Penyuluhan Kesehatan Bahaya Junk Food dan Minuman Manis di Jemaat GMAHK Getsemani Kota Pematangsiantar

Penulis

  • Cesarina Silaban Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan, Universitas Advent Surya Nusantara, Indonesia
  • Jespin Saurlina Manalu Program Studi Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Advent Surya Nusantara, Indonesia
  • Yunis Veronika Purba Program Studi Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Advent Surya Nusantara, Indonesia
  • Stenny Prawitasari Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan, Universitas Advent Surya Nusantara, Indonesia
  • Maru Mary Jones Panjaitan Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan, Universitas Advent Surya Nusantara, Indonesia
  • Endang Kurnia Waruwu Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan, Universitas Advent Surya Nusantara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.3086

Kata Kunci:

Edukasi Gizi, Junk Food, Minuman Manis, Penyuluhan Kesehatan

Abstrak

 Konsumsi junk food dan minuman berpemanis semakin meningkat di berbagai kelompok masyarakat, termasuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Jemaat GMAHK Getsemani Kota Pematangsiantar banyak yang mengkonsumsi junk food dan minuman manis dengan rutin khususnya remaja dan anak-anak. Pola konsumsi tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko obesitas, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, serta berbagai penyakit tidak menular lainnya. Rendahnya pemaparan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat mengenai dampak konsumsi makanan junk food yang tinggi gula, garam, dan lemak menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku konsumsi junk food dan minuman manis yang kurang sehat untuk tubuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melalui penyuluhan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran jemaat GMAHK Getsemani Jl. Nias Kota Pematangsiantar mengenai bahaya konsumsi junk food dan minuman manis melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan uji proporsi (binomial) dengan memberikan penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest dengan 10 pernyataan dengan memberikan jawaban setuju dan tidak setuju di lembaran yang disediakan. Kegiatan diikuti oleh 35 responden yang terdiri atas anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan responden pada tahap pretest, mayoritas responden berada pada kategori tidak setuju yaitu sebanyak 21 orang (60%) yang menyatakan bahwa junk food dan minuman manis baik untuk dikonsumsi. Namun, setelah diberikan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan pada tahap post-test dimana sebanyak 26 responden (74,3%) menunjukkan penilaian setuju bahwa junk food dan minuman manis tidak baik dikonsumsi setiap hari. Responden juga menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi dan mampu menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan merupakan salah satu strategi efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya membatasi konsumsi junk food dan minuman manis sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak sehingga mampu membentuk perilaku hidup sehat di masyarakat Kota Pematangsiantar.

Referensi

Andriani, N., Nurdin, A., Fitria, U., & Dinen, K. A. (2024). Perilaku konsumsi makanan cepat saji pada remaja dan dampaknya bagi kesehatan. Public Health Journal, 1(2).

Aulia, H.I., et.al (2026). Hubungan Literasi Kesehatan dengan Perilaku Konsumsi Sugar Sweetened Beverages dan Fast Food pada Mahasiswa. Quality: Jurnal Kesehatan, Volume 20, Nomor 1, halaman 24–33.

Cahyorini, R. W., Komalyna, I. N. T., & Suwita, I. K. (2022). Hubungan Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Konsumsi Fast Food terhadap Kejadian Gizi Lebih pada Remaja. AgriHealth: Journal of Agri-Food, Nutrition and Public Health, 2(2), 123.

Dewi, R., Hadriyati, A., Vinski, P., & Salsabila, A. (2024). Upaya Pencegahan Penyakit Degeneratif Diabetes Melitus Melalui Pengenalan Makanan dan Minuman yang Aman (Non Farmakologi). Abdi Wiralodra: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 160-170.

Efendi, H. N., Laili, A. N., & Fairosi, M. (2025). Dampak Konsumsi Makanan Cepat Saji terhadap Kesehatan Metabolik Mahasiswa di Era Food Delivery Online. Journal Sains Student Research, 3(2), 706-714.

Hanum, A. M. T. (2023). Faktor-faktor penyebab terjadinya obesitas pada remaja. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), 9(2), 137-147.

Juliatin, J., & Hasniar, H. (2024). Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Obesitas pada Remaja. Student Research Journal, 2(6), 137-149.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan tematik Survei Kesehatan Indonesia (SKI): Potret Indonesia Sehat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Mardiyah. S., et al (2026). The Effect of Nutrition Education Using Animated Video and Leaflet Media on Sugar-Sweetened Beverage Consumption Among Adolescents (Pengaruh Edukasi Gizi Menggunakan Media Video Animasi dan Leaflet terhadap Konsumsi Minuman Berpemanis pada Remaja). Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), Volume 14, Issue 2, 2026, halaman 122–137. Alma Ata University Press. DOI: 10.21927/ijnd.2026.14(2).122-137

Mario, D.T., et al (2026). Efektifitas Penyuluhan Gizi dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Dampak Konsumsi Makanan Cepat Saji pada Siswa Sekolah Dasar. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, Vol. 10, No. 2

Misbar, N. F., Balgis, B., & Asqia, N. (2024). Pengaruh Konsumsi Junkfood Terhadap Resiko Obesitas Pada Anak Usia 10 Tahun. Kumaracitta: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(02), 78-96.

Mustikowati, F., Hasneli, Y., & Woferst, R. (2026). Hubungan Kebiasaan Mengonsumsi Junk Food Dengan Kadar Gula Darah Pada Usia Dewasa Di Kota Pekanbaru. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(1), 3080-3086

Nirmalasari, N., & Supriatin, R. D. (2025). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Pola Makan Seimbang Dengan Tindakan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2. Indonesian Journal of Health Community, 6(1), 12-24.

Sudrajat, A., & Lestari, C. R. (2024). Hubungan Intensitas Paparan Media Sosial Dengan Pola Konsumsi Junk Food Pada Ibu Rumah Tangga. Indonesian Journal of Nutrition Science and Food, 3(2), 16-22.

Trijayanti, L., & Gani, A. (2023). Efektivitas kebijakan pemasaran iklan makanan dan minuman tidak sehat dalam rangka pencegahan dan pengendalian diabetes melitus: Literature review. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat: Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 15(1), 37-43.

World Health Organization. (2023). WHO guideline: Policies to protect children from the harmful impact of food marketing

Diterbitkan

30-07-2026

Cara Mengutip

Silaban, C., Manalu, J. S., Purba, Y. V., Prawitasari, S., Panjaitan, M. M. J., & Waruwu, E. K. . (2026). Penyuluhan Kesehatan Bahaya Junk Food dan Minuman Manis di Jemaat GMAHK Getsemani Kota Pematangsiantar. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(4), 4245–4252. https://doi.org/10.54082/jamsi.3086