Pelatihan Digital Journaling berbasis Artificial Intelligence dalam Pengelolaan Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.3081Kata Kunci:
kecerdasan buatan, kesehatan mental ibu rumah tangga, komunikasi kreatif, PARAbstrak
Ibu rumah tangga merupakan kelompok yang rentan mengalami stres dan kelelahan emosional akibat tuntutan peran domestik yang berlapis serta keterbatasan ruang ekspresi diri dan dukungan psikososial. Kondisi ini juga dialami oleh ibu rumah tangga di lingkungan Posyandu Teratai, Kelurahan Buaran, Kota Tangerang Selatan, yang selama ini lebih berfokus pada layanan kesehatan fisik dan belum secara optimal mengakomodasi aspek kesehatan mental. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kesehatan mental ibu rumah tangga melalui optimalisasi artificial intelligence (AI) sebagai media komunikasi kreatif dan sarana ekspresi diri serta refleksi emosional. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan interaktif, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap kesehatan mental, regulasi emosi, serta kesiapan dalam memanfaatkan journaling digital. Didapati peningkatan pemahaman kesehatan mental dari 35% menjadi 63% dan kesiapan journaling digital dari 50% menjadi 80%. Dengan demikian integrasi komunikasi kreatif dan teknologi AI terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran emosional dan literasi digital ibu rumah tangga. Pemanfaatan AI berperan sebagai sarana preventif dan promotif dalam pengelolaan emosi, tanpa menggantikan peran tenaga profesional kesehatan mental.
Referensi
Anderson, L., & Han, J. (2021). Creative expression and emotional resilience: The role of reflective communication in well-being. Journal of Mental Health Communication, 14(2), 87–102.
Fitzpatrick, K., Darwin, C., & Lee, S. (2022). AI-based reflective journaling for emotional health: An emerging digital approach to mental wellness. International Journal of Digital Psychology, 9(1), 45–63.
Fulmer, R., Joerin, A., Gentile, B., Lakerink, L., & Rauws, M. (2018). Using psychological artificial intelligence (Tess) to relieve symptoms of depression and anxiety: Randomized controlled trial. JMIR Mental Health, 5(4), e64.
Hidayatulloh, S., Maulana, A., Sidik, S., & Maruloh, M. (2024). Pemanfaatan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas di era digital. Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa, 4(2), 50-56.
Irawati, D., Salasah, R., & Radius, D.B. (2024). Kesehatan mental tahun 2024, saling dukung di saat genting. Kompas.id. Januari 2024, diakses dari https://www.kompas.id/artikel/kesehatan-mental-tahun-2024-saling-dukung-di-saat-genting
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2005). Participatory action research: Communicative action and the public sphere. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), The SAGE handbook of qualitative research (3rd ed., pp. 559–603). SAGE Publications.
Kim, S., & Lee, H. (2023). Artificial intelligence journaling and emotional selfawareness among women: A quasi-experimental study. Journal of Applied Digital Health, 7(3), 120–138.
McIntyre, P. (2020). Creative communication: Theories, practices, and reflections. Routledge.
Mediyawati, N., & Bintang, S. (2021, December). Platform kecerdasan buatan sebagai media inovatif untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi: U-tapis. In Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas Pgri Palembang.
Prisie, M.Y.N. (2025). Kemenkes: hasil CKG 0,92 persen warga kemungkinan alami gejala depresi. Antaranews.com. Oktober 2025, diakses dari https://www.antaranews.com/berita/5161545/kemenkes-hasil-ckg-092-persen-warga-kemungkinan-alami-gejala-depresi
Priyanto, P., Wini, L.O., Yusra, D., Agus, S., Hary S., & Sri W. (2026). Pelatihan digital storytelling sebagai inovasi pedagogi dalam pembelajaran bahasa dan sastra bagi guru SMP. Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 6(1), 282-294.
Rahma, A., & Yusuf, D. (2022). Gender roles and emotional stres among dual role women in Indonesia. Indonesian Journal of Social Psychology, 5(1),
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Vaidyam, A. N., Wisniewski, H., Halamka, J. D., Kashavan, M. S., & Torous, J. B. (2019). Chatbots and conversational agents in mental health: a review of the psychiatric landscape. The Canadian Journal of Psychiatry, 64(7), 456-464.
Wiryany, D., Natasha, S., & Kurniawan, R. (2022). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap perubahan sistem komunikasi Indonesia. Jurnal Nomosleca, 8(2), 242-252.
YouGov & Halodoc. (2025). Indonesia Health Insights report 2025: Wellness warriors in silence: realita, tekanan, dan harapan di balik peran ibu dalam kesehatan keluarga. September 2025, diakses dari https://health.halodoc.com/indonesia-health-insights-2025/
Yuliandari, Inriza. (2023). Posyandu semakin siap melayani masyarakat semua usia. Kemenkes.go.id. Mei 2023, diakses dari https://ayosehat.kemenkes.go.id/posyandu-semakin-siap-melayani-masyarakat-secara-menyeluruh
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nabila Sekar Arum Hasanah, Fikri Azis

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




