Mengubah Stigma “Bahasa Inggris itu Sulit” menjadi Menyenangkan melalui Mini English Course bagi Anak-Anak
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.3113Kata Kunci:
Desa Gelora, Fun Learning, KKN Membangun Desa, Mini English Course, Total Physical ResponseAbstrak
Bahasa Inggris sering dianggap menakutkan oleh anak-anak di daerah pedesaan akibat keterbatasan akses, lingkungan nonformal yang minim, dan metode pengajaran yang monoton. Padahal, penguasaan bahasa asing sangat penting untuk meningkatkan daya saing generasi muda di era global. Menjawab tantangan ini, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Membangun Desa di Desa Gelora menyelenggarakan program Mini English Course (Kursus Singkat Bahasa Inggris berbasis Fun Learning). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengubah stigma negatif bahwa "Bahasa Inggris itu sulit", menumbuhkan motivasi belajar, serta meningkatkan penguasaan kosakata dasar dan kepercayaan diri anak-anak. Metode pengabdian yang diterapkan adalah pendekatan Fun Learning yang mengintegrasikan permainan edukatif, lagu, dan teknik Total Physical Response (TPR) yang dilaksanakan secara konsisten sebanyak 2 kali seminggu selama 4 minggu (8 pertemuan). Sasaran kegiatan ini melibatkan 45 anak usia Sekolah Dasar (7–12 tahun). Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui lembar observasi partisipasi, tes evaluasi penguasaan kosakata dasar sebelum dan sesudah program, serta wawancara semi-terstruktur dengan orang tua dan tokoh masyarakat. Hasil pelaksanaan program menunjukkan dampak positif yang signifikan: terjadi peningkatan penguasaan kosakata dasar secara keseluruhan dari rata-rata 48,75% menjadi 86,25% (kata kerja dari 45% ke 85%, sapaan dari 50% ke 90%, nama hewan dari 60% ke 90%, dan instruksi kelas dari 40% ke 80%). Selain itu, partisipasi aktif dan keberanian anak-anak dalam melafalkan bahasa Inggris meningkat pesat, serta terbangun budaya belajar baru yang didukung penuh oleh masyarakat Desa Gelora. Kesimpulannya, metode pembelajaran interaktif berbasis TPR dan Fun Learning terbukti efektif dalam memicu motivasi serta kapasitas bahasa anak di pedesaan, sehingga disarankan untuk diteruskan melalui pembentukan komunitas belajar desa.
Referensi
Asher, J. J. (1977). Learning another language through actions: The complete teacher's guidebook. Sky Oaks Productions.
Brewster, J., Ellis, G., & Girard, D. (2002). The primary English teacher's guide (New ed.). Penguin Books.
Cameron, L. (2001). Teaching languages to young learners. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511733109
Ersoz, A. (2000). Six games for the EFL/ESL classroom. The Internet TESL Journal, 6(6), 1–5.
Kasih, A. N. (2018). Efektivitas metode Total Physical Response (TPR) dalam pengenalan kosa kata Bahasa Inggris anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 241–248. https://doi.org/10.31004/obsesi.v2i2.92
Krashen, S. (1982). Principles and practice in second language acquisition. Pergamon Press.
Lestari, P. (2018). Pemanfaatan media berbasis lingkungan dalam pembelajaran bahasa Inggris anak usia dini di pedesaan. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(1), 45–52. https://doi.org/10.30595/jppm.v2i1.2134
Lightbown, P. M., & Spada, N. (2013). How languages are learned (4th ed.). Oxford University Press.
Linse, C. T. (2005). Practical English language teaching: Young learners. McGraw-Hill Companies, Inc.
Musthafa, B. (2010). Teaching English to young learners in Indonesia: Essential requirements. Educationist, 4(2), 120–125.
Paul, D. (2003). Teaching English to children in Asia. Longman Asia ELT.
Read, C. (2007). 500 activities for the primary classroom. Macmillan Education.
Shin, J. K., & Crandall, J. A. (2014). Teaching English to young learners. National Geographic Learning/Cengage Learning.
Suyanto, K. K. E. (2010). English for young learners: Unlock children’s potential through fun, engaging, and exciting English classes. Bumi Aksara.
Wartini, N., & Rahayu, S. (2022). Pendampingan pembelajaran Bahasa Inggris anak usia sekolah dasar melalui pendekatan Fun Learning di daerah pedesaan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI), 2(3), 885–892. https://doi.org/10.54082/jamsi.342
Wardani, K. (2021). Efektivitas metode total physical response (TPR) berbantuan aktivitas fisik terhadap retensi kosakata bahasa Inggris siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 21(2), 115–124. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v21i2.38910
Yuliana, R., & Permata, D. (2023). Penguatan kapasitas bahasa Inggris anak pedesaan melalui program edukasi berbasis permainan edukatif. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 112–121.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Maulidiyatun Nupus Akhzami, Ansori Saputra, Sayyidatun Khofifah , Siti Maysuroh

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




