Danishah Ghaisami, Delia Putri Afrani Chaniago, Deliana Putri Maharani, Kamelia Sekar Kinasih, Liony Rahmania, Muh. Khalil Muzaki, Muhammad Refaldi, Najwa Azlia Damaris, Najwa Kamila, Rizki Fadillah Utami, Syamto Adji, Widazh Mareta Velianahttps://jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3332Edukasi dan Skrining Tuberkulosis melalui Program SIKAT TB di Wilayah Kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya2026-09-01T14:56:17+07:00Nathalya Dwi Kartikadr.nathalya@unusa.ac.idAdyan Donastina@a.comRifky Dwi Aditya Iryawanrifkydwiaditya150201@gmail.comAkbar Reza Muhammadakbarreza43@gmail.comErsalina Nidiantia@a.comRobert Aditya Wijanarkoa@a.comNajmy Najah Anisaha@a.comQoyyum Meikasaria@a.comFatikasari Zaina@a.com<p><strong><em>Latar Belakang: </em></strong><em>Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam beban tuberkulosis dengan estimasi sekitar 1,1 juta kasus pada tahun 2024, sementara sebagian kasus belum terdeteksi akibat rendahnya literasi masyarakat mengenai gejala dan pentingnya skrining. Wilayah kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya merupakan kawasan dengan karakteristik permukiman padat dan mobilitas penduduk tinggi sehingga memerlukan penguatan upaya pencegahan dan penemuan kasus berbasis komunitas</em><em>. </em><strong><em>Tujuan: </em></strong><em>Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gejala, penularan, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini tuberkulosis melalui penyuluhan SIKAT TB.</em> <strong><em>Metode: </em></strong><em>Kegiatan dilaksanakan pada 7 Juni 2026 di wilayah kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya dengan melibatkan 100 warga. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Intervensi meliputi sosialisasi, penyuluhan interaktif menggunakan media poster, leaflet, dan video, serta layanan skrining sederhana. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir dan dilaporkan sebagai persentase jawaban benar pada setiap butir soal. Analisis dilakukan pada tingkat butir soal menggunakan uji paired sample t-test dan Wilcoxon signed-rank dengan tingkat kemaknaan α = 5%.</em> <strong><em>Hasil: </em></strong><em>Rerata persentase jawaban benar meningkat dari 56,80% ± 14,26 pada pretest menjadi 97,70% ± 2,87 pada posttest, dengan selisih 40,90 poin persentase (IK 95%: 30,32–51,48) atau peningkatan relatif sebesar 72,01%. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik (t(9) = 8,749; p < 0,001) dengan besar efek yang sangat kuat (Cohen’s dz = 2,77) dan nilai N-gain kategori tinggi (0,95). Seluruh sepuluh butir soal mengalami peningkatan, dan lima butir mencapai persentase jawaban benar 100%. Analisis menggunakan butir soal sebagai unit evaluasi sehingga hasil menggambarkan perubahan capaian pengetahuan pada setiap topik edukasi.</em> <strong><em>Kesimpulan: </em></strong><em>Penyuluhan SIKAT TB efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tuberkulosis, terutama pada materi yang sebelumnya memiliki tingkat penguasaan lebih rendah. Keberlanjutan program perlu didukung melalui penguatan kader kesehatan, pengulangan edukasi secara berkala, serta penguatan keterhubungan antara masyarakat dan layanan kesehatan primer untuk mendukung penemuan kasus aktif.</em></p>2026-09-18T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 Nathalya Dwi Kartika, Adyan Donastin, Rifky Dwi Aditya Iryawan, Akbar Reza Muhammad, Ersalina Nidianti, Robert Aditya Wijanarko, Najmy Najah Anisah, Qoyyum Meikasari, Fatikasari Zain