Penguatan Pemahaman Fisika Dasar Mahasiswa Baru di Papua melalui Pendampingan Thinking Aloud Group Problem Solving (TAGPS)
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.3151Kata Kunci:
Thinking Aloud Group Problem Solving (TAGPS), pendampingan pembelajaran, pembelajaran kolaboratifAbstrak
Mahasiswa baru di Jurusan Teknik Mineral, Teknik Pertambangan, dan Teknik Geologi Universitas Cenderawasih memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, sehingga menimbulkan kesenjangan pemahaman terhadap konsep-konsep dasar Fisika, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari daerah terpencil di Papua. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pemahaman Fisika Dasar melalui pendampingan pembelajaran menggunakan metode Thinking Aloud Group Problem Solving (TAGPS). Pendampingan diawali dengan observasi dan survei untuk mengidentifikasi kesulitan belajar mahasiswa, dilanjutkan dengan pembelajaran materi vektor, pembentukan kelompok TAGPS, diskusi kolaboratif, serta evaluasi hasil belajar. Dalam setiap kelompok, mahasiswa didampingi untuk bergantian berperan sebagai pemecah masalah dan pendengar sehingga terjadi proses saling belajar, pemberian umpan balik, dan refleksi terhadap penyelesaian soal. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa menunjukkan partisipasi yang lebih aktif dalam diskusi, keberanian untuk menyampaikan cara berpikir, serta peningkatan interaksi antarmahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan Fisika Dasar. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan capaian belajar setelah pendampingan. Pada mahasiswa Teknik Geologi dan Teknik Mineral, persentase nilai rendah (0–60) menurun dari 61% menjadi 21%, sedangkan nilai tinggi (85–100) meningkat dari 23% menjadi 53%. Pada mahasiswa Teknik Pertambangan, persentase nilai rendah menurun dari 53% menjadi 10%, sementara nilai tinggi meningkat dari 23% menjadi 50%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan pembelajaran berbasis TAGPS mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kolaboratif, meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berdiskusi, serta menjadi salah satu alternatif pembinaan mahasiswa baru untuk memperkuat pemahaman Fisika Dasar.
Referensi
Kilpeläinen-Pettersson, J., Koskinen, P., Lehtinen, A., & Mäntylä, T. (2025). Cooperative learning in higher education physics: A systematic literature review. International Journal of Science and Mathematics Education, 23(7), 2707–2729. https://doi.org/10.1007/s10763-024-10538-3
Kusumaningrum, D. D., & Muslim, F. (2023). Model of inclusive education in strengthening affirmative policies for Indigenous Papuans. POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam, 9(1), 131–147. https://doi.org/10.24014/potensia.v9i1.24109
Lutsyk-King, A., & Leighton, J. P. (2024). The conscious experience of thinking aloud: Are positive feelings associated with better think-aloud performance? Psychology of Consciousness: Theory, Research, and Practice. Advance online publication. https://doi.org/10.1037/cns0000410
Maharani, K. (2021). Analisis faktor yang mempengaruhi tingkat ketercapaian angka partisipasi sekolah di Papua (Studi kasus di Kabupaten Merauke). Borneo Journal of Islamic Education, 1(1).
Makhrus, M., Nur, M., & Widodo, W. (2014). Model perubahan konseptual dengan pendekatan konflik kognitif (MPK-PKK). Jurnal Pijar MIPA, 9(1), 20–25. https://doi.org/10.29303/jpm.v9i1.39
Makruf, A. (2023). Daya dukung sarana sekolah dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam sekolah dasar di Papua Barat Daya. SEARCH: Science Education Research Journal, 1(2), 58–64. https://doi.org/10.47945/search.v1i2.1252
Novalina, R., & Yuniasih, A. F. (2022). Analisis determinan kemiskinan multidimensi anak di Pulau Papua tahun 2021. Seminar Nasional Official Statistics, 2022(1), 313–322. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2022i1.1398
Nufus, S. H., & Arnawa, I. M. (2018). Effect of Thinking Aloud Pair Problem Solving type cooperative model on student problem-solving ability. Proceedings of the International Conference on Mathematics and Mathematics Education (ICM2E 2018), 285, 125–127. https://doi.org/10.2991/icm2e-18.2018.29
Pamungkas, C., Oktafiani, I., & Imbhiri, L. (2022). Makna pembangunan bagi Orang Asli Papua: Studi terhadap marginalisasi dan depopulasi di Tanah Papua. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 16–38. https://doi.org/10.26593/jihi.v0i00.5970.16-38
Pugu, M. R., & Yani, Y. M. (2019). Human security for border society: A case study at the RI–PNG border. Jurnal Asia Pacific Studies, 3(1), 11–24. https://doi.org/10.33541/japs.v3i1.972
Rahmat, M., Muhardjito, & Zulaikah, S. (2015). Kemampuan pemecahan masalah melalui strategi pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving siswa kelas X SMA. Jurnal Fisika Indonesia, 18(54), 108–112. https://doi.org/10.22146/jfi.24384
Rodriguez, M., & Potvin, G. (2021). Frequent small-group interactions improve student learning gains in physics: Results from a nationally representative pre–post study of four-year colleges. Physical Review Physics Education Research, 17(2), 020131. https://doi.org/10.1103/PhysRevPhysEducRes.17.020131
Salas-Rueda, R. A., De-La-Cruz-Martínez, G., Alvarado-Zamorano, C., & Prieto-Larios, E. (2022). The collaborative wall: A technological means to improving the teaching–learning process about physics. Center for Educational Policy Studies Journal, 12(4), 205–231. https://doi.org/10.26529/cepsj.1167
Sarjito, A. (2024). Dampak konflik sosial terhadap implementasi kebijakan otonomi daerah di Papua: Studi kasus keamanan daerah. Jurnal Ilmu Administrasi Negara.
Sroyer, A. M., Saud, H., & Reba, F. (2022). Penentuan jurusan siswa SMA berdasarkan tes minat bakat menggunakan metode single, complete, dan average linkage. Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi, 8(2), 72–80. https://doi.org/10.25077/teknosi.v8i2.2022.72-80
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nur Ayu Anas, Endang Hartiningsih, Enos Karapa, Djuarensi Patabang, Frans Simbol Tambing, Wara Kustini Wulan, Anna O.S.H. Sawai

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




