Penerapan Seni Terapi Melukis Topeng sebagai Upaya Peningkatan Sensitivitas Gambar Diri Anak Binaan di LPKA Blitar Jawa Timur

Penulis

  • Rediavita Ayu Monica Program Studi Magister Psikologi Sains, Fakultas Psikologi, Universitas Surabaya, Indonesia
  • Rahmah Amaliya Program Studi Magister Psikologi Sains, Fakultas Psikologi, Universitas Surabaya, Indonesia
  • Jefri Setyawan Program Studi Magister Psikologi Sains, Fakultas Psikologi, Universitas Surabaya, Indonesia
  • Mary Philia Elisabeth Program Studi Magister Psikologi Sains, Fakultas Psikologi, Universitas Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.2306

Kata Kunci:

Anak Binaan, Gambar Diri, LPKA, Melukis Topeng, Seni

Abstrak

Kegiatan pengabdian ini bertujuan membantu anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Blitar dalam mengenali dan mengekspresikan gambar diri melalui pendekatan seni non-verbal. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui workshop melukis topeng dan sesi brief counselling terhadap lima anak binaan berusia 15–18 tahun. Peserta diminta melukis dua topeng, masing-masing menggambarkan diri saat ini (real self) dan diri ideal (ideal self). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengekspresikan emosi dan refleksi diri melalui simbol warna dan bentuk, serta menunjukkan peningkatan kesadaran akan jati diri. Pendekatan seni terbukti menjadi sarana rehabilitatif yang efektif dan aman bagi anak binaan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri dan kemampuan refleksi personal.

Referensi

Alwisol, A. (2019). Psikologi Kepribadian (11th ed.). Malang: UMM Press.

Annamary, K., Prathima, G. S., Sajeev, R., Kayalvizhi, G., Ramesh, V., & Ezhumalai, G. (2016). Colour preference to emotions in relation to the anxiety level among school children in Puducherry–A cross-sectional study. Journal of Clinical and Diagnostic Research: JCDR, 10(7), 26–30. doi: 10.7860/JCDR/2016/18506.8128. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5020302/

Averett, E. W. (2015). Masks and ritual performance on the island of Cyprus. American Journal of Archaeology, 119(1), 3–45. https://www.journals.uchicago.edu/doi/abs/10.3764/aja.119.1.0003

Az-Zahra, F., Muda, S. N., AR, N. A., Pribadi, B., & Arsini, Y. (2024). Penerapan Konseling Singkat Berfokus Solusi untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Siswa dalam Belajar. Tabsyir: Jurnal Dakwah Dan Sosial Humaniora, 5(1), 125–130. https://ojs.unm.ac.id/PJAHSS/article/viewFile/44233/20736

Angkat, C. A., Lubis, M. Z. H., & Ginting, L. D. C. U. (2024). Warisan Budaya Karo Yang Terancam: Upaya Pelestarian Dan Pengembangan Tradisi Topeng Tembut-Tembut. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 3(8), 2281–2290. https://mail.bajangjournal.com/index.php/JCI/article/view/7652

Broady, T. (2015). The carer persona: Masking individual identities. Persona Studies, 1(1), 65–75. https://search.informit.org/doi/10.3316/informit.967602955008127

Cahyo, A. A. R., & Andriana, W. D. (2024). Representasi Persona dalam Novel Cinta Terakhir Baba Dunja Karya Alina Bronsky dan Relevansinya Terhadap Pendidikan. Judika (Jurnal Pendidikan Unsika), 12(2), 273–299. https://journal.unsika.ac.id/judika/article/view/12147

Fauzan, F. (2016). Makna simbolik topeng sakura pada masyarakat adat Lampung. Kalam, 10(1), 223–256. https://doi.org/10.22146/jh.17895

Hasani, A. A., & Kurniati, P. (2023). Mengintip Pendidikan Anak Berkonflik dengan Hukum di LPKA Blitar. Kompas.Com. Diakses pada 8 Oktober 2025 melalui https://surabaya.kompas.com/read/2023/08/28/194820378/mengintip-pendidikan-anak-berkonflik-dengan-hukum-di-lpka-blitar-bagian-1?page=all

Ismail, N. A. H., & Tekke, M. (2015). Rediscovering Rogers’s self theory and personality. Journal of Educational, Health and Community Psychology, 4(3), 28–36. https://doi.org/https://doi.org/10.12928/JEHCP.V4I3.3682

Karahroudy, F. A., Kiani, M., Izadi, A., & Majd, H. A. (2010). Self-concept in normal and criminal male adolescents: A comparative study. Advances in Nursing & Midwifery, 19(69), 10–15. https://doi.org/https://doi.org/10.22037/ANM.V20I69.1783

Ke, S. (2024). Research on the Influence of Visual Arts on Self-identity and Self-confidence Construction of Adolescent Girls. Frontiers in Art Research, 6(9), 63-72. https://formularios.uea.edu.br/index.php/arete/article/view/61

Mahler, A., Fine, A., Frick, P. J., Steinberg, L., & Cauffman, E. (2018). Expecting the unexpected? Expectations for future success among adolescent first‐time offenders. Child Development, 89(6), 535–551. https://doi.org/10.1111/cdev.12977

Pandey, A. (2019). Mask: a creative representation of functional art. International Journal of Research, 7(4), 90–96. https://doi.org/doi: 10.29121/GRANTHAALAYAH.V7.I4.2019.878

Salma, N. S. N., & Hasaniyah, N. (2024). Bentuk-Bentuk Kreativitas:” Meningkatkan Kesejahteraan Mental Remaja Melalui Ekspresi Seni”. Gayatri: Jurnal Pengabdian Seni Dan Budaya, 2(1), 24–27. https://doi.org/10.20111/gayatri.v2i1.41

Silva, E., Morais, J., & Barbosa, I. (2017). As implicações da teoria de Carl Ransom Rogers para a educação em ciências. Revista Areté| Revista Amazônica de Ensino de Ciências, 6(10), 63–72. https://formularios.uea.edu.br/index.php/arete/article/view/61

Yazdani, S., & Ross, S. (2019). Carl Rogers’ Notion of" Self-actualization" in Joyce’s A Portrait of the Artist as a Young Man. 3L: Southeast Asian Journal of English Language Studies, 25(2), 61–73. https://doi.org/10.17576/3L-2019-2502-05

Zulnida, E. F., Mukminin, G. U., Musthofa, M. A., & Chotidjah, S. (2023). Optimisme Anak Didik Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung Menuju Masa Reentry. Jurnal Psikologi Insight, 7(1), 11–24. https://doi.org/10.17509/insight.v7i1.64731

Diterbitkan

21-11-2025

Cara Mengutip

Monica, R. A., Amaliya, R., Setyawan, J., & Elisabeth, M. P. (2025). Penerapan Seni Terapi Melukis Topeng sebagai Upaya Peningkatan Sensitivitas Gambar Diri Anak Binaan di LPKA Blitar Jawa Timur. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 5(6), 2949–2958. https://doi.org/10.54082/jamsi.2306